NovelToon NovelToon
Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)

Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:191.7k
Nilai: 5
Nama Author: wulan_zai

Kisah pembunuhan berantai yang menggemparkan publik. Tak di sangka berita yang biasanya hanya di lihat dalam Televisi kini menghampirinya.

Nara Clarissa, seorang perawat teladan di salah satu rumah sakit. Usianya kini menginjak 24 tahun. Namun sejak berusia 10 tahun ia di tinggal orang tuanya dan melanjutkan hidup bersama Neneknya. Pertengkaran sering terjadi antara Nara dan Neneknya. Hingga suatu hari hal mengejutkan terjadi. Neneknya tewas mengenaskan di dalam rumah, dengan tiga tusukan pisau. Ya itu adalah ulah Pembunuh berantai.

Situasi memojokkan Nara sebagai pelakunya, ia tak memiliki bukti hingga akhirnya ia mendekam di dalam penjara. Tak di sangka hal mengejutkan lainnya datang. Seorang wanita cantik nan kaya datang padanya membawakan kontrak pernikahan. Ia adalah Irene Dawson, putri sulung dari perusahaan GT grub. Ia meminta Nara untuk menikahi adiknya, Ammar. Irene berjanji akan membebaskan Nara asal ia mau menikahi adiknya.

Apa yang akan di lakukan Nara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulan_zai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Pembaruan kontrak

Di kantor, para Detektif sedang mengusut semua orang maupun hal terkecil yang berhubungan dengan Nara.

Sementara itu Sandra yang tengah meretas kamera pengawas tempat mereka berpesta kemarin sedang berusaha mencari tahu siapa suami Nara sebenarnya.

"SUMPAH...?!!"

Sandra menggebrak meja dan berdiri dari kursinya. Ia sangat terkejut saat melihat identitas Ammar.

"Apa..?"

"Ada apa Sandra?"

Sam dan Galih langsung mendatangi meja Sandra.

"Klien kita ternyata istri dari Ammar Dawson." ucap Sandra pelan, seluruh tubuhnya sampai gemetar mengetahui fakta itu.

"aa... jadi Laki-laki kontrak itu namanya Ammar." gumam Sam masih belum mengerti.

"Lalu kenapa? Apa yang membuatmu begitu terkejut hah?" tukas Galih sembari mengatur nafasnya.

"Ammar Dawson. Bulan lalu ia di lantik menjadi Pimpinan GT grub menggantikan mendiang Tuan Erland. Putra dan Putri tuan Erland yang tak pernah tersorot publik. Mereka orang nya." Sandra mengetuk layar komputernya menggunakan ujung pena. Wajah Ammar dan Irene ia ketuk bergantian.

"Sungguh...? wahhh pantas saja dia menolak kompensasi senilai 500 juta. Ternyata suaminya seorang konglomerat." kagum Galih berdecak.

"Apa ini ada hubungannya dengan pembunuhan berantai?" ucap Sam penasaran. Bagaimana bisa Nara membawa semua hal terkait kasus Ayah mereka sekaligus.

Pembunuhan berantai. keluarga Dawson yang tewas mencurigakan hingga membuat Ayahnya yang tak bersalah di penjara, serta kontrak pernikahan tak masuk akal yang membuat seorang tersangka pembunuhan menjadi istri orang terpandang. Semua itu berputar di kepala Sam membuat darahnya mendidih.

"Kalian coba selidiki lagi para korban pembunuhan. Kita cari tau apakah ini ulah Orang yang mengkambing hitamkan Ayah. Jika benar maka mereka berdua pasti punya peran besar hingga semua pembunuhan itu bisa terjadi."

Sam menatap tajam layar komputer di mana masih terpampang jelas foto Ammar dan Irene di sana. Sesaat ia merasa amat kasihan atas kemalangan yang menimpa keluarga Pimpinan Erland.

...~...

Seperti biasa, Nara di tinggal sendiri di rumah besar itu. Ia tengah duduk sambil memakan camilan sementara beberapa pelayan tengah membersihkan kamarnya.

"Kau betah di sini nona Nara?" tanya wanita berumur 50 tahun yang tengah mengepel lantai.

Nara menurunkan kakinya yang di lipat di atas sofa, kemudian ia menatap Ibu paruh baya yang beberapa kali menyapanya selama ia tinggal di sana.

"Saya Lila, dulu sewaktu mendiang nyonya Raline masih hidup. Saya merupakan asisten pribadi nya. Sampai sekarang Saya bahkan belum bisa melupakan kebaikan beliau."

"Saya hanya ingin mengingatkan, jangan sekali-kali bertindak di luar perintah Tuan Ammar. Karena ia tak memiliki belas kasihan."

Setelah mengucapkan itu, Bu Lila pergi meninggalkan Nara. Tenggorokan Nara bahkan sampai tercekat karena ucapannya.

Sosok seperti apa sebenarnya Pria yang ia nikahi. Apakah ia akan baik-baik saja sampai ia bisa menemukan Psikopat yang menjebaknya?

...~...

Malam hari saat Nara hendak memejamkan matanya, tiba-tiba Ammar mengetuk pintu kamar dengan beberapa lembar kertas di tangannya.

Dengan langkah malas, Nara membuka pintu. Ia pikir Irene, ternyata Ammar. Ada perlu apa sampai Ammar menemuinya? bukankah Ammar paling anti bertatap muka dengannya.

"Aku mengubah kontrak pernikahan. Baca dan tanda tangani sekarang." ia menyerahkan kertas tersebut dengan amat kasar.

Mata sayu Nara hampir tak mau terbuka, ia membaca perlahan pembaruan yang di buat sepihak oleh Ammar dengan seksama.

Tidak boleh menemui Pria tanpa izin.

Tidak boleh minum minum.

Siapa saja yang di temui harus memberitahu.

Tidak boleh pulang sebelum matahari terbenam.

Tidak boleh Memakai pakaian terbuka saat keluar rumah.

Dan tidak boleh membantah ucapan pihak Pertama.

Mata Nara langsung melek membaca peraturan tambahan tersebut. "Ini tidak adil. Kenapa peraturan yang ini hanya berlaku untukku? Tidak boleh kah Aku mengajukan peraturan yang sama untuk mu?"

Ia juga ingin tau siapa yang di temui Ammar, Apa saja kegiatan nya serta bagaimana wajah aslinya. Ia sangat ingin tau itu semua agar bisa memilah apakah Ammar orang yang bisa di percaya. Apakah Ammar benar-benar akan membantunya atau hanya memanfaatkannya. Yang lebih menakutkan lagi, bisa saja Ammar juga menjebaknya dengan memanfaatkan kesialan Nara.

Ammar melipat tangannya di dada, ia menatap dalam wajah Nara dengan mata legamnya.

"Kenapa Kau selalu mendebat Ku? Bukankah sebelumnya Kau mengatakan akan menuruti semua perintah Ku?"

"Ini berlebihan Ammar, Kita bukan suami istri sungguhan. Jadi tak perlu membuat peraturan seperti ini. Aku tidak bersedia menandatangani ini, kontrak yang di buat Irene lebih masuk akal. Jadi Aku tetap mau pakai yang itu."

Ammar menerobos masuk ke kamar Nara, ia membuka laci yang ada di lemari dan mengambil kontrak awal yang di buatkan oleh Irene.

"Bagaimana dia bisa tau Aku menyimpan kontrak itu di sana." batin Nara membelalak.

"Coba baca baik-baik, apa yang Kau inginkan namun tidak tertulis di sini." Ammar menggantung lembaran kontrak awal itu di depan wajah Nara.

"Ku rasa tidak ada.." jawab Nara, ia sudah hampir hapal isi kontrak itu karena selalu membacanya.

Ammar menunduk, mendekatkan wajahnya dan sedikit memicingkan mata.

"Sungguh? Jika suatu saat Aku berbuat sesuka hatiku, apakah Kau tidak akan keberatan?"

Sontak kaki Nara mundur dengan cepat, ia bahkan menutup rapat kancing piyama di bagian dada sambil melebarkan mata ke arah Ammar.

"Dia sedang mengancamku atau menggoda ku? Kenapa tatapannya sangat menyeramkan dan terlihat cabul!" gerutu nya dalam hati.

Ammar kembali berdiri tegak, ia mengulum senyum tipis di ujung bibir dengan tatapan lurus.

"Aku tidak akan menyentuh mu, jika itu terjadi walaupun seujung kuku Aku akan memberikan uang pinalti. 100 juta untuk sentuhan ringan secara sengaja ataupun tidak. Jika terjadi hal yang tak di inginkan, maka Aku siap membayar berapapun yang Kau minta. Ini berlaku untuk Kita berdua, yang lebih dulu menyentuh maka di anggap pelanggaran. Tapi sebagai gantinya, Kau harus menyetujui persyaratan Ku tadi. Bagaimana?"

Otak pebisnis memang tiada tandingannya soal negosiasi. Nara sampai bingung, haruskah ia mematuhi aturan yang di buat Ammar? Ia akan benar-benar hidup seperti tawanan, namun jika tidak ia tak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan Ammar kedepannya. Menyentuh, entah itu dengan perasaan atau dengan tusukan pisau, Nara benar-benar tak mau itu terjadi.

"Baik, Aku setuju dengan pembaruan kontrak nya!"

Ammar pun menulis peraturan tambahan yang ia katakan barusan, lalu ia menandatangani kontrak tersebut tepat mengenai materai. Di lanjutkan dengan Nara yang menandatangani bagiannya, entah lah itu keputusan yang benar atau tidak.

"Jika sudah selesai, keluarlah. Aku mau istirahat." usir Nara, ia sudah sangat risih berada di kamar itu bersama Ammar.

"Mulai besok laporkan semua hasil investigasi mu. Jangan ada yang terlewat. Dan pakai ini, anggap saja hadiah pembaruan kontrak."

Ammar memberikan gelang yang terdapat GPS di dalamnya, agar ia bisa selalu memantau kemana saja Nara pergi.

Nara terdiam, ia mengamati gelang itu. Ia tau itu bukan gelang murah, namun ia tak mengetahui kalau di dalamnya terdapat GPS.

Karena Nara bungkam, Ammar pun meraih lengannya dan memakaikan gelang tersebut.

"Hei..! Bukankah ini pelanggaran!" ketus Nara.

"Benarkah? Kalau begitu Aku akan segera mengirimkan 100 juta ke rekening mu." Ammar malah tersenyum, ia mengunci gelang tersebut walau Nara berusaha menepis.

...***********...

1
Rina Kurina
Luar biasa
Rina Kurina
Lumayan
handa_seokjin🥀
jdi gtu ending y, oh bahagia y q😘💜💜💜💜💜
f~~
ko jadi inget film India yang judul nya kalo ngga salah arohi atau apa ya lupa
Mis moon: masa iya beb? Otor mah terinspirasi dari drakor😅
total 1 replies
Esti Restianti
suka banget babnya panjang" hihi
Mis moon: iya, otor suka yang panjang2😅
total 1 replies
DPuspita
Ya... sebelum bercerai ke Disneyland dulu, Nara. Abis itu baru cerai 😁
DPuspita
Ada gak ya adegan Ammar ketangkap basah lagi makanin semua snack yg dia ambil dr kamar Nara? 🤔 Pasti mualu banget tuch... 😅
DPuspita
Mungkin bukan perkelahian x ya thor? tapi pertengkaran.
DPuspita: it's okay othor... Soalnya ngebayangin nenek berkelahi dg cucu kok serem amat ya... kecuali neneknya pendekar 😁
total 2 replies
Esti Restianti
ucapan adalah do'a,maka berhati"lah saat akan berucap,terutama kepada anak
Mis moon: iya bener..😘😘😘
total 1 replies
Esti Restianti
aku mampir..
baru bab pertama aja sudah campur aduk gini sih kak,sedih,sakit,dan juga bingung,klu aku jadi Nara aku mending kabur deh
Mis moon: makasih udah mau mampir😘😘😘
total 1 replies
Dee Na
keren Thor, ceritanya menegangkan cm endingnya kurang greget biar lain drpd yg lain lah😂😂
Dee Na: 😂😂😂, demo balik
total 2 replies
Dee Na
pikiranku sama kaya Nara klu Ammar nyuruh seseorang buat "ngurus" mertuanya.
Jannah Nurstiy
bagus
Anis Yafi Mairah
kak Wulan,pengen extra part deh disini🙏🥰
Mystera11
akhirnya tamat...😌 makasih thor utk karyamu ini,,, bener2 bikin penasaran sampe bacanya hrs marathon saking penasaran dgn akhir dari critanya...👏👏👏
Mystera11: 😂😂 aq suka baca crita ttg mafia atau ssuatu yg brhubungan dgn tekateki thor jd qta ngg hanya trpaku dgn alurnya sj tp qta jg dibuat ikut brpikir atw sekedar menerka2 biar otak ngg mumet jg😄😄
total 2 replies
Mystera11
wooowww... critanya keren...
Mystera11
akhir yg pelik,,, 😩
Mystera11
nah...akhirnya trjawab rasa curigaku...
Mystera11
suka sm alurnya thor,,, pnuh tekateki, mskipun dah tamat aq sllu baca berurut. tiap bab reader d buat utk brpikir kritis dan mnduga2😅 aq malah mikir klo Ammar dan irene bukanlah sodara...🤔🤔
Mis moon: hehehhe
total 1 replies
Mystera11
sudah aq duga dr awal...pasti Irene lah pelaku pmbunuhan nenek Nara😌
Mis moon: heheheh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!