NovelToon NovelToon
My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Roman-Angst Mafia
Popularitas:142.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: cerry blossom(Ellysa Amellia)

Kisah pertemuan antara penembak jitu yang cantik dan Tuan CEO yang mendominasi

.....

Sebuah perjodohan dimasa lalu, tanpa disadari membawa pengaruh yang begitu besar bagi beberapa orang dimasa depan.
Sebuah perjodohan tanpa adanya cinta atau bisa disebut sebagai sebuah pilihan sepihak!.

Keegoisan,ambisi juga ketidak pedulian yang pada akhirnya membawa mala petaka!.

Hubungan masa lalu yang tidak urung diakhiri,dimana perjodohan yang berakhir pada pernikahan tanpa cinta itu, menghadirkan buah hati dengan kepribadian yang berbeda.

Saat takdir mulai mengambil alih.
Dimana masa lalu justru membawa duka,asa dan sinar harapan kecil yang tersisa.

Ini bukan tentang asa pernikahan tanpa cinta,namun kisah dimana takdir memisahkan buah hasil dari cinta tanpa arti ini!.

Penuh air mata, amarah,intrik juga keegoisan manusia.

Siapakah yang pada akhirnya akan membawa karma?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerry blossom(Ellysa Amellia), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dream

...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...

...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...

...----------------...

Helaan nafas berat terdengar dikeheningan sebuah ruang perawatan disalah satu rumah sakit swasta kota.

"Sudahlah ketua...adikmu itu hanya tertidur karena kelelahan.." Suara jengah seorang pria dewasa dengan kemeja maroon berucap mulai kesal.

"Benar...justru suara nafasmu itu akan membuatnya bangun.." Suara lain ikut menimpali bosan.

Sang bos menatap dua asistennya dengan sinis.

"Sudah dua jam Sisi tertidur setelah penjahitan luka....dan aku sudah tak sabar bicara panjang lebar dengannya!" Zen,berucap dengan wajah masam.

Dengan helikopter pribadi milik Red Cobra dirinya langsung terbang dari Maroko menuju Spanyol begitu mendengar sang adik lagi-lagi tertembak.Yah,meski hanya luka goresan peluru namun mengingat pertikaian hebat terakhir kali, juga sosok yang menahan sosok adik angkatnya selama seminggu terakhir.

Zen merasa harus bicara empat mata secara langsung dengan Latusya untuk mengetahui apa yang sebenarnya presiden Roosevelt muda itu inginkan?.

"Ketua.. bagaimana dengan rencana atas keluarga Latusya? apa tetap pada rencana awal?" Ethan bertanya setelah keheningan terjadi.

Zen berbalik,berjalan menuju jendela kamar rawat Latusya,meraih sebatang rokok dan mulai menyalakannya.

Dengan jendela yang terbuka,pria dewasa nan tampan berusia 30 tahun itu menatap sinar rembulan dengan senyum samar.

"Sudah cukup kehidupan seperti ini adikku jalani,setiap saat harus mengalami keadaan hidup dan mati.Janjiku pada tua bangka itu sudah lunas....Sisi bisa bebas dan aku sudah tidak memiliki apapun untuk menahannya tetap pada Red Cobra..."

Zen termenung,membiarkan debu dari rokoknya yang terbakar terbawa angin.

Setelah berhasil menjadi yang terkuat diantara para putra angkat Hubert,membunuh semua pesaing untuk berdiri di puncak Red Cobra,hanya dengan itu Zen bisa mengeluarkan sia setelah perjanjian berdarah 12 tahun lalu.

Anak laki-laki yang dulu masih berusia 10 tahun yang hatinya hancur melihat bayi perempuan cantik yang tiba-tiba dibawa pulang oleh Hubert demi menjadi kelinci percobaan organisasi kejam ini.

Namun semua berubah saat Zen telah menjadi pemimpin selanjutnya.

Generasi lama yang terkenal kejam dan tak manusiawi,yang dulunya mengambil anak-anak terlantar dan memasukan mereka didalam laboratorium sebelum menjadikan mereka bahan uji coba para profesor gila, telah dihancurkan dan kini Red Cobra hanyalah mesin pembunuh dimana bukan lagi mengambil anak-anak terlantar namun mengambil siapapun yang memiliki kemampuan untuk bergabung.

"Nathan.. bagaimana obat yang kalian kembangkan,apakah sudah ada kemajuan?" Zen mematikan rokoknya dengan menginjak benda itu dan kembali berbalik berjalan menuju sang adik yang masih tertidur.

"Racun 13 yang dimasukan oleh para petinggi Red Cobra dimasa lalu sangat kuat,penawar memang ada namun tidak dengan penangkalnya....rasanya masih jauh harapan agar sia sembuh!" Zen tersenyum kecut,mengusap rambut sia dengan kasih sayang.

Benar,10 tahun lalu saat Hubert masih hidup .

Demi menjaga para boneka pembunuh Red Cobra tetap patuh,pria tua itu akan menyuntikan racun racikannya sendiri pada tubuh anak-anak terbaiknya.

Hanya yang memiliki imun terbaik yang kuat bertahan dan akan sembuh dengan sendirinya.

Dan itu hanya ada 1 banding 10!.

Dan Zen termasuk yang beruntung bisa bertahan dan hidup sampai saat ini.

Dan Hubert membawa mati rumus pembuatan penangkalnya,hingga Zen harus bekerja dari awal merakit serum antidot racun 13 itu sendiri!.

...----------------...

Sementara di bangsal lain namun dirumah sakit yang sama dengan lantai berbeda.

"Dia mendapat perundungan lagi..." Jason berucap dengan nanar.

Ketiga dokter muda itu berdiri mengelilingi ranjang pesakitan dimana sosok iris terbaring.

Siapa yang tau,ternyata dibalik pakaian adik angkat mereka terdapat banyak sekali luka lebam bahkan beberapa sayatan!.

Candrik berdiri dengan wajah datarnya,namun maniknya terlihat menggelap.

Adiknya selama ini adalah korban kekerasan!.

Dan dirinya tidak tau sama sekali!.

Gadis manis itu hanya selalu tersenyum menyambutnya setiap kali dirinya pulang berkerja,berprilaku seolah semua baik-baik saja!.

"Hasil visum....kepalanya mengalami luka benturan...tukang rusuknya retak aku curiga seseorang menendang iris...ada juga luka pada kulit kepalanya.... seseorang menjambaknya dengan kuat..." Alvaro berucap dengan gigi bergemeratuk keras, kedua tangannya terkepal erat dikedua sisi tubuhnya.

Bibirnya kelu,tak sanggup lagi berucap.

"Paha kiri membiru...tendon lengannya pecah...Iris drop!" Jason berucap samar,suaranya terdengar bergetar.

"Aku akan kembali..." Candrik berjalan cepat menuju iris,mengecup kening adiknya dengan senyum penuh kehancuran-nya.

"Candrik...apa yang akan kau lakukan?" Alvaro bertanya dengan wajah mendung.

"Mengurus ini..." Candrik berucap tanpa berbalik,melangkah pergi dengan langkah tegap namun punggung lebar itu nampak kesepian.

...----------------...

Disebuah taman,sosok cantik bergaun putih selutut berdiri dengan ekspresi kosong diwajahnya.

"Dimana ini?" Latusya,benar.

Gadis itu menatap pakaiannya menengadah dan menatap kearah sekitar taman yang dirinya tak tau pasti dimana .

" Apa dia mati? kenapa tidak bergerak?!

Latusya mengeryit,mendengar suara panik seorang wanita.

"Mati? memang kenapa kalau dia mati? dia hanya manusia sampah yang membuat prince kampus kita koma! "

Latusya berjalan mendekat,maniknya bergetar melihat pemandangan dihadapannya.

"Tapi....kita akan masuk penjara jika dia benar-benar mati! tidakkah kali ini kita sedikit keterlaluan?! Celine aku takut...."

"Abel! kau jangan ribut disini,sejak awal kita tidak mengajakmu terlibat kau sendiri yang ingin ikut! kau juga sudah ikut menyiksanya bahkan sama saja kasarnya seperti kami!"

Latusya menutup mulutnya dengan satu telapak tangannya,menatap sosok yang terbaring di tanah dengan perasaan hancur yang tak bisa dijelaskan dalam kata-kata.

"Heh sampah...kau sudah berani berpura-pura mati didepanku?"

Latusya menatap seorang wanita yang memiliki rambut sebahu dengan hanya memakai crop top dengan jaket jins menutupi tubuhnya.

Wanita itu menekan dan menginjak perut sosok gadis yang terbaring di tanah dan tak bergerak itu dengan kejam.

"JANGAN!!" Latusya,tanpa sadar berteriak kala melihat seorang wanita lain dengan gaun kuning selutut memukul bagian punggung gadis malang itu dengan sebuah kayu!.

Berlari dengan kalap,Latusya berusaha menghentikan gadis itu yang kini terlihat akan memukul tubuh malang itu kembali.

Kedua wanita yang dirinya tidak kenali itu sibuk tertawa,meski sosok bernama Abel itu nampak sedikit panik.

"JANGAN!!!"

Latusya terbangun,nafas gadis cantik itu memburu dengan keringat dingin membasahi wajahnya yang kini seputih kertas.

"Sisi ada-apa? kenapa kamu berteriak?!" Zen terbangun mendengar jeritan Latusya ditengah malam.

"Ini,minum dulu!" Zen memberikan segelas air,Latusya menerimanya dengan tangan gemetar.

"Kak...aku..aku bermimpi...buruk sekali,aku melihat seorang gadis..mungkin sekitar 2 atau 3 tahun lebih muda dariku,dia...dia mengalami penganiayaan parah ! kak...kenapa aku bisa bermimpi seperti ini?" Latusya mencengkram lengan Zen.

Berucap dengan tergesa-gesa dengan manik bergerak gelisah.

Siapa sosok itu,mengapa bisa menjadi mimpi buruk baginya?!.

"Itu hanya bunga tidur....jangan fikirkan dan berbaringlah lagi besok kita harus kembali ke Maroko untuk mengurus beberapa hal...jaga fikiran dan tubuh tetap stabil,hm..." Zen menatap sosok cantik itu rumit,gadis yang teraniaya?.

Fikiran Zen sendiri menjadi tidak tenang.

Setelah memastikan Latusya kembali beristirahat,Zen meraih ponselnya.

"Ya ketua..."

Suara Ethan terdengar suram,bukankah ketuanya ini benar-benar tidak tau diri?.

Menghubungi bawahannya pada jam 3 pagi!.

"Tak perlu kau mangutukku didalam hati...benar,coba kau kirimkan aku biodata adik kandungnya sisi...kemarin hanya seputar Fujihara tidak dengan pihak ayah...kirim sekarang aku butuh informasi lengkap!" Zen berucap santai tanpa memikirkan keadaan naas asistennya itu.

"Ayolah ketua...ini masih jam 3 pagi,apa tidak bisa besok saja? aku baru saja tidur karena setumpuk pekerjaan yang kau tinggalkan!"

" Deritamu"

Dan setelah kata-kata keramat itu,Zen menutup sambungan telepon dan tertawa samar.

Setelah tawa mereda,manik hitam itu menggelap.

Jika tegakkan dirinya benar,sisi benar-benar harus kembali demi gadis malang itu!.

......TBC......

1
Fiora Vyan
awas ucapan adalah doa/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
Fiora Vyan
mt apa kak . lapak baru ya apa nama buku nya aku mau cari
Fiora Vyan
kenapa semua novel yg aku baca nama Jesika itu selalu jahat pelakor gak tahu malu
Fiora Vyan
puisi ya ngingetin Arkansas di tinggal Liora
Fiora Vyan
kak tuh aku kasih kopi banyak biar semangat upny sama bunga sekebon pleasssss up ya/Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
Fiora Vyan
kak mana lanjutan ya sayang loh .... aku dah bolak balik cek kok belum up
sayang kalo novel ini gantung
aku fans karya kk
fifikaa
bagusssss banget,cerita terbagus di noveltoon yg aku baca🫶
Tati Sri irawan
ceritanya bagus saya suka
Sari Bulan
ceritanya mu sll mengusik hati thor👍
MilaAlwah
kesini lagi untuk kesekian kalinya, maaf belum bisa kasih point banyak masih ngumpulin dikit" thor
R@3f@d lov3😘
please 🥺 lnjuut kak,,aq bacaan sampe kesekian kalinya karena sukaaaaaaaa 🤗 semangat ya kak
Nur Aulia Rahmah
aaaaaah, kangen sekaleeee, penasaran selanjutnya, huhuhu
*~W¥^ Al~*
kangen ... sampai baca ulang ulang...
Putri Monicaazemi
ceritanya selalu menarik dan lain dari yg lain ...
dtunggu cerita yg lain nya El ..
Ketykelen
karya yang sangat bagus kak,
aku smpai begadang smpai pagi kak, buat bacanya, di tunggu up ya kak,
dn di buat tmbah wow dan ganas kak, biar makin penasaran, seru juga kak,
semua novelmu ceritamu bgus
ku pendukung mu Thor 100% semangat ya
smpai end, jgn setengah kak🧡
the best novel ni❤️🤘
Ketykelen
semangat ya kak, up nya, di tunggu kelanjutannya ya, smpai begadang lo aku ni baca novelnya kak,
emang the best ❤️ tapi buat alurnya lebih wow dan ganas lagi ya kak,
dukung thornya 100%🤘🖤🧡
Sri Wulan
semangat kak El,,,,aku penggemar beratmu yg selalu menanti setiap up novelmu,,
lanjuuuuuutttt kak El,,
terlalu suka,,,,
Sri Wulan
Kecewa
Sri Wulan
Buruk
Sri Wulan
akhirnya,,,,,setelah sekian lama aku tunggu novelmu kak El,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!