Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.
Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.
*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17. Kekacauan
Ting!
Pintu lift terbuka, bersamaan dengan itu Olivia pun mengangkat pandangan nya seraya hendak melangkah memasuki lift.
Namun, langkah nya terhenti begitu mata nya menangkap sosok pria tinggi dengan rahang tegas bernetra biru yang hendak keluar dari lift itu.
"Tuan.." Sapa Olivia merubah suara nya sebisa mungkin dengan kepala menunduk.
"Hm" Sahut singkat Marvin, melangkah melewati tubuh Olivia begitu saja.
Napas Olivia tercekat selama beberapa saat pandangan nya bertemu dengan mata elang milik Marvin. Kini dengan cepat Olivia memasuki lift dan menekan berkali-kali agar pintu lift cepat tertutup.
"Huu,, hampir saja.." Gumam lega Olivia saat lift itu mulai turun ke lantai dasar.
Sesampai nya di lantai dasar tujuan utama Olivia adalah toilet, tentu wanita itu akan melepas seragam pramusaji itu dengan baju yang sudah ia pakai sebelum nya.
"Kemana aku setelah ini? Dia pasti tau tempat tinggal ku 'bukan?" Batin Olivia di depan kaca menatap putus asa wajah nya yang masih dengan make up jelek nya.
"Handphone tidak ada, uang tidak ada huuh.." Hela berat Olivia.
Selama beberapa saat Olivia mencoba meneguhkan hati nya. "Semangat Oliv, hidup mu tidak berakhir di sini dan perjalanan mu masih panjang!" Batin nya.
Olivia pun dengan segera keluar dari toilet, berjalan terburu-buru keluar dari hotel berbintang yang banyak sekali penjaga nya. Berjalan tanpa menaruh kecurigaan seperti layak nya pengunjung hotel tersebut.
Sedangkan di sisi Marvin.
"Tuan" Sapa hormat dua penjaga di depan kamar tersebut.
"Bagaimana dengan nya? Apa dia berulah?" Tanya Marvin.
"Tidak tuan, tadi nona sempat memesan banyak makanan seperti nya beliau dalam suasana hati yang baik"
Marvin mengangguk mengerti, salah satu penjaga itu pun membuka pintu untuk Marvin.
"Nona sedang berada di kamar mandi tuan"
Marvin berdehem singkat sebelum akhirnya pintu itu kembali tertutup setelah diri nya masuk.
"Honey aku sudah kembali" Ujar Marvin seraya mengetuk pintu kamar mandi itu.
Lama tak mendapat sahutan, yang terdengar hanya suara air di dalam sana membuat Marvin menghela sesaat.
"Cepat selesaikan mandi mu, aku juga ingin mandi" Ujar nya lagi sebelum berlalu duduk di sofa kamar itu seraya memainkan handphone nya.
Sudah sekitar tiga puluh menit Marvin duduk menunggu wanita-Nya, namun Olivia belum juga keluar. Hingga beberapa kali Marvin mengetuk pintu itu tetapi ia hanya mendapat deheman.
Lama kelamaan Marvin mulai merasa ada yang janggal, pria itu pun kembali mendekat ke pintu kamar mandi dan mengetuk nya.
Tokk.. Tok.. Tok..
"Honey,, apa kamu belum selesai?" Tanya lembut Marvin.
"Hum"
"Lagi?" Gumam Marvin dengan mata yang semakin memicing menatap pintu kamar mandi itu.
Lagi-lagi setiap pertanyaan yang Marvin lontarkan hanya mendapat deheman dari dalam sana, sampai akhirnya Marvin pun berlalu membuka pintu kamar nya.
"Tuan.."
"Ada apa dengan wanita-ku?" Tanya to the point Marvin membuat dua penjaga itu mengernyit sesaat.
"Maaf tuan, ada apa?"
"Aku bertanya, kenapa kalian bertanya balik hah!" Bentak kesal Marvin.
Sontak mendengar bentakan itu kedua penjaga itu menunduk. "Maaf tuan, sebelum nya nona hanya makan dan di temani oleh seorang pramusaji atas permintaan nona"
"Pramusaji?" Ulang Marvin. "Pria atau wanita?"
"Wanita tuan, seperti nya nona membutuhkan seorang teman hingga.." Ucapan salah satu penjaga itu terhenti kala mendengar desisan Marvin.
"Sialan, cepat masuk dan dobrak pintu kamar mandi!" Pekik nya kembali masuk ke kamar nya.
Marvin seakan menyadari sesuatu, pria itu sangat peka terlebih lagi saat mendengar deheman itu seperti bukan suara milik Olivia.
Dengan terburu-buru para penjaga itu masuk dan mendobrak beberapa kali pintu kamar mandi hingga akhirnya pintu itu terbuka akibat dobrakan keras itu.
Mata Marvin pun langsung tertuju pada siluet seorang wanita di balik tirai yang menutupi bathtub itu.
"Berbalik!" Titah Marvin membuat kedua penjaga itu langsung berbalik.
Setelah memastikan kedua penjaga nya berbalik Marvin pun masuk dan menutup pintu kamar mandi.
"Honey.." Panggil berat Marvin seraya melangkah masuk.
Sedangkan di balik tirai itu, tubuh perempuan yang membantu Olivia sebelum nya tengah bergetar ketakutan. Hal seperti ini tidak ada di rencana Olivia dan wanita itu bilang Marvin tidak akan pulang cepat maka nya ia mau membantu Olivia.
"Aku lelah menunggu mu, kenapa kamu mandi lama sekali hum?" Ujar Marvin seraya melepas satu persatu kancing kemeja nya.
Menit itu juga perempuan itu menutup wajah nya, berbalik membelakangi tirai saat tirai itu di buka oleh Marvin.
Setelah nya tidak ada suara, Marvin terdiam menatap rambut yang terurai basah itu. Jelas Marvin tau bahwa itu bukan lah Olivia karena rambut Olivia berwarna sedikit kemerahan bukan hitam pekat seperti ini.
Tidak berkata-kata lagi Marvin pun berbalik dan kembali mengancingi kemeja nya dengan rahang mengeras.
Membuka kasar pintu kamar mandi membuat para penjaga itu terhentak kaget.
"Cari wanita-Ku sialan!" Teriak murka Marvin di hadapan para penjaga itu.
"Nona.."
"Periksa CCTV kamar dan hotel ini, lalu amankan wanita hama di dalam sana!" Titah nya begitu murka hingga tercetak jelas urat-urat di leher nya.
*
"Hikss,, maaf tuan maafkan saya hikss.. Ampuni saya tuan" Isak perempuan yang sudah tertangkap itu di bawah kaki Marvin.
Tatapan pria itu begitu dingin, menatap satu persatu pramusaji dan general manager di depan nya.
"Tuan.." Ucapan manager itu terhenti kala melihat tangan Marvin yang terangkat, memerintahkan nya untuk diam.
"Jelaskan" Perintah Marvin pada perempuan yang bersimpuh di kaki nya itu. Walaupun ia sudah mengetahui semua nya lewat CCTV yang ada di dalam kamar itu, tetapi ia ingin melihat seberapa besar keberanian pemagang ini hingga berani membuat Olivia kabur dari sisi nya.
"Saya hanya kasihan pada nona hikss,, Nona bilang beliau mempunyai seorang adik berusia tiga tahun yang di tinggal sendirian di rumah hikss.."
Marvin berdecih, memainkan lidah nya lalu mencengkram dagu perempuan itu.
"Arghh tuan..!!"
"Lalu kau percaya huh?"
Perempuan itu hanya bisa mengangguk samar, karena ia percaya dengan akting Olivia sebelum nya.
"Bodoh!" Maki Marvin menghempaskan wajah perempuan itu.
Tidak ada yang bernai bicara, mereka melihat begitu jelas kemarahan Marvin.
"Rio" Panggil Marvin pada sang asisten.
"Iya sir" Rio melangkah mendekati sang bos.
"Buat perempuan sialan di keluarkan dari universitas nya dan usir keluarga nya dari rumah sewaan itu"
"Tidak tuan, jangan hikss.. Saya mohon ampuni saya" Raung perempuan itu yang bahkan memeluk kaki Marvin.
"Singkirkan tangan mu dari tubuh ku, hama!" Desis Marvin menendang tubuh perempuan itu hingga terpental.
Tanpa ada rasa bersalah Marvin pun bangun dari posisi nya dan kembali menatap orang-orang di depan nya termasuk para penjaga yang sudah babak belur itu.
"Peringatan pertama sekaligus terakhir untuk kelalaian kalian!"
...****************...
kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
lupa klo suaminya mudah tantrum
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan