'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Setelah beberapa hari berlalu semenjak Nolan bersantai bersama dengan salah satu temannya dari kelasnya di masa lalu.
Nolan kini kembali dihadapkan dengan 2 orang gadis cantik dengan pakaian yang glamor namun sangat cocok untuk tubuh mereka.
Memandangi mereka, Nolan berkata "Nah, bagaimana dengan informasi yang aku minta?".
Semenjak hari itu, seminggu sudah berlalu dan karena Nolan masih membutuhkan lebih banyak informasi, Nolan memutuskan untuk memperkerjakan satu lagi seorang yang hebat dalam mencari informasi.
Emma, dia adalah seorang gadis dengan rambut coklat indah yang memanjang sepanjang bahunya, dengan iris mata hijau yang memukau dan lekuk tubuh yang indah.
Dia adalah orang yang Nolan pekerjakan beberapa hari lalu untuk mencari suatu informasi.
Dan kini, entah bagaimana mereka berdua, Melissa dan Emma menyelesaikan pekerjaan mereka di waktu yang bersamaan, yah itu kabar bagus bagi Nolan.
Menanggapi ucapan Nolan, Melissa angkat mulut, "Humm, tugas ini tidak sulit" Jawab nya dengan meletakkan beberapa kertas di atas meja yang berisi dengan banyak tulisan tangan.
Emma yang berada di ruangan yang sama juga segera mengeluarkan sebuah kertas dan meletakkannya di atas meja, "Saya juga sudah menyelesaikan nya tuan"
Suara Emma terdengar sangat dingin, namun itu sangat menangkan hati bagi mereka yang mendengarnya.
Melihat kedua dokumen di hadapannya, Nolan mengangguk ringan lalu mengambil dokumen yang Melissa kerjakan.
"Kerja bagus, aku puas dengan hasilnya" Ucap Nolan kepada Melissa yang saat ini sedang menyesap secangkir teh hangat.
Mengabaikan ucapan Nolan, Melissa hanya merespon dengan senyuman tipis.
Nolan juga tidak peduli apakah Melissa menjawab atau tidak, yang penting Nolan sudah mendapatkan apa yang Nolan inginkan, Nolan sudah puas.
Selanjutnya, melirik ke arah dokumen milik Emma, segera Nolan meraihnya dan membacanya dengan teliti.
"Baiklah, terimakasih atas kerja keras kalian berdua. aku akan memberikan bayarannya sekarang"
Mendengar Nolan yang akan segera memberikan bayarannya, Emma bereaksi dengan wajah yang biasa saja sedangkan Melissa saat ini terlihat sangat tidak sabar dengan mata berbinar.
"Benarkah?! kalau begitu, biayanya 21 juta bukan?!!".
Nolan sedikit terkejut dengan ucapan Melissa, awalnya dia tidak terlalu memikirkan harganya, tapi sekarang dia baru sadar bahwa harganya cukup mahal, "Wow sejak kapan biayanya menjadi semahal itu? yah, baiklah. aku tidak akan berdebat"
Dengan kesibukan nya saat ini, Nolan tidak ingin terlibat konflik yang tidak perlu. Apa yang harus Nolan lakukan saat ini adalah menjatuhkan kedua toko yang mencoba menjatuhkannya.
Kemudian Nolan melirik ke arah Emma yang masih dengan wajah acuh tak acuh nya, "Disini 8 juta bukan?".
Mendengar itu, Emma mengangguk. Berbeda dengan Melissa yang mata duitan, Emma memasang harga yang cukup murah daripada Melissa.
Dengan informasi yang Nolan dapatkan, Nolan harus mengeluarkan biaya sebanyak 29 juta rupiah, yah memang tidak sedikit tapi tak masalah.
Disaat selesai melakukan pembayaran dan dengan Melissa dan Emma yang sudah kembali masuk ke dalam portal yang aneh itu.
Nolan kini sendirian di ruangan itu, sendirian di malam hari yang sangat dingin namun menenangkan.
Disaat Nolan terus membaca dokumen di depannya, Nolan benar benar tidak bisa menahan senyumannya disaat senyumannya yang indah digantikan dengan sebuah seringaian yang tidak sabaran akan sesuatu.
*
Keesokan harinya tepatnya di malam harinya, seorang pria dengan wajah yang memiliki banyak kerutan dan rambut biru tua.
Dimana ruangan yang pria itu tempati terlihat sangat kumuh dan terbengkalai, suara yang menyedihkan terdengar di ruangan itu saat pria itu mengayunkan tangannya.
-Splashh..!!
"Uhk.."
"Hahaha, benar menangis lah!" Ucap pria itu dengan penuh rasa gembira saat mencambuk seorang wanita yang posisinya saat ini mengenakan pakaian compang camping dan diikat.
Terlihat di tubuhnya yang penuh luka cambuk yang mengerikan. Selanjutnya pria itu melirik ke sekitarnya, tidak hanya satu, namun ada sekitar 4 wanita lainnya yang memiliki kondisi yang sama di tempat itu.
Pria yang melakukan itu adalah Javier Zanetti, seorang pria yang memiliki sifat psikopat dan juga pemimpin dari suatu toko pakaian Perfect Clothing Store.
Untuk memenuhi nafsunya dengan keuangan yang dia miliki, pria itu, Javier Zanetti memulai bisnis pakaian untuk wanita.
Dan disaat dia menemukan wanita yang cocok dengan seleranya, dia akan menjebak wanita itu dan mengurungnya di sebuah bangunan terbengkalai.
Itu bisa dibilang adalah sebuah kesenangan bagi Javier Zanetti, namun setelah beberapa saat, pengunjung nya mulai berkurang di saat toko lainnya mulai muncul.
Hal itu membuat Javier marah dan ingin menghancurkan mereka, karena itu dia memulai rencana untuk mengadu domba mereka.
-Splashh..Splash..!
Suara cambukan terus bergema di ruangan itu diiringi dengan suara rintihan rasa sakit dan suara tawa yang menikmati keputusasaan itu.
"Kini tinggal masalah waktu! ya! hanya masalah waktu sehingga mereka akan hancur".
Itu adalah ucapan yang dia teriakkan dengan penuh semangat, memikirkan hari dimana tokonya akan dipenuhi dengan wanita cantik, dia tidak sabar untuk mulai menghancurkan wajah cantik mereka.
"Fufufu...kukuku..hahahahaha!!!!"
Suara tawanya terus bergema dan di saat dia menikmati khayalannya, sebuah lampu tiba tiba menerangi tubuh dan seluruh ruangannya.
Terkejut, dia berbalik "Siapa itu?" Ucap Javier saat menoleh kebelakang dan segera wajahnya berubah menjadi keterkejutan dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.
"K-ka-kau! bagaimana bisa kau tau tempat ini?!!" Ucap Javier saat dengan panik menunjuk ke arah seorang pria.
"Hoo...sepertinya aku menemukan sesuatu yang menarik?" Ucap pria yang berada di hadapan Javier, dan pria itu adalah Kevlin Hart.
"Ternyata informasi itu benar adanya, aku awalnya meragukannya tapi, haha ini luar biasa!" Gumam Kevlin.
*
Kembali ke siang hari sebelum insiden Javier bertemu dengan Kevlin.
Saat ini di sebuah restoran mewah tepatnya di bagian sudut restoran mewah itu, Kevlin duduk dengan seorang gadis cantik di hadapannya.
Gadis itu sangat cantik dengan rambut pirang yang cerah dengan pupil mata hijaunya yang memesona.
Lekuk tubuh yang indah dan menonjol saat di bungkus dengan pakaiannya menambah kesannya yang memiliki wajah tenang.
Mengedipkan matanya dengan pelan sembari menyesap minumannya, dia kemudian menatap Kevlin di hadapannya yang jelas jelas menunjukkan ketidaksukaan terhadapnya.
"Maaf dan terimakasih sudah mau meluangkan waktu Anda yang sibuk kepada saya"
Suara yang sangat indah itu di keluarkan dari Lenia Hillis, gadis muda yang berada di hadapan Kevlin saat ini.
Mendengar itu, Kevlin mendengus kesal, "Huh..! jangan membuang waktu dan katakan tujuanmu"
Mengangguk ringan, raut wajah Lenia menjadi serius menciptakan kesan dewasa di wajahnya yang cantik.
"Apakah, Anda ingin menjatuhkan Javier?"
"....!"
Jelas sekali raut wajah Kevlin berubah menjadi keterkejutan, gadis di hadapannya ini adalah Lenia Hillis, seorang pemilik toko pakaian yang selalu berada di posisi netral.
Namun, apa yang terjadi saat ini? dia tiba tiba mengatakan sesuatu yang tidak cocok dengan dirinya.
Dengan ragu ragu Kevlin berkata, "Aku tidak mengerti apa maksudmu, jelaskan lebih lanjut".
"Aku memiliki kelemahan Javier"
"...!!"
Sangat singkat namun mendebarkan, itu adalah hal yang Kevlin rasakan saat mendengarkan ucapan Lenia.
*
*
*
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less