Kinara gadis 23 tahun yang bekerja di perusahaan Geraldio company, yang hampir satu tahun namun sekalipun belum pernah melihat seperti apa wajah bosnya.
Rasa penasaran yang tinggi membuat Kinara nekat naik ke lantai 17 ruangan pimpinan perusahaan bernama Radhika. B Geraldio. Pria kaku irit bicara sulit senyum, sosok pria aneh yang membuat Kinara jatuh cinta.
Ketika hati mulai terbuka Radhika justru bertemu wanita yang mirip almarhum calon istrinya Mukta Arandyah.
Kinara terpaksa pergi membawa luka hatinya yang baginya sulit untuk melupakan pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Sosok Bara yang hadir sebagai pengganti Radhika adalah dua nama dengan satu karakter yang sama.
Ikuti terus ceria Asmara dan Luka Kinara dana Bara hanya disini👇👇
Sorry I Love You Boss!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Pura-pura
Berkali-kali Radhika melirik Rolex yang melingkar di pergelangan kanannya duduk gelisah menjawab telepon dari klien pentingnya.
~ Oke, Saya akan sampai kesana dalam waktu 15 menit.
Radhika memutus sambungan telepon dari sekertaris kliennya yang akan tiba di gedung Exhibition Center dalam waktu 20 menit.
“Lama sekali mereka!“ dengus Rahdika memutar tubuhnya ke belakang.
Betapa terkejutnya Radhika mendapati mahkluk cantik dihadapanya. Lidahnya yang biasa berkata pedas tercekat seketika setelah melihat penampilan Kinara bagai peri bulan yang berhasil menghipnotis dirinya.
“Tuan, Tuan Radhika! panggil pelayanan butik. “Kami sudah selesai merias nona Kinara,“ ucapnya menyadarkan putra dari pemilik butik tersebut.
“Oke, Saya akan langsung terasfer,“ jawab Radhika mengirim sejumlah uang melalui internet banking dari ponselnya.
Penampilan Kinara terlihat cantik natural dalam balutan dress warna salem motif bunga dengan sepatu heels yang tidak terlalu tinggi.
Namun terkesan elegant membingkai kakinya yang indah dan momen itu sempat di foto oleh salah satu karyawan buti, dan mengunggahnya di sosial media sebagai forum bisnis mempromosikan style koleksi dress terbaru dari butik Dianna collection.
“Cantik!“ ucapnya tanpa sadar. Kinara menyipitkan kedua matanya.
“Tapi apa maksud semua ini?“ tanya Kinara lagi.
“Aku tidak ada waktu meladeni
mu,“ decaknya menggenggam telapak tangan Kinara keluar dari butik menuju mobil.
***
Di gedung Exhibition Centre, Tuan Robert dan putrinya Michelle telah tiba di tempat sesuai kesepakatan pertemuan.
Mereka duduk di meja yang telah tersedia makanan dan minuman serta dessert lengkap yang telah dipesan sebelumnya oleh Radhika untuk klien pentingnya.
“Selamat siang Tuan Robert Andreson. Maaf kami sedikit terlambat,“ Radhika menyapa sekaligus minta maaf pada klien nya yang baru tiba dari negri kangguru.
Mereka saling berjabat tangan begitu juga Kinara mengulurkan tangannya menyambut tamu penting atasannya.
Ada sedikit guratan kecewa dari wajah klien nya Robert dan putrinya setelah melihat Radhika menggandeng wanita cantik disisinya.
Federick mengatakan jika putranya masih sendiri dan belum memiliki pengganti kekasihnya yang telah tiada. dia harus penjelaskan padaku. gumam Robert kecewa pada rekan bisnisnya.
“It's okay! Tidak masalah selain dari perjalanan bisnis aku sengaja mengajak putriku untuk keliling Jakarta.
“Mari silakan kita nikmati yang spesial dari restoran terbaik kota ini sebelum kita membahas masalah bisnis.“ ucap Radhika mencairkan suasana.
Michelle melirik menatap penampilan Kinara dari atas sampai bawah, menurut pandangannya gadis didepannya tidaklah menarik atau istimewa baginya.
Michelle menggigit daging steak melirik Kinara tidak suka,
“Daddy telah berbohong, daddy mengatakan jika Radhika Geraldio belum memiliki kekasih,“ Michelle mengunyah daging dalam mulutnya melirik Daddy nya masam.
“Kinara kau dulu kuliah dimana?“ tanya Michelle mengorek info gadis yang duduk di samping Radhika.
“Aku__“
“Kinara kuliah di Amsterdam di bidang retail. Benar begitu sayang?“ Kinara melirik atasanya tersenyum kaku mengangguk.
“Radhika aku bertanya pada pacar mu bukan kau,“ ucap Michelle menyela.
“Kau bertanya padanya atau padaku. Bagiku itu sama saja Michelle, Kinara adalah kekasihKu.“
Uhukk... huukk...
Kinara terbatuk mendengar pernyataan dari bossnya. Yang mengatakan jika dirinya adalah kekasih atasannya.
Apa?! Tadi dia mengatakan jika aku adalah kekasihnya?“ gumam Kinara mencuri pandang melirik wajah dingin atasannya yang tiba-tiba berubah hangat.
“Sayang Kau baik-baik saja?“ tanya Radhika pura-pura khawatir memberikan segelas air mineral pada Kinara.
“Aku tidak apa-apa Tu__, Sayang aku baik-baik saja.“ hampir saja Kinara kelepasan mengatakan Tuan di hadapan tamu penting bossnya
Michelle dan daddy nya merasa ada yang tidak beres pada hubungan mereka.
Usai membicarakan masalah bisnis dan keuntungan, klien bersedia menginvestasikan sebagian asetnya dengan syarat serta kesepakatan sesuai perusahaan. Mereka kembali saling berjabat tangan sebagai tanda bahwa kerja sama mereka telah deal.
Di loby Michelle mencoba memastikan, Apakah gadis yang bersama Radhika benar-benar kekasihnya.
“Michelle tunggu apalagi cepat masuk!“ panggil daddy nya dari dalam mobil.
“Sebentar, Daddy!“ seru Michelle setengah berteriak. “Radhika kau bisa tunjukkan sesuatu padaku jika dia benar kekasih mu?“ Michelle bertanya dengan rasa penasarannya.
“Kau ingin aku menunjukkan bukti apa lagi padamu, Michelle?“ Radhika melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Kinara tiba-tiba Radhika menyambar bibirnya hingga Kinara membeliakkan kedua matanya tak percaya.
Michelle menajamkan tatapannya pada mereka, Radhika benar-benar membuktikan pada Michelle jika putra dari kolega daddy nya yang ingin dijodohkan dengannya sudah memiliki kekasih.
Jadi benar mereka berpacaran. ucap Michelle dalam hati.
“Oke, selama liburan di Jakarta aku ingin mengajakmu jalan-jalan Kinara, Apa kau ada waktu?“
“Gawat!“ umpat Radhika jengkel.
“Aku masih punya banyak urusan Michelle, mungkin aku tidak bisa menemani mu jalan-jalan. Maaf!“ jawab Kinara berpikir keras mencari alasan.
Kinara akhirnya dapat bernafas lega klien bossnya dan putrinya tidak lagi membelenggu dirinya dengan banyak pertanyaan. Mereka masuk mobil setelah mobil klien yang juga rekan bisnis papanya benar-benar pergi dari pandangan nya.
“Tuan, Anda__“ Radhika lebih dulu membungkam bibir Kinara dengan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.
“Diam! Dan jangan banyak bertanya.“ Kinara menonjolkan kedua matanya tak Terima.
🌷Bersambung____