Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 16
Daniel dengan lahap memakan masakan Vanya, hingga tak tersisa sedikitpun. Sedangkan Vanya yang melihat Daniel begitu lahap memakan masakannya, semakin bahagia karena Vanya merasa sudah menjadi istri yang sangat sempurna.
"Apa enak?" tanya Vanya.
"Sangat enak, perutku sekarang kenyang. Terima kasih, Sayang." Daniel berkata sambil mengecup kening Vanya. Setelah itu Vanya menatap Daniel dengan ragu, Vanya sangat ingin jujur tentang Kevin yang mulai mengganggu nya lagi.
"Daniel aku ingin memberitahumu sesuatu, tapi aku takut kamu marah," ucap Vanya dengan ragu.
"Bicaralah, aku gak akan pernah marah. Karena kamu terlalu berharga, jika aku memarahi mu," ucap Daniel dengan tersenyum jahil. Vanya pun membalas senyuman Daniel dan menarik nafasnya dengan berat.
"Sebenarnya tadi Kevin menelfonku, dan dia bilang akan merebutku darimu Daniel. Aku sangat takut Daniel, aku sudah terlanjur nyaman dengan kamu. Dan aku juga gak mau hidup di bayang-bayang Kevin," ucap Vanya dengan nada sedih.
"Masih nekat saja Kak Kevin. Kalau gitu kita sama-sama ganti nomor ponsel saja,
biar aku gak di hubungi Era lagi dan kamu gak di hubungi Kak Kevin lagi. Apa kamu setuju Vanya kalau kita ganti nomor?" tanpa tunggu lama Vanya langsung mengangguk dan menerima solusi yang diberikan Daniel.
"Iya aku mau, lebih baik begitu saja Daniel, sungguh aku sangat terusik dengan semua ini jika kita tak ganti nomor," ucap Vanya dengan tatapan memohon. Daniel pun mendekati Vanya dan mencium bibir Vanya dengan lembut.
"Lebih baik lupakan itu dulu Vanya. Bagaimana kalau kita buat Daniel junior dulu apa kau setuju?" ucap Daniel dengan sensual.
"Daniel ini di tempat kerja, jagan aneh-aneh nanti ada karyawan mu masuk dan melihat kita bagai mana." tolak Vanya. Vanya masih punya otak jika ini di restaurant, buka dirumah.
"Biarkan saja, lagian kamu istriku Sah Sah saja kan, jika aku melakukan nya dengan kamu," ucap Daniel dengan meraba dada Vanya. Sedangkan Vanya langsung terbelalak, saat merasakan belaian Daniel.
"Astaga Daniel, kenapa sekarang kamu jadi sangat mesum sih," protes Vanya.
"Mesum sama Istri sendiri tidak ada yang melarang Vanya, atau kamu ingin aku mesum sama orang lain?" Vanya pun langsung membelalakkan matanya. Vanya sangat kesal dengan penuturan suaminya itu, ingin sekali Vanya mencokel mulut Daniel.
"Gak boleh kamu hanya miliku, gak ada wanita mana pun yang bisa menyentuh kamu selain aku Daniel. Jika pun ada, akan aku potong lebih dulu punya mu dan ku jadikan sup," ucap Vanya sambil memegang Lele Daniel.
"Jangan kejam kejam kenapa Vanya, masa Lele berurat suami mu mau kamu potong. lagian kamu lucu Vanya, mana bisa aku selingkuh jika aku sudah tergila-gila dengan dirimu," ucap Daniel. Daniel pun mengecup bibir Vanya dengan sangat lembut, sedangkan tangan Vanya melingkat di leher Daniel. Mereka berdua akan memadu kasih di ruangan kerja Daniel dan mengeluarkan suara yang sangat merdu.
"Wangimu selalu membuatku mabuk Vanya, aku suka harum tubuh mu yang seperti cake dan itu selalu membuat ku ingin memakan mu," bisik Daniel.
"Aku pun juga Daniel, wangi tubuh mu yang sangat maskulin bagiku sangat memabukkan," balas Vanya. Tangan Daniel pun membuka kancing kemeja Vanya dan sedikit tersenyum saat melihat sesuatu di dalam sana.
"Kamu menyukainya Daniel?" tanya Vanya saat Daniel tak mengalihkan pandangannya di daerah payu dara Vanya.
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar