⚠️ UNTUK 18TH KEATAS, BIJAKLAH DALAM MEMBACA!
Caleste seorang gadis Werewolf yang terlanjur "Having Fun" dengan seorang Vampire bernama Ian, ternyata dari hubungan terlarang itu Caleste hamil. Bayi Hybrid percampuran Werewolf dan Vampire.
Bayi yang menjadi ancaman kaum Werewolf, Vampire maupun Witch. Disisi lain Ian ternyata malah jatuh cinta dengan seorang manusia i'm, Freya gadis blonde yang merupakan seorang Psikolog.
Apa yang akan terjadi pada bayi Hybrid itu?
Read more...
"I'm Fallin Love With Devil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17 | I Can Take Care of My Self!
Kelanjutan cerita kemarin...
Setelah Josh pergi melarikan diri dari Ian dalam Hutan itu, lantas Ian tak tinggal diam, Ian melangkah pelan dengan senyum setannya mencari Joshua ke setiap sudut di sana.
"Dimana kau bersembunyi Josh, jangan bermain dengan ku?!"
Ian terus mencari di setiap sudut hutan itu sambil memanggil nama musuhnya.
Namun tiba-tiba Josh datang dari arah belakang melesat dan menusuknya dengan sebuah pancang kayu.
"Aaaarggh... "
Teriak Ian dengan pancang kayu yang berlumuran darah tertancap menembus dadanya, lalu Ian mencabutnya sambil terhengus.
"Hhhhffft... "
"Hanya ini saja yang bisa kau lakukan, pancang kayu ini takkan bisa menghentikan ku!" saut Ian dengan amarahnya menatap Josh.
"Mari kita akhiri ini!" ucap Josh seketika.
"Aaaaargh... "
Lantas mereka saling berkelahi membabi buta satu sama lain. Josh yang penuh dendam melesat menghajar wajah Ian dengan tinjunya dari atas, seketika Ian tersungkur ke tanah dan Josh pun terus menindihnya dengan hantaman.
"How dare you!!" ucap Ian sambil menyeringiskan bibirnya.
"Aku akan menghabisi mu!" saut Josh kini.
Namun Ian malah tertawa seketika,
"Hahaha, kau tumbuh menjadi ganas, mungkin ini lebih baik, Ibu mu tidak hidup untuk melihat ini!" ucap Ian memancingnya.
"Fu*k!!"
Josh mulai berteriak naik darah dan lengah karena terpancing oleh Ian yang menyebut Ibunya, tentu saja Ian memanfaatkan keadaan itu, ia mengambil pancang kayu tadi dan menghunusnya balik ke dada Josh.
"Aaarrgh... "
"Kau takkan mampu menandingi Vampire berumur ribuan tahun Josh!" ucap Ian di sana.
Josh merintih kesakitan kini, dan Ian telah bangkit dari sakitnya menatap Josh yang tersungkur di bawah.
"Tampaknya kau akan mengecewakan anak mu sendiri, apa yang akan dia katakan jika tumbuh dan mengetahui kejahatan Ayahnya, kau tak pantas menjadi seorang Ayah!" tegas Josh sambil mencabut pancang kayu itu dari dadanya.
Mendengar perkataan itu membuat Ian kini mengeluarkan taring Vampire-nya dan suasana pun semakin memanas.
"Nampaknya aku harus cepat mengakhiri kehidupan mu yang membosankan!"
Dengan cepat Ian melesat dan mencabut jantung Josh. Kini tangannya sudah terbenam dalam dada Josh dan mencengkram jantung Josh.
Vampire berumur ratusan tahun memiliki kekuatan lebih di bandingkan Vampire baru, tentu saja hanya mencabut sebuah jantung sangatlah mudah untuknya. Josh pun terbelalak kini menahan sakitnya.
"Do it! Hal yang bisa kau lakukan hanyalah membunuh!" ucap Josh di penghujung nyawanya.
Namun seketika Ian terhenti dan berfikir sejenak,
"Kau ingin aku menyudahi penderitaan mu kan?! Hahaha... Nampaknya kematian menawarkan kedamaian yang tak layak kau dapatkan, jadi lebih baik untuk membiarkan mu hidup dalam bayang-bayang kehendak ku!"
Ucap Ian dengan jelas sambil mengeluarkan tangannya yang tadi sudah mencengkram jantung Josh. Ia membatalkan niatnya untuk menghabisi Josh, dan Josh pun masih tersengal-sengal nafasnya kini dengan ketakutan.
"Kau takkan pernah menang melawanku, setiap pagi kau akan bangun dengan ketakutan akan kematian mu di tangan ku, pergi dan jangan sampai aku melihat mu sekali lagi karena itu akan menjadi waktu mu yang terakhir!" tegas Ian menatapnya dalam.
Josh pun segera melarikan diri dari sana tanpa berfikir lagi. Ian pun kembali tersenyum setan setelahnya.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Kembali ke Caleste dan Gillbert⚜️
Setelah berhasil menemukan Caleste dan menenangkannya di Hutan itu, Gillbert meminta Caleste untuk pulang namun Caleste menghentikannya.
"Ada yang perlu kau ketahui Gill, Josh tadi mengatakan sesuatu yang mengejutkan ku!" ucap Caleste kini pada Gillbert.
"Ada apa Caleste, nampaknya kau sangat cemas?!"
"Ian pasti memiliki tujuan lain dengan bayi ini, dia pasti akan memanfaatkan darah Hybrid untuk membuat lebih banyak pasukan Hybrid-nya!" jelas Caleste kemudian sambil mengelus perutnya.
"Kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu?"
"Josh, tadi saat ia menyekap ku ia memberi tau alasan lain untuk membunuh bayi ku, Ian tak mungkin tiba-tiba ingin menjadi seorang Ayah, pasti dia punya tujuan lain!" lanjut Caleste dengan ketakutan.
"Baiklah, aku harus mengantar mu pulang sekarang, nanti kita bicarakan lagi di rumah!" saut Gillbert sambil memeluknya.
"Are you serious? Kenapa aku harus pulang dan menghantarkan bayi ku kepada Ian?!" teriak Caleste tiba-tiba dan melepaskan dekapan Gillbert.
"Dengar, terlepas dari apapun tujuan saudaraku, tujuanku tetap sama, aku bilang aku akan melindungi mu, bahkan jika diperlukan dari Ian sekalipun!" tegas Gillbert kemudian.
Namun nampaknya Caleste kini menjadi kesal dan ia pun melangkah pergi dari sana.
"I can take care of my self, aku sudah melakukannya sejak lama!"
Gillbert pun menyusulnya kemudian, dan mereka terus melangkah dalam hutan itu. Tak lama akhirnya mereka bertemu Ian di tengah hutan.
༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Saat berpapasan dengan Ian⚜️
"Well, akhirnya aku menemukan kalian!"
Ucap Ian menghentikan langkah Caleste. Melihat Ian kini di depan matanya membuat Caleste menjadi semakin kesal, lalu ia pun mendorong Ian seketika.
"Karena musuh-musuh mu bayi ku dalam bahaya!"
Mata Caleste yang tak bisa menyembunyikan amarah tentu membuat Ian kebingungan seketika.
"Wait a minute, apakah aku barusan mendengar kau mengklaim itu adalah bayi mu?!" saut Ian setelahnya.
"Tentu saja aku takkan membiarkan kau memilikinya dan memanfaatkannya nanti untuk sebuah tujuan!" teriak Caleste.
Seketika Gillbert menahan tangan Caleste di sana,
"Caleste, tenang lah!" ucap Gillbert.
Suasana mulai menjadi tegang kini antara mereka bertiga.
"Oh well, nampaknya kalian sudah semakin akrab sekarang! So, tuduhan apa lagi yang diberikan padaku sekarang?!" saut Ian datar sambil melipatkan kedua tangannya.
Kemudian Gillbert melangkah mendekati Ian,
"Josh membawa Caleste ke sini untuk membuktikan teori bahwa darah anak mu bisa membuat seorang Vampire menjadi Hybrid, dan ia mengatakan kau akan menggunakan ini untuk membuat bala tentara?! Is it right?!" tanya Gillbert kemudian padanya.
Mendengar ucapan itu membuat Ian tersenyum menyeringai kesal...
"Tentu saja kau mempercayai itu bukan?! Lantas untuk apa aku bersusah payah menjelaskan ketertarikanku pada darah dagingku sendiri?!" jawab Ian sambil menunjuk Gillbert kini.
Mereka pun bersitegang...
"Im asking you!" sambar Gillbert.
"Seorang Serigala kecil merengek kepada kakak ku untuk mempercayainya, secepat itu kau mengganggap ku yang terburuk Gill, apalagi ketika itu datang dari wanita yang sedang mengandung anak ku?!" saut Ian dengan kesalnya kini.
"Kenapa kau nampak begitu marah padaku, sekarang aku tanya kapan kau pernah menunjukkan perhatian pada Caleste maupun anaknya di luar sikap egois mu itu?! Dan ya kau pernah berkata padaku (setiap raja membutuhkan ahli waris) tentu saja aku butuh penjelasan kini!" ucap Gillbert balik sambil menatap Ian dengan tegasnya.
Ian pun semakin nampak kesal dengan ucapan Gillbert itu...
"My big Brother, jadi kau meragukan ku, aku terkejut, berdiri disamping Gillbert yang terhormat aku akan selalu menjadi saudara yang lebih rendah dan tak bermoral, pembohong, manipulator, bajingan, aku terlihat seperti itu untukmu dan Bianca bukan?! Dan sekarang Caleste pun berfikir begitu, lalu bagaimana dengan anak ku kelak?!" tegas Ian kemudian dengan amarahnya.
"Ian, aku hanya memastikan tujuan mu... "
"Enough, kita sudah mengatakan semua yang perlu di katakan Brother, jadi aku akan memainkan peran yang kalian berikan!" sambar Ian dengan tatapan sinis.
"Ian dengar kan aku dulu!"
Karena sudah kesal dan lelah berdebat, tanpa berfikir kemudian Ian dengan cepat menancapkan suntikkan berisi ekstrak Vervain ke leher Gillbert dihadapanya.
"Aaaark... sssh... "
"Damn it, apa yang kau lakukan Ian?!" sambar Caleste seketika sambil memegangi Gillbert yang merintih kesakitan.
"Ini tanda perpisahan untuk kalian dariku, setelah ini kau akan mengalami demam dan halusinasi, tentunya dia bisa melihat masa lalu mu sebenarnya, yang terhormat Gillbert!"
Tegas Ian dengan kesalnya kepada saudaranya itu dan kemudian bergegas Ian pergi meninggalkan mereka.
"Are you okay Gill?! Kenapa dia selalu bertindak sesuka hatinya, baiklah nampaknya kita memang harus pulang dulu sekarang!"
Akhirnya Caleste terpaksa membawa Gillbert yang sekarat pulang.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Lanjut di Next Bab⚜️
tak bisa berkata-kata 😎
apa talinya kendor ya...??🙄🙄