NovelToon NovelToon
Patah Hatinya Perempuan

Patah Hatinya Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Menikah dengan Musuhku / Diam-Diam Cinta
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yunita tri maryadi Ramadhan

Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.

Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.

Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17 : Sisi Lain

"Kamu nggak tau Raka itu seperti apa.. dia itu sangat brengs*k.." timpal Aaron sinis.

"Sekarang kamu mengatai temanku dan bertingkah seperti orang suci.. menceramahiku tanpa tau apapun soal diriku.. kamu terlalu munafik untuk berkata seperti itu.."

"Memang nyatanya begitu.. aku tau banyak hal yang kamu tidak tau.."

"Apa kamu pikir kamu lebih baik dari Raka?? Atau lebih baik daripada cowok mata keranjang di luar sana??"

"Tentu saja.."

"Cih.. bahkan mungkin kamu juga sudah meniduri siluman ular itu.. tapi kamu berlagak seperti cowok baik-baik.." tukas Zianca sinis.

Aaron menatap Zianca sinis.

"Apa kamu berpikir aku cowok seperti itu?? Mengecewakan sekali.." gumamnya lirih.

"Bahkan aku tidak pernah sekalipun melewati batasan pada semua mantanku.."

Tukasnya tegas.

"Hidupku ini penuh dengan komitmen.. jadi aku tidak akan melewati batas apapun sebelum aku menikah.. aku bahkan hanya pernah menciumnya.. di kening, di pipi dan di bi.."

"La..la..la..la..la..la.." Zianca menutup kedua telinganya dan bernyanyi berusaha tidak mendengar lanjutan ucapan Aaron.

Aaron kemudian membungkam mulutnya. Zianca segera membuka kedua telinganya ketika Aaron menghentikan lanjutan ucapannya.

"Dia yang mencium bibirku lebih dulu.. katanya bibirku sangat seksi.." sambung Aaron terkekeh, raut wajahnya yang tadi tampak marah dan serius kini justru tampak sangat imut dan lucu.

"**** !" Umpat Zianca lirih sontak membuat Aaron tertawa lepas.

"Orang-orang tidak akan percaya padaku.. karena penampilanku, orang-orang akan berpikir aku ini cowok nakal.. tapi aku yakin kamu pasti percaya padaku.. aku sangat menyayangi Mommy ku, aku sangat menghargainya.. itu sebabnya aku selalu menghormati dan menghargai perempuan yang aku sukai.. karena aku nggak sanggup membayangkan jika sesuatu hal buruk menimpa Mommy ku.. jadi aku berpikiran yang sama ke semua perempuan.. aku menghargai dan menghormati mereka.. aku membuat batasan-batasan sendiri pada hidupku.. karma is real.. aku nggak mau perbuatan jahatku dimasa kini akan berimbas pada Mommy atau istri dan anakku kelak.."

Zianca benar-benar di buat terenyuh pada semua perkataan Aaron. Dia menemukan sisi pribadi Aaron yang berbeda dan mengejutkan.

"Semoga saja omonganmu bukan hanya bualan saja.."

"Makanya kamu buktikan saja sendiri.. mari berpacaran denganku.."

"Aku tidak akan berpacaran dengan siapapun yang satu sekolah denganku.."

"Aku tau.. itu sebabnya baru sekarang aku mendekatimu.. apa kamu tidak menyadarinya??"

Zianca terdiam.

"Aku bakal nungguin kamu sampe lulus sekolah.. tapi kamu harus terus jaga hati kamu.. aku akan merampasmu secara paksa dari siapapun yang ingin mengambilmu dariku.." ujarnya penuh penekanan.

Lalu Zianca teringat rencananya kuliah di luar negeri. Itu artinya, mereka tidak akan pernah bisa pacaran sampai kapanpun.

****

Setibanya di rumah Zianca segera bergegas turun. Tapi Aaron menahan tangannya.

"Bisakah kamu membuka blokir nomorku?" Tanyanya lirih.

"Aku sudah membukanya daritadi malam.." jawabnya datar.

"Benarkah??"

"Hmm.." angguk Zianca yakin.

"Baiklah.. aku akan mengirimmu pesan.."

"Pesan apa??"

"Apa aku tidak boleh mengirimkan pesan padamu??"

"Oh.. baiklah.. eh.. tapi ponsel ku ada sama Fina.."

"Aku akan memastikannya untuk segera mengantarkannya padamu.." ujarnya yakin.

"Oke.. baiklah.." angguk Zianca setuju segera turun dan keluar dari mobil Aaron.

Kini Aaron mengerti karakter Zianca, dia tipikal yang lembut dan tidak suka di paksa. Dia lebih suka di ajak berkompromi satu sama lain terlebih dahulu. Dan dia adalah pendengar yang sangat baik. Aaron merasa Zianca mirip seperti ibunya. Aaron melihat kemiripan mereka mulai dari sifat hingga karakternya, meski suka sinis, tapi sangat pengertian dan perhatian.

****

Tok..tok..tok..

Fina membuka pintu kamar Zianca, dan melihat Zianca tengah tertidur pulas.

"Lo udah tidur Zi??" Bisik Fina membangunkan Zianca.

"Eh.. lo darimana aja sih?? Lama banget gue nunggunya.." gerutu Zianca segera bangun.

"Sorry.. tadi gue ngedate dulu sama gebetan baru gue hahaha.." tukasnya terkekeh.

"Nih.. titipan lo.. ampun gue di teror mulu sama lakik lo.. tiap bentar nelfonin gue udah ngantarin barang-barang lo apa belum.."

"Lakik gue?? Si Aaron??"

"Ya iyalah.. siapa lagi.." tukasnya ngomel.

"Udah jelas gue lagi ketemu gebetan gue.. dia bolak balik nelfon, sampe gebetan gue ngira kalau gue sebenarnya udah punya pacar.. parah banget tuh orang.." gerutunya menyodorkan tas Zianca.

"Lagian lo kemana sih? Sampe ninggalin tas lo segala.. Raka sampe bete banget karena lo tinggalin.. kita juga nggak jadi foto-foto.."

"Sorry.. sorry.. lain kali deh ya.. gue yang traktir.. soalnya tadi hal mendesak.. jadi gue buru-buru banget.." gumam Zianca berbohong memeriksa tasnya, segera meraih ponselnya dan memeriksa ada 10 pesan dari Louis.

"Ehh nyokap lo mana?? Tumben sepi banget?? Biasanya langsung kepo kalau tau gue dateng.." tanya Fina berbisik.

"Nyokap lagi dinas keluar kota sampe senin malam.."

"Ohh pantes.." angguk Fina mengerti.

"Ehh Zi.. tapi Aaron gila banget deh.. tadi habis nonton kita bertiga ke resto sushi yang gue ceritain itu.. lo tau kita habis berapa duit?? 8 juta Zi !!! Tadinya si Raka yang mau bayarin, tapi gue tolak.."

"Hah ?? Delapan juta?? Lo makan apa sih Fin?? Terus lo bayar pake apa??" Seru Zianca kaget.

"Ya pake duit si Aaron lah.. kan dia janji mau traktirin kita makan.. jadinya gue minta dia yang bayar bill-nya.. ehh rupanya beneran dia transfer duit ke gue.. malah di lebihin sejuta sama dia.. katanya buat ongkos ngantarin tas lo ini.."

"Hah??" Zianca ternganga shock.

"Gue juga sempet takut juga kalau sampe Aaron bohongin gue.. gue mana punya duit sebanyak itu.. rupanya dia beneran nepatin janjinya.."

"Fin.. lo gila ya? Cuma buat makan lo ngabisin duit segitu?? Itu bisa buat bayar uang daftar kuliah tau !!" Omel Zianca.

"Lagian Aaron kan yang awalnya setuju sama permintaan gue.. lagian gue anggap itu sebagai permintaan maaf dari dia.."

"Tapi nggak gitu juga kali Fin.. lo parah banget sih.. gimana kalau orang tuanya ngamuk terus ngelabrak lo hah ??!! Delapan juta Fin.. delapan juta !!" Zianca terus ngomel.

"Ya ampun Zi.. si Aaron nya aja santai kok.. lo kenapa ribet banget sih? Lagian nih ya.. ada rumor yang bilang kalau duit bulanan dia aja ratusan juta.. itu belum termasuk duit makan, jajan dan lain-lain.."

"Ya itu kan urusan dia Fin.. mau miliyaran pun dikasih orang tuanya, lo nggak berhak seenaknya morotin dia kayak gitu.."

"Iya deh iya.. sorry.. gue janji nggak bakal manfaatin dia lagi.." celetuk Fina mengalah pada Zianca.

"Lo udah jadian ya sama dia?" Timpal Fina tiba-tiba.

"Belum.." geleng Zianca polos.

"Belum?? Berarti akan???" Serunya kaget dengan respon polos Zianca.

"Gue belum ada mikir sampe kesana.. gue fokus daftar kuliah dulu.."

"Lo emang temen gue paling kerennnn.. salut gue sama komitmen hidup lo.." salut Fina bangga pada temannya.

Zianca tertegun, betapa malunya dia, karena teman-temannya malah manfaatin duit Aaron hanya untuk membeli makanan mewah, dan parahnya lagi, Aaron nya sendiri tidak ikut makan bersama mereka.

"Yaudah.. kalau gitu gue balik dulu ya.. udah malem banget nih.. bye.." pamit Fina segera bangkit.

"Lo hati-hati ya.." lambai Zianca tidak turut mengantar Fina.

Di antara Fina dan Puput, Fina lah yang paling sering main ke rumah Zianca, bisa di bilang Fina udah nganggap rumah Zianca kayak rumah dia sendiri. Orang tua Zianca juga kenal dekat dengan Fina maupun Puput, karena mereka berteman udah sejak pertama kali masuk SMA.

1
Erna Sutiyana
sebelum di usir adik Lo udah pergi duluan
Kaka gak ada akhlak
tatata13: bikin emosi emang kk..
total 1 replies
Erna Sutiyana
bukan nya si Aaron ibunya meninggal ya pas lahiran dia
Erna Sutiyana
knp takut keramaian
tatata13: Sebenarnya Aaron dan Zianca itu introvert kak.. tapi mereka harus memaksakan diri buat bergaul.. tapi pas dirumah atau lg sendiri.. mereka bener2 cuma di kamar ndak kadang nggak ngelakuin apa-apa sama sekali..
total 1 replies
Erna Sutiyana
yg nyebelin gini nnti nya yg bakalan bikin kamu kangen zi hehhee
tatata13: coba tebak kak endingnya mereka gimana?? 🤭
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir memberi like. 3 bab dulu ya...
Lina Zascia Amandia
Hai... Kak sy nyicil dua bab dulu ya...
tatata13: kembali lagi ya kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Sy mampir lagi memberi like, semangat, dan Fav.... ayo semangat Kak.... feedback balik ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!