NovelToon NovelToon
Warrior Of The Seven Swords

Warrior Of The Seven Swords

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:193.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

Ketika di Nusantara semuanya masih hidup berdampingan dengan ilmu kanuragan dan spiritual. Siapa yang kuat dialah yang bisa bertahan. Para pendekar pun saling berburu senjata pusaka dan memperkuat ilmu kanuragan agar bisa menjadi yang paling unggul.
Seorang bayi yang terlahir dari sebuah padepokan pedang terkuat, karena intrik dari orang orang dalam menjadi terbuang. Dia di larung di bantaran sungai hingga dia ditemukan oleh seorang petani.
Damar Pawitra, nama itu disematkan oleh sang bapak petani. kisah Damar pun dimulai.
Akankah Damar bisa menjadi pendekar sakti dan kembali mengambil apa yang menjadi miliknya? Siapakah sebenarnya sang petani mengapa ia memiliki pedang pusaka yang diincar banyak orang?
Baru belajar membuat genre seperti ini. Maaf jika banyak kesalahan dan belum memuaskan.
SLOW UPDATE 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berlatih Bersama Romo

Pagi harinya Mahesa telah memilih 4 murid untuk dilatih lebih rutin untuk mengikuti pertandingan. Sedangkan yang satu lagi tentu saja nama itu berada di tangan Ki Prama. Tadi pagi, sebelum fajar menyingsing Ki Prama sudah menemui Mahesa bahwa ia setuju Damar ikut dalam pertandingan. Hanya saja Ki Prama akan turun tangan sendiri dalam melatih Damar.

Selama ini Ki Prama memang tidak pernah melatih langsung putranya itu. Ia membiarkan Damar dan Indira untuk berlatih bersama sama murid yang lain.

Berada di tengah hutan kini Damar dan romo nya. Remaja 14 tahun itu sungguh terkejut saat dirinya diajak sang ayah pergi keluar dari padepokan dimana selama ini tidak pernah sebentar pun meninggalkan padepokan.

" Romo, kita mau kemana?"

" Ikut saja ya, nanti kau akan tahu kemana romo membawamu."

Ki Prama terus berjalan masuk ke dalam hutan. Darma hanya mengekor dan berusaha berjalan sejajar dengan ayahnya hingga ayahnya itu berhenti di sebuah bibir tebing.

Tampak sebuah pelataran yang lumayan luas di sana namun benar benar sangat sunyi dan tenang. Tidak ada suara binatang, bahkan angin yang berhembus pun tidak ada.

Ki Prama terlihat berkomat kamit merapalkan mantra dan menggesekkan kedua tangannya lalu membentangkannya.

Seeek seeek

Hiaaaat

Wussss

Sebuah hembusan angin dan cahaya berwana jingga keluar dari kedua telapak tangan Ki Prama lalu seketika tempat itu sudah di kelilingi cahaya jingga. Rupanya cahaya itu adalah benteng yang dibuat Ki Prama agar keberadaannya bersama Damar tidak terlihat dari luar benteng bening itu. Namun mereka berdua bisa melihat apa yang terjadi di luar.

" Romo, apa ynag akan kita lakukan di sini?" tanya Damar penasaran. Sedari tadi ia hanya melihat saja apa yang dilakukan ayahnya.

" Kita akan berlatih di sini le. Bukannya kamu ingin ikut bertanding nanti?" jawab Ki Prama sambil tersenyum kecil.

Damar tentu saja melompat senang. Akhirnya ayahnya itu mengizinkan dia untuk ikut perhelatan akbar tersebut.

" Apakah benar romo? Romo tidka berbohong kan?"

" Tidak le, makanya kau harus berlatih dengan giat."

" Baik romo baik, aku tidak akan mengecewakan romo. Aku Damar Pawitra akan membawa nama Padepokan Resik Jiwo menuju kemenangan."

Ki Prama tentu saja senang dengan semangat Damar. Ia sungguh yakin Damar akan mampu menguasai ilmu pedang pitu yang akan ia ajarkan.

" Lalu romo, latihan apa yang akan kita lakukan untuk pertama kali?"

" Semedi."

" Semedi? Maksud romo?"

Ki Prama pun meminta Damar untuk duduk. Ia akan menjelaskan apa yang ia maksud. Damar menurut, ia duduk bersila di atas sebuah batu ceper yang berada di sisi dinding batu. Semedi ini akan dilakukan selama 7 hari 7 malam.

Dalam kurun waktu itu Damar harus benar benar bisa memusatkan hati dan pikirannya hingga menjumpai cahaya terang benderang di mata batinnya. Selama itu juga dia akan menahan keinginan duniawi baik rasa lapar dan rasa haus. Damar juga harus berusaha untuk menghilangkan titik titik hitam di hatinya. Dimana titik titik hitam itu adalah rasa benci, iri, serakah, marah, dan sombong.

" Apa kau sudah mengeti le? Apa kira kira kau akan sanggup melakukannya?"

" Mengerti romo, Damar akan berusaha untuk bisa melakukannya romo."

" Baiklah, mulai lah. Ingat jangan terpengaruh oleh apapun yang ada di luar. Tetap pusatkan perhatian mu terhadap semedi mu. Acuhkan semua yang kau dengar, karena bisa jadi itu adalah salah satu cobaan dan gangguan untuk mu menuju pemurnian."

Damar duduk bersila lalu menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Matanya mulai terpejam. Ia membiarkan dirinya hanyut lebih dalam di kegiatan semedinya.

Setah Damar memulai semedinya Ki Prama pun berjaga di luar. Meskipun benteng spiritual sudah ia ciptakan, ia tetap harus waspada menjaga agar semedi putranya itu berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Di padepokan seorang gadis dengan rambut diikat ekor kuda berjalan kesana kemari mencari sang kakak. Dari pagi hingga siang ia tidak melihat dimana kakaknya berada. Ingin bertanya kepada keempat paman gurunya tapi ia urung karena tidak mau menganggu mereka saat tengah melatih para murid padepokan.

Pada akhirnya dia menuju ke tempat sang ibu untuk bertanya mengenai keberadaan kakak laki lakinya.

" Bu, apa ibu tahu dimana kakang Damar berada. Dari tadi pagi aku mencarinya namun tak kunjung ketemu."

Nyi Sambi tersenyum kecil. Ia tahu putrinya begitu menyayangi Damar. Ia pun menarik tangan sang putri untuk duduk di sebelahnya.

" Nduk, kakang mu sedang bersama romo. Kata romo semalam beliau ingin melatih kakang mu secara khusus untuk mengikuti pertandingan di Kadipaten Gendingan."

Indira langsung menoleh dan menatap sang ibu. Ia mengerutkan alisnya.

" Apa kakang Damar akan ikut pertandingan besar itu? Apa romo sudah setuju?"

" Iya sayang, romo mu menyetujui hal tersebut. Tapi ya itu romo langsung melatih kakang mu secara pribadi."

Indira menghembuskan nafasnya dengan begitu berat. Di satu sisi dia senang akhirnya kakang nya bisa ikut di pertandingan besar itu, namun di sisi lain ia sangat khawatir terhadap keselamatan sang kakang.

Nyi Sambi bisa melihat raut kekhawatiran sang putri. Wanita paruh baya itu meraih tangan Indira lalu mengusapnya lembut.

" Jangan terlalu khawatir. Kakang mu adalah anak yang hebat dan pintar. Ia pasti bisa menjaga diri."

" Njiih bu. Indira mengerti."

Namun tentu saja itu hanya di mulut saja. Setelah keluar dari tempat sang ibu Indira mencari Wardani. Ia melihat Wardani tengah duduk sambil menulis sesuatu.

" Bi, apakah bibi Wardani tengah sibuk?"

" Tidak nduk, kemarilah. Ada apa hmm?"

" Bi, bisakah bibi meminta Simo untuk menjaga kakang selama ikut pertandingan nanti?"

Wardani terkekeh pelan mendengar permintaan remaja tanggung di depannya itu. Ia tahu Simo memang suka bermain dengan kedua anak itu. Tapi binatang mistis yang sudah menandatatangi kontrak majikan tidak bisa mengikuti orang lain selain majikannya.

" Indira sayang, Simo tidak bisa mengawasi Damar karena Simo milik bibi."

" Apakah benar tidak bisa?"

Wardani menggeleng, ia pun menjelaskan mengapa hal tersebut tidak bisa dilakukan. Indira tertunduk lesu. Wardani sangat paham dengan perangai an gadis itu.

" Apa menurut Indira kakang Damar adalah laki laki yang lemah?"

Indira menggeleng, mana mungkin Damar adalah orang lemah. Ia tahu kemampuan sang kakang seperti apa.

" Apa indira tidak yakin dengan kemampuan kakang Damar?"

" Bukan, bukan begitu bibi. Indira hanya khawatir saja."

Wardani tersenyum lagi. Ia pun memberi pengertian kepada Indira bahwa Damar pasti akan bisa menghadapi para lawan lawannya. Terlebih sekarang Damar sedang berlatih bersama Ki Prama. Wardani yakin pasti ilmu kanuragan Damar akan meningkat.

TBC

1
christin novip
namanya beubah lagi jadi ki balaajaya ?
syah
Cerita yg menarik. Boleh buat siri ke 2 ye/Smirk/
Wan Trado
katanya di kadipaten gendingan tidak ada yg punya kemampuan kanuragan, beladiri ataupun kekuatan spiritual..
lalu bagaimana bisa panitia pelaksana mampu meletakkan token di punggung siluman harimau..??
Winter192: Duh ya ampun kk. Yg di maksud author rakyat kadipaten Gendingan itu yg g pny ilmu Kanuragan dan semacamnya.Petinggi kabupaten, punggawa, tetua kabupaten dan pengawal pastinya pny ilmu Kanuragan sesuai tingkatan. Ya hancur dong jk kadipaten Gendingan tdk pny ilmu Kanuragan sama sekali. Ya harusnya kita reader bisa mencerna sendiri setiap bacaan tanpa hrs di jelaskan scr detail outhornya🤭😄
total 1 replies
Putra_Andalas
kog terngiang² di pelupuk Mata..!?? di telinga kaleee...😂
Putra_Andalas
Nah... Gitu donk ,kan aman jadinya 👍🏻
Putra_Andalas
Pedang aja bisa Setia tuh , masa' loe nggak...
Putra_Andalas
Dewan Pengurus lebih tepat daripada Dewan Pemerintahan...emg itu Kantor Pemerintah ape..??!
ine
Lumayan
Wiwin Winarti
😁😁😁 udah elang skrg serigala,jangan2 semua hewaN mistis bakalan ikut damar🤣🤣🤣
Wiwin Winarti
Luar biasa,seru
A
bagussss bangeett
Dew666
Yah selesai😭 pdhl seru
Dew666
Liat damar kok jd keingat kei ya…. Jd rindu sm kei
Dew666
Ini karya bagus banget 👍
Dew666
Bagus critanya👍
kurnia rahayu
luar biasa 👍👍👍❤❤❤
Andri Haryono
Luar biasa
Andri Haryono
Buruk
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
keren alur ceritanya
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
keren alur ceritanya /Rose//Rose//Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!