Bulan Mahendra, seorang nona muda kaya raya yang sangat berkuasa di suatu sekolah swasta ternama.
Dia sangat di hormati di sekolah tersebut, tak hanya karna dia kaya raya, dia juga pemilik dari sekolah SMA Mahendra karna itu juga ia menjadi sangat angkuh dan sombong namun suatu hari tanpa sengaja ia bertemu dengan pemuda miskin yang merubah dirinya.
Dia mulai tertarik dengan pemuda itu dan tanpa ia sadari rasa ke tertarikannya berubah menjadi cinta yang akan mengubah kehidupannya dan nama pemuda itu adalah Awan.
Kisah cinta yang berawal dari sebuah pesta, akan kah berakhir bahagia? apakah Bulan bisa melewati semua batasan sampai bisa menuju ke tempat awan berada? atau malah Awan yang terbang menuju Bulan? atau mereka terpaksa untuk menyerah?.
Penasaran dengan ceritanya iyakan?
Yuk, baca dan jangan lupa untuk menambahkan like atau komentar untuk mendukung karya ini, biar rajin up! hehehe🙃.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Angelines, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpustakaan
Tak lama kemudian hasil voting pun sudah di tangan Surya, Surya pun mulai membacakan hasil voting tersebut.
"Black mafia." seru Surya.
sekertarisnya langsung mencatat nya.
"Queen and king." seru Surya .
setelah membaca semua voting hasil akhirnya telah di tentukan.
"Karna banyak yang memilih queen and king, maka tema prom night kali ini adalah kerajaan mengerti, apa ada yang ingin bertanya?" seru Surya.
"Saya." seru salah satu anggota osis sambil mengangkat tangan nya.
"Ini masalah busana nya, apa kita akan memakai pakaian kerajaan timur atau barat?" tanya anggota osis tersebut.
"Barat, kita pakai gaya busana kerajaan barat." seru Bulan.
"Oke, apa ada pertanyaan lagi?" tanya Surya.
Salah seorang anggota osis pun mengangkat tangan nya.
"Iya, silahkan." seru Surya.
"Apa akan ada perbedaan antara murid gold class dengan murid biasa?" tanya salah satu anggota osis tersebut.
"Emmmm, bagaimana?" tanya Surya kepada seluruh anggota.
"Kalau menurut saya lebih baik untuk satu malam itu gak akan ada perbedaan antara murid biasa sama murid gold, karna untuk memeriahkan acara kita butuh banyak orang sedangkan murid biasa jumlah nya lebih banyak dari murid gold. Kalau kita paksain ada perbedaan takutnya nanti murid biasa tidak ingin hadir dan malah membuat keributan." usul dari bendahara osis.
"Masuk akal, baik jadi kita putuskan tidak akan ada perbedaan antara murid biasa dan gold." seru Surya.
Mereka pun merencanakan semua nya dengan teliti setiap detail dari prom night tersebut di bahas secara menyeluruh, namun tiba tiba di tengah tengah rapat tersebut terdengar bunyi.
"Tingg...." yang membuat semua anggota osis melihat ponselnya masing masing.
namun ternyata yang mendapat pesan adalah Bulan.
Awan.
[maaf mengganggu, saya Awan ].
^^^Bulan. ^^^
^^^[iya, Awan kenapa?]^^^
Awan.
[perpustakaan nya di sebelah mana ya?]
^^^Bulan.^^^
^^^[ tunggu sebentar ya, gua bakalan balik ke kelas] ^^^
Awan
[baik kalau begitu]
Bulan pun minta izin untuk kembali ke kelas kepada Surya.
"Sur?" seru Bulan .
"Kenapa?" tanya Surya.
"Gua mau keluar bentar, ada urusan." jawab Bulan.
"Oke" seru Surya.
Bulan pun langsung keluar dari ruang osis tersebut.
"Mau kemana Bulan?" tanya Tata.
"Katanya ada urusan." jawab Surya.
"Ooo"
Tak lama kemudian Bulan pun sampai di depan kelas nya, namun ia tidak langsung masuk karena ia takut make up nya luntur dan wajah nya terlihat jelek padahal tanpa make up pun Bulan sudah terlihat cantik, ia langsung mengambil cermin di sakunya dan memperbaiki make up nya, namun saat Bulan sedang fokus memperbaiki bedaknya.
Awan malah keluar kelas dan memergoki Bulan yang sedang memperbaiki make up nya.
"Kamu gak pakek make up juga tetep cantik kok." seru Awan yang membuat Bulan sangat kaget.
"Ah, astaga Awan ngagetin aja." seru Bulan yang pipinya sedikit mereno karna perkataan Awan.
"Aduh, jantung gua mau meledak rasanya." batin Bulan.
"Emm, mau ke perpustakaan sekarang?" tanya Bulan.
"Iya, maaf ya ngerepotin." jawab Awan.
Mereka pun berjalan menuju perpustakaan. Tak lama kemudian mereka pun sampai di perpustakaan khusus murid gold class.
Alangkah terkejut nya Awan melihat begitu banyak buku bahkan ada dua lantai di perpustakaan itu dan tempat duduk yang memiliki suasana asri karna ada kaca besar yang menghadap langsung ke taman bunga.
Awan pun yang tercengang hanya diam bahkan Bulan telah berjalan lebih dulu di banding Awan, saat Bulan tau bahwa Awan tidak ada di sebelahnya ia pun langsung menghadap belakang dan memang benar Awan tertinggal di depan pintu masuk perpustakaan.
"Ngapain diam di situ, sini." seru Bulan sambil memanggil Awan agar mendekat.
"Iya." jawab Awan sambil berjalan mendekat.
"Lu tau bangku yang ada di sebelah kaca itu, adalah bangku kesukaan gua gak ada yang boleh duduk di sana tapi karna lu istimewa jadi lu gua boleh in duduk di sana." seru Bulan.
"Saya istimewa?" tanya Awan.
"Aduh gua lupa lagi kalau kata Surya gua harus deketin dia dengan cara yang alami." batin Bulan.
"Ah, lu istimewa karna aa, lu baru masuk di gold class, iya gitu." seru Bulan yang gelagapan menjawab pertanyaan Awan.
"Ohh gitu." seru Awan yang sedikit kecewa.
"Kalau gitu lu pilih dulu buku yang mau lu baca, terus kita belajar bareng di bangku itu." seru Bulan.
"Baik, kalau begitu." seru Awan yang beranjak untuk mencari buku yang ingin dia baca.
Bulan pun hanya melihat Awan dari kejauhan yang sedang mencari sebuah buku, Bulan tersenyum karna bisa melihat Awan memang Awan terlihat begitu tampan saat melihat lihat buku di sebuah rak .
Tak lama kemudian Awan pun selesai mencari buku yang ingin dia baca, Awan bergegas membawa buku bukunya ke bangku tempat Bulan duduk.
Namun Bulan sangat tercengang melihat Awan yang membawa begitu banyak buku sampai menumpuk seperti seperti sebuah bukit.
"Ya ampun, Awan banyak banget bukunya." seru Bulan.
"Hahaha iya, saya bingung mau baca yang mana jadi saya bawah semuanya." seru Awan sambil tersenyum manis.
"Iya udah, cepet duduk pasti berat banget." seru Bulan.
"Baik " jawab Awan sambil duduk di seberang Bulan.
"Kalau lu mau, lu bisa bawa pulang bukunya." seru Bulan.
"Gak usah, biar saya baca disini saja." seru Awan sambil tersenyum ringan.
"Ngomong ngomong, lu suka baca buku apa? " tanya Bulan.
"Sejarah, geografis, sosiologi tapi yang paling saya suka adalah buku sejarah." seru Awan.
"Kenapa buku sejarah?" tanya Bulan.
"Karna saat saya membaca buku sejarah saya, mendapatkan banyak pelajaran kehidupan saya merasa sudah hidup bertahun tahun saat saya membaca buku sejarah." jawab Awan sambil memandang i buku nya..
"Oh gitu." seru Bulan.
karna Awan membaca buku begitu serius membuat Bulan hanya bisa memandang i nya, karna Bulan tidak ingin mengganggu Awan yang sedang membaca buku dengan sangat serius. Namun Awan tau bahwa Bulan terus memandang i nya itu membuat Awan menjadi salah tingkah.
"Apa nona Bulan sedang melihat saya membaca buku? kenapa pandangan nya tidak beralih bahkan satu detik pun." batin Awan.
"Maaf, nona Bulan mau melihat saya sampai kapan?" tanya Awan dengan begitu polos nya.
Bulan yang mendengar itu pun langsung mengalihkan pandangan nya.
"Gua gak lagi ngelihatin lu kok." seru Bulan.
"Benarkah?" tanya Awan.
"Iya bener, emmn lu tau gak ada satu buku disini yang sangat langkah namun di tulis dengan bahasa inggris. Kapan kapan gua kasi lihat ke lu." seru Bulan yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Benarkah, saya pasti akan menantikannya." seru Awan.
"Oh ya, tentang cowok yang ganggu lu di lapangan." seru Bulan.
"Dia Guntur, memang dari dulu saat pertama kali masuk ke sekolah ini dia terlihat seperti tidak menyukai saya karna mungkin dia merasa saya tidak pantas berada di sekolah ini." seru Awan.