Diculik dan dipaksa menikah membuat Mesly tidak ada jalan lain dan hanya bisa menikah dengan pria yang telah mengambil malam pertamanya saat penculikan terjadi. menikah dengan pria yang paling dia benci dan juga pria yang paling ditakuti oleh siapa pun.
Ricardo Alejandro asal meksiko yang dikenal dengan suka memaksa. selalu saja ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk wanita incarannya.
Bagaimana dengan kisah pernikahan mereka? apakah Ricardo hanya sekadar terobsesi atau mencintai gadis yang dia renggut kesuciannya?
IG author pikachu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siraman Air Keras
"Cari saja mereka untuk mengetahui masa lalu," ujar Mesly.
Saat mereka sedang berdiri di sana ada seorang wanita yang berjalan menghampiri makam tersebut.
Wanita asing itu memakai kaca mata hitam sambil membawa bunga dan kemudian meletakkan ke depan makam Camero. Ricardo dan Mesly yang melihat wanita itu merasa heran kenapa ada seorang wanita yang muncul disana.
Ricardo lalu maju dan bertanya," Anda siapa? apakah mengenal papaku?"
Mendengar pertanyaan Ricardo wanita itu langsung menunduk dan tidak berani menatap pria itu, lalu ia melangkah pergi dan dikejar oleh Ricardo.
"Sebentar!" teriak Ricardo yang menghentikan langkah wanita itu dari depan.
"Aku sedang bertanya padamu, kenapa tidak menjawab? siapa kamu?" tanya Ricardo dengan tegas.
Wanita itu menunduk dan nekad ingin pergi dari sana, akan tetapi langkahnya lagi-lagi dihentikan oleh Ricardo.
"Aku sedang bertanya padamu, kenapa kamu tidak mau menjawab? apakah kamu bisu?" tanya Ricardo dengan kesal dan mendorong wanita itu sehingga tersungkur dan terlepas kaca mata hitamnya.
"Ricardo, jangan kasar!" ujar Mesly yang menghampiri wanita itu yang sedang merasa cemas dan mengambil kaca matanya.
Saat Mesly melihat wajahnya ia sangat terkejut, dan bertanya," Bibi, wajahmu...?"
Ricardo yang melihat wajah wanita itu yang penuh dengan kecacatan ia langsung menjongkok dan dengan tegasnya dia bertanya," kau mengenal papaku, bukan? kenapa tidak menjawab...ha? apakah sesulit itu walau hanya menjawab? jangan sampai aku mengincarmu karena aku tidak mendapat jawaban."
"Aku tidak tahu siapa papamu, aku tidak tahu. aku hanya datang untuk berkunjung setiap makam sini saja," jawabnya dengan gemetar dan ketakutan
Tidak lama kemudian seorang gadis muda berlari ke arah wanita itu.
"Ma, kenapa kamu ada di sini? aku sedang mencarimu ke mana-mana," tanya gadis itu yang menghampiri wanita itu.
"Kalian siapa sebenarnya?" tanya Ricardo dengan tegas.
"Tuan, maafkan mamaku. mamaku pasti meletakan bunga, kan? ini bukan pertama kalinya mama melakukan kesalahan ini," ucap gadis itu sambil memapah ibunya.
"Melakukan kesalahan?" tanya Ricardo yang menatap tajam ke gadis itu.
"Iya, mamaku ingin meletakan bunga untuk makam kakekku, tapi mamaku seorang pelupa dan sering salah meletakkan bunga. Tuan, lihatlah makam orang lain! bunga itu juga dari mamaku," jelasnya yang berusaha ingin menyakinkan Ricardo.
"Apa hanya itu alasannya?"
"Iya, mamaku sudah pikun dan sering melupakan banyak hal, maafkan kami."
"Pergi dari sini!"
"Iya."
"Ma, mari kita ke sana! makam kakek ada di sana," ajaknya yang sambil merangkul ibunya.
"Ricardo, kenapa kau selalu saja bersikap kasar? dia hanyalah seorang wanita berusia dan cacat," kata Mesly.
"Aku terlalu gegabah, karena mengira dia adalah kenalan papaku," jawab Ricardo dengan lesu.
"Mari kita pergi! aku masih harus kuliah!" ajak Mesly.
"Mari kita pergi!" ajak Ricardo yang mengecup dahi istrinya dan melangkah pergi. saat mereka pergi wanita tadi itu sedang melihatnya dari ujung sana.
"Ma, apakah mama tidak tahu tadi betapa bahayanya? kenapa mama muncul di saat dia di sana?" tanya gadis itu yang sedang berdiri disamping ibunya.
"Mama hanya...hanya....," jawabnya yang menetes air mata.
"Aku mengerti perasaan mama, mereka adalah orang yang berada kita tidak bisa berbuat apa-apa. pria itu adalah putra tunggal Camero, semua tentangnya aku sudah selidiki. dia sangat kaya dan angkuh. tadi saja dia hampir melukai mama."
"Yuniz, mama hanya tidak bisa menahan perasaan sakit ini dan ingin ke sana."
"Lain kali jangan begitu lagi! aku tidak mau karena hal ini mempergaruhi hidupku. mereka tidak bisa kita hadapi."
"Iya," jawab wanita itu yang kemudian melangkah pergi.
"Ricardo Alejandro, kelihatannya gadis itu adalah pasanganmu, lihat saja bagaimana nanti aku membalas kalian. Caria si iblis itu akan melihat kehancuran hidup putranya," batinnya gadis itu.
Siang hari.
Mesly telah selesai kuliah dan berjalan bersama dengan beberapa teman-temannya yang lain. saat ia sedang bercanda ria dengan mereka ada seseorang yang melangkah cepat dengan membawa botol yang berisi cairan bening.
"Wanita jal*ng," bentak pria itu yang menyiram ke arah Mesly.
"Aarrgh...," teriakan Mesly yang merasa kesakitan pada tangannya dan sambil menutup wajahnya itu.
"Mesly....," teriak temannya yang lain.
"Tolong tangkap dia! dia adalah penyusup," teriak temannya sambil menunjuk ke arah pria itu yang sedang melarikan diri.
"Tangkap dia! dia menyakiti salah satu mahasiswi sini!" teriak yang lainnya ikutan mengejar langkah pria yang sedang berlari.
"Aarrggh....," jeritan Mesly yang sambil menangis karena kesakitan, kulit tangannya melepuh seperti terbakar.
Tidak lama kemudian sebuah mobil mewah yang tak lain adalah Ricardo menghampiri istrinya yang sedang menangis kesakitan.
Pria itu langsung keluar dari mobil dan berlari dengan cemas karena melihat istrinya sedang berteriak kesakitan.
"Mesly...," teriak Ricardo yang menghampiri istrinya itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Ricardo.
"Ada seorang pria yang menyiram sesuatu ke arah Mesly," jawab temannya.
"Dan mereka sedang mengejar pelakunya,"lanjut teman yang lainnya.
"Mesly, aku akan membawamu ke rumah sakit," ucap Ricardo yang mengendong istrinya itu ke dalam mobil.
Sesaat kemudian Ricardo melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit, saat dalam perjalanan ia menekan nomor tujuan dihandphonenya.
"Hallo, Tuan," sahut seorang pria yang di seberang sana.
"Segera datang ke tempat kuliah istriku, dan tangkap orang itu!"
"I-istri Tuan? apakah Anda adalah tuan Alejandro?" tanyanya yang ingin memastikan.
"Faseo, ini aku atasanmu, jangan banyak bertanya dan lakukan perintahku!"
"Iya, baik," jawabnya dengan menurut.
"Mesly, bertahanlah! kita segera tiba," kata Ricardo yang menyentuh kepala istrinya.
Disepanjang jalan Mesly menangis kesakitan, bagian dahinya melepuh dan juga lengannya.
Setelah beberapa menit kemudian.
Ricardo sedang menunggu didepan ruang darurat, sambil berbicara dihandpohennya.
"Tuan, pria itu sudah tertangkap oleh mahasiswa di sana, dan sekarang sudah saya tahan."
"Siksa dia dan tunggu aku ke sana!"
"Baik."
"Siapa dia? kenapa berani sekali melukai istriku? apakah perbuatan mama?" gumam Ricardo.
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang darurat.
"Tuan, Alejandro."
"Bagaimana dengan istriku?"tanya Ricardo dengan cemas.
"Istri Anda tersiram air keras, ini akan membuat kulit cacat dibagian yang terkena air keras itu."
"Air keras?" tanya Ricardo dengan penuh emosi.
"Benar, air keras ini bisa membuat kulit seseorang melepuh atau seperti terbakar dan akan meninggalkan bekas."
"Kurang ajar sekali," ketus Ricardo.
"Apakah itu bahaya untuk istriku?"
"Tidak bahaya karena terkena luaran, hanya saja bekasnya tidak bisa hilang."
"Dokter, lakukan yang terbaik untuk istriku! dan kalau bisa operasi lakukan saja. dia pasti tidak akan bisa menerima kalau kulitnya cacat," ujar Ricardo.
sngat menghibur👍👍👍👍