NovelToon NovelToon
SUAMI PILIHAN KU SEORANG WARIA

SUAMI PILIHAN KU SEORANG WARIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Kirana Aqilla, 20 tahun, gadis yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya karena kecelakaan Ia dijodohkan dengan ustadz beristri tiga.
Tampa sengaja Ia ketemu waria dengan blezer pink di tengah hujan deras. yang menyediakan payung dan tissue untuknya tampa diminta. Nggak ada yang sempurna di antara mereka. Kirana membawa trauma 20 tahun hidup dicecar sebagai pembawa Sial. Saqir membawa luka dibuang keluarga karena jadi dirinya sendiri. Ini bukan kisah cinta yang berisik. Ini kisah tentang dua orang patah yang belajar nerima, saling jagain pas jatuh, dan berjuang pulang bareng. Sedihnya bikin nangis. Lucunya bikin ketawa tengah malam. Romantisnya pelan. Tenangnya bikin pulang. Karena kadang, pulang itu bukan rumah. Pulang itu orangnya.

Dunia bilang mereka nggak pantas bersama. Keluarga Kirana bilang waria itu aib. Ustadz Yusuf bilang Kirana harus balik. Tapi di kontrakan sempit itu, untuk pertama kalinya Kirana merasa aman. Untuk pertama kalinya Saqir merasa diterima.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergolakan Setelah Kirana Pergi Dari Pondok***

Motor Saqir "Brrr..." ngebelah jalanan Jember jam 11 malam. Angin dingin nusuk ke muka Kirana. Tapi dia nggak ngerasain. Tangannya masih gemetar megang ujung baju koko Saqir.

Di belakang, Kirana nangis tanpa suara. Bahunya naik turun. "Mas... Paman gimana Mas... Kirana ninggalin Paman Mas..."

Saqir nunduk dikit. "Paman selamat Ra. Tadi Mas liat. Selang oksigennya dilepas sama suster. Bik Asih bohong Ra. Paman cuma disuruh pura-pura lemas."

Kirana langsung nengok. Mata bengkak. "Bohong Mas?"

"Iya Ra. Tadi sebelum Mas dobrak pintu, Mas denger Bik Asih ngomong ke suster. 'Pak, nanti kalo Kirana dateng, pura-pura kritis ya Pak. Buat efek dramatis'. Mas mual dengernya Ra."

Kirana nutup muka pake kedua tangan. "Ya Allah... Paman tega Ya Allah... Bik Asih tega Ya Allah..."

Saqir berhenti di pom bensin. Dia turun, beli air mineral. Ditepuk pelan kepala Kirana. "Minum Ra. Terus kita langsung ke rumah Umi. Nggak balik ke kontrakan. Nggak aman."

Kirana angguk. Suaranya serak. "Mas... makasih Mas... Kalo Mas nggak dateng... Kirana udah tanda tangan Mas..."

Saqir nggak jawab. Dia cuma ngusap punggung tangan Kirana. Jakunnya naik turun. Nahan marah. Nahan sakit liat Kirana diperlakukan kayak barang.

Di pondok, suasana makin kacau.

Bik Asih masih duduk di lantai. Surat nikah yang kusut dia remes-remes sampe sobek kecil. "Gagal lagi... 25 tahun ngurus pondok... nggak ada yang ngasih... sekali ada yang mau ngasih... gagal lagi Ya Allah..."

Ustadz Syarif lepas selang oksigen sendiri. Tangannya gemeter. "Asih... cukup Asih... kita udah zhalim Asih... Itu keponakan kita Asih... Darah daging kita Asih..."

"DIAM KAMU!" Bik Asih ngebalik. Matanya merah. "Kamu tau apa Syarif! 25 tahun kamu ngorok! 25 tahun aku ikut kamu jagain santri! Aku yang ngemis ke yayasan! Aku yang malu kalo listrik mati! Kamu mau aku miskin terus Syarif?"

Syarif nunduk. Nangis. "Aku nggak mau Asih... tapi caranya salah Asih... Nikah paksa itu zhalim Asih... Allah nggak ridho Asih..."

Bik Asih ketawa. Ketawa kering. Nggak ada bahagia. "Allah? Allah di mana Syarif? Waktu utang 300 juta ngegantung, Allah nggak turun kasih duit! Waktu santri 80 orang minta makan, Allah nggak turun masak! Aku yang kerja Syarif! Aku!"

Pintu dibanting lagi. "BRAK!"

Ustadz Yusuf balik. Jasnya udah dilepas. Tinggal baju koko. Mukanya dingin. Nggak ada lembutnya tadi.

"Bu Nyai," suaranya datar. "Utang 300 juta. Mana Bu Nyai?"

Bik Asih langsung nunduk. "Ustadz... tadi kan kita udah sepakat Ustadz... Kirana mau tanda tangan Ustadz..."

"Sepakat?" Yusuf ketawa sinis. "Sepakat buat nikah paksa? Saya ikut Bu Nyai karena kasihan liat pondok. Karena Bu Nyai bilang demi Syarif. Tapi ternyata Bu Nyai bohong. Syarif nggak sakit parah. Itu settingan Bu Nyai."

Dia lempar amplop ke lantai. Isinya kertas. "Ini proposal pinjaman saya ke yayasan. Saya mau bayar 300 juta. Tapi dengan syarat, pondok pindah yayasan saya. Bu Nyai mundur. Karena Bu Nyai nggak amanah. Atau Bu yai bisa nikahin saya sama Kirana. Saya sudah rugibanyak"

Bik Asih langsung nyambar amplop itu. "Nggak bisa Ustadz! Pondok ini pondok almarhum Aqil! Nggak bisa pindah tangan!"

"Almarhum Aqil udah meninggal 12 tahun Bu Nyai. Yang ngurus sekarang Bu Nyai. Dan Bu Nyai gagal." Yusuf melangkah mundur. "Saya nggak mau nikah sama perempuan yang dipaksa. Itu bukan keberkahan. Tapi saya sudah banyak berkorban untuk ini. Saya pamit Bu Nyai. Utang 300 juta, urus sendiri atau....kamu bisa cariin ganti wanita untuk gantiin kirana"

Langkah Yusuf pergi. Nggak nengok lagi. Suara sendalnya "tak... tak... tak..." ninggalin Bik Asih yang terduduk lemas.

Syarif merangkak dari ranjang. Dia peluk kaki Bik Asih. "Asih... pulang Asih... kita ngaku ke yayasan Asih... kita minta maaf ke Kirana Asih... sebelum terlambat Asih..."

Bik Asih ngelepas pelukan Syarif. Kasar. "Kamu nggak ngerasain Syarif! Kamu nggak pernah dimaki santri karena nggak bisa bayar listrik! Kamu nggak pernah tau perasaan ku. Aku capek Mas Syarif! Aku mau dihargai!"

Dia berdiri. Jalan sempoyongan ke sajadah ijo di pojok. Sujud. Tapi sujudnya nggak tenang. Bahunya guncang. "Ya Allah... Asih salah Ya Allah... tapi Asih capek Ya Allah... Asih mau pensiun tenang Ya Allah... Asih mau dihormati Ya Allah..."

Air matanya netes ke sajadah. Bikin basah. Tapi doanya nggak nyampe. Karena di dalem hatinya... masih ada tamak.

Di jalan, Saqir sama Kirana udah masuk tol. HP Kirana bunyi terus. Nomor Umi Zahra dari Mekah.

Kirana angkat. "Umi..."

Suara Umi Zahra pecah. "Nak... Umi di depan Ka'bah Nak... Umi sujud... Umi minta ampun ke Allah... Umi hampir telat Nak... Umi nggak jagain kamu..."

"Umi nggak salah Umi... Kirana yang nggak kuat Umi..."

"Nggak Nak. Umi yang salah. Umi titipin kamu ke Syarifi. Umi percaya sama Asih. Umi lupa Asih masih dendam ke almarhum Aqil ". Umi terus berdoa sampe Allah kasih jalan Nak."

Kirana geleng walau Umi nggak liat. "Maksih Umi. Saat ini Kirana mau beresin dulu. Kirana mau ngomong ke Paman. Kirana mau bilang ke Bik Asih. Kirana anak yatim, bukan anak jualan."

Saqir yang denger langsung genggam tangan Kirana. "Iya Ra. Kita beresin bareng Ra. Mas nggak kemana-mana."

Kirana nyender ke bahu Saqir. Capek. Tapi aman. "Mas... kalo nanti Bik Asih ngancem lagi gimana Mas?"

"Mas lawan Ra. Pake cara baik. Pake hukum. Pake doa "Mas janji Ra. Mas nggak bakal jadi imam yang bikin kamu nangis."

Di spion, bayangan pondok Al-Hidayah makin jauh. Lampunya redup. Kayak masa depan Bik Asih yang mulai gelap.

Tapi di dalem pondok, Bik Asih masih sujud. Di tangannya... HP bunyi lagi. Nomor nggak dikenal.

Dia angkat. Suaranya udah serak. "Halo?"

"Bu Nyai Asih?" suara perempuan tua. Berat. "Saya dari yayasan. Kami denger laporan dari Umi Zahra. Besok pagi tim audit turun ke pondok. Siapin berkas utang 300 juta Bu Nyai. Dan siapin surat pengunduran diri Bu Nyai."

Bik Asih langsung lemas. HP jatuh ke sajadah. "Tok."

Layar HP retak. Kayak hatinya.

Dia bisik ke sajadah yang basah: "Ya Allah... Asih kalah lagi Ya Allah... kapan menangnya Ya Allah..."

Tapi nggak ada jawaban. Cuma suara Syarif di belakangnya. Pelan. "Asih... menang itu bukan dapet duit Asih... Menang itu kalo anak yatim ridho sama kita Asih..."

Bik Asih merem. Air matanya makin deres. Untuk pertama kali dalam 25 tahun... dia ngerasain takut. Bukan takut miskin. Tapi takut dimurkai Allah. Tetapi otaknya tetap berkerja untuk bisa ngejatuhin Kirana

...****************...

1
Miss Danica
masih galau Sarah karena bapaknya masih gak luluh. 😄
Sarah
Eitsss, Saqir dong sebutnya...
masa pakai A lagi?~ 😌
Sarah
Lho? Thor... bukannya sebelumnya Saqir udah cerita yah soal ini pas dateng bareng Kirana?

Mulai deh... erornya...

@Miss Danica
Sarah
Ahahahahaha!
Tapi kita gak pernah dikasih adegan full Saqira pas lagu kerja dulu sih... tapi kayaknya... kalau banget deh.
Sarah
Nah, inilah permainan takdir di sini. Saqir kam selama ini jadi MC nikahan... mungkin untuk mendekatkannya juga ke hari gilirannya bersama seorang gadis bernama Kirana. 🤭
Sarah
IHHH! Abdi ge hayang atuh ditraktir seblak... 😭
Sarah
Gpp lag~
Bertahap~🤭
Sarah
Wkwkwk
Sarah
WOAAHHH—GAK ESPEK! REBUTIN GIMANA TUH?!
Sarah
Itu tiga-tiganya waria juga yah?
Sarah
Thor, paragrafnya benerin dong. @Miss Danica
Sarah
Wow... ada sisi agak bagusnya juga ini Ustadz. Biasanya istri pertama justru terlupakan di hati karena udah ada yg lebih cantik. Tapi ini... meskipun fokus sama yang muda, tapi tetep menyimpan istri pertama dalam hati menjadi kesayangan. Setidaknya dia gak lupain siapa yang pertama ada di sisi dia.
Sarah
Kak, kalau misalnya gaya novel percakapannya gak di titik dua kayak gini. Kecuali emamg lagu chattingan.Ini mah gaya nulis dialog. @Miss Danica
Sarah
Sampai....? Sampai apanihh? 😂
Sarah
Uhhh! Itu mah pasti! Pasti didoain kamu langgeng sama Ustadz Yusuf sama Kirana, biar gak ngejar lagi dia yang udah punya M̶b̶a̶k̶ Mas S̶a̶q̶i̶r̶a̶ Saqir.
Sarah
Ini juga berlaku untuk Saqir, dengan penampilan ceweknya dulu.
Sarah
*Saqir Indrawan, dong... bukan Saqira lagi.
Sarah
Gak bakal mau, Bu. Kan mintanya 20 - 25 tahunan + sholehah.
Miss Danica
Aqil @Sarah
Sarah
Umur 8 thor... 😭
Terus ini namanya Agil atau Aqil sih? Bingung gue... 😭
@Miss Danica
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!