NovelToon NovelToon
Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cintapertama
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aruna Maharani

Masa lalu yang membuat kehidupan Shirena Indira, wanita yang saat ini ingin melupakan trauma berat yang dialaminya.

Namun siapa sangka, dirinya malah dikejutkan dengan perjodohan yang dilakukan keluarganya.

Dan yang membuat dirinya lebih terkejut lagi, ketika ia mulai mampu menjalani kehidupan pernikahannya, selalu saja ada persoalan kecil maupun besar yang terjadi tepatnya di satu tahun pernikahannya, hingga beban yang harus ia rasakan sangat begitu besar sudah mulai tak bisa ia bendung lagi. Dan masalah demi masalah yang terjadi kembali mengingatkannya akan semua trauma masa lalunya.

Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu Shirena?
Dan apakah kebahagiaan akan datang setelah pernikahannya atau malah kembali terjebak dengan masa lalunya?

Cerita ini sedikit mengandung bawang, dimohonkan kepada readers untuk selalu menyiapkan tisu yaa :')
Happy reading and enjoy it!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aruna Maharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Hanum baru saja keluar dari kamar, ia mendengar suara mesin motor Irena. Langsung saja ia menutup pintu kamar dan berjalan menuju pintu depan rumah. Terlihat Irena sedang siap-siap untuk pergi dengan pakaian gamis hitam dan hijab menutupi dadanya.

"Irennaa .. " Hanum mendatangi Irena.

"Astaghfirullah siapa yang meninggal Nak? Kamu mau melayat kemana?" tanya Hanum.

"Bukan siapa yang meninggal Bu, Irena hanya ingin datang ke makam Ayah saja. Irena ingin meminta maaf padanya, sejak Ayah meninggal dan sampai hari ini, Irena belum pernah datang mengunjungi makamnya. Mungkin dengan mendatangi Ayah, Irena jauh lebih tenang dan mendapatkan jawaban atas semua ini"

"Tapi kamu ingat kan Ren, hari ini keluarga Dika akan datang loh, jangan lama ya" pinta Ibu.

Irena hanya menganggukkan kepalanya.

"Irena pergi dulu ya Bu, Assalamu'alaikum"

Irena berpamitan dengan Hanum dan menyalaminya.

*****

"Assalamu'alaikum, Ayah. Iren datang nih. Ayah gak rindu sama Iren? Terima kasih ya Ayah udah datang ke mimpi Iren, senang banget rasanya. Maafin Iren baru sekarang datang nyekar kesini"

"Ayah, Iren bangga punya Ayah seperti Ayah. Iren tau Ayah itu orang baik, sayang banget sama keluarga. Mungkin memang semua ini sudah takdir kita ya, Yah. Iren selalu merasa bersalah banget tiap kali mengingat semua yang terjadi dengan Ayah. Coba saja Iren membuka pintu kamar itu Yah, mungkin kita ...."

Iren kembali meneteskan air mata nya, tapi untuk kali ini ia mencoba untuk menahan tangisnya, lebih tegar dan menghela napasnya dalam-dalam.

Ia nggak ingin terlihat cengeng didepan Ayahnya.

"You said i must be a strong woman. Yes, i'm here, Dad. Your little girl, really miss you so much"

"Oiya hari ini ada pria bersama keluarganya mau datang kerumah nih, Ibu pasti udah cerita ke Ayah kan soal perjodohan Iren. Iren harus gimana ya, Yah? Iren nggak mau buat Ibu kecewa dengan keputusan Iren yang salah"

Gadis itu menaburkan bunga-bunga yang sudah dicampur dengan air, begitu harum. Seperti yang biasa dilakukan orang-orang setiap kali menyekar ke kuburan.

Ia kembali pulang, tapi hatinya masih memikirkan keputusan apa yang akan ia ambil nanti ketika keluarga Dika datang menemuinya.

Saat dijalan menuju rumah, perutnya keroncongan, rasa lapar mulai bergejolak. Ia melihat kedai bubur ayam, letaknya tepat berada di persimpangan jalan rumahnya. Irena memarkirkan motornya. Dulu biasanya bubur ayam langganan Irena dan ayahnya. Sudah lama sekali ia tidak makan disana.

Dari jauh, saat sedang memarkirkan motor. Tukang bubur itu memperhatikan Irena terus-menerus.

"Eh, mbak Iren ya? Iya kan mbak Iren? Wah udah lama ya gak kelihatan, baru sekarang nongolnya mbak semenjaaakk ... Tidak tidak, Ahh sudahlah, mau pesan mbak? Makan disini atau bawa pulang?" tanya tukang bubur ayam kaget melihat kedatangan Irena.

"Hemm, iya nih Pak. Saya pesan satu ya makan disini, untuk dibawa pulang satu aja entar sehabis saya makan ya" jawab Irena.

Dari meja sebelah terdengar suara berbisik-bisik.

"Eh, itu kan anaknya Pak Bayu ya kan? Pak Bayu nya udah meninggal, mati ditembak polisi. Dengar-dengar sih karna dia Mafia Narkoba, buronan. Gempar banget ceritanya, udah lama sih 10tahun lebih. Tapi anaknya baru-baru ini aja sih kelihatan. Kasihan banget memang, didepan anaknya itu tuh ditembaknya"

Irena yang sekilas mendengar itu semua, hanya bisa terdiam. Ingin rasanya menangis tapi itu tidak mungkin dihadapan mereka. Ia mencoba tegar pura-pura tidak mendengarnya. Ia jauh lebih kuat dibandingkan hari-hari yang lalu.

Gadis itu coba menenangkan diri, menarik nafas perlahan dan membuangnya pelan-pelan. Tidak memperdulikan apa yang dikatakan mereka.

"Tenang Ren, tenang. Kamu harus tenang. Bodoh amat lah apa yang dikatakan mereka. Stay cool ajee .." gumam Irena hingga nggak terasa sampai di suapan terakhir, kemudian ia meminta satu porsi dibungkus untuk dibawa pulang.

"Mas, satu ya bungkus" pinta Irena.

"Siap mbak, bentar ya" jawab tukang bubur.

*****

Irena memilih baju apa yang akan dipakainya. Karna Ibunya bilang kalau keluarga Dika sebentar lagi sampai. Walaupun ia tidak setuju dengan perjodohan ini, bukan berarti ia tampak jelek didepan mereka. Malu-maluin dong.

"Kringg ..."

"Kringg ..."

"Rudiii?" ucap Irena bingung.

"Assalamu'alaikum Ren, kamu mau dibawakan apa? Aku mau otw nih kerumah kamu. Kamu cuti libur kan"

"HAHH! Rudi? Ya Allah, mana mungkin dia kesini. Kasihan amat anak orang kalau tau akan ada pertemuan dengan keluarga Yudi ngomongin masalah nikah"

"E-eh nggak usah Pak, gak usah repot-repot. Saya... saya ... Saya mau pergi sama Ibu hari ini. Nggak usah ya"

Sangking gugupnya takut Rudi datang, ia sampai lupa menjawab ucapan salam dari Rudi.

"Oh mau pergi ya? Biar saya anterin ya, kebetulan saya gak ada kerjaan nih dikantor. Boring juga gak ada kamu" ucap Rudi

"Nggak usah Pak, nggak usah ya. Eh Pak,saya dipanggil Ibu nih. Udah dulu ya, Assalamu'alaikum" Irena pura-pura dipanggil Ibunya dan langsung mematikan telepon dari Rudi.

" Tapi saya sudah bawakan ko..piii.. Wa'alaikumsalam" jawab Rudi yang belum sempat melanjutkan perkataannya.

"Yah kok dimatiin sih, belum selesai juga bicara. Memang gadis aneh, hemm Ren Ren. Kayaknya ini kopi aku antar aja deh kerumahnya, sayang juga kan udah keburu dibeli"

Rudi tetap melanjutkan perjalanannya kerumah Irena, tapi ia hanya bermaksud untuk mengantar kopi saja.

Setibanya didepan rumah Irena, Rudi melihat beberapa mobil parkir tertata rapi. Ia bertanya-tanya ada apa dirumah Irena. Ingin rasanya bertanya dengan orang sekitar pikirnya.

Ia berhenti dibelakang salah satu mobil yang terparkir dan mematikan mesin mobil. Ia turun dan memanggil salah satu orang sekitar yang ia nggak tau kalau orang itu adalah kakaknya Dika, Arini.

"Permisi mbak, didalam ada acara atau apa ya. Rame banget kayaknya" tanya Rudi.

"Oh iya, nggak ada acara apa-apa sih. Cuma pertemuan keluarga doang, silaturahmi. Mas siapa ya? Keluarganya Irena?" tanya Arini balik.

"Oh bukan, saya temannya. Tadinya mau kasih kopi ini, tapi kayaknya lagi rame banget. Nggak enak juga saya masuk kedalam"

"E-ee ini mbak, tolong kasihkan ya. Kalau ditanya dari siapa bilang aja dari Agung. Terima kasih ya mbak"

"Oh iya Agung ya, AGUNG! Sama sama mas" jawab Arini.

Tanpa berpikir panjang, Rudi langsung kembali masuk kedalam mobil. Melihat semua itu, Rudi begitu sakit hati. Apalagi begitu banyak keluarga Dika yang datang kerumah Irena, itu artinya Irena dan Dika akan segera menikah.

Rudi hanya terdiam sembari memperhatikan orang-orang masuk berdatangan kerumah Irena.

"Ren, mungkin Allah memang mentakdirkan kamu untuk menjadi cerita yang berakhir dengan cara yang nggak bisa aku duga. Sudah seharusnya dari dulu aku mundur dan menjauh dari cinta yang nggak seharusnya aku simpan didalam hati. Bersikap sewajarnya dan sebisa mungkin mengikhlaskan kamu untuk Dika" Rudi berkata dalam hatinya sembari melihat foto-foto dirinya dan Irena di album galeri handphone yang diberi nama OTW Wife.

1
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Keputusan Nesh sudah tepat
DinDut itu Pacarku Mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Nah lebih lanjut lah nulis krn
nulis novel salah satu cara utk mengungkapkan isi hati
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Lanjut lah
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Sama-sama Kk
total 2 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hidup adalah pilih
Apapun yg kk pilih maka pertanggungjawaban lah pilihan itu kak
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Udh 2 tahun Hiatus
Lanjut lah
Kyk jemuran aja di gantung
Selesai kan lah karya yg udh kk buat
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: InsyaAllah Ry dukung Kk
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳: your welcome kak othor 😊
total 2 replies
ayu nuraini maulina
jarang q liat hubungan yg awet klo cari sndr ujung2 nya pasti perjodohan
Aruna Maharani: hehe bener kak, mencari pilihan yg bener bener terbaik itu susah banget ya kan hehe
total 1 replies
Dehan
irena kenapa kau tidak tergoda dengan dika, buat aku aja deh dikanya 😁😁
Aruna Maharani: boleh boleh kak, tapi kita mengahaluuu duluu dalam dunia mimpi ya hehehe 🤭🤭
total 1 replies
Dehan
duh.. bukan hanya tampan, tetapi juga humoris.. lelaki idaman aneeeettt
Dehan
sebenernya gemes akutuh sama pak chan
Dehan
hallo author,,, penjahit cantik mampir ya, yuk mampir balik😁
wndanaomi
Semangat ngetiknya
wndanaomi
Mampir nih kak, udh ku kasih daftar faf yah🙏😊
rifah
ceritanya seru kak mksh udh d ksh tau hehe
inimamm
mass syaa Allah, kak aku suka novel ini. alurnya sedih namun, setiap alur tentu saja mengandung hikmah🥺🤗
Aruna Maharani: terimakasih kak, lanjut dong pantengin terus hehe 🥰
total 1 replies
RiRiSKA
oh pak chan kok gitu sih sama sherina
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq kak
"Rasa yang terpendam"
Nenie desu
aq mampir lagi kak
Dede Dewi
yah... yg sabar ya ren...dika jangan putus asa ya
Dede Dewi
ikut sakit ni hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!