NovelToon NovelToon
Cinta Tak Ada Dalam Pasal

Cinta Tak Ada Dalam Pasal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Shira adalah pengasuh ke-14 yang berhasil bertahan lebih dari dua bulan dan satu-satunya pengasuh yang berhasil membuat Lulu - gadis kecil pemurung yang diasuhnya - tersenyum. Ia menyukai pekerjaannya, karena dia setulus itu mengasuh Lulu. Sampai suatu malam, Ruan - ayah Lulu - yang sedingin es kutub, memberikannya tawaran kerjasama dengan gaji lima kali lipat dan bonus gaji setiap hari! Tawaran fantastis yang tidak bisa diabaikan oleh seseorang yang sedang membutuhkan suntikan dana darurat seperti Shira.
Masalahnya kerjasama itu berupa pernikahan kontrak dimana Shira harus berperan sebagai istri sungguhan di depan semua orang. Kontrak itu akan diatur dalam pasal-pasal tertulis yang disepakati bersama, salah satunya adalah "Tidak boleh melibatkan perasaan pribadi dalam menjalankan peran."
Tapi masalahnya, ketika sandiwara membuat peran terasa nyata, Shira menyadari perasaannya telah melanggar pasal. Ia tidak lagi bisa meneruskan, apa lagi ketika ibu kandung Lulu datang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Kecupan Pagi

Malam itu, meskipun susu hangat telah mengisi perutnya, Shira tetap tidak bisa memejamkan kedua matanya. Entah kenapa dia merasa nelangsa memikirkan masa depannya yang harus hidup tanpa dicintai oleh pria yang telah menjadi suaminya. 

Sekali lagi dia membuang napas panjang, memiringkan posisi tubuhnya hingga memunggungi Ruan yang berbaring di atas sofa. Pria itu langsung terpejam begitu kepalanya menyentuh bantal. 

Kalo reinkarnasi beneran ada, aku ga akan mau nikah sama laki-laki modelan Pak Ruan gitu di kehidupan selanjutnya. 

*  *  *

Di balik punggung Shira yang tertutupi selimut, Ruan membuka kelopak matanya, dia mendengar bagaimana gadis itu menghela napas berkali-kali, seperti membebaskan hatinya dari rasa sesak yang tidak bisa diungkapkan. 

Bukannya Ruan tidak menyadari perubahan suasana hati Shira sejak pulang dari minimarket, gadis itu lebih banyak diam. Tangannya terus meremas jemarinya sendiri, sebuah kebiasaan kecil yang mulai Ruan ingat tentang Shira. Apa yang dilakukan Shira saat dia tidak bisa mengutarakan isi hatinya, apa yang dilakukan Shira saat merasa canggung dan gugup, apa yang dilakukan Shira saat merasa senang, dan sekarang hal baru yang mulai Ruan ingat, bahwa Shira minum susu hangat saat tidak bisa tidur. 

Ruan mengubah posisinya, dia menghadap punggung Shira yang mulai terlihat tenang. Begitu pun dengan dirinya. Sejujurnya, dia juga tidak mengerti, saat sekuriti mengabari padanya bahwa Shira tak kunjung kembali setelah keluar dari gerbang, rasa cemas langsung menerjangnya, seperti gulungan ombak yang bergerak cepat. 

Ia langsung menyambar kunci mobil dan menghubungi Faris untuk membantunya mencari keberadaan Shira. Dia masih ingat betul dengan hatinya yang takut hanya dengan membayangkan terjadi sesuatu pada Shira, namun semua ketakutan itu berubah saat dia melihat Shira masuk ke dalam mobil Beno dan pergi bersama, alih-alih merasa takut, Ruan justru merasa jengkel. 

Tapi kenapa? Dia sendiri juga tidak mengerti. 

*  *  *

Pagi ini suara tawa terdengar dari arah ruang makan keluarga, Shira, Lulu, Mama Ratna, Beno, ada juga Panji, Erwin dan Qila. Para sepupu Ruan yang memilih untuk menginap bersama di rumah keluarga itu. 

Tanpa sapaan, Ruan duduk begitu saja pada kursi makan tepat di sebelah Shira. Shira sendiri terlihat sedang ngobrol dengan Qila sembari menyuapi Lulu sarapan. 

“Kenapa kamu ga cuti, sih, Ru? Masa baru juga nikah langsung kerja.” Mama Ratna yang lebih dulu melayangkan protes. 

“Tau ih, Kak Ruan. Masa penganten baru ga ada bulan madunya. Kasian banget Kak Shira, punya suami kaya raya tapi dicuekin.” Qila yang tadi terlihat asik ngobrol dengan Shira juga ikut melayangkan protes. 

“Eh… eh, ga apa-apa, kok.” Shira menggerakkan telapak tangannya, wajahnya terlihat tidak nyaman. “Aku ngerti kok sibuknya Mas Ruan. Jadi ga masalah sama sekali. Bulan mau atau ga, itu bukan masalah.”

“Tapi seenggaknya ga langsung ditinggal kerja juga lah, kayak orang nikah kontrak aja.” celetukkan Beno membuat Shira membeku, begitu pun semua orang, kecuali Ruan, Lulu - yang memang tidak mengerti - dan Beno sendiri. Beno sendiri tetap asik mengunyah setelah membuat suasana sempat hening beberapa detik. 

“Mana ada nikah kontrak sampe begini.” Shira terkekeh malu-malu sembari menarik sedikit kerah blousenya dan menunjukkan sebuah tanda kemerahan di antara tulang selangka, mencoba untuk menetralkan kembali suasana yang sempat dingin. Kemerahan itu tentu saja langsung mengundang riuh dari Panji, Erwin, Qila dan Beno juga. Mama Ratna pun ikut tersenyum lebar. 

“Diam-diam menghanyutkan ternyata Kak Ruan.” Panji berkomentar. 

“Langsung banget ditandain Kak?” Qila terkikik geli sendiri. 

“Aduh, aku masih di bawah umur nih.” Erwin menutup matanya dengan jemari yang direnggangkan. 

“Bukan untuk dipertontonkan.” Ruan menutup tanda itu dengan mengembalikan posisi krah dengan sikapnya yang terkesan posesif. 

“Mas Ruan bukannya ga mau ajak aku bulan madu, tapi aku yang memang nolak, karena nenek sekarang lagi masa pengobatan, jadi aku mau dampingin Nenek dulu untuk kemo dan lain-lain.” Shira menjelaskan, tak hanya memberikan penjelasan, ia juga mengamit lengan Ruan dengan sangat luwes. 

Ruan menoleh pada Shira, gadis itu tersenyum manis menjelaskan kebohongan yang dia ciptakan. Dan entah dorongan dari angin tornado mana, kepala Ruan bergerak mendekati Shira dan satu kecupan mendarat pada kepala Shira. Aroma harum bunga langsung menyapa indra penciumannya. 

“Iya, iya deh yang penganten baru, tapi di sini masih banyak yang jomblo, bisa kali romantis-romantisannya disimpan buat sendiri aja.” celetukkan Panji menyadarkan Ruan bahwa dia terlalu lama untuk sekadar memberikan sebuah kecupan. 

Ruan menarik kembali wajahnya, dilihatnya pipi Shira bersemu merah. 

“Aku berangkat dulu.” Ruan berdiri, dia sempatkan untuk mengusap rambut Lulu sebelum meninggalkan meja makan. Shira mengikutinya dan menyamakan langkahnya hingga keduanya berhenti pada ambang pintu. 

“Pak Ruan,” suara Shira berbisik. “Saya juga harus melakukan yang sama untuk lebih meyakinkan.”

Ruan tidak berekspresi, hanya menatap Shira lurus. Lalu, dengan kedua tangannya itu, Shira tiba-tiba menarik krah jas Ruan hingga tubuh tingginya membungkuk sedikit dan sebuah kecupan singkat mendarat pada pipi Ruan, membuat syaraf persendian pada pinggang Ruan membeku sejenak sampai membuat tubuhnya tidak langsung berdiri tegak setelah mendapatkan kecupan yang mengejutkan. 

“Berdiri lagi yang bener Pak.” Shira berbisik. “Saya terpaksa, karena mereka ngintipin kita.”

Ruan tahu pergerakan mereka diawasi, hanya saja tidak sampai berpikir Shira akan memberikannya kecupan di pipi. 

“Omong-omong dari mana kamu dapat tanda itu?” Ruan bertanya juga dengan volume suara kecil yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. 

“Ini make up.” Shira tersenyum lebar. “Saya lihat seperti ini dari drama yang saya tonton.”

Bibir Ruan bergerak membentuk senyuman, tangannya terulur mengusap puncak kepala Shira. 

“Good job.” katanya lagi, lalu berbalik badan untuk menuju mobilnya yang sudah disiapkan Faris di depan teras besar itu. Shira melambaikan tangannya mengiringi mobil sedan itu melaju pelan hingga keluar dari gerbang rumah. 

“Tuh kan, mereka beneran saling suka.” celetuk Panji pelan dari balik dinding tempat mereka bersembunyi. 

“Perasaan lo aja kali, Ben, kalo Kak Ruan dan Kak Shira cuma pura-pura.” Erwin ikut menimpali. 

Beno hanya tersenyum tipis, dia menatap lurus pada punggung Shira yang masih berdiri di teras seolah enggan berpisah dari suaminya. 

Padahal yang terjadi di teras, Shira tengah mengusap dadanya, menenangkan dirinya sendiri dari debaran jantungnya yang jumpalitan. 

Good... job?

Bersambung

1
Humaira izzatunisa
luar biasa
ms. S
up lagi kak. ceritanya seru lho
Anonim
😍😍😍😍
Anonim
😍😍😍
Anonim
/Drool/
Anonim
Lanjut thor cerita nya fresh beda dengan yang lain😍😍😍
Oksy_K
lanjut kak.... penasaran kisah selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!