NovelToon NovelToon
Senja Di Moorea

Senja Di Moorea

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Kutemukan kau yang ku cintai di pulau ini.

Leon. Pria itu memberikan janji yang sederhana untuk membahagiakan Arumi selamanya. Namun, justru yang terjadi adalah pria itu kembali menggoreskan kaca pada luka yang telah susah payah Arumi sembuhkan dari mantan suami perempuan cantik itu sebelumnya.

Cinta berbeda kasta.
Ketika semua hanya di nilai dari status sosial dan kedudukan di masyarakat, Arumi harus merelakan dirinya kembali mengulang kisah pilu yang sama di masa lalu.

Sanggupkah dia bertahan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Arumi tidak henti-hentinya menghela napas ketika Leon memaksanya untuk ikut dengan pria itu ke sebuah cafe yang tak jauh dari tempat Arumi memesan taksi tadi. Semua itu di karenakan manik mata Leon yang tak henti-hentinya menatap Arumi yang duduk berseberangan dengannya. Pria itu bahkan tak pernah absen untuk menampilkan senyum menawan yang selalu membuat Arumi gagal fokus selama beberapa kali.

"Cepat katakan apa yang ingin kau katakan, Leon !" Desis Arumi yang sudah tidak tahan di hujani tatapan aneh dari Leon.

"Kenapa kau terlalu terburu-buru, Aru ? Kau benar-benar tidak merindukanku ? Aku bahkan sengaja menatapmu lama karena masih sangat merindukanmu." Pria itu lagi-lagi tersenyum sambil bertopang dagu dengan tangan kirinya.

"Jangan selalu mengatakan rindu, Leon ! Kau pikir aku akan percaya ?" Arumi menyeringai sinis pada Leon.

"Terserah, Aru ! Aku tidak memintamu untuk percaya atau tidak. Aku hanya mengungkapkan kebenaran perasaanku saja. Apa itu salah ?" Jawab Leon masa bodoh.

Pria itu dengan santainya kemudian memanggil pelayan dan memesan dua gelas Americano tanpa bertanya dulu pada Arumi dia ingin minum apa. Leon sudah tahu, bahwa Arumi hanya akan marah-marah jika dia bertanya pada gadis itu, minuman apa yang dia inginkan.

Leon kemudian melirik Arumi yang masih setia memandang ke arah samping dan enggan menengok wajah tampan miliknya. Timbul ide nakal dalam kepala pria itu. Ia ingin mengetes apakah Arumi benar-benar tidak peduli terhadapnya atau tidak.

Saat minuman mereka tersaji di atas meja, Leon menyodorkan gelas satunya untuk Arumi.

"Minumlah !" Perintah pria itu.

.

"Aku tidak mau. Kau saja." Jawab Arumi acuh. Dirinya masih saja keras kepala walaupun tenggorokannya berteriak meminta Arumi untuk membasahinya dengan es Americano yang tampak menggiurkan. Dia haus, namun terlalu menjaga gengsi di hadapan Leon.

"Ya sudah." Leon mengangkat bahunya acuh seraya mengambil Americano milik Arumi dan membawanya ke meja sebelah, tempat di mana seorang gadis sedang duduk sendirian.

"Untukmu, manis." Ucap Leon pada gadis berambut ikal yang sudah sejak tadi mencuri pandang terhadapnya.

"Terima kasih. Apa pacarmu tidak marah kau mendatangiku ?" Gadis itu tersenyum senang, sambil melirik Arumi yang memperhatikan mereka dengan begitu sinis.

"Dia bukan pacarku !" Teriak Arumi kesal. Pembicaraan Leon dan gadis berambut ikal itu bisa sangat dia dengar jelas dari tempat dia duduk.

"Kau dengar sendiri, bukan ? Dia bukan kekasihku." Imbuh Leon membenarkan. Gayanya yang terlihat cuek, entah mengapa membuat Arumi tersulut emosi.

"Siapa namamu ?" Leon menatap gadis di sampingnya penasaran.

"Grace ! Kau sendiri ?"

"Namaku, Leon."

"Kau tampan seperti namamu, Leon." Ucap Grace dengan nada menggoda seraya memegang dagu Leon.

Arumi yang melihatnya tentu saja hanya melengos sebal. Sementara Leon yang menyadari ekspresi tidak suka dari wajah Arumi ketika Grace menyentuhnya semakin bersemangat untuk membuat gadis asia itu cemburu.

"Kau ada acara setelah ini, Grace ?" Leon kembali memanas-manasi Arumi.

"Tidak ada. Kenapa ? Kau ingin mengajakku keluar ?" Jemari lentik Grace sudah bermain-main pada kerah mantel yang Leon kenakan. Membuat gadis di meja sebelah semakin merasa panas.

Dasar pria playboy. Katanya dia merindukanku, tetapi dengan tidak tahu malunya malah menggoda wanita lain di hadapanku. Awas, kau Leon !

Arumi menahan rasa kesal dalam hati sekuat dan sebisa mungkin. Tangannya mengepal penuh kebencian pada Leon yang memang selalu mempermainkan dirinya seperti ini.

"Ingin melihat pesta kembang api bersamaku ?"

Grace yang mendengar hal itu matanya langsung berbinar. Tanpa pikir panjang, ia mengiyakan permintaan pria tampan di hadapannya tanpa ragu.

"Tentu saja aku mau. Mungkin kita juga bisa bersenang-senang di hotel terdekat setelah itu. Hmm ?" Grace mengedipkan matanya menggoda Leon. Dia menggigit bibir bawahnya begitu sensual untuk semakin menarik perhatian pria tampan dengan bau uang yang bisa Grace cium melalui merk-merk mahal yang melekat di tubuh proporsional pria tampan itu.

Jemarinya sedari tadi semakin lincah menggambar pola-pola abstrak di kaos Leon tepat di bagian dadanya. Membuat Leon sedikit merasa risih dan merasa sudah salah sasaran.

"Kau sendirian nona ?" Seorang pria asing baru saja mendaratkan bokongnya tepat di hadapan Arumi, bekas tempat duduk Leon tadi.

Arumi melirik Leon sekilas. Sebenarnya, dia ingin meminta pria asing itu untuk pergi dan meninggalkannya sendiri. Namun, karena melihat Leon yang sengaja betul memanas-manasi dirinya, Arumi memilih membiarkan pria itu dan malah tersenyum ramah menampilkan keindahan dari wajah cantik yang sangat ingin Leon lihat sedari tadi.

"Begitulah. Temanku sedang asyik menggoda perempuan, jadi aku di tinggalkan sendiri." Mulut Arumi berbicara pada pria asing di hadapannya, namun ekor matanya melirik sinis pada Leon dan Grace di meja sebelah.

"Tidak keberatan jika ku temani ?" Pria asing itu menyeringai tipis, dengan tatapan yang jujur membuat Arumi merasa tidak nyaman. Tetapi, karena hasrat balas dendamnya pada Leon begitu besar, maka dia mengabaikan tatapan aneh pria itu padanya dan memilih tetap meladeni percakapan pria asing itu.

"Tentu. Aku senang jika memiliki teman untuk berbicara." Jawabnya dengan senyum di buat-buat.

Leon di meja sebelah tidak menghiraukan lagi Grace yang berbicara sejak tadi dengannya. Dia hanya berfokus pada interaksi Arumi dan pria asing itu dengan rahang mengerat. Jika bertanya apa dia cemburu ? Maka jawabannya adalah iya. Nampaknya, Leon masuk ke dalam jebakan yang sudah ia siapkan sendiri.

"Bagaimana jika kita berdua keluar untuk jalan-jalan ?" Pria asing itu menawari Arumi permintaan yang di rasa ganjil untuk ukuran orang yang bahkan tidak saling mengenal nama.

"Tidak. Biar aku di sini saja." Tolak Arumi yang berusaha masih seramah mungkin.

Pria asing itu kemudian berdiri. Mendekat pada Arumi dan menumpukan telapak tangannya di atas meja. "Ayolah ! Kita bisa keluar bersenang-senang. Toh, kau bilang temanmu sedang bersama perempuan lain, bukan ? Jadi, tidak apa-apa jika kau ikut denganku saja."

"Tidak. Aku rasa itu bukan ide yang bagus. Kita bahkan tidak saling mengenal." Arumi masih berusaha menolak ajakan pria asing itu. Jujur, dia kini mulai merasa takut.

"Ayolah ! Aku memaksa." Ucap pria itu dengan tangan yang kini menarik paksa Arumi bangkit dari kursinya.

"Ku bilang, aku tidak mau." Jawab Arumi memberontak. Dia berusaha sebisa mungkin melepaskan diri dari cengkraman pria asing itu.

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu. Ikut saja denganku."

"Tidak. Ku bilang tidak." Pekik Arumi panik. Ia melihat ke sekitar, orang-orang tampak acuh dan tidak mempedulikan dirinya sama sekali.

BUGH !

Satu buah pukulan cukup membuat pria asing itu tersungkur dan melepaskan cengkramannya dari tangan Arumi.

"Dia bilang, dia tidak mau ikut. Kenapa kau memaksa ?" Ucap Leon penuh emosi.

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
🌟 Dauzz🇲🇨
akhirnya happy ending 😍
Ray Aza
ini tokohnya udah dewasa semua tp knp situasinya kek percintaan anak sma?
Ray Aza
nikmati sakitnya nikmati konsekuensimu... jgn menyalahkan org lain. sdh sedari awal km diperingatkan oleh charles. nikmati kebebalanmu. tenang aja ini hny sebuah novel, jd bs dipastikan kamulah pemenangnya. 😜
Ray Aza
oon sesuai visual... 🤪
Ray Aza
see.. jd wanita lemah mmg sasaran empuk utk dibully. udah dewasa udah pernah menikah tp tdk bs mengambil hikmah dr masa lalu. untuk jadi wanita mandiri & kuat benahi dl mentalmu, jgn selalu bergantung pada org lain. kl km merasa tertindas dan diabaikan bkn sepenuhnya salah org lain. sayangi dirimu br org lain segan sm dirimu. kl km selalu cosplay putri lemah yg tersakiti selamanya perlakuan itu yg km terima. sdh jauh2 sampai paris masa ga belajar jg
Ray Aza
basicly perasaan arumi mmg lemah n mudah dipermainkan, so nikmati aja penderitaannya. setiap pilihan sll disertai konsekuensi. berani jatuh cinta hrs berani patah hati. hidup sesimpel itu non
Ema
luar biasa
Dewa Nara
kalau di perancis uangnya Euro lah Thor, kok Dollar
Dewa Nara
ini seperti cerita siti nurbaya versi laki2 di eropa
Dewa Nara
di bawah tempat tidur? gak Salah nih
Dewa Nara
Thor, usul ya, panggilan "daddy" itu utk org berbahasa inggris, sementara Leon katanya org perancis yg tinggal di Paris. jadi lebih cocok kalau dia memanggil "papa" atau "pere" karena itu sesuai dg bahasa perancis
Dewa Nara
apa di Paris lelaki dewasa masih tinggal bersama ibunya, Thor? kurang logis, karena org eropa dan Amerika kalau sdh dewasa tinggal sendirian bukan dg org tuanya
Dewa Nara
Leon terlalu lemah
Dewa Nara
kapan kuliahnya arumi, jauh2 ke perancis cuman main
Dewa Nara
emak2 kok suaranya bariton
Arie
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
kita sama sel, aku bahkan tdk ingat semua keluarga suamiku yang hnya sesekali bertemu🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
maka dri itu dalam islam zinah itu selain dosa besar, juga sebuah malapetaka karna zinah adalah hutang yg harus di bayar oleh setiap anak dri hsil zinah
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
lagian aku heran, katanya ibunya arumi yg di cintai tp knpa anaknya dia korbankan hanya untuk anak haram dri wanita licik yg menjebak nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!