NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Semu

Bukan Cinta Semu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:149.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Putri761

*******! Banyak ****** ****** bertebaran jadi ***** ***** memilih bacaan.

Perasaan cintanya untuk seseorang yang begitu besar membuat luka yang mendalam bagi seorang Kanaya.

Kanaya Tsabita menerima pertunangan dari Arslan Khairul Azam karena percaya akan kesungguhan cinta Arslan yang diberikan padanya. Tapi siapa tahu diantara perjalanan cinta mereka hadirlah Rindu Anjani sang sekretaris yang berhasil mengalihkan perhatian Arslan hingga akhirnya melukai perasaan Kanaya.

Diantara gempuran luka dan mempertahankan sebuah harga diri, sosok Baratha hadir untuk menjadi tameng dan luapan rasa kecewa Kanaya pada sebuah cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Putri761, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kriteria Gadis Idaman

Mobil Hani berhenti tepat di depan bengkel milik Bara. Kanaya berniat untuk menemui pria yang mirip jelangkung itu( datang tak diundang dan bertemu tak direncana)

"Kamu yakin akan menemui cowok itu? Kok aku ngeri lihat tampangnya, Nay. Apalagi sorot mata tajamnya itu." ucap Hani sebelum Kanaya turun dari mobilnya.

"Selama ini dia baik, kok." spontan saja Kanaya memuji Bara. Tapi, memang selama ini Bara belum pernah bertingkah mencurigakan meskipun sosoknya masih misterius.

"Okelah." ucap Hani akhirnya menyerah. Dia membiarkan gadis cantik berjilbab itu turun dari mobilnya.

Berlahan Kanaya berjalan dengan menenteng sebuah paper bag. Gadis merasa canggung saat melangkah masuk ke dalam ruangan yang semua orang tengah sibuk.

"Assalamualaikum..." ucap Kanaya.

Seorang montir yang berjarak dekat dengan posisi Kanaya menghentikan kesibukannya. Bahkan, beberapa lainnya pun penasaran dengan pemilik suara merdu itu hingga perhatian mereka kini tertuju pada gadis cantik berkerudung biru itu.

"Mas Baranya ada?" tanya Kanaya sedikit gugup karena semua mata tertuju padanya.

"Bang Bara sedang memperbaiki mobil di belakang." jawab cowok yang seumur dengannya.

"Langsung cari di belakang, Mbak!" lanjut Aryo.

"Kenapa nggak cari kita aja Mbak Cantik." celetuk suara lainnya,tapi tak dihiraukan Kanaya yang langsung berjalan ke halangan belakang.

Terus terang saja Kanaya gugup. Semua yang ada disana cowok semua, bahkan tak ada satupun yang dia kenal.

"Bang... ada yang cari!" teriak Aryo membuat Bara yang berada di bawah mobil menarik kepalanya keluar. Tapi, pria itu masih asyik di bawah mobil dengan beberapa rangkaian onderdil mobil.

"Ehm... Ehm... Assalamualaikum." Kanaya salah tingkah saat berdiri di dekat mobil yang baru di perbarui Bara.

"Waalaikum salam." Suara bariton itu menjawab singkat. Tapi tak ada pergerakan dari si empunya untuk menyambut gadis yang sedikit gugup itu.

Masuk kandang singa, dicuekin, membuat perasaan Kanaya serba salah dan canggung, " Ah rasanya kenapa aku jadi terkesan ngejar cowok. Padahal dia hanya ingin minta maaf." gumam Kanaya dalam hati.

"Ada apa?" sahut Bara setelah lama Kanaya tak menjawab.

"Ehm... Ehm... mau minta maaf untuk kata-kata kasarku saat malam itu. Dan minta maaf untuk kejadian tadi. Aku tidak bermaksud melibatkan Mas Bara." ucap Kanaya dengan gelisah.

Dia masih menenteng paperbag berisi kue dan makan sebagai ucapan terimakasih dan permintaan maaf. Tapi, pria itu masih tidak mempedulikan dengan keberadaannya.

"Bukan masalah besar. Sebaiknya kamu pulang sudah sore." ucap Bara.

Tapi tak ada pergerakan dari pria itu untuk keluar dari bawah mobil, hingga Kanaya bingung harus bicara apalagi.

"Orang tuamu pasti bingung jika kamu pulang terlambat." Bara tahu jika Kanaya gadis rumahan. Meskipun tampilan kekinian, tapi tidak dengan kepribadiannya. Banyak aturan yang dibuat oleh orang tuanya untuk gadis naif itu.

Bara pun mendesah saat dia melirik kaki Kanaya yang tidak bergerak sama sekali. Pria itu pun akhirnya mengakhiri kegiatannya dan keluar dari bawah mobil.

" Ada kue untuk Mas Bara sebagai permintaa maaf dan ucapan terimakasihku." dengan sopan Kanaya menyerahkan papar bag yang berisi kue dan kotak nasi. Setahu Kanaya, Bara tidak mempunyai keluarga.

Baratha menatap Kanaya dengan tajam. Pria itu tak menjawab apapun hingga akhirnya Kanaya mengangguk seolah memaksa pria itu untuk menerimanya.

"Terima kasih, lain kali nggak usah repot-repot." jawab Bara dengan mengambil paperbag dari tangan Kanaya.

"Sebaiknya kamu pulang sekarang!" titah Bara setelah meletakkan paperbag di atas meja.

Pria itu Kemudian membersihkan tangannya yang penuh dengan oli.

"Assalamualaikum..." ucap Kanaya. Betapa malunya dia saat Bara seolah mengusirnya. Maka, gegas dia pun langsung berbalik dan melangkah keluar.

Kanaya baru saja memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas, setelah memesan taxi.

Saat menoleh kebelakang, pria bertubuh tinggi itu sudah berganti kaos dan melangkah ke arahnya.

"Sudah pesan taxi?" tanya Bara.

"Sudah." jawab Kanaya. Berinteraksi dengan Bara yang irit bicara membuat gadis itu juga kehilangan kosa kata dan sangat kikuk.

Beberapa saat Kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan Kanaya. Bara segera membuka pintu untuk gadis yang malah menoleh ke arahnya.

"Hati - hati." lirih Bara yang dijawab anggukan oleh Kanaya.

Bara pun segera menutup pintu mobil hingga membuat kendaraan itu berlahan melaju.

Sementara itu, Bara masih berkacak pinggang menatap kepergian taxi yang mengantar Kanaya. Kepalanya menggeleng pelan saat memikirkan Kanaya yang masih terlihat labil dan naif.

###

Rindu masih duduk termenung di meja kerjanya. Beberapa kali dia berfikir tentang perasaannya, rasanya tidak adil jika dia harus mengorbankan perasaannya. Padahal Arslan juga menyambut segala perhatiannya.

"Rin...belum pulang?" tanya Arslan saat mendapati Rindu yang masih duduk termenung di meja kerjanya.

"Ini mau pulang, Pak!" jawab Rindu, terlihat gugup karena kehadiran Arslan yang tiba-tiba.

"Pak, bisa saya numpang sampai toko kue Alamanda. Ibu berpesan jika ingin makan kue brownies." pinta Rindu.

"Ayok ..." jawab Arslan. Segera mengiyakan permintaan gadis itu.

"Kamu gadis yang baik dan perhatian. Bahkan kamu juga pengertian, saya merasa nyaman dengan sifatmu itu." ungkap Arslan tanpa dia sadari memuji gadis itu.

Seketika Rindu pun tersipu, gadis itu menjadi salah tingkah. Tapi, dia juga takut akan kecewa jika membiarkan perasaannya berkembang berlebih. Status sosial membuat rasa percaya diri gadis itu menciut.

Keduanya pun memasuki mobil. Arslan pun menghidupkan audio mobilnya sebelum mobil melaju meninggalkan perkiraan.

"Kanaya marah. Dia cemburu karena melihat kita bersama saat pesta. Padahal, kita tidak hanya berdua,kan?" cerita Arslan tentang hubungannya dengan Kanaya.

"Apa Pak Arslan sudah menjelaskan?" tanya Rindu. Gadis itu meremas kedua tangannya dengan cemas.

"Sudah, tapi dia tidak ingin mendengar penjelasanku. Yah begitulah Kanaya dia masih labil, masih kekanakan-kanakan. Mungkin karena usianya masih muda." ujar Arslan.

"Sebenarnya tipe gadis yang sesuai kriteria bapak seperti apa?" tanya Rindu menyambut obrolan Arslan.

"Aku suka yang dewasa, bisa diajak bertukar pikiran, perhatian. Kamu tahulah pekerjaan kita cukup melelahkan, kalau pasangan kita masih kekanak-kanakan pasti akan semakin lelah." jelas Arisan membuat Rindu mengangguk. Semua tipe yang sesuai dengan kriteria pria itu memang ada di dirinya.

"Tapi, Kanaya memang cantik. Bahkan tanpa dipoles gadis itu sangat menyenangkan untuk dipandang." lanjut Arslan membuat Rindu mengusap sebagian wajahnya.

Dia merasa jika dirinya juga tak kalah cantik dari Kanaya. Hanya hidung Kanaya yang terlihat lebih cantik dari hidungnya.

"Rin, besok temani aku bertemu klien di restoran jepang dekat Butik Salihah." kalimat Arslan kembali membuyarkan lamunan rindu.

"I- iya, Pak." jawab Rindu dengan tergagap. Setiap pertemuan di luar kantor membuatnya punya kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama pria tampan yang sudah membuatnya menggila karena cinta.

1
R@tna
pecat rindu kl u mau Kanaya balikan
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
yg gini bikin mls tuh
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
laki ga punya sikap mah tinggalin saja
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
karya otor ini rata2 karakter ceweknya lemah lembut, selalu tersakiti, banyak makan hati dan karakter cowok nya kebanyakan tidak tegas alias plin plan, knp ya? coba buat karakter ceweknya strong tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
banyak sekali pemeran antagonis nya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
kan kan rindu tidak sebaik kelihatan nya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
rindu, aina, cewek sok baik
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
orang ke 3 nya cewek yg katakter nta seperti diam tp menghanyutkan
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
karakter cewe karya otor rata 2 cewek kalem
Dwi Puji Lestari
sllu menanti karya2mu kak..
gita yunita
Yeaaayyyy ada lanjutannya 🥰🥰🥰 semangat kak nulisnyaaa 🥰🥰
Hana Roichati
ayo kak, lanjutin ceritanya sdh kangen n rindu karya" kakak 👍👍👍
RSDP💖
alhamdulillah....sehat sehat ya mbal/Drool/
mom farhan
hai juga thor kemana aja.cerita anik juga di lanjut dong thor masih setia menunggu😍😍
Nur Ainy
seruuuuu
Nur Ainy
Maas sakti miiss you.....
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Mutia Agustin
ceritanya mba kirana bagus, tp kenapa gk ada pemberitahuan kl ada nobel baru, jd gk tau
Mutia Agustin
Kecewa
Mutia Agustin
Buruk
Yayah Ade
Iya sebenarnya siapa bara itu ya jadi penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!