NovelToon NovelToon
Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:381.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Bos! Keamanan perusahaan kita dibobol seseorang!" Seorang karyawan terlihat tergesa-gesa.

Sedangkan seorang pria berpakaian rapi memijit pelipisnya sendiri. Bukannya apa-apa, seseorang yang meretas jaringan komputer perusahaannya hanya meninggalkan pesan.

'Ayah br*ngsek! Aku akan mengambil sumsum tulang belakang milikmu!'

CEO perusahaan besar, itulah dirinya. Anak? Bagaimana mungkin dirinya memiliki anak. Tapi hanya sejenak dirinya kembali menelan ludah mengingat malam yang dilewatinya dengan seorang wanita buta.

Sedangkan sang anak manis mengenakan pakaian taman kanak-kanak terbatuk-batuk, mengeluarkan darah dari mulutnya. Dirinya mengidap leukimia. Bagaimana pun caranya dirinya harus berhasil mencuri sumsum tulang belakang ayah kandungnya. Anak yang sejak lahir memang dingin dan badas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekanak-kanakan

Entah harus mengatakan apa, dirinya tidak tahu. Kornea mata itu milik Triton, tidak ada kata yang terucap, bibirnya kelu sesaat."Maaf aku tidak tau, tapi aku akan menjagamu dan Zeyan." Sebuah janji yang diucapkan oleh Fabian. Usai mengobati luka di pergelangan tangan Sesilia.

"Omong kosong, jika itu diucapkan oleh orang sepertimu, aku rasanya mual ingin muntah." Raut wajah Sesilia berubah dengan mudah, menyeka air matanya dengan cepat. Pria ini ingin melindunginya? Setelah mengkhianati kepercayaannya dengan melecehkannya? Siapa yang akan percaya.

"Kamu mengira aku tidak serius?" Fabian berusaha tersenyum. Benar-benar berusaha tersenyum, Sesilia yang hangat walaupun buta tidak pernah berkata-kata kasar padanya. Tapi orang ini berwajah sama dengan prilaku yang berbeda 180 derajat. Apa dia kerasukan?

Tapi tetap saja senyuman menyungging di wajah Fabian. Mungkin benar cinta itu buta, dirinya bahkan semakin menyukai Sesilia, malaikat yang sayapnya dipatahkan olehnya.

Jemari tangan Sesilia dikecupnya. Wanita itu membulatkan matanya, dengan cepat mendorong kening Fabian."Apa yang kamu lakukan!" Teriaknya! Antara geli, histeris dan jijik.

Mengapa? Tentu saja karena orang ini sudah pernah melecehkannya. Mungkin saja akan diulangi kan? Dirinya menjauh, benar-benar menjaga jarak. Bagaikan seekor kucing yang baru saja hendak disiram air.

Fabian berdiri mengigit bagian bawah bibirnya sendiri."Apa yang aku lakukan? Aku hanya melatihmu agar terbiasa aku sentuh."

"Ka...kamu! Pergi!" Teriak wanita itu pada akhirnya melempar beberapa bantal pada Fabian.

Seekor kucing kecil yang mengeluarkan cakar tumpul. Fabian hanya tersenyum, membuka pintu hendak pergi."Nanti malam saat tidur di kamar Zeyan. Aku harap kamu tidak mengunci pintu. Ah...salah, lebih baik kunci saja, kamu taukan seberapa ganasnya aku di ranjang."

Wajah Sesilia merah padam, pria itu pergi dengan cepat menutup pintu setelah mengedipkan sebelah matanya, menggoda.

Bug!

Bantal tepat mengenai ke arah pintu yang tertutup. Berakhir dengan sebuah teriakan."Fabian br*ngsek!"

Sementara pemuda itu ada di sisi luar pintu, menyandar, mendengar teriakkan Sesilia dari dalam. Memegangi dada kirinya, jantungnya berdegup cepat sama seperti dulu. Senyuman menyungging di wajahnya, rasanya benar-benar indah baginya. Sesilia kini ada di tempat ini, bahkan mereka memiliki putra. Walaupun Triton, pemuda yang telah tiada itu, tetap masih membekas di hati Sesilia. Namun, dirinya akan berusaha agar suatu hari nanti Sesilia bersedia membuka hatinya.

Dirinya menghela napas kasar, Anjani merupakan pengaruh buruk bagi Jesseline. Adiknya pergi berlibur berhari-hari entah kemana tanpa kabar. Bahkan menghabiskan cukup banyak uang. Bukannya tidak mampu, tapi Fabian cukup mengetahui bagaimana sosok Anjani yang sesungguhnya.

Mantan kekasih sahabatnya, bahkan masih menjalin hubungan. Kala dirinya dulu telah bertunangan dengan Anjani. Sahabatnya yang mau-maunya saja dibodohi dengan dalih itu hanya pertunangan bisnis. Tapi pada akhirnya, sahabatnya itu ditinggalkan setelah data berharga perusahaannya dicuri oleh Anjani.

Perusahaan yang pailit pada akhirnya. Anjani adalah bidak catur bagi Chan, ayahnya.

Menghela napas kasar pemuda itu enggan sejatinya memberikan hukuman pada adiknya. Tapi ini tetap harus dilakukan olehnya.

'Kartu rekeningmu aku bekukan.' Hanya itulah pesan yang dikirimkan olehnya pada sang adik. Memilih tidak bertemu sementara waktu dengan Jesseline, menghindari semua perdebatan. Apa dirinya salah? Ayahnya mendidiknya dengan cukup keras, tidak diijinkan berinteraksi dengan siapapun di masa kecil hingga remajanya. Tapi kala ayahnya ketahuan berselingkuh olehnya, barulah ayahnya berubah menjadi tidak peduli. Tapi tetap saja sering menghajarnya tanpa alasan yang jelas.

Masa kecilnya tidak begitu banyak berinteraksi dengan adiknya yang dimanjakan oleh ibunya. Apa dirinya menyesal? Mungkin, jika saja bibirnya dapat mengadu pada ibunya betapa keras pendidikan ayahnya mungkin akan lebih baik.

*

Sementara itu di tempat lain seorang gadis tengah menangis. Tangisan yang cukup kencang dari seorang wanita muda berusia 23 tahun. Untuk pertama kalinya Fabian menampar bahkan menghukumnya, anehnya tidak ada pembelaan sama sekali dari ibunya.

Membiarkan pintu kamarnya sedikit terbuka, agar suara tangisannya terdengar keluar. Berharap mengundang rasa iba dari kakak dan ibunya yang mungkin melintas. Tapi tidak ada orang yang masuk satupun, bahkan setelah satu jam berlalu.

"Apa tidak ada yang menyayangiku lagi?" batinnya bagaikan anak kecil berusia 12 tahun.

Tapi derap langkah kecil terdengar. Suaranya tidak begitu jelas, tapi ada orang yang melintas.

Kriet.

Suara pintu terbuka.

Sudah diduga olehnya kakak dan ibunya akan iba. Setelah ini tinggal merengek agar anak yang bagaikan dedemit dan wanita murahan itu diusir. Dirinya lebih menyayangi Anjani yang memperkenalkannya dengan banyak pria baik dan tampan.

Wanita yang mengerti dirinya yang ingin tampil fashionable. Tidak seperti kakak dan ibunya yang selalu mengekangnya.

Tapi ada yang aneh, kala orang itu duduk, mengapa selimutnya bergeser? Dengan cepat gadis muda itu menoleh. Anak yang bagaikan iblis dimatanya itu kini memakai setelan kaos putih, dengan motif kelinci. Berusaha keras naik ke tempat tidurnya. Dan setelah beberapa saat ****** kecil itu berhasil duduk. Sungguh lucu, benar-benar lucu. Dirinya tersipu ingin tertawa pada awalnya.

Tapi tetap saja, anak ini dibencinya, anak yang bagaikan iblis dimatanya.

"Mau apa kamu kemari!?" Bentak Jesseline pada anak di hadapannya.

Anak itu hanya tersenyum, anak yang benar-benar tampan. Tiba-tiba saja menyentuh pipinya, menyeka air matanya. Jemari anak itu benar-benar rapuh, dan halus, putih, dingin bagaikan kelopak bunga teratai. Apa dirinya ingin menepis? Tidak! Entah mengapa tidak tega rasanya. Walaupun dirinya tahu anak ini sudah seperti setan.

Zeyan menghela napas kasar."Bibi kenapa menangis? Aku tidak pernah menangis jika tidak sedang berakting. Atau jika orang yang aku sayangi terluka baru aku akan menangis. Jadi kenapa bibi menangis?" tanyanya.

"Bukan urusanmu!" Bentak Jesseline, tangannya gemetar tidak tega pada wajah polos anak ini. Tapi dirinya juga harus tegas, agar anak yang bagaikan setan ini pergi.

"Jika bibi memberikan alasan yang bagus, aku akan membujuk ibuku untuk pergi dari rumah ini." Jawaban dari Zeyan bagaikan orang dewasa yang mempermainkan anak kecil. Membujuknya untuk mengatakan hal apa yang membuatnya merajuk.

Jesseline menghela napas kasar menenangkan dirinya."Sebenarnya kakak tidak pernah menamparku, ibu selalu membelaku. Tapi mereka melakukannya karena kalian! Mereka lebih membela kalian dibandingkan dengan kak Anjani yang jauh lebih baik daripada kalian! Anak haram dan wanita murahan!"

"Bocah ini!" batin Zeyan masih berusaha tersenyum mendengarkan.

"Anjani itu orang baik. Kami liburan bersama dan dia memperkenalkan banyak hal baru padaku. Dia punya banyak teman pria yang tampan, memperkenalkanku pada mereka. Memberi kebebasan, bahkan kami berbelanja bersama dan---" Kalimat Jesseline kali ini disela.

"Bibi berciuman? Berpelukan?" Satu pertanyaan dari Zeyan.

Jesseline terlihat malu-malu, kemudian mengangguk pasti."Walaupun teman, kak Anjani bilang itu tata krama biasa di luar negeri."

"Taukah kakak lanjutannya? Terkadang ada beberapa hal yang berbeda dengan negara ini. Misal di luar negeri pacaran tapi mempunyai anak tanpa menikah itu hal biasa. Bahkan yang aku dengar, di Jepang terkadang anak SMU masih perawan itu dianggap kuper." Anak itu berucap dengan nada ringan, mengambil cemilan milik Jesseline yang ada di meja samping tempat tidur.

"Hah?" Jesseline seakan tidak percaya. Tentu saja dirinya selama ini hanya bersembunyi di bawah ketiak ibunya.

"Apa ada yang mengatakan bentuk tubuh kakak bagus? Atau ada yang mengatakan, ayolah tidak akan terjadi apa-apa. Hanya sentuhan, kamu suka kan?" Pertanyaan dari Zeyan dengan mulut dipenuhi kue kering. Jesseline kembali mengangguk membenarkan.

"Itu bujukan, seperti kakak bermain air di pantai. Pada awalnya berada di tepian, tapi akan terbawa sedikit demi sedikit, pada akhirnya berada di tengah laut. Dalam artian, jika bergaul dengan Anjani mungkin dalam waktu paling lambat 2 bulan, bibi tidak akan perawan. Dalam waktu 6 bulan mungkin Mak Erot (Anjani) akan memanfaatkan kakak untuk melayani kliennya." Jawaban tenang dari iblis kecil itu.

"Tidak mungkin kak Anjani yang baik, melakukan---" Kata-kata Jesseline kembali disela.

"Berapa yang sudah bibi habiskan untuk liburan? Pernahkah bibi berfikir bagaimana ayah dan nenek bekerja keras menghasilkan uang? Bibi sudah lulus kuliah tapi masih belum bekerja sama sekali. Ibuku dulu buta, dia mengelola toko bunga kecil, kemudian setelah dia hamil, masih saja dia berusaha untuk tidak menyusahkan orang lain dalam keterbatasannya. Dia menjual bunga di pemakaman tidak ingin terlalu membebani kakaknya. Hingga pada akhirnya aku lahir di hari yang sama dengan kematian pamanku. Ibuku bekerja sembari menjagaku." Kalimantan yang begitu dewasa dari bibir sekecil ini.

Jesseline terdiam, biaya hotel, belanja, bahkan memasuki club'malam cukup besar. Sebagian besar dirinya yang membayar.

Anak manis itu kemudian berusaha menuruni tempat tidur."Aku hanya menunjukkan ini pada bibi. Jadi bibi harus menjaga rahasia."

Dengan cepat Jesseline mengangguk tidak tahu apa yang dilakukan makhluk kecil berkaki pendek berwajah imut ini.

Anak yang berusaha mengambil laptop, kemudian meminta Jesseline kembali menaikkan dirinya ke atas tempat tidur.

"Apa yang kamu lakukan?" Satu pertanyaan dari Jesseline menatap sang anak mengotak-atik laptop di hadapannya.

Jemari tangan itu bergerak cepat. Kemudian meminta nomor Anjani. Anak yang benar-benar gila, dengan mudah mencari alamat e-mail, bahkan mengendalikan phonecell pintar milik Anjani.

Semua pesan yang dikirimkan melalui e-mail, dan beberapa aplikasi bahkan terlihat.

Hal yang membuat Jesseline semakin kesal. Tapi kali ini pada Anjani.

'Aku sudah bilang anak itu mudah untuk dikencani.'

'Lain kali aku akan tidur dengannya.'

'Tentu saja, biar aku yang atur. Tapi dia masih perawan, pelan-pelan. Jangan lupa balas jasa pada ayahku.'

'Ok, tapi malam ini mau ikut party?'

.....

Masih banyak lagi balasan pesan dari Anjani dengan seseorang. Dirinya mengepalkan tangannya, berusaha tersenyum, ternyata yang iblis selama ini bukan anak ini. Tapi Anjani, menghela napas kasar. Matanya menatap pada anak ini.

"Bibi tidak perlu menunggu ayah dan nenek menjadi dewasa untuk memahamimu. Cukup pahami mereka, jika melihat dari sudut pandang mereka. Bukankah mereka begitu mencintai bibi." Ucap anak yang tersenyum, benar-benar seperti malaikat. Tidak menghakimi dirinya, tapi ingin dirinya melihat dari sudut pandang mereka.

"Iya! Kamu keponakanku yang seperti malaikat! Malaikat yang pintar dan berkuatan besar hingga bisa memecahkan lemari dengan menendang vas bunga!" Teriaknya membawa Zeyan dalam pelukannya.

"Aku sayang bibi." Ucap Zeyan pelan, membuat wanita itu lebih gemas dan terharu lagi.

"Aku juga! Besok kita ke taman hiburan ya!" Wanita yang tidak peduli apapun lagi. Anak ini Guardian Angel, itulah yang ada dimatanya.

"Kontrak resmi menjadi budak." Batin Zeyan penuh senyuman, membalas pelukan bibinya. Diam-diam tersenyum keji.

1
Nur Hayati
Makasiiiihhh banyaaaakkk Thor... cerita nya selaluuuu luarrr biasa
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣anak yg ber 1iq tinggi,, model Chucky,,, 🤣🤣🤣🤣
Imas Karmasih
terimakasih buat semua karyamu yg keren
Imas Karmasih
dasar bocil licik 😂😂😂
Imas Karmasih
ya ampun pada masuk perangkap semua 🤣🤣🤣
mimief
setiap orang selalu punya alesan untuk membenarkan kesalahan nya
apapun itu ttp hidup itu sebuah pilihan bukan
othor yg selalu bisa membolak-balik hati para readers 🤣🤣
menjadi baik atau jahat tergantung sudut pandang
tapi....bila ending kita dikenang sebagai penjahat, sebanding ga si sama semua rasa sakit kita??
dan...apakah rasa sakit itu akan menghilang??00
mimief
hanya jika
jika kau adalah tanah yg menampung tetesan hujan
menampung segala cinta dari sang hujan
yang selalu memberikan cinta tanpa syarat
aku...
akulah hanya semilir angin
yg bisa mengintip kalian dr jauh
yang berbahagia ketika kalian bahagia
yg bersedih ketika kalian menangis

hanya jika
jika diperbolehkan menyapa dalam nyata

hanya jika
jika aku bisa mengungkapkan sekali saja
semilir angin ini akhirnya menghilang juga ga masalah
aku pasti akan bahagia
mimief
takut dia🤣🤣
jujurly aku juga ga mau terjebak di tengah keluarga aneh
mimief
mantu Ama mertua 11 12😭😭
mimief
jgn macem macem deh Thor
traveling ni jadinya
kan rada rada 🤣🤣
mimief
dibilang...DNA itu menyeramkan bukan?
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
inget jaman dulu
yg nunggu nomer kalau abis orang baru bangun ,ngimpiin angka nonggol🤣🤣
mimief
dengan tempo yang sesingkat-singkatnya yaaa Thor?
🤣🤣🤣
mimief
salah Thor
sesil belum ayang 🤣🤣
mimief
wkwkwkwk
mimief
makanya...mau tampil rupawan shining simmering and spleding juga mang mesti ada modal
maney's talk woi🤣🤣🤣
mimief
wkwkwkkw
pencitraan
mimief
wkwkkwkw

takut matahari terbit dr barat yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!