novel ini menceritakan cinta yg berubah jadi benci namun perjodohan membawa ke pernikahan bisakah benci kan berubah jadi cinta lagi????
ayo mampir ke novel perdana saya maaf bila Ada pemilihan kata yang kurang sesuai🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani.ctmur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17.
jam dinding menunjukan pukul 03.00 Frans masih berkutik bersama laptopnya di ruang kerja.
tiba tiba dia tertiam dengan pandangan yang kosong, kepalanya yang terasa pusing membawa dia untuk menuju kamarnya.
ketika masuk ke dalam kamar dia melihat Serly meringkuk di atas sofa yang menandakan tubuhnya merasakan dingin.
"bodoh kenapa kamu masih tidur di sofa" gumam Frans lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh kecil Serly.
lalu Frans menuju ke kasur untuk beristirahat.
belum lama Frans memejamkan mata tiba tiba dia merasakan sakit kepala dan keringat dingin di sekujur tubuhnya.
hal ini membuat badan Frans menggigil merasakan dingin yang luar biasa.
Serly yang berada di sofa deket tempat tidur Frans dia terbangun karena mendengar rintihan sakitnya Frans.
dia langsung menghampiri Frans betapa kagetnya dia melihat kondisi Frans yang menggigil.
"Frans kamu kenapa" tanya Serly sambil memegang kening Frans.
"aku panggil dokter dulu " ucap Serly sambil mambalikan badannya bersiap untuk mengambil HPnya, namun tangannya di tahan oleh Frans.
"gak usah aku ga papa" ucap Frans dengan nada gemetar.
"ga papa gimana ini badan kamu panas menggigil kaya gini Frans" ucap Serly dengan rasa kwatir.
"Serly aku ga papa bentar lagi juga sembuh, aku mohon temenin aku,jangan tinggalin aku"
"iya aku akan disini temenin kamu, aku ke bawah bentar ya ambil air buat kompres biar panasnya cepat turun" ucap Serly sambil melepaskan tangan Frans dia keluar kamar untuk mengambil air hangat.
Tak berselang lama Serly datang dengan membawa obat dan air hangat.
"ini minum obatnya dulu" ucap Serly sambil membuka obat buat Frans.
setelah selesai Serly kembali membaringkan tubuh Frans, diambillah selimut di atas sofa untuk melapisi selimuti Frans.
dengan begitu telaten dia mengompres Frans.
Frans yang sangat takut dan manja ketika sedang sakit sempat membuat Serly bingung.
namun karena tidak tega dia menuruti Frans untuk menemani Frans sampai mereka tertidur dengan berpegangan tangan.
Ketika Frans membuka mata dia melihat Serly yang masih terlelap tidur.
"maafin aku ya sudah sering menyakitimu" ucap Frans sambil menyibakan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.
tiba tiba Serly terbangun betapa kagetnya dia melihat Frans sudah duduk bersandar.
"gimana kondisi kamu, apa kita ke dokter" ucap Serly sambil melepaskan genggaman tangannya karena tanpa dia sadari sedari tadi dia masih menggegam tangan Frans dengan eratnya.
"gak usah aku sudah mendingan kok, Terima kasih ya buat semalem"
"gak usah berterimakasih itu sudah menjadi kewajibanku" jawab Serly lalu berdiri meninggalkan Frans menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Serly kemudian melaksanakan sholah subuh sedang Frans menatap nya dari atas tempat tidur, "dia terlihat jauh lebih cantik dibalik mukena itu, manis dengan kesederhanaan kenapa aku merasa begitu nyaman berada di dekat dia"' gumam Frans sambil tersenyum.
Selesai sholat Serly langsung ke luar kamar menuju ke dapur guna membantu menyiapkan sarapan, di sana sudah terlihat bi Sumi yang sedang sibuk seorang diri.
"pagi bi sumi" sapa Serly dengan hangat sambil mengikat rambutnya di cepol ke atas.
"selamat pagi non, maaf non Serly butuh apa bilang saya ke bibi entar bibi bikinin"
"gak usah bi, aku ga butuh apa apa ke sini mau bantu bibi masak"
"jangan non tar mas Frans marah kalau tau non Serly di dapur bau asap non"
"enggak bi, bibi tenang aja Frans gak akan marah kan ini aku yang mau, oiya bi jangan panggil non dong panggil nya Serly aja biar kita lebih akrap" ucap Serly yang iringi senyum manisnya.
"aduh non kalau itu saya ga berani atau gini aja saya panggil mbak Serly saya gimana"?
" iya wes ora popo yang penting bibi seneng" ucap Serly yang diiringi gelak tawa keduanya.
tanpa mereka sadari dari kejauhan mama Meta dan pak Handoyo mendengarkan perbincangan mereka
"pa lihat menantu kita hatinya begitu baik dia tak hanya cantik di wajah tapi juga hatinya"
"iya ma kita tidak salah menjodohkan dia dengan Frans, kesederhanaanya persis seperti Amir" ucap pak Handoyo sambil mengingat kenangan masa mudanya.
"mama sama papa lagi ngapain sih"? tanya Frans yang sudah terlihat lengkap dengan baju kantornya.
" suhf.... kamu lihat sayang, istri kamu pagi pagi sudah bangun masak buat sarapan" ucap mama Meta lalu berjalan keluar bersama pak Handoyo.
Frans yang menyaksikan drama pagi di dapur begitu terpesona dengan penampilan Serly dengan rambut dicepol ke atas yang memperlihatkan jenjang lehernya.
dia tidak menyangka perempuan seperti Serly mau bergulat memasak di dapur.
"mbak semua sudah beres, makasih ya sudah bantuin bibi"
"iya bi sama sama, ya sudah aku mau mandi dulu ya" ucap Serly lalu meninggalkan di bi sumi di dapur, ketika hendak berjalan di lihatnya Frans sedang berdiri Serly pun melewatinya begitu saja.
Setelah selasai mandi Serly di kagetnya dengan adanya Frans yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"aku rasa besok besok kamu tidak perlu membantu bi sumi di dapur, dia aku bayar untuk menyiapkan keperluan kita disini" ucap Frans kepada Serly.
"gapapa aku suka melakukannya, lagian juga aku ga ada kerjaan ga ada salahnya kan aku bantuin bi Sumi? tar siang aku mau jalan sama temen"ucap Serly sambil sibuk merapikan rambut nya didepan meja riasnya.
" mau kemana? ama temen yang mana" tanya Frans dengan penuh curiga.
"Kita tidak boleh mencampuri urusan satu sama lain" ucap Serly dengan sedikit penekanan lalu keluar dari kamar dan diikuti oleh Frans.
"suasana sarapan seperti biasa penuh kehangatan, Dara yang sedari tadi melihat Frans dan Serly " kenapa kakak ipar gak marah ya sama kak Frans kan semalem jelas jelas Kak Frans makan malem sama cewek lain"gumam Dara dalam hati.
"Frans emangnya kamu ga bisa libur dulu apa kalian ga kepingin bulan madu"? tanya mama Meta kepada Frans di sela sarapan mereka.
mendengar pertanyaan mama Meta sontak Frans dan Serly langsung tersendak uhuk... uhuk.....
dengan sigap mama Meta dan Dara langsung mengambilkan air minum buat Serly dan Frans.
"kalian ga papa nak" tanya mama Meta dengan panik.
"ga papa ma," jawab Frans dan Serly bersamaan.
"Ma pa Frans jalan dulu takut macet" ucap Frans kepada mama Meta dan pak Handoyo.
tak lupa Frans berpamitan kepada Serly
"aku berangkat dulu ya"
"iya mas hati hati" jawab Serly tak lupa mencium tangan sangat suami.
betapa kagetnya pagi itu didepan papa dan mamanya mencium kening Serly lalu berjalan menuju mobilnya.
"sialan dia mencari kesempatan, sok romantis di depan papa mama, tapi di belakang mesra sama wanita lain" gumam Serly lalu beranjak masuk kedalam.
"lihat pa anak kita romantis sekali ya"
"iya Frans persis kaya papa nya waktu masih muda"
"helleh" jawab mama Meta sambil mencibirkan bibirnya dan semua itu membuat pak Handoyo tertawa, karena mama Meta terlihat lucu.
"semoga mereka langgeng seperti kita ya ma, dan kita segera menimang cucu dari mereka"
"amin" mama Meta pun mengamini harapan dan doa dari sang suami.
terimakasih atas dukungannya