***
1000 tahun yang lalu di sebuah kerajaan harimau dengan ratu bernama Alice harus terbunuh oleh kekasihnya sendri yang sudah berpacaran dengannya tiga tahun, dia di tusuk oleh kekasihnya bernama jaiden yang menyukai adik tiri dari Alice yaitu Bianca Jlleebbb
" Akkhh,,,,!
" hahaha,,, akhirnya aku akan menjadi raja harimau dan Bianca yang akan mengganti kan mu, wanita sialan,,,!
Degg,,,!
" t-tunggu pembalasan ku,!
Akhirnya Alice menutup mata dan meninggal dunia, disamping orang kepercayaannya yaitu Brayen
" tunggu ratu 1000 tahun lagi, kau akan kembali dengan reinkarnasi dari keluarga Anderson " bisik Brayen di telinga ratunya Tunggu kisahnya,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viie27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kabar bahagia
____________
" minggir semua, aku saja yang periksa, kalian semua ngga becus " bentak Sabrina ke arah dokter
Degg
Sabrina pun membuka perut liona, disana terdapat cakaran seperti cakaran harimau
" Ra,,,! ambil kan perban cepat,,,!
" baik!
Sabrina pun dengan telaten, memperban perut liona, setelah di perban Sabrina menaruh gel di perut liona dan langsung memutar alat USG itu di perut liona.
" nihh,,,! Lihat,,, gila tokcer juga Lo Leon,! Setelah pergi dari caffe langsung pingsan jadi ini penyebab dia pingsan " ucap Sabrina menunjuk dua buah biji kacang di monitor itu, ternyata liona sedang hamil " ucap Sabrina
" h-hamil,,, liona hamil !
Pltakk
" Lo celab celup terus sih sama liona, tuh kan jadi di perut liona, dua lagi " ucap Rafael
" sakit sialan,,,!
Mereka pun akhirnya menunggu liona di ruang inap liona, mereka pun ada yang memainkan ponsel ada juga yang sedang bersandar di sofa
" m-mas l-leon ! " ucap liona lirih
" sayang, mas disini,, ada apa yang di perlukan sayang " ucap Leon yang berada di samping liona
" kenapa perutku sakit sekali mas, apa kah aku abis di operasi" ucap liona yang masih binggung
Leon pun meraih tangan liona erat dan mengelus perut liona lembut, meski sempat di sebelah kiri hanya terdapat cakaran kecil, Leon bisa mengelus nya karna disini ada calon anaknya
" kau sedang hamil sayang, kita sebentar lagi akan menjadi orang tua" ucap Leon menatap liona dekat
" h-hamil sayang!
" ya,, disini ada dua anak kita " ucap Leon
" dua anak !
Liona pun masih binggung dengan apa yang di katakan Leon, bahwa dirinya sedang hamil anak kembar, dirinya sangat bahagia karna setelah menikah dirinya di beri kepercayaan oleh tuhan memiliki dua orang anak sekaligus
" yang sehat sehat ya sayang di perut mami, papi akan selalu menjaga kalian " ucap Leon sambil mencium perut rata liona
Cup
Dua pasangan yang duduk di sofa menatap Leon sengit, karna mereka belum menikah apalagi punya anak kan.
" kalau mau romantisan jangan disini sialan, kami belum menikah " kesal Raka
" sana aja Sono sekarang nikah, terus buat anak " ucap Leon enteng
" sialan kau Leon, memangnya menikah saja gampang mengurusnya banyak proses " ucap Raka
Leon hanya tertawa melihat Raka dan Rafael yang kesal itu, Leon tidak memperdulikan tatapan mereka yang tajam ke arahnya
" Sabrina, Ara! Nanti setelah aku keluar rumah sakit, kalian harus masuk rumah sakit ini, aku ada tugas buat kalian " ucap liona tajam ke arah pintu ruangan liona
Karna di sana Theo sedang memperhatikan liona, dia sangat cemburu dengan Leon yang sudah menikah dengan liona.
" harusnya aku yang menikah dengan liona, bukan cowok lemah itu " batin theo
Tangan liona pun mulai bergerak ke arah pintu ruangannya dan langsung tangan liona mengeluarkan cahaya birunya hingga pintu itu terbuka sangat kencang
BRUUKKKK
" dokter! Ngapain di depan pintu,!
" a-aku t-tidak Apa apa! Saya permisi,,,!
Mereka semua tertawa dengan tingkah laku dokter itu, dan liona bisa mendengar batin dokter itu.
" ckk,, dasar dokter gila " ucap Ara yang tidak suka dengan dokter Theo
" kalau gila, kenapa bisa menjadi pemilik rumah sakit ini " ucap Sabrina menimpali
" Arkana kemana sih, dari kemarin aku hubungi ngga nyambung nyambung " ucap Raka kesal dengan Arkana itu.
Arkana dan via sudah menikah satu Minggu yang lalu, karna sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua via, Arkana kini sedang bulan madu di kota Bali.
___________
Di Bali
Arkana dan Xavia baru saja mengunjungi pantai Bali, karna cuacanya sangat panas dia langsung kembali ke penginapan, tidak mau berlama lama di pantai
Di penginapan, Arkana dan via langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan siap siap untuk kembali ke kota Jakarta
" sayang,,,! Sudah siap, kita berangkat sekarang " ucap Arkana ke arah Vian
" sudah yank !
" ayo,,!
mereka pun akhirnya menaiki mobil mereka dan langsung menuju kota jakarta disana, di perjalanan via selalu tertidur di kursinya, sekali Arkana melirik istrinya itu sangatlah beruntung menikah dengan nya.
" aku akan selalu menjaga mu, dan melindungi mu dari apa pun " batin Arkana
Setelah menempuh perjalanan jauh, mereka pun sudah sampai di apartemen milik Arkana yang bersebelahan dengan liona, arkana tidak tahu kalau dia curut itu sudah sampai di Indonesia
Ceklekk
" istirahat dulu sayang, aku mau ke kamar Leon dulu,! " ucap arkana
" iya mas,,,!
Cup
Arkana pun mencium bibir via sekilas dan langsung menuju pintu Leon yang masih tertutup
Tok
Tok
Tok
Tok
Ceklekk
" k-kau! Ekhh curut,, Lo ngapain disini, mana Leon " ucap arkana ke arah raka yang sudah berada di apartemen Leon
" dia di rumah sakit nemen'n liona!
" hah,,,! Liona kenapa,,!
Raka pun menjelaskan ke Arkana, kalau liona pingsan dan di nyatakan hamil oleh Sabrina saat memeriksanya
" wahh,,! Hebat juga Leon, sekali Tanjab langsung dua jadi " ucap Arkana
" sudah sana Lo,! Ganggu gw sama Ara aja !
" ckk,,, dasar bucin akut loh!
Akhirnya Arkana pun kembali ke apartemen miliknya dan rencananya nanti malam dia dan via akan berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk liona.
***
Dirumah sakit, liona pun sudah bisa duduk dan memakan makanan yang di berikan Leon, theo pun sama tidak habis habisnya mengintip kamar inap liona, cahaya yang berada di sana pun geram akhirnya dia yang turun tangan sendri
Brakkk
" dokter itu sebenarnya Mau apa sama anak saya hah,! Dia sudah menikah dan sebentar lagi mempunyai anak " ucap cahaya kesal
" a-anak!
" ya,,,! Berhenti mengganggunya dok, kalau tidak aku bisa membunuhmu dengan tangan ku sendiri" ucap cahaya dan langsung meninggalkan dokter tersebut
Cahaya melirik dokter itu dengan tatapan tajamnya, cahaya ngga akan biarkan dokter itu menganggu hubungan Leon dan liona pasti akan ada pertengkaran.
" lihat saja, apa yang gw lakukan untuk dokter itu, gw ngga mau annak gw jadi janda " ucap cahaya
Sabrina hanya tersenyum melihat cahaya mengumpat itu, karna menurut Sabrina cahaya itu sangat lah lucu.
" Aunty,,! Stop ahh,, jngan bikin Sabrina ketawa Dengan sikap aunty itu " ucap Sabrina
Cahaya pun menaiki satu alisnya karna tidak mengerti dengan ucapan Sabrina ke arahnya itu
" Maksudnya sayang !
" aunty menatap dokter itu, seperti ingin membunuhnya " ucap Sabrina
Cahaya pun ikut tertawa melihat Sabrina ini, untung liona memiliki sahabat seperti Sabrina dan Ara yang tidak memandang status,
" aunty pulang dulu ya, takut si Milla nyari'n " ucap cahaya bohong
Padahal mah mau kelonan sama sang suami si Vian, sudah lama ngga di jamah pikirnya
" iya mom,! Hati hati " ucap liona
Di tengah perjalanan cahaya di hadang oleh sekelompok berbaju hitam dan menembak ban mobil cahaya
Dor!
Dor!
" sialan ,,,!
Bersambung
saya sukaaa..lanjutkan