NovelToon NovelToon
I LOVE YOU ( Cintai Aku Tuan Muda )

I LOVE YOU ( Cintai Aku Tuan Muda )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:691.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: taurus

"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.

"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."

"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Kriukk kruxxx

Felicia bangun dari tidurnya, membuka matanya dan menatap langit - langit kamar. Termenung sesaat memandang langit - langit kamar.

kapan mereka mengganti lampu gantung di kamar ini?

Kemudian dia memalingkan wajahnya menatap dinding kamar dan berhasil membuatnya mengernyitkan dahi.

Ada yang berbeda dengan kamar ini. Sejak kapan kamar ini bernuasa biru muda?

0

Cat dinding berwarna biru pucat dengan list si tiap ujung dinding dan langit berwarna biru cerah.

Felicia bangun dan duduk di pinggiran ranjang dan melihat kesekeliling kamar. Dia terkejut. Ini bukan kamar yang biasa dia tempati. Kamar ini lebih besar dan lebih mewah daripada kamar yang biasanya.

Felicia seera buru - buru mengambil sliper di lantai, memakainya dan segera keluar kamar. Begitu membuka pintu dan berlari keluar kembali tubuhnya membentur sesuatu yang keras tapi lembut.

"Aduh."

"Apakah kau tidak pernah menggunakan matamu bila berjalan?" Suara pria yang amat dia kenal menegur.

"Maaf. Maaf tuan. " Felicia gugup. Ini kedua kalinya dia menabrak dada bidang tuan penyelamatnya.

Tuan muda Georges hanya melengos dan berjalan melewatinya kemudian masuk kedalam kamar yang baru saja ditempati Felicia. Felicia membalikan badan dan ternganga melihat tuan muda Georges masuk kedalam kamar itu.

ya ampun kesalahan apalagi yang aku lakukan. Kamar siapa itu. Kenapa dia masuk kedalam kamar itu?

Felicia segera berbelok dan masuk kedalam kamar yang biasa dia tempati tepat bersebelahan dengan kamar yang dia masuki sebelumnya.

Dia duduk di dekat pintu koridor dan memandang kearah luar, hamparan taman bunga yang indah meskipun ditengah cuaca yang mendung.

"Apakah kamar sebelah adalah kamar tuan muda Georges? Ya Tuhan... apa yang sudah aku lakukan. Bagaimana mungkin aku salah masuk kamar bahkan tertidur disana? Apakah tuan muda akan marah? Bagaimana kalai dia mengusirku hanya karena kejadian itu. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan."

Felicia, masih duduk dengan gelisah. Sambil meremas kedua tangannya. Dia tidak menghiraukan perut laparnya yang sudah berontak mulai bernyanyi sahut menyahut membuat suara yang tidak enak didengar.

Pandangannya masih kearah kebun, hari mulai siang. Tetapi suasana mendung masih belum beranjak. Hujan masih mengucur meskipun tidak sederas tadi malam. Tampak kebun bunga sepi, tanpa burung - burung maupun kupu - kupu berterbangan.

Kalau dia marah dan mengusirku aku harus kemana, bisakah aku membuat sarang seperti burung - burung ?

"Heh... Aku harus mencoba meminta maaf. Bagaimanapun caranya aku harus membuatnya meminta maaf."

Felicia kemudian beranjak menuju kamar mandi dan mulai membasuh tubuhnya bersih. Setelah mandi dia mulai mengoleskan krim di wajahnya dan memakai handbody. Beruntung saja krim - krim yang diletakan disana masih baru. Bagi Felicia dengan ingatan yang hanya separuh dia yakin ini adalah pertamakali dalam hidupnya menggunakan krim mahal dengan aroma yang lembut. Segala sesuatu yang terletak dirumah ini memang berkelas.

Dengan menggunakan dress dibawah lutut yang sedikit kepanjangan Felicia menarik nafas menguatkan diri untuk membuka gagang pintu kamar. Berusaha menahan takut dan gelisah dihatinya.

Dengan langkah cepat dia buru - buru menuju dapur, melewati kamar disebelahnya dengan dada berdebar kencang, ada sedikit perasaan takut apabila pintu kamar tuan muda Georges tiba - tiba terbuka.

"Nona apa kabar?" sapa bibi Elisabeth di ruang belakang.

"baik bi." sahut Felicia.

"Untung nona sudah bangun. Tuan Georges menanyakan anda." Lolita tiba - tiba sudah berdiri di belakang Diana.

"Tuan Georges?" Felicia memastikan pemengarannya dengan suara bergetar.

"Iya siapa lagi."

"Aduh bagaimana ini." desah Felicia dengan gelisah dan wajah yang kuatir.

"Kenapa nona gelisah?" tanya bibi Elisabeth.

Felicia diam dia berjalan mondar - mandir di dapur membuay setiap orang yang di dapur mengikuti gerakannya dengan mata mereka.

"Aduh, stop nona. Bibi jadi pusing." Celetuk bibi Ruth sambil memukul kepalanya ringan.

"Bi, bagaimana kalau tuan muda marah padaku?"

"Duduklah. Ceritakan pada kami."

"Aku .. aku salah masuk kamar bibi. Entah apa yang aku pikirkan tadi pagi. Aku masuk kedalam kamar tepat disebelah kamarku. Dan aku rasa itu adalah kamar tuan muda." cerita Felicia dengan gelisah.

"Tenangkan dirimu. Minum susu hangat ini yerlebih dahulu. Cacing di perut nona sudah bernyanyi bukan?" Bibi Elisabeth menyodorkan segelas susu coklat hangat sambil menggoda Felicia.

Felicia segera menegak minuman tersebut. Rasa hangat yang mengalir dari susu hangat tersebut memberikan ketenangan.

"Tuan muda itu orang yang baik. Nona tinggal minta maaf." ujar bibi Elisabeth sambil menepuk pundak Felicia.

"Benarkah dia tidak akan mengusirku bukan?" tanya Felicia memastikan posisinya.

"Kenapa nona bisa berpikir demikian?" tanya Lolita.

"Entahlah. Karena aku rasa aku tidak pernah memberinya kesan yang baik dan aku masih saja melakukan kesalahan." Suara Felicia pelan.

Para pelayan di dapur saling berpandangan mendengarkan kata - kata Felicia.

"Jangan kuatir nona. Tuan yang membawa anda kemari dia tidak akan mungkin tega mengusir anda." Bibi Elisabeth memberi semangat.

"Sekarang yang perlu anda lakukan adalah menemani tuan muda makan siang dan selalu siap apabila dia memerlukan." Ujar Lolita.

"Benar seperti asisten pribadi." Celutuk Leticia yang sudah bergabung dengan mereka.

"eh..." Felicia hanya termangu mendengar perkataan mereka.

"Ayo cepat panggil tuan muda, sudah waktunya makan siang." Bibi Ruth mengatakan hal itu pada Felicia agar gadis itu cepat beranjak dan segera menemui tuan muda.

"Iya bi, iya." Meskipun sedikit ragu dan masih takut - takut Felicia mulai berjalan.

"Tuan muda dimana ya sekarang?" Tanyanya sebelum melangkah lebih jauh.

"Ruang kerja." Serempak semua pelayan membuat Felicia hanya tersenyum.

Didepan pintu kantor Felicia mengetuk pintu perlahan.

"Masuk." Suara tuan muda mempersilahkan.

Felicia membuka pintu dengan perlahan.

"Tuan, makan siang sudah siap." Kata Felicia sesampainya di dalam. Tuan muda Georges tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptop di depannya. Tampaknya dia sedang sibuk, mungkin membaca laporan dari kantor. Sesekali tampak tuan muda Georges mengernyitkan keningnya. Felicia diam berdiri dihadapan tuan muda Georges tanpa berani bergerak apalagi berbicara lebih lanjut.

Kriukkk.... krukkxx...

Suara perut Felicia memecahkan keheningan. Felicia memegang perutnya dan menunduk malu karena cacing - cacing di perut tidak mau kompromi dan mengetahui situasi.

Tanpa dia sadari, sebaris senyuman tipis terukir di wajah tuan muda Georges. Dia tidak menengadahkan wajah tapi sudut matanya mengamati gadis cantik didepan nya yang saat ini tertunduk malu sambil memegangi perut.

"Pergilah ke ruang makan aku akan menyusul segera." Tuan muda Georges memberi perintah.

"Iya tuan." Tanpa berpikir panjang Felicia melesat pergi. Sementara tuan muda Georges tersenyum lebar memandang punggung gadis yang bergerak cepat menuju ruang makan.

Segera setelah menyelesaikan membaca laporan di laptop, tuan muda Georges menutup laptop dan mulai menuju ke ruang makan.

Cuaca diluar boleh mendung, udara boleh dingin tetapi suasana di dalam rumah perlahan mulai menghangat. Aliran udara hangat menyapu kesetiap jengkal sudut rumah memberikan kebahagiaan dan harapan.

1
🏡⃟ªʸNOLAN👀༄⃞⃟⚡¢ᖱ'D⃤ ̐Kᵝ⃟ᴸ
like dlu
Dede Suryani
bingung bca nya,,,jadinya
Beauty JK
😍
Febri Ana
lanjuuttt
Febri Ana
aku mampir thor
Ellya Salam
lanjut terus ceritanya thoorr semangat
Sinaga wulan
😀😀😀😀😀 kasihan kau beruang es kena prank
Nani Desmiwati
Keren
cerita cinta
berasa lg baca cerita titanic cm bedanya ini sendiri c'jack nya kmn thor... 😂
TongTji Tea
settingnya aku membayangkan di Eropa abad pertengahan ,dengan Gaun2 yang cantik mengembang ,karena ceritanya,latar dan juga nama2 tokohnya .
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁
Puji Astuti
nama tokoh2nya nama asing tapi pesen makannya rawon sama tempe
Rina Asih
betuuul.kalau g kelar aku putus bc ny
Rina Asih
satukan mereka Thor.....
Rina Asih
jangan biarkan Felicia di sakitin lg Thor buat Felicia hidupny bahagia
Rina Asih
mantaaaap
Rina Asih
itu mm ny bule Jawa🤣🤣🤣🤣
🌹glory🌹
hadir thor
Windy Artika
ikutan mampir
Else Widiawati
yesss thor
Else Widiawati
Georges cerdas banget psng kamera lain, knp dr kemaren ga sadar , cpt clear kesalah pahaman inilah thor, kasian anna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!