NovelToon NovelToon
Hana Dan Hani

Hana Dan Hani

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Andira

"Kamu bisa memasak?" tanya Ayuma melirik Alin.

Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Alin

Alin mengangguk antusias. "Bisa, Ma. Tapi hanya menu sederhana, masakan rumahan".

"Kapan-kapan mama mau coba masakan kamu ya, pasti sangat enak".

"Iya, Ma"

'Duhh gimana nih' Alin hanya melirik sepotong beef yang berada di hadapan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Zira dengan cepat menggelengkan kepala nya dan kembali berjalan menuju ruang ganti dengan sempoyongan dengan bantuan beberapa karyawan butik.

Beberapa menit kemudian Zira telah selesai berganti pakaian "Sayang, lebih baik kita ke dokter" Ucap Toby saat Zira berjalan menghampiri nya.

"Aku tidak mau ke dokter"

"Tapi sayang.."

"Aku hanya ingin pulang" pinta Zira.

Toby pun mau tidak mau mengikuti kemauan Zira meski pun sedikit ragu. Namun tetap mengantar Zira pulang.

.

.

Setelah sampai di panti asuhan, Zira dengan cepat berlari masuk ke dalam kamar mandi karena marasa mual sedari tadi. "Seperti nya maag ku kambuh" gumam Zira dalam hati, setelah berusaha mengeluarkan isi perut nya walaupun yang keluar hanya cairan.

Sejak pagi Zira memang belum sarapan, hanya segelas susu yang masuk kedalam perut nya. Setelah membersihkan mulut nya, Zira kembali ke naik ke atas ranjang untuk merebahkan tubuh nya yang begitu lemas.

Entah mengapa perasaan Zira begitu aneh, Zira berguling ke kiri dan kanan lalu duduk dengan sangat gusar saat merasakan perut nya kembali mual.

"Zira, makan dulu gih" Ucap ibu panti sembari membuka pintu kamar Zira lalu duduk di samping Zira yang sedang termenun.

"Lagi mikirin apa, serius banget wajah nya" Ucap ibu panti sembari menyentuh pundak Zira yang belum juga menyadari kehadiran Lusy di samping nya.

"Ah ibu, sejak kapan ibu masuk" Tanyak Zira.

"Sejak kamu melamun"

"Zira tidak melamun kok" Ucap nya bohong.

"Lagi mikirin apa" Tanyak ibu panti.

"Ngak ada kok, bu" Zira berbohong padahal jauh di lubuk hati nya Zira merasa bersalah telah membohongi Toby.

"Yaudah makan dulu gih, kasian bayi kamu loh kalau bunda nya ngak makan" Ucap ibu panti sembari berdiri.

"Nanti Zira makan kok bu"

"Yaudah ibu tunggu di dapur" Ucap ibu panti dan di jawab anggukan oleh Zira.

Hati Zira benar-benar tidak tenang dan merasa gusar. Ingin rasa nya Zira memberitahukan Toby jika diri nya sedang mengandung namun Zira sangat takut jika Toby marah dan membatalkan pernikahan ini.

Dan dengan bodoh nya Zira menelfon Amanda dan memberi tahu kan kabar kehamilan nya karena perasaan Zira sangat kacau. "Hallo Amanda" Ucap Zira saat sambungan telfon nya terhubung.

"Ada apa" Jawab Amanda begitu cuek.

"Malam itu saat kita ke bar, apakah terjadi sesuatu pada ku" Tanyak Zira.

"Tidak terjadi apa-apa" Jawab nya malas.

"Lalu kenapa aku bisa hamil" Lirih Zira.

"Apa!! Kamu hamil" Pekik Amanda begitu keras. "Kamu pasti bercanda kan, Zira" Ucap Amanda dengan terkejut.

"Mana mungkin aku bercanda"

"Kamu dimana sekarang biar aku menjeguk mu" Ucap Amanda sembari tersenyum penuh makna.

"Aku di panti asuhan"

"Baiklah, kamu tunggu sebentar, aku akan kesana" Ucap Amanda lalu mematikan telfon nya.

Amanda begitu puas mendengar bahwa Zira sedang hamil sedangkan Zira akan menikah bersama Toby dua minggu lagi. Amanda pun segera berganti pakaian dan menyusul Zira di menjenguk Zira. Namun sebelum ke rumah Zira, Amanda pergi ke rumah Toby terlebih dahulu.

"Mana mungkin Zira hamil!!" Pekik Toby saat Amanda menceritakan bahwa Zira sedang hamil.

"Aku berani bersumpah Toby, kau ingat kan saat kita pergi ke bar beberapa minggu yang lalu" Ucap Amanda dengan menunduk "Sebenar nya sebelum pulang, Zira bertemu dengan seorang pria dan menyuruhku untuk pulang lebih dulu" Lanjut Amanda.

"Amanda aku peringat kan yah!! Jangan perna kamu memfitna Zira lagi!! Jika tidak maka aku sendiri yang akan menghancurkan mu!!" Ucap Toby dengan penuh amarah.

"Kalau kamu tidak percaya, Ayo kerumah sakit bersama aku" Ucap Amanda dengan penuh keyakinan.

"Baiklah, tapi jika kau berbohong maka kau akan menanggung akibat nya" Toby berjalan lebih dulu melewati Amanda yang masih berdiri di depan pintu rumah Toby.

Amanda tersenyum licik saat melihat kemarahan dalam diri Toby. "Aku harus memanfaatkan situasi ini agar mereka berpisah" Ucap Amanda dengan seringai Licik.

Toby yang sudah berada di luar pagar membunyikan klakson nya "Amanda cepat masuk" Teriak Toby dan Amanda pun segera berlari menuju mobil Toby dan duduk di samping Toby.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!