NovelToon NovelToon
ETHANA : Genesis

ETHANA : Genesis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Barat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sulfan Kirstail

Awal dari sebuah kejadian misterius yang membawa seorang Edgar Stewart, menjelajahi dunia baru yang belum pernah di pijaki oleh siapapun.

Namun bagaimana jadinya, jika pria berusia dua puluh tiga tahun itu malah tersesat dalam pikirannya sendiri karena kejadian-kejadian masa lalunya yang suram.

Akankah Edgar bisa kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulfan Kirstail, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Arus Sungai Seiry

Edgar terus menelusuri langkahnya hingga tiba disebuah tempat yang memang telah menjadi tujuan utamanya. Arus sungai Seiry sudah terdengar, itu artinya dirinya sebentar lagi akan tiba ditempat itu.

Ia sudah merasa lelah, tenaganya sudah terkuras habis karena melawan Demon tadi. Dan bukan hanya itu, waktu yang dimilikinya menjadi terbuang begitu saja. Pria itu pun mengutuk makhluk yang sudah mati dibunuh olehnya tadi dalam hati.

"Jika bukan karena penghalang tadi, aku pasti akan tiba disini lebih cepat." Desisnya.

Setelah berhasil keluar dari rimbunnya hutan Seina, pria berbadan tegap itu pun kini telah tiba ditepian sungai Seiry tersebut. Berdiri diatas bebatuan yang berserakan di bibir sungai.

Suara alirannya kini jelas terdengar, bergantung jarak ia dengan sungai itu. Kini Edgar hanya tinggal beberapa ratus meter lagi untuk bisa menepis permukaan air sungai itu.

Edgar berniat untuk membasuh wajahnya dengan air sungai yang mengalir bebas dihadapannya. Dibalik pemandangan kelabu, ia melihat penampakan hutan Larnia diseberang sungai Seiry. Hutan itu lebih luas jika dibandingkan dengan hutan Seina.

Selain para penjaga bangsa Elfair yang berkeliaran didalam hutan Larnia, Edgar tak bisa membayangkan ada berapa macam kengerian yang memang terdapat didalam hutan itu. Pastinya ada banyak para Demon yang lebih mengerikan lagi yang bersarang disana.

Hutan Larnia tampak membentang di sepanjang timur, maupun barat. Tak jauh dari sebelah kanan pria Hamoursh itu, terdapat sebuah jembatan besar yang menjadi penghubung antara kedua bangsa yang memang mendapat izin untuk bisa melintasinya.

Bagi para pencuri atau pemburu, mereka tak memerlukan semua itu. Hanya membutuhkan rencana serta keberanian yang besar supaya bisa menaklukan peraturan tersebut. Tak terkecuali Edgar. Ia diam-diam juga pernah memasuki wilayah terlarang itu.

Edgar berjongkok diatas sebuah batu besar, dan wajahnya menghadap kearah permukaan air. Ia bisa melihat dengan jelas pantulan dirinya diatas air meskipun terlihat sangat samar karena pengaruh dari arus.

Memang, bagian tepian sungai Seiry tak memiliki aliran yang deras namun jika siapapun tak berhati-hati, resiko yang harus diterima tidaklah kecil.

Edgar mulai menengadahkan kedua tangannya ke air, menjadikannya sebagai mangkuk untuk minum.

Setelah meminumnya, ia merasakan kembali kesegaran begitu air mengalir melalui tenggorokannya sampai memenuhi dadanya. Ia merasa bahwa tenaganya yang sempat hilang tadi, kini kembali lagi.

Kemudian yang dilakukan Hamoursh itu selanjutnya adalah, membasuh wajahnya. Air di sungai Seiry begitu dingin karena seperti mengalir dari sumber mata air yang berasa dari pegunungan Teilem yang berasa dari wilayah Hamoursh, dan langsung bermuara kelaut lepas diujung benua.

Air mengalir membasahi wajah pria itu, mengalir melalui lehernya. Dia pun tak lupa mencuci senjatanya dari sisa darah yang membekas Dimata belatinya karena pertempuran yang tak disengaja tadi.

Senjata yang dimiliki Edgar sangat tajam, bahkan dirinya sendiri juga sempat melakukan hal ceroboh yang berujung pada sebuah luka sayat yang terdapat di telapak tangan kirinya ketika ia membersihkan benda itu sebulan yang lalu.

Disaat ia tenggelam dengan kesibukannya, terlihat seseorang berdiri tak jauh dari belakangnya. Dengan rambut albino yang tersapu angin, membuat dirinya menjadi tak asing lagi.

"Akhirnya kau sampai juga." Katanya. Hal itu sontak membuat Edgar terkejut dan nyaris saja tersungkur kedalam air. Karena saat itu ia memang tak menyadari apapun soal kehadiran pria Elfair yang janji akan ia temui ditempat ini.

Edgar pun buru-buru membalikkan badannya, dan melihat siapa sosok yang barusan mengejutkannya dengan suara yang terdengar dingin tadi.

"Astaga, kau rupanya." Ucap Edgar mengelus dadanya yang seperti berdetak cepat. Orang yang barusan memanggilnya itu cuma bisa menyunggingkan senyumnya, menahan tawa ketika terdengar Hamoursh yang ada dihadapannya berdecik seperti sedang mengutuknya.

Edgar mengatur nafasnya seraya beranjak dari tempatnya menuju sosok Elfair yang seperti sudah menunggu kehadirannya sejak tadi.

"Apa kau sudah berada disini sejak tadi, Eldred?" Tanya Edgar padanya. "Ya," Eldred mengangguk. "Aku sudah tiba disini sejak aku meninggalkan Ortania semalam. Dan seperti aku masih tetap terjaga sejak saat itu.

Seketika Edgar merasa bersalah, "Maafkan aku. Aku tiba disini tak sesuai janji yang kukatakan padamu. Ada sesuatu yang membuatku menjadi sangat jengkel ketika melewati hutan Seina tadi." Ucap Edgar beralasan.

"Biar ku tebak, apa itu karena serangan dari Demon?" Ujar Eldred. Edgar mengerutkan sedikit keningnya. "Darimana kau tahu?" Katanya.

Eldred menunjuk pada bagian luka yang terlihat cukup parah ditubuh Edgar. "Kau masih bodoh seperti dulu, rupanya." Katanya. Edgar sedikit bingung.

Dia sendiri pun bahkan hampir melupakan luka itu. Ada beberapa luka yang ia terima ketika bertarung dengan Demon tadi. Namun yang lebih terlihat dan lebih parah adalah, sebuah luka yang menghiasi pinggangnya.

Itu baru terasa sakit. Darah yang keluar pun masih terlihat merembes dari pakaiannya yang sobek.

"Sepeti dulu?" Ucap Edgar yang malah mempermasalahkan ucapan Eldred barusan. Pria bertelinga lancip itu mengangguk mantap. "Tentu saja. Kau tak pernah berubah." Jawab Eldred. Elfair itu berjalan menjauhi tepian sungai Seiry, menuju tempat yang lebih aman.

Edgar mengikuti langkah Elfair itu, sampai tiba disebuah tempat yang dipenuhi dengan kerikil yang lumayan luas. Rumput-rumput tipis tumbuh menghiasi tempat itu, bahkan ada sedikit tempat yang sampai dilapisi warna hijau alami dari alam tersebut.

Tempat itu tidak pernah di pijaki oleh siapapun. Kecuali mungkin oleh komplotan bedebah yang berisitirahat ditempat seperti itu. Edgar tak sengaja melihat seperti ada bekas sebuah perapian yang tak jauh dari tempat Eldred berdiri.

Namun kelihatannya masih baru dari segala sisa-sisa kayu kering yang terbakar. Itu mungkin tempat Eldred bermalam ditempat ini.

"Aku tidak menyangka bertemu makhluk menyebalkan disana." Kata Edgar seraya mengarahkan jari telunjuknya kearah hutan Seina dibelakang Eldred.

"Tapi aku merasa lega kau berhasil mengalahkannya. Dulu yang kuingat kau adalah bocah penakut." Jawab Eldred tertawa getir mengingat kejadian itu.

Namun rupanya berbeda dengan Edgar, pria itu sama sekali tak mengingat apapun soal apa yang telah dibicarakan Elfair ini padanya.

Edgar pun berusaha untuk mengalihkan pembicaraan dan langsung berkata soal apa yang telah dikatakan Eldred padanya semalam.

"Oh ya, semalam kau ingin memberitahukan ku bahwa ada sebuah masalah diwilayahnya bangsa Elfair, kan?" Tanya Edgar yang langsung mengubah topik pembicaraannya.

"Benar. Tapi sejak aku tiba disini, aku terus memikirkan bagaimana kau tahu tujuanku mencari mu? Aku belum mengatakan tujuanku, tapi rasanya aneh sekali setelah mendengar kau langsung memotong penjelasan ku, dan tak meleset." Jelas Eldred yang kini kembali kebingungan.

"Aku terus bergulat dengan semua permasalahan itu di kepalaku semalaman. Itulah alasan yang membuatku sampai tetap terjaga sepanjang malam." Sambung Elfair itu.

......................

1
Cheonma
semangat thorr updatenya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!