NovelToon NovelToon
De Lawrence : Ambisi Masa Lalu

De Lawrence : Ambisi Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:776.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosee_

DILARANG PLAGIATT!

Novel Ke-empat

Sebuah kisah yang bermula dari masa lalu dan membentuk jati diri baru seorang gadis manja menjadi sosok yang berbeda demi mendapatkan kembali apa yang menjadi miliknya.

"Boleh kuminta satu permintaan?" Jessie bertanya.

"Katakan," ucapnya kemudian saat melihat Jessie tidak bergeming.

"Berpura-puralah bahagia selama acara pernikahan berlangsung," pinta Jessie.

Xavier menatapnya dengan kening mengkerut.

"Aku tahu berpura-pura bahagia itu tidak menyenangkan sama sekali, tapi bertahanlah satu hari saja di depan semua orang." Jessie ingin pernikahan pertamanya dihiasi dengan senyuman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Debu

"Anda pasti kecewa dengan Lawrence hingga mendatangi nona Jessie sama sepertiku. Sayangnya dia juga tidak tahu dimana keberadaan Lawrence," ucap Austin terdengar menyindir.

"Padahal sebagai pemimpin dia tidak bisa bersembunyi seperti ini," lanjutnya lagi.

Mungkin Austin merasa memiliki sekutu. Belum lagi ia mengira Xavier memiliki masalah yang sama dengannya. Bukankah semakin bagus jika dirinya bisa menjalin kerjasama dengan pria terkaya di negara ini. Posisinya juga akan membaik setelah menyingkirkan Lawrence dari tahta.

"Aku tidak peduli." Jawaban singkat itu menohok. Xavier tersenyum meremehkan pada Austin.

"Aku tidak punya masalah dengan wanita itu. Selama dia tidak merugikanku, terserah apa yang mau dia lakukan." Xavier menaikkan satu kakinya di atas lutut.

Sial! Austin mengumpat. Awalnya ingin memprovokasi Xavier ternyata hanya kegagalan. Seperti rumor pria itu sulit di dekati, bahkan cenderung memiliki sifat dingin.

Sejak dulu ia hanya mendatangi Jessie karena harapan terbesar ada pada wanita itu. Valerie justru tidak berguna untuknya. Dilihat dari sudut pandang Lawrence, tidak salah jika ia juga memilih Jessie untuk diandalkan. Belum lagi saham milik Jessie di perusahaan lebih baik darinya.

"Lalu apa tujuan anda kemari, Sir?"

"Menemui istriku."

Jessie yang sejak tadi hanya mendengarkan dengan malas sontak terkejut. Ya! Ucapan Xavier membuatnya terkejut! Bahkan Austin tak kalah terkejut hingga membola.

"Si— siapa istrimu?" tanyanya gugup.

"Menurutmu?" Xavier tersenyum miring.

Austin menolah perlahan pada Jessie yang sama terkejutnya. Austin tertawa canggung. "Tidak mungkin nona Jessie—"

"Kau benar," sambar Xavier.

Austin seperti kehilangan pijakan. Tidak mungkin! Xavier pasti berbohong. Lagipula tidak ada kabar apapun mengenai pernikahan keduanya.

Tapi saat matanya melihat sebuah cincin pasangan melingkar di masing-masing jari mereka, Austin dipaksa untuk percaya.

"Bukan hanya Lawrence yang harus menikah, Jessie juga membutuhkan suami, bukan?" sindirnya menatap Jessie yang sudah menahan kesal.

Aku bahkan sanggup hidup sendiri! Siapa yang membutuhkan suami? Dia kaya, cerdas dan berpenghasilan. Tanpa suami hidupnya sudah tercukupi dengan baik.

"Baiklah, waktuku sudah habis. Silahkan mengobrol." Xavier beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Jessie.

"Jangan pulang terlambat, Baby." Memberi kecupan lembut di pipi Jessie. Wanita itu hanya membeku, belum lagi Austin memperhatikan setiap gerak-geriknya.

Saat Xavier sudah keluar, akhirnya Austin berani bersuara lagi.

"Luar biasa!" Austin memberi tepuk tangan dengan senyum sinisnya. "Kau lebih ahli dari Lawrence sendiri, Miss. Milen. Bukan, tapi Mrs. Johansson, right?"

"Apa maumu?" Jessie mengabaikan.

"Aku selalu datang dengan tujuan yang sama. Seharusnya tidak perlu dipertanyakan lagi."

"Kalau begitu jawabanku masih sama, Sir. Austin."

"Aku penasaran bagaimana kau bisa menikahinya. Bukankah lebih baik jika Lawrence yang berada di posisimu."

"Apa yang anda pikirkan, Sir. Jika Lawrence menginginkannya, menurut anda bagaimana aku bisa berada di posisi ini. Tanpa anda mengatakannya sekalipun, dia sudah menyandang gelar Mrs. Johansson jika dia mau."

Austin terdiam. Meski tidak pernah melihat Lawrence, tapi ia tahu apa yang dikatakan Jessie benar. Ayahnya sering mengatakan jika keponakannya itu keras kepala dan melakukan apa yang dia suka. Apa yang menjadi keinginannya tidak akan mudah direbut orang lain dan apa yang seharusnya menjadi miliknya akan di dapatkan kembali.

Tapi mengapa wanita itu begitu bodoh hingga melepas seorang Xavier Johansson yang kekayaannya tidak ternilai dan malah memberikannya pada managernya. Bahkan Lawrence tidak perlu bersusah payah mempertahankan warisan jika menikahi pria itu.

Bagi Johansson, perusahaan ini bagaikan debu kecil yang mudah dibersihkan. Itulah yang ia pikirkan.

1
awesome moment
kasihan jessie. vier g sadar2 bhw lawrence tu marga jessie. duh...jd pengin getok kepala vier.
awesome moment
😄😄😄ngabrut
awesome moment
do'a ibu tu sll manjur
awesome moment
bnr.an n? vier putus sm manda?
awesome moment
vier kalah 1 langkah. jessie adalah pilihan ortunya. jd...g bakalan ktmu jeleknya
awesome moment
jessie tu cerdik
awesome moment
👍👍👍rachel g salah pilih menantu.jessi tangguh
awesome moment
pembuat asli berdarah2 bikin karya, plagiat main copas. bisakah dia ttp spt skrg klo karyanya yg dicopas?
Daneen
Sakitnya jadi jessie
Daneen
Rumit sekali
Daneen
Sad
Daneen
Haduh pasangan ini 🤣🤣
Daneen
Wkwkwk
Cemburu nie
AZLEN HASLINA BT. AWANG KPM-Guru
karya yang luar biasa...
Yunita Arriviani
Luar biasa
Warnilah Ummu faliha
l
Trituwani
sedih bgt ya ampun/Cry//Cry/
Trituwani
berarti kecelakaan yg menyebabkan xavier tertabrak itu aslinya buat lawrence kan ka,mau nabrak lawrence malah kena xavier
Trituwani
bang xav sudah tau klo jessie itu orang yg sama
Trituwani
xavier lg amnesia ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!