NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan

Status: tamat
Genre:Berondong / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: Azellea Rensima

Kanaya Allea Yuna,harus menerima kenyataan bahwa ia kehilangan karier yang selama ini ia peroleh dengan susah payah hanya karena sifat pendendamnya.
Kejadian itu bermula saat Allea tak sengaja bertemu dengan seorang pria galak yang memarahinya karena sebuah kesalahan yang sama sekali tidak dibuat olehnya.

Akibat kejadian itu,Allea menyimpan dendam kesumat pada pria itu dan berjanji akan membalas jika kelak mereka bertemu.
Dan seperti sebuah takdir,Allea benar-benar di pertemukan lagi dengan pria itu dan pembalasan dendam pun tak terelakkan.

Namun sayangnya,dendam yang akhirnya terbalas itu membuahkan karma yang tak main-main.
Allea terjebak dalam bencana,ternyata pria yang ia benci tadi adalah anak dari majikan tempatnya bekerja saat ini. Dan sialnya lagi akibat kejadian itu,Allea kehilangan pekerjaannya dan terpaksa harus menjadi pembantu di rumah pria arogan tersebut.
Bagaimanakah nasib Allea setelahnya,akankah ia mampu bertahan dengan nasib buruknya? Ikuti kisah ini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azellea Rensima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babunya Arrel

Pagi yang cerah kali ini Allea sambut dengan malas. Suara alarm yang berbunyi kencang di jam empat subuh,membuatnya yang semalam tidur larut enggan membuka matanya. Namun apa daya,alarm laknat yang Arrel setel cukup membuat matanya enggan terpejam lagi meskipun sebenarnya kelopaknya terasa berat saat di buka.

"Hoaammn.." Allea menguap lebar sembari turun dari tempat tidurnya.

Langkah pertama yang ia tuju setelah bangun adalah kamar mandi,ia bergerak menuju ke ruangan kecil yang ada di kamarnya itu untuk mencuci muka dan menggosok gigi.

Selesai menggosok gigi,Allea keluar kamar dan berdiri di depan cermin. Sembari menyisir rambut,ia membaca beberapa tulisan yang tertempel di kertas yang ia tempel di dinding yang ada di sebelah cermin full bodynya itu.

"Huh,membangunkan tuan muda menyebalkan itu. Apakah harus? Rasanya aku malas sekali." Ujar Allea sembari menaruh sisir dan berbalik dengan langkah malas menuju ke pintu kamar.

"Ceklek.."

Pintu kamar terbuka,Allea memelongokan kepalanya ke luar kamar. Tatapannya ia arahkan ke ujung lorong dekat tangga masuk dimana ada kamar Arrel yang pintunya masih tertutup rapat.

Dengan langkah berat bak membawa karung semen di pundaknya,Allea akhirnya memantapkan hatinya untuk menuju ke kamar Arrel.

"Tok..,tok..,tok..." Tiga kali ketukan pintu Allea lakukan. Namun,tanda-tanda Arrel akan membukakan pintu untuknya belum juga keliatan hilalnya.

Allea mendengus kesal. "Dasar kerbau!" Umpatnya sembari memutar mencari cara masuk dengan memutar handle pintu berharap pintunya tidak di kunci.

"Ceklek.." Benar saja,sesuai dugaannya.

Pintu dari kayu jati yang tadinya tertutup itu perlahan terbuka.

Aroma misk yang menjadi ciri khas dari kamar laki-laki itu langsung menyapa indera penciuman Allea begitu pintu terbuka.

Allea menghela napasnya sekali lagi,perlahan-lahan ia bergerak masuk ke dalam kamar berukutan sangat luas itu dan benar saja,di sudut kamar. Tepatnya di tempat dimana kasur Arrel berada.

Pria itu masih terlihat tertidur pulas,dengan tubuh yang dibalut selimut hingga sebatas leher.

Sejujurnya,melhat Arrel yang tengah tertidur lelap. Allea tak tega membangunkannya,tapi mau bagaimana lagi,membangunkan Arrel kan juga perintah dari Arrel sendiri yang bisa tidak bisa harus ia lakukan. Daripada membayar bunga sebanyak lima kali lipat,hii Allea bergidik ngeri menbayangkannya.

"Tuan.." Panggil Allea pelan.

Arrel terlihat melenguh saat badannya sedikit di guncang oleh Allea,namun. Bukannya bangun ia malah balik badan dan kembali mendengkur halus dengan posisi tubuh memunggungi Allea.

Allea menggeram sebentar sembari mengangkat tangannya ke atas dengan gerakan seolah-olah ingin mencakar kepala Arrel.

"Huh,andai bukan tuan muda dari keluara terpandang,sudah aku cakar-cakar kepalanya hingga tidak berbentuk!" Batin Allea geram dengan sifat kebo Arrel.

"Tuan,bangunlah.." Sekali lagi Allea mengguncang lengan Arrel masih berupaya membuat pria itu sadar dari alam mimpinya.

Karena kesal dengan Arrel yang tak juga kunjung bangun,Allea langsung membentak nyaring sembari menarik kuat selimut yang Arrel kenakan.

"TUAN BANGUN!! JIKA DALAM HITUNGAN KETIGA TUAN TIDAK BANGUN,MAKA AKU AKAN..."

"AKAN APA??"

"Glek.." Allea meneguk ludahnya dengan kasar seketika.

"Mampus,matilah aku! Astaga Allea,kenapa kau bodoh sekali,kenapa sampai terbawa emosi? Harusnya kau sadar dia itu siapa! Dasar bodoh!" Batin Allea sambil merem melek,Allea memalingkan wajahnya ke arah lain,tak berani menatap ke arah Arrel yang bisa dipastikan kini pasti tengah menatap tajam ke arahnya.

"LIHAT AKU!!"

"T..tidak mau.." Allea semakin membuang pandangannya ke arah lain,sama sekali tak berani memalingkan wajahnya ke arah Arrel apalagi menatapnya. Terlalu menyeramkan menurut Allea.

"Siapa yang menyuruhmu meneriaki aku??"

"A..anu tuan,a..aku tidak sengaja. Ha..habisnya sih tu..tuan tidak bangun-bangun padahal sudah berkali-kali aku bangunkan."

"Ya tapikan kau bisa bangunkan dengan cara yang lebih manusia,tidak perlu meneriaki ku seperti tadi. Asal kau tau.."

Arrel mendekatkan kepalanya ke wajah Allea kemudian lanjut berbicara lagi dengan nada penuh penekanan.

"AKU TIDAK TULI! CAM KAN ITU BAIK-BAIK!!"

"DENGAR TIDAK!!"

Allea mengangguk cepat. "D..dengar tuan,b..baik. L..lain kali saya akan lebih hati-hati."

"Bagus,aku pegang kata-katamu! Sekarang,siapkan air. Aku mau mandi!!"

"Baik tuan!"

Dengan cepat Allea berlari menuju ke kamar mandi Arrel yang berada tepat di sebelah ruang ganti,di dalam sana dengan cepat ia siapkan air ke dalam bathtub,sembari menunggu bak terisi Allea juga tak lupa memasukkan sabun dan menambahkan beberapa tetes cairan aroma terapi ke dalam air.

Setelah dirasa airnya cukup,Allea pun kembali keluar dan mendapati Arrel masih duduk di tempat semula.

Dengan pelan Allea mendekati Arrel kemudian memanggilnya.

"Tuan,airnya sudah saya siapkan."

Ujar Allea sambil menunduk sopan.

Tak ada jawaban dari Arrel,pria itu lantas pergi melewati Allea dengan gaya angkuhnya.

"Dasar pria kurang ajar!!" Umpat Allea saat melihat Arrel melenggang begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Siapkan pakaian ganti untukku!"

"E..eh," Allea menolehkan kepalanya ke arah sumber suara,namun sayangnya sosok yang barusan menyuruhnya sudah tak ada di sana.

Allea melengos kesal dibuatnya. "Cih,apa tidak bisa mulutnya itu mengucapkan kata 'tolong?'

Dasar pria arogan!!" Lagi-lagi Allea  mengumpati Arrel di dalam hatinya.

Namun walaupun begitu ia tetap menjalan perintah Arrel.

Usai menyiapkan baju ganti,Allea pun berlanjut ke list berikutnya. Meyiapkan sarapan untuk tuan muda Arrel Sagara William.

♡♡♡

Allea turun ke dapur dan di sana sudah ada dua orang pelayan yang tengah melakukan tugas bersih-bersih dan satunya lagi tengah menyiapkan sarapan.

"Permisi.."

Allea memberanikan diri untuk menyapa terlebih dahulu.

Sontak saja sapaan Allea membuat kedua orang pelayan itu mengalihkan atensinya kepada Allea.

"Selamat pagi nona,ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu dari mereka sambil menunduk hormat.

Buru-buru Allea mengangkat tangannya kemudian menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.

"Tidak,tidak. Aku hanya ingin menyiapkan sarapan untuk tuan muda. Apa ada bahan sarapan yang mudah di buat di kulkas?"

Kedua pelayan tadi saling toleh lalu salah satu dari mereka berbicara lagi.

"Emm,begini nona. Sebelumnya,kenalkan. Saya mbak Yun dan di sebelah saya ini mbak Ning,dan mengenai pertanyaan nona tadi untuk bahan masakannya,di kulkas ada.."

Mbak Ning terlihat berjalan menuju kulkas kemudian membukanya dan memperlihat isi di dalamnya.

"Ada roti tawar nona,ada biskuit,sereal,susu dan juga beberapa selai buah,dulu selama di mansion tuan setiap pagi hanya sarapan roti tawar dua lembar roti panggang dan segelas susu coklat. Jika nona mau,biar saya bantu buatkan untuk nona dan tuan muda. Bagaiman?"

"Ah,tidak perlu mbak Ning. Terimakasih,biar saya membuatnya sendiri. Kalian lanjutkan saja kegiatan kalian."

"Oh,kalau begitu baiklah nona. Kami permisi dulu."

♡♡♡

1
Riawan Fitri
kk dikit baget kak. udah lama nunggu up nya lagi.
Riawan Fitri
ini kok lama bgt gk up sih kak.
Azellea Rensima: lagi review ya kk. sabar menunggu dan terimakasih udah mampir hehe😊🖤
total 1 replies
Riawan Fitri
up lagi kak.
Riawan Fitri
lanjut kak.
Winda Utami
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
Azellea Rensima: keysip. Mksh kak♡♡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!