Andaikan waktu bisa kuputar kembali, aku ingin bertemu denganmu di saat yang tepat dan di waktu yang tepat untuk bisa mencintaimu sebagai manusia seutuhnya dan bukan hanya sekedar menjadi bayanganmu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Kita Telah Usai
Tak ada jalan lain untuknya selain pergi dengan membawa rasa sakit di hatinya.
Ternyata aku tak bisa setegar Sena yang masih mampu tersenyum dan tertawa lepas pasca perselingkuhanku dengan Aida...entah terbuat dari apa hati wanita baja itu yang jelas aku tak ada separuhnya dari ketegaran hatinya!!
Ternyata Dini tak bisa seceria biasanya. Sehingga Sena sampai menegur anak sulungnya itu.
"Kakak kenapa kok tidak seceria biasanya, ada apa??" tanya Sena pada putrinya.
"Mak, kemarin saat kakak pulang sekolah sama adik-adik, ada seorang laki-laki wajahnya itu memang sangat mirip dengan Juan, dia mengaku sebagai bapak kami, dia sampai menangis begitu melihat kami, tapi mamak tau apa yang membuat kami terkejut??" tanya balik Dini.
"Nggak!!" jawab Sena.
"Perkataan Sifa yang mengatakan bahwa orang itu memang bapak kami yang telah pergi meninggalkan mamak dan kami demi perempuan lain." Kata Dini.
"Kenapa mamak selama ini berbohong dengan mengatakan bahwa bapak kerja merantau jauh mencari uang untuk kita semua?? untuk apa mama menutupi aib laki-laki tak bertanggung jawab itu dari kami??" tanya Dini.
"Karena mamak tidak ingin kalian membenci bapak kalian sendiri!!" jawab Sena akhirnya.
Dini menggelengkan kepalanya. Dia sangat sedih melihat mamaknya bertahun-tahun banting tulang mencari uang untuk menghidupi mereka semua bahkan sampai rela jadi tukang ojek online dari pagi sampai siang supaya dia dan adik-adiknya bisa terus sekolah.
"Sudahlah mak, maafkan Dini...kita lupakan saja laki-laki yang mengaku bapak kita itu, kita tetap berempat selamanya dan tidak ada kata berlima." Kata Dini memeluk mamaknya dengan erat.
************
"Kamu habis dari mana Rama?? kenapa wajahmu kusut seperti itu??" tanya ibu Ayu.
Awalnya Rama tidak mau bicara apapun tetapi setelah terus didesak oleh ibunya akhirnya Rama mau juga bercerita.
"Tadi Rama tak sengaja bertemu dengan anak-anak Rama bu!!" kata Rama pelan.
"Kamu memang habis dari mana??" tanya ibu Ayu.
"Awalnya karena Rama merasa bosan di rumah saja maka sambil mencari ide untuk bahan tulisan, Rama berjalan-jalan tak terasa hampir tiba di gang dekat rumah Sena, rupanya ketiga anak Rama bersekolah di sana."
"Lalu Rama bertemu dengan mereka tapi tak satupun dari mereka yang mengenali Rama." Kata Rama.
"Itu pasti Sena tak pernah bercerita jika mereka masih mempunyai ayah, berani-beraninya mereka membuatmu bersedih, tunggu saja ibu akan membuat perhitungan dengan mereka." Kata bu Ayu geram.
"Jangan bu...ini semua salah Rama mereka semua tidak salah!!" jawab Rama.
Ibu Ayu tidak berkata apa-apa lalu tanpa banyak bicara mengambil kunci mobil dan hendak pergi.
"Bu...ibu mau kemana??" tanya Rama cemas.
"Ibu mau kerumah Sena mau buat perhitungan dengan dia dan ketiga anak bandel itu." Kata bu Ayu.
"Ada apa ini???" bapak Rama yang baru saja selesai sholat ashar di mesjid heran melihat istrinya buru-buru mau pergi.
"Susul ibu, pak!!! Ibu mau mengamuk kerumah Sena!!" jawab Rama dengan cepat mendorong kursi rodanya kearah mobilnya kembali.
"Opo maneh wong tue iku??? nyari perkoro ae...!!" kata suaminya.
Sena sedang libur di rumah, sebenarnya bukan libur tetapi sejak kejadian semalam saat rohnya dibawa kemasa seratus tahun silam seluruh persendiannya terasa bertanggalan. Akhirnya dia ijin sakit nggak masuk kerja hari ini jadi sama hari minggu Sena libur dua hari.
Ketiga anaknya sedang mengerjakan pekerjaan rumah di teras dan Sena sedang membuat camilan untuk ketiga anaknya di dapur saat ada suara ibu-ibu datang marah-marah di teras.
"Hei anak-anak...suruh mamakmu itu keluar!! saya mau ajarkan sopan santun padanya!!" ternyata yang datang adalah ibu Ayu mantan mertuanya.
Bukannya takut ketiga anak Sena saling memandang lalu Dini bertanya...
"Nenek tua, siapa anda??? mengapa datang kemari marah-marah?? apa mamak kami mempunyai hutang padamu??" tanya Dini.
"Dasar anak-anak kurang ajar, siapa yang kalian sebut nenek tua??" maki bu Ayu semakin geram.
"Terus kalau rambut sudah banyak yang putih, kulit keriputan, gigi banyak bertanggalan tidak mau dipanggil nenek?? terus dipanggil apa?? kakak begitu?? kakak tua!!" kata Dini disambut tawa kedua adiknya membuat ibu Ayu semakin murka.
"Anak kurang ajar apa kalian tidak pernah diajari sopan santun oleh mamak kalian??" tanya bu Ayu.
"Pernahlah nenek, tapi sama mamak bukan sama bapak karena kami tak pernah merasa punya bapak karena sejak kecil kami hanya punya mamak karena bapak kami menikah lagi dengan orang lain!!" jawab Dini tenang tapi tajam.
Bersamaan dengan itu Rama dan bapaknya muncul, dan Sena juga muncul dari dapur membawa sepiring sanggar untuk anak-anaknya.
Rama tercenung mendengar perkataan putri sulungnya itu begitu pula dengan suami ibu Ayu bapaknya Rama.
"Ada apa dan mau apa lagi kalian ribut-ribut datang kemari?? urusan kita semua sudah kelar sepuluh tahun yang lalu!!" kata Sena datar dan dingin.
"Kamu ya, kamu ajarkan apa ketiga anakmu sehingga berani menghina bapaknya sendiri??" kata ibu Ayu geram.
"Menghina kamu?? kapan kamu bertemu dengan anak-anak saya??' tanya Sena memberi tekanan pada kata anak-anak saya pada ibu Ayu, bapak dan Rama.
Rama tampak gelagapan mendengar pertanyaan Sena. Sorot mata yang dingin dan tatapan yang datar tidak seperti saat masih bersama dulu.
Dan Sifa lah yang menjawab serta menjelaskan semua kejadian tadi siang.
Sena menatap bu Ayu, bapak.dan terakhir Rama. Dia melihat Rama yang duduk di kursi roda dengan kedua kaki diamputasi sebatas lutut.
Mendapat tatapan tajam dan dingin dari mantan istrinya seperti itu membuat Rama bertambah minder.
"Terus letak salahnya anak-anak saya di mana?? semua yang mereka katakan benar bukan??" kata Sena menatap tajam ibu Ayu membuat wanita tua itu sedikit berdebar.
"Dasar tidak sopan pada orang tua!!" kata bu Ayu mengalihkan pembicaraan.
"Pulanglah kalian semua, dan kamu!! tunjuk Sena tepat di wajah Rama, kamu masih ingat apa yang saya katakan sepuluh tahun lalu saat kita bercerai?? bahagialah kamu dan keluarga barumu, dan saya juga akan membahagiakan diri saya dan anak-anak saya, kita sudah tidak punya urusan apapun lagi!!"
"Jangan ada masalah sedikit-sedikit lari kemari mencari kesalahan di sini...wajar mereka tidak mengenal kalian semua karena kita bercerai saat Dini masih berusia dua tahun, Juan berusia setahun dan Sifa malah masih berusia tiga bulan di dalam kandungan dan terpaksa harus menjalani hidup apa adanya karena kehilangan salah satu kaki untuk berpijak!! yaitu kehilangan bapaknya.
"Dan anda bu Ayu....saya tidak suka anda datang kemari dengan alasan apapun seperti juga anda yang tak pernah menyukai saya!!" kata Sena.
"Sekarang kalian semua pulanglah...kami berempat ingin menghabiskan hari bersama tanpa harus ada kehadiran orang lain dalam hidup kami!! kalian semua paham??" kata Sena dingin.
*
*
***Bersambung....
Jangan tanyakan mengapa aku berubah, keadaanlah yang mengajarkan kepadaku untuk jadi seperti ini.
Mohon dukungannya selalu yang reader tercinta🙏🙏