Tidak sengaja hampir bertabrakan di jalan raya, Desty perempuan cantik ke bule-bulean itu meminta ganti rugi atas apa yang terjadi pada motor kesayangan nya dan dagangannya.
begitu juga dengan laki-laki yang ada di dalam mobil itu. ia tidak mau kalah dengan perempuan berani itu. Dan Desty baru takut ternyata laki-laki, seseorang yang tidak baik-baik saja, Ia mengalami cacat di kaki kanan , begitupun dengan tangan kanannya.
bagaimana kisah mereka ?
yuk , bismillah dukung yah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maMby4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
seperti ada sesuatu
"Tuan bilang apa tadi,tuan menemukan ku di kebun binatang?"
dengan tatapan nyalang ,Desty baru mengeluarkan
protesnya pada Geid,saat dokter mesum yang bernama Adam itu telah pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ya,memang nya kenapa,apa ada yang salah?" dengan santai,Geid menimpali ucapan Desty. "Lihat, kau bahkan sudah seperti singa yang siap menerkam ku."
Tatapan Desty semakin nyalang saja setelah Geid mengatakan itu.sungguh ia kesal bukan main pada laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
Dirinya di samakan dengan seekor singa ?
"Jelas salah tuan. Kita bertemu di jalan,kemarin."
Ucap Desty sambil mengingat kejadian kemarin dimana ia hampir tertabrak.
"Tuan pikir aku hewan buas, seenaknya saja mengatai orang lain."
Geid membuang nafas kasar, gadis bule ini ternyata menganggap serius dengan apa yang ia katakan.Ia tidak bisa di ajak bercanda.
"Aku hanya bercanda bule cangkok."
tidak ingin melanjutkan perdebatan,Geid meminta Desty untuk tidak menganggap serius dengan apa yang sudah ia katakan tadi.
"Bercanda mu tidak lucu tuan,kau bahkan mengatakan nya di depan dokter mesum itu."
Desty tidak terima dengan percakapan dua orang laki-laki tadi.Ia seperti di anggap angin lalu oleh mereka.
"Kau tersinggung? Sudah ku bilang itu hanya candaan semata."
Karena Geid memang sudah terbiasa bercanda dengan dokter sekaligus temannya itu.Jadi dia tidak sungkan berkata seperti tadi kepada dokter Adam.
Namun saat ini beda lagi,karena ada seseorang yang terusik dengan cara bercandanya mereka.
Desty malas mendengar penjelasan tuannya ini. Menurut nya,apa yang di katakan Geid tadi seperti sudah kelewatan.
Desty memang tipikal perempuan baper dengan apa yang ia lihat dan dengar di sekelilingnya.
"Bercanda juga ada batasannya tuan."
"iya iya....aku mengerti. Kedepannya aku akan berhati-hati nona bule.Jadi tolong maafkan aku."
Desty memutar bola mata malas, mendengar panggilan baru Geid untuk dirinya.
♥️
Masih di rumah yang sama namun ruangan berbeda,tepatnya di lantai bawah.Dokter Adam yang sudah keluar dari kamar Geid, ternyata ia belum kunjung pergi dari rumah nya. Ia terduduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
Melepas lelah sejenak,membiarkan tubuhnya bersandar di sofa sambil memejamkan ke dua matanya. Ia sudah
biasa seperti ini,karena tidak ada batasan dan kecanggungan di antara pertemanan mereka.
"Eh,pak dokter. Anda di sini?" suara seseorang membuatnya membuka kedua bola matanya. Ia tersenyum saat tahu siapa pemilik suara itu
"iya neng Kokom..."
Pelayan muda yang rambutnya kepang dua,bibirnya mengerucut saat panggilan kampungnya keluar dari mulut si dokter.
"Mala. Panggil aku Mala pak dokter!"
Di sini,di kota tempat tinggalnya saat ini ia tidak ingin di panggil Kokom.
Ia takut seseorang mengenal nya dan menemukan nya,jika ia di panggil Kokom.Mala takut keluarga atau orang-orang yang terhubung dengan hidup nya tengah mencarinya saat ini.
"Panggilan itu tidak cocok untukmu.kau hanya cocok di panggil Kokom."
"Dokter!"
"iya iya,baiklah Neng Mala yang cantik."
Dokter Adam memang terbiasa menggodanya. dengan panggilan Kokom yang begitu menggemaskan untuknya.
"Emmm, boleh ambilkan saya minum.Tenggorokan saya sangat kering.Saya haus sekali."
Seharian ini dokter Adam bekerja di RS dengan serius.Ia sampai lupa untuk sekedar minum membasahi tenggorokannya.Dokter Adam juga melewatkan jam makan siangnya.
"Baik dokter!"
"Tambah cemilan juga boleh Mal, lumayan buat ganjal perut." ucap Dokter Adam sambil mengusap perutnya yang terasa lapar.
Lumayan, sekalian ia mampir di rumah Geid,Dokter Adam menggunakan kesempatannya untuk makan gratis.
Mala yang terbiasa dengan kehadiran dokter muda itu.Ia memenuhi permintaannya.
"Pak dokter tunggu sebentar ya.Mala ambilkan!"
Mala langsung pergi begitu saja menuju dapur.Mengambil minuman dingin dan cemilan seadanya sesuai yang dokter inginkan.
Mala tidak takut salah melakukan semua itu.Karena ini juga sesuai yang di perintahkan Geid kepada semua pelayan. Untuk memberi jamuan yang baik untuk para sahabatnya jika bertandang kerumahnya.
Dokter Adam tersenyum melihat kepergian Mala.Pelayan muda yang bernama Mala itu ,memang terlihat senang jika dirinya bertandang ke rumah ini.
Dokter Adam tak segan menggodanya. Begitupun Mala.Gadis itu mudah berbaur dan menerima kehadiran seseorang yang mau berteman dengannya, termasuk Adam.Rasanya ia punya seorang teman disini. Sekaligus seperti punya seorang kakak yang bisa di ajak bercanda.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Akhirnya Mala kembali dengan sebuah nampan yang berisi air minum dan beberapa cemilan.
"Silahkan pak Dokter." ucapnya setelah ia meletakkan nampan itu di atas meja.
"Terimakasih,Mal."
Dokter Adam mulai meneguk minumannya dan memakan beberapa cemilan.
"Apa dia sudah bekerja lama di sini?" tanya Dokter di sela-sela makannya.
Dokter muda itu terlalu penasaran dengan urusan majikan Mala. Terlebih pada gadis cantik yang ada di dalam kamar Geid.
Dokter hanya belum bisa percaya saja,mana ada gadis secantik gadis tadi menjadi seorang pengasuh untuk laki-laki dewasa seperti Geid.
"Maksud dokter?"
"Gadis cantik yang ada di dalam kamar tuanmu." jelas Dokter memberi tahu karena gadis rambut kepang dua ini tidak langsung mengerti.
Mala yang sudah paham pun menjawab pertanyaannya. "Dia baru hari ini masuk kerja dok." jeda sejenak sebelum ia
melanjutkan ucapannya lagi. "Tapi kata pelayan lain, beberapa hari yang lalu gadis cantik itu pernah berkunjung ke rumah ini."
"Untuk apa?" tanya penasaran si dokter.
"Tidak tau pak dokter.Tapi dari bisik-bisik para pelayan,waktu itu pelayan baru dan Tuan Geid terlibat perdebatan yang cukup serius."
Mala tidak tahu kejadian nya seperti apa.Karena ia tidak menyaksikannya.Mala hanya mendengar ceritanya dari bisik-bisik pelayan lain. Mereka juga tidak terlalu
tau permasalahannya apa. hanya sesekali terdengar percakapan serius di antara tuan Geid dan pelayan baru,alias Desty waktu itu.
Dokter Adam yang mendengar pun hanya menganggukkan kepala paham.walau tidak tahu permasalahan nya seperti apa,tapi ia merasa cukup mendengar penjelasan dari Mala ini.
Mungkin iya,ada sesuatu serius di antara mereka. Pikir si dokter.
"Tapi pak dokter, sepertinya ada sesuatu di antara mereka." ucap Mala dengan nada serius dan menatap dokter dengan serius pula.
Membuat dokter Adam penasaran dengan ekspresi Mala ini.
"Ada sesuatu.Apa maksud mu?"
Dokter Adam bingung,tidak mengerti.
"Dokter, dengar baik-baik!"
Dengan celingukan, menatap ke arah kiri dan kanan memastikan tidak ada orang yang bisa saja mendengar ucapannya,
Mala mulai
menceritakan apa yang di lihatnya tadi saat ia melakukan pekerjaannya di balik kaca ruangan yang menghadap ke taman belakang.Tanpa ada yang kurang satupun, sesuai versi yang ia lihat dengan matanya sendiri.
💪💪💪💪💪