NovelToon NovelToon
Ganteng Tapi Aneh

Ganteng Tapi Aneh

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.4k
Nilai: 5
Nama Author: Najwa Camelia

Bermodal paras cantik dan tubuh yang indah. Gendhis, bukan nama aslinya. Bertahan hidup dengan bekerja sebagai koki di sebuah hotel bintang lima. Namun, sesuatu hal yang tak terduga terjadi padanya, hingga Gendhis bertekad untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai "teman kencan semalam" tamu-tamu VIP hotel Pacifik.


Narendra Arjuna Guinandra, pengusaha di bidang perhotelan dan pariwisata yang terobsesi untuk menyewa jasa Gendhis. Berapa pun budget yang dia keluarkan, dia tidak perduli. Asalkan gadis itu tetap berada dalam genggaman dan menuruti segala perintahnya.


Sebuah fakta terungkap, membuat Narendra terperosok semakin jauh ke dalam dendam dan kebencian atas kejadian yang tidak pernah dilakukan oleh Gendhis. Hingga gadis itu harus berjuang untuk sebuah kepercayaan yang menyakinkan hati seorang Narendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan menguji kesabaran ku

Happy reading..

'Siapa sebenarnya laki-laki itu? Kenapa Naya seolah tidak nyaman dengan laki-laki yang mengaku calon suaminya? Ahh, ya sudah nanti saja untuk mencari informasi tentang laki-laki itu,' bisik Darius dalam hatinya sendiri dengan rasa kecewa dan penuh selidik.

"Kalau begitu, saya permisi dulu mau memeriksa pasien yang lain," pamit Dokter Darius akan melanjutkan tugasnya kembali.

"Terimakasih, Dokter Darius," Gendhis tersenyum manis pada pria yang memakai jubah putih, seragam kebanggaannya.

"Tentu saja, Dok. Silakan melanjutkan tugasnya dengan baik," ucap Narendra berbasa basi.

Narendra menggenggam jemari Gendhis sangat kuat, hingga wanita itu meringis kesakitan. "Auww, sakit, Tuan," Gendhis berusaha melepaskan genggaman Narendra.

"Jaga mata! Jangan genit-genit!" sentak Narendra seraya menghempaskan tangan Gendhis.

Gendhis mengusap tangannya yang terasa ngilu akibat tabiat minus Tuan mudanya, 'Katanya orang cerdas, kuliah di universitas terbaik, pengusaha muda yang sukses tapi akhlaknya minus,' gerutu Gendhis.

"Apa kau bilang!" gerutuan Gendhis sedikit tertiup angin dan mampir di telinga Narendra, mengakibatkan pria itu membentak Gendhis.

"Siapa yang bicara," sahut Gendhis sambil memegang kenop pintu ruang rawat Ibunya, lalu masuk ke dalam dan mendekati brankar Ibunya.

"Sudah kau urus semuanya, Nay?" tanya Andini yang duduk di bangku single di samping brankar Ibunya.

"Sudah, Din. Tapi Ibu masih tetap harus kontrol pasca pemulihan nya, kata Dokter Darius tadi begitu," jawab Gendhis sedikit lemas.

Tanda tanya besar memenuhi kepala sahabatnya.

"Kamu kenapa?" tanya Andini lewat isyarat matanya.

Gendhis menggeleng menjawab pertanyaan Andini. Untuk mengalihkan topik, Gendhis berganti bertanya pada Andini. " Kamu nggak kerja hari ini?"

"Nggak, aku tadi sudah ijin untuk jemput Ibu di rumah sakit," sahut Andini.

"Bisa sekarang kita pulang, Naya? Ibu sudah rindu suasana di rumah," tanya Ibunya yang sudah bersiap untuk kembali pulang ke rumahnya.

"Kamu naik apa ke sini tadi, Nay?" Andini bertanya kembali pada Gendhis.

"A-aku--,"

Di saat otak Gendhis masih loading untuk mencari satu jawaban. Tiba-tiba pintu terbuka dari luar dan seseorang angkat bicara, hingga membuat ketiga wanita yang berbeda usia itu mengalihkan pandangan nya ke arah pintu kamar.

Gendhis terkejut, ketika Tuannya itu nekat masuk ke dalam ruang rawat Ibu nya.

Kegelisahan Gendhis semakin melanda pikirannya. Mendadak Ibunya bertanya penuh selidik ke arah Gendhis.

"Siapa dia, Naya?" Wanita paruh baya itu menatap lekat-lekat ke wajah sang putri.

Ekspresi ketakutan sangat kentara di wajah Gendhis. Dia takut Ibunya akan menginterogasi dirinya lebih dalam lagi, tentang sosok pria yang sedang berjalan mendekat ke brankar sang Ibu.

"Maaf, Ibu. Kenalkan saya Narendra dan Nayaka bekerja di rumah saya sudah hampir satu bulan lebih," ucap Pria yang mengulurkan tangan kokohnya pada wanita paruh baya yang duduk di pinggir ranjang. Sangat percaya diri, tanpa ada keraguan sedikit pun. Bahkan yang terlihat adalah ketegasan dari sikap dan bicaranya.

Manik mata Gendhis hampir keluar dari wadahnya. Dia terperangah tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Sang Tuan Mudanya sedang berbicara sangat ramah dengan Sang Ibu.

'Apa dia mempunyai kepribadian ganda, ya? Kenapa berbicara dengan Ibu tidak ada nada tingginya sama sekali? Malahan nampak seperti orang yang sudah saling mengenal lama,' monolog Gendhis.

Tanpa harus berdebat lebih lama dengan sang Tuan Mudanya dan setelah mendapatkan ijin dari Sang Ibu. Akhirnya Gendhis pulang bersama Narendra untuk kembali ke rumah mewah itu, sedangkan Sang Ibu pulang bersama Andini di antara oleh sopir Narendra yang lain.

****

Sepanjang perjalanan ke rumah mewah Narendra. Tapi bagi Gendhis tempat itu adalah Neraka. Gendhis duduk di samping kursi penumpang di samping Narendra dengan rasa canggung. Sedari tadi manik matanya fokus pada jalanan yang dilewatinya.

Berbeda dengan pria yang duduk di sampingnya, dia tampak sangat tenang. Narendra sedang disibukkan dengan gadget di tangannya.

Sambil berpangku tangan melihat keluar jendela mobil, pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya agar dia bisa terbebas dari Neraka buatan Sang Tuan Mudanya. Dia harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa mengintimidasi atau mengacaukan emosi pria yang duduk di sebelahnya. Itu versi pertama rencananya, tapi jika dia gagal dengan rencana itu. Gendhis harus memakai rencana kedua, yaitu menjadi pelayan yang selalu menuruti perintah Tuan Mudanya hingga waktu kesepakatan itu selesai.

Setelah cukup lumayan berada di dalam mobil bersama Tuannya, semakin membuat darting Gendhis. Akhirnya pergerakan mobil itu berhenti.

Gendhis lebih dulu turun dari mobil tidak menunggu seseorang untuk membukakan pintu dari luar, berbeda dengan Narendra. Dia turun dari mobil setelah dibukakan pintu oleh sopirnya.

Begitu menjejakkan kakinya, kelopak mata Gendhis terbuka lebar diikuti dengan bibirnya yang ikut terbuka juga. Dia terkejut dengan para pria yang berseragam hitam sedang berdiri tegap di depan pintu sedang berbaris menyambut Tuannya.

'Sial! Apa yang maksudnya ini! Untuk apa lagi para pengawal itu?' geram Gendhis dalam hati yang menatap ke arah lima pria dengan setelan jas berwarna hitam secara bergantian.

Kelima pria yang berseragam hitam dan terpasang earpiece di masing-masing telinganya itu berbaris dan segera menundukkan kepalanya, menyambut kedatangan Tuannya.

Gendhis masih berjalan mengikuti Narendra di belakang nya, tapi nasib sial sedang menghampiri nya. Tiba-tiba suara dering ponsel yang berasal dari dalam tasnya, berbunyi nyaring sekali. Dia lupa mematikan ponselnya, sejak dari rumah sakit lagi. Seketika Narendra memutar kepalanya dengan sorot mata yang tak terbacakan.

'Astaga, siapa sih pakai acara telepon?' Gendhis bermonolog sendiri dan terus merapalkan doa untuk keselamatannya dari kemarahan seorang Narendra.

Pria itu menghela napas, lalu melangkah kakinya lebih dekat ke arah Gendhis. "Mana ponselmu!" tidak ada nada tinggi dengan suara yang dikeluarkan oleh Narendra tapi cukup membuat gelagapan Gendhis.

Dengan gerakan cepat Gendhis mengambil ponselnya dari dalam tas yang masih berbunyi berkali-kali tanpa jeda.

Mulutnya menganga tidak percaya, kedua matanya juga membulat melihat nama Dokter Darius yang tertera dalam layar ponselnya.

Jarak yang sangat dekat sehingga mempermudah bagi Narendra mengambil ponsel milik Gendhis dengan cepat.

Lantas, Narendra menipiskan bibirnya dan menatap tajam pada wanita yang berdiri dengan sok.

"Aku sudah katakan, kamu tidak membutuhkan ponsel ini, di saat bekerja denganku!"

"Tapi, Tuan. Aku butuh ponsel itu untuk--," Gendhis berusaha merampas kembali ponsel yang berada di genggaman Narendra.

Melihat hal itu, Narendra semakin geram.

"Jangan menguji kesabaranku, Nayaka! Aku bisa bersikap lebih kejam dari yang kau kira! Berhenti membantah perintahku!" Narendra menarik kasar pergelangan tangan Gendhis, lantas menyeretnya kasar masuk ke dalam kamar.

Gendhis sendiri bingung dengan sikap Narendra, terkadang bisa bersikap manis terhadapnya. Tapi tiba-tiba dia juga bisa berubah secepat mungkin menjadi kasar.

Hati dan pikiran Narendra tidak dapat terkontrol dengan baik, ketika ada lelaki lain yang mencoba mendekati wanita miliknya. Ya, Gendhis adalah miliknya, saat ini.

🍁🍁🍁🍁

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕾wᷤαͧηᷠ¢ᖱ'D⃤ ̐🍒⃞⃟🦅
bagus critanya
s7
Lanyap hehehe Bu Tri 🤭😁
NJ♥️🔒
Keren kontraknya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
di kasih tau masih perawan tapi ga percaya juga nah tau kan sekarang ghendis masih perawan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
keknya bukan balas dendam deh Narendra sama ghendis tapi itu mah murni suka sama ghendis cuma pake topeng balas dendam aja padahal mah 🤭🤭🤭awiiieeeeww
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
kenapa harus marah liat ghendis sama laki laki lain kan g ada hubungan juga,,🤭🤭 alamat hukuman ghendis tambah panjang ini mah
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
cieee yg lagi nyaman memeluk seorang ghendis ,,awas ah nanti keterusan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
wah bisa bahaya tu naya,pas datang telat tuannya lagi marah pula aduh apa yg akan terjadi sama Naya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
waw kontrak 2M gimana ngitung nya tuh 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hah ko bisa 🤔🤔🤔dari mana masuknya kek jelangkung aja 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hadeuhh dasar buaya ada aja alasan untuk mengelak dari tuduhan 😔
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
sebenernya itu pertolongan dari othor untuk kamu supaya kamu terjaga keasliannya hingga othor datangkan langsung yg pantas oven buat sosisnya c heru😂🤣🤣🤣
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
duh itu ukuran sosisnya,bikin traveloka 🤭🤭🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
sehat sehat ibunya nayaka ....
dan semoga nayaka berbahagia dengan ...... tuan gapian . yesss 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
semangat dan salut buat perempuan perempuan yang sedang berjuang dalam kerasnya hidup tanpa harus merendaahkan diri
ganbatte, nay 💪💪💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ehhh jangan salah, nay ....
di novel aja ada judulnya tuh
CINTA DAN DENDAM
atau
CINTA DI ANTARA DENDAM
atau
MENIKAH KARENA DENDAM

awalnya mah dendam, nay.... eehhhh ujung ujung nya duit ...ehhh salah 😅
ujung ujungnya cinta lahhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ga ada yang ga mungkin dalam cinta , nay ....
kaya miskin
cantik jelek
....... bukanlah suatu patokan akan hadirnya cinta dan kemana cinta akan bermuara .

jadi .... jangan pesimis, nay ..... 💪😁
🤍: 😂😂🙈 walaupun terlambat datangna cinta ntuu akak sus 🏃🏃
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!