NovelToon NovelToon
Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Siapa yang tidak ingin dicintai oleh ibu mertua?
Mila, selalu berusaha menjadi menantu yang baik dan berbakti. Tetapi pada kenyataannya, dia selalu menjadi yang tersakiti dan tidak pernah dianggap sebagai menantu.
Bahkan sang suami, lebih memilih percaya pada ibunya.
Kehidupan seperti apa yang akan Mila jalani dan akankah Mila bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 17. Kejujuran Ibu

Demi kebaikan semua, Hisam memutuskan untuk membawa ibunya pada saudaranya, Tina. Ibunya sempat menolak, tetapi Hisam bersikeras dan ibunya tidak bisa menolak keputusan Hisam.

Hisam sebenarnya tidak tega membiarkan ibunya pergi dari rumahnya. Tetapi, Hisam ingin menenangkan diri untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Hisam ingin menceraikan Tiara dan mencari waktu yang tepat, agar Tiara tidak merasa ditindas olehnya.

"Ibu, Hisam tidak bermaksud membuang ibu. Hisam ingin ibu hidup bahagia tanpa harus selalu bertengkar dengan menantu ibu. Dulu dengan Mila dan Sekarang dengan Tiara," ucap Hisam sedih.

"Ibu tidak akan menyalahkan kamu. Tetapi setidaknya ibu sudah berusaha jujur padamu, jika kali ini bukan ibu yang membuat Tiara keguguran. Itu murni kecelakaan," ucap Ibunya sedih.

"Hisam tidak tahu, siapa yang benar dan siapa yang salah. Hisam bingung dan keputusan Hisam ini sudah yang terbaik untuk semua. Ibu, akhir pekan nanti, Hisam akan menjenguk ibu," kata Hisam lagi.

"Jika itu sudah menjadi keputusanmu, ibu nurut saja," jawab ibunya.

Hisam menatap wajah ibunya yang kini tidak lagi berapi-api seperti dulu saat ada Mila. Ibu terlihat pasrah saja dengan keputusan Hisam.

Bu Siti membereskan semua barang-barangnya dan menempatkannya dalam tas yang sudah disiapkannya. Tanpa dia sadari, buliran airmata membasahi pipinya yang sudah mulai keriput karena usia.

Saat itu Tiara datang dan berusaha memprovokasi Bu Siti agar Bu Siti semakin sedih.

"Ibu mertuaku tersayang, Sekarang rumah beserta isinya akan menjadi milikku. Tidak ada lagi yang akan menggangu usahaku mendekati Hisam. Makanya ibu jangan jadi mertua Julia dan jahat," ucap Tiara.

"Tiara, ibu sudah tahu rahasiamu yang kamu sembunyikan dariku dan Hisam. Jika Hisam tahu, dia tidak akan peduli lagi padamu. Dia pasti akan membencimu," kata Bu Siti mengancam Tiara.

"Oh, jadi ibu mengancam aku? Memang rahasia apa yang aku sembunyikan? Memang, Hisam akan percaya pada ibu. Secara, di mata Hisam, ibu itu sudah terlalu banyak salah. Kalau tidak ada bukti, jangan harap ibu akan bisa membuat Mas Hisam percaya lagi pada ibu," tantang Tiara.

"Bukankah kamu sebenarnya tidak hamil?" jawab Bu Siti.

"Siapa yang tidak hamil, Bu?" tanya Hisam yang tiba-tiba masuk ke kamar ibunya.

Tiara dan Bu Siti, sama-sama kaget. Bu Siti masih ragu untuk mengatakannya pada Hisam. Takut jika Hisam akan semakin salah paham terhadapnya.

Sementara itu, Tiara yang mulai ketakutan, berusaha mengajak Hisam keluar. Tiara takut kalau ibu mertuanya akan mengatakan yang sebenarnya pada Hisam.

"Mas Hisam, ibu menyumpahi Tiara tidak akan bisa hamil lagi. Bagaimana kalau berusaha agar Tiara bisa memberimu anak lagi?" jawab Tiara mengalihkan pembicaraan.

"Sudahlah Tiara, jangan mulai lagi. Aku akan segera membawa ibu pergi. Ayo Bu, kita berangkat sekarang," ajak Hisam.

Bu Siti berjalan mendekati Hisam dan Tiara. Hisam segera membantu ibunya membawakan tasnya. Sedangkan Tiara masih was-was akan ancaman ibu mertuanya.

***

Selama perjalanan menuju rumah Tina, mereka tampak diam dan larut dalam perasaan mereka masing-masing dan dalam hitungan menit mereka sudah sampai di rumah tina.

Tina yang sudah mendapatkan kabar dari kakaknya, sangat senang saat melihat kedatangan ibu dan kakaknya. Tina sudah berjanji pada kakaknya, akan memperlakukan ibunya dengan sangat baik. Tina bergegas menyambut kedatangan mereka di halaman rumahnya.

"Ibu, selamat datang," sapa Tina sambil membantu ibunya turun dari mobil.

Ibunya hanya tersenyum saja pada Tina dan menyembunyikan kesedihannya.

"Ibu Tina harap hidup kita tinggal di rumah Tina Meskipun tidak sampai sekarang rumahnya Bang Hisam, tetapi rumah ini cukup nyaman untuk istirahat," ucap Tina sambil memegang tangan ibunya dan menggandengnya masuk rumah.

Hisam mengikuti langkah Tina dan ibunya masuk sambil membawa barang-barang milik ibunya. Hisam tidak berlama-lama di rumah Tina, karena Hisam pasti tidak akan tahan berpisah dengan ibunya.

Hisam memang anak kesayangan ayah dan ibunya. Sebagai satu-satunya anak laki-laki dari 3 bersaudara, yang menjadi tumpuan harapan orang tuanya. Sejak kecil dimanja dan menjadi anak mami.

Dua Minggu telah berlalu sejak kepindahan Bu Siti ke rumah Tina. Ibunya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Tina memberitahukan kabar buruk itu, kepada Hisam, yang segera pergi menjenguk ibunya ke rumah sakit. Hisam pun menyesal dan berniat membawa kembali ibunya tinggal bersamanya.

"Ibu, Hisam minta maaf. Hisam telah mengecewakan ibu. Jika Hisam tidak memaksa ibu untuk tinggal di rumah Tina, ibu tidak akan sakit," ucap Hisam sedih.

"Hisam, jangan salahkan Tina. Ibu yang bersalah telah menjadi beban kalian," ucap Bu Siti lemah.

"Ibu jangan bicara seperti itu. Ibu bukan beban untuk kami. Ibu adalah tempat surga kami," kata Hisam menenangkan ibunya.

Bu Siti menderita tekanan batin sehingga asam lambungnya naik. Bu Siti tidak bisa lagi menyimpan rahasia ini lebih lama lagi. Ibunya mulai mempengaruhi Hisam kembali dan mengatakan kebenaran sekalipun itu pahit.

"Hisam, maafkan ibu. Ada hal yang ingin ibu katakan. Ibu menyimpannya sendiri dan ibu sampai sakit, karena takut kamu tidak akan percaya lagi pada ibu," ucap Bu Siti lemah.

"Ada apa, Bu. Katakanlah, jangan ibu simpan sendiri," kata Hisam.

"Iya, Hisam. Sekalipun kamu tidak akan percaya, apa yang akan ibu katakan, ibu tetap berkewajiban bicara jujur padamu. Sebenarnya Tiara tidak pernah hamil. Dia ...," ucap ibunya terhenti.

"Maksud ibu, dia berbohong padaku, tentang kehamilannya?" tanya Hisam kaget.

"Benar. Ibu dengar sendiri, dia bicara pada seseorang dan mengatakan kalau rencananya berpura-pura keguguran telah berhasil. Dia sama sekali tidak hamil. Dan kejadian malam itu, adalah rencana dia untuk menjebak kamu. Ibu sedih mendengarnya, Hisam," kata ibunya panjang lebar.

"Apa benar semua yang ibu katakan?" tanya Hisam lagi.

"Ibu tidak memiliki bukti apapun yang bisa ibu berikan padamu. Tapi ibu bisa bersumpah, demi kamu, ibu tidak berbohong. Ibu mohon, kamu bisa selidiki itu semua terlebih dulu, agar kamu tidak menganggap ibu berbohong padamu. Ibu membenci Tiara, tetapi ibu tidak akan mengulangi kesalahan ibu lagi untuk ikut campur urusan rumah tangga kalian," ucap sang ibu terbata-bata.

Mendengar semua cerita ibunya, itu Hisam menjadi sangat marah pada dirinya sendiri yang sudah masuk dalam jebakan Tiara. Hisam merasa menjadi pria yang bodoh.

Dia tidak pernah berpikir untuk menyelidiki dan mencari kebenaran terlebih dahulu. Akhirnya, cintanya, rumah tangganya dengan Mila hancur tak bersisa.

Hisam mengajak ibunya kembali ke rumahnya setelah Hisam berhasil mendapatkan pengakuan dari dokter yang membantu Tiara berbohong tentang keguguran yang dialami oleh Tiara.

Hisam mengancam akan melaporkannya ke polisi jika dia tidak mau mengaku. Dari pengakuan dokter itulah, Hisam semakin yakin jika malam itu dia memang tidak melakukan hal bodoh pada Tiara. Dia hanya di jebak oleh Tiara dan temannya.

"Mas Hisam, kenapa kamu membawa ibu pulang?" tanya Tiara.

"Beliau adalah ibuku, dan tempatnya adalah di rumah ini," jawab Hisam datar.

"Tapi, kalau ibu tinggal di rumah ini lagi, lebih baik aku pergi," ucap Tiara kesal.

"Kamu memang harus pergi. Karena hari juga aku akan menceraikan kamu," kata Hisam sambil menatap Tiara yang panik.

"Mas, apa maksud kamu?" tanya Tiara.

"Hari ini, aku ceraikan kamu dan kamu bukan istrimu lagi. Pergi dan bawa semua barang-barang kamu. Aku tidak ingin melihat pembohong seperti kamu. Kamu yang sudah membuat aku dan Mila berpisah!" bentak Hisam.

...****************...

1
Elok Pratiwi
males baca nya kebanyakan drama menderita bila ujung ujung nya balikan lagi
Yuliyanti
mls sdh bacanya, ujung2nya blikn lgi
Eni pua: nggak balikkan lagi kak. Mantannya meninggal 🤧
total 1 replies
Yuliyanti
mls sdh bacanya ujung2nya blikn lgi/Applaud//Applaud/
Eva Daniarti
semoga hisam cepat mengetahui anaknya n menyesal..
Siti Fatimah
oohhh seperti itu , jadi Mila sebenarnya tidak pernah keguguran ...
Siti Fatimah
Hasan Husain 🤔 memangnya sewaktu Mila pergi dari rumah dalam keadaan hamil 🤔 bukannya habis keguguran ya dan SM dokter tidak boleh hamil sebelum 1 tahun 🤔 harus ada yg menjelaskan enggak ngerti bingung 🤔🤔🤔
Siti Fatimah
hah Hisam - Hisam jadi lelaki ko bodoh sekali 🤦
Siti Fatimah
hahahaha .
Siti Fatimah
wanita paling paling bodoh yg mau di madu , apapun alasan yg di ucapkan pria yg ingin poligami 6idak akan pernah membawa kebahagiaan apalagi ketenangan batin dan pikiran ,, Mila kamu tidak di madu aja setiap hari menderita menangis dan keguguran sudah dua kali ...
Siti Fatimah
sama Bu Siti saya juga tidak suka Mila jadi istri anak mu yg bodoh dan bejat apalagi di tambah mertua jahat seperti mu Bu Siti iiihhhh serem .
Siti Fatimah
Mila kenapa tidak pernah punya pikiran buat merekam setiap omongan mertuanya buat bukti ke anaknya gimana sadisnya sang ibu ..
Siti Fatimah
Mila mertua mu sterss gila dan parahnya seorang pembunuh dan taruhannya adalah nyawamu mil ,, lindungi Mila SM calon anaknya dari incaran mertua jahat nya 🙏🙏🙏
Siti Fatimah
bagus Mila bangkit tunjukan kalau mertuamu gila dan parahnya punya hati jahat biar hisam tau semua kejahatan ibu tersayang nya , Mila bermain cantik lah untuk menghadapi manusia yg tidak punya hati .
Siti Fatimah
enggak yakin hisam akan percaya omongan Mila secara hisam itu bodoh terus seorang anak dari ibu yg tidak punya hati keibuan ,, udah Mila lebih baik minta cerai dari hisam ya walaupun perceraian di larang oleh Agama tapi kalau untuk menyelamatkan diri kenapa tidak karena bisa saja suatu saat nyawamu juga akan hilang di tangan mertuamu , mertua mu membunun calon cucu kandungnya aja mampu apalagi cuma menantu yg anak orang lain ,, sudah selamatkan nyawa mu persetan dengan cintamu karna percuma punya cinta tapi taruhannya nyawa ..
Siti Fatimah
ah Mira - Mira bodoh ko di piara hanya untuk bisa bersama dengan orang yg di cintai 👎 , udah Mira udah lebih baik menyerah buang laki sombong dan bodoh mu itu ..
Siti Fatimah
Nemu satu lagi cerita dunia halu yg peran wanita nya lemah dan bisanya cuma menangis ,, mau di masukin ke daftar favorit ah mau memanasi Mila agar meninggalkan mertua dan suami sombongnya ,, Mila buat punya cinta tapi hidup di dalam neraka 😤👎
Eni pua: Makasih Kak, wkwkwk.
Ini ikutan event mertua kejam. Kalau nggak kejam sama Mila, bukan mertua kejam. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!