Menceritakan seorang anak yang lolos dari aksi pembantaian oleh orang-orang aliran hitam. Dia diselamatkan oleh seorang Kakek yang adalah seorang Kultivator terkuat di benua timur yang sudah lama mengasingkan diri di hutan kematian.
Dia pada akhirnya diangkat menjadi murid yang mewarisi Semua ilmu kepandaian gurunya dan menjadi penerus sebagai sang Naga.
Pergi berkelana seorang diri dan tidak pernah menutup mata terhadap ketidak adilan, menjadi momok yang menakutkan bagi aliran hitam.
Dialah Xiao Lang, seorang yang akan menuju puncak kultivasi dan menjadi LEGENDA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attar GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Persiapan Turnamen
Akan sangat memalukan ketika seorang genius nomor satu di ibukota kekaisaran harus absen karena belum pulih dari cedera yang dialaminya saat ini. Oleh karena itu, dengan standar obat Alkimia yang bisa membantu meringankannya dan segera mempercepat proses penyembuhan bagi Chen Lee dan Hei Long.
Ditengah para murid yang menyaksikan pertarungan di atas, terdapat dua orang yang sangat kaget melihat orang yang ada di atas arena sedang bertarung menghadapi para tetua. Mereka tidak menyangka Xiao Lang akhirnya memutuskan berkunjung ke Sekte Naga Langit. Pada saat Xiao Lang sedang asik bertarung dengan tetua, terdengar seseorang di antara para murid sedang memanggil-manggil namanya.
"Saudara Xiao Lang,,,"
"Saudara Xiao Lang,,,"
"Saudara Xiao Lang,,,"
Seketika Xiao Lang langsung menoleh ke arah penonton dan melihat seorang pemuda dan seorang gadis cantik yang sangat di kenalinya. Melihat mereka berdua membuat Xiao Lang tersenyum dan mengangkat sebelah tangannya sambil melambai kepada kedua orang itu.
Di arena pertandingan, para tetua mengangkat kedua tangannya dan menyatakan menyerah pada pemuda itu sehingga merekapun akhirnya berhenti. Xiao Lang kemudian memberikan pada mereka sebuah botol pil obat untuk mengembalikan tenaga dan menyembuhkan luka luar yang dialaminya.
"Terimakasih junior,,," ucap mereka semua pada Xiao Lang tulus.
Xiao Lang akhirnya turun dari arena dan mendatangi kedua orang yang sudah di kenalinya itu dengan senyuman, sementara terlihat tatapan semua orang pada Wang Lee dan Xin Ying.
"Maaf saudara Wang Lee, saudari Xin Ying aku tidak bisa datang bersama kalian kemarin," ujar Xiao Lang pada kedua temannya.
"Saya juga minta maaf karna dari awal tidak memberi tahu kalian siapa diriku sebenarnya." sambil menepuk bahu Wang Lee.
Akhirnya mereka berdua tau kalau Xiao Lang adalah murid langsung Patriak Xin Long yang sudah lama tidak berada di sekte Naga Langit ini. Saat mereka bertiga asik ngobrol, para tetua akhirnya mengajak Xiao Lang kembali ke Aula sekte untuk kembali berbincang dengan mereka.
Saat mereka akan kembali, Xin Mei datang dan mendekati Xiao Lang sambil menyodorkan minuman kepadanya. "Minumlah Lang Gege biar kembali segar..." yang langsung di minum oleh Xiao Lang. "Terimakasih Mei' er..." ucap Xiao Lang dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
Terlihat raut muka yang berseri dari Xin Mei saat jalan berdekatan dengan Xiao Lang yang membuat iri murid-murid dari Sekte Naga Langit melihat kedekatan mereka, begitu pun Xin Ying kakaknya sangat kesal melihat kelakuan adiknya itu.
Dia aula sekte, Xin Yang akhirnya lega dengan kehadiran Xiao Lang yang sedikit banyaknya mengobati kerinduannya akan sosok Xin Long ayahnya. Dia sebagai Tetua Inti mengumumkan kepada para tetua dan seluruh anggota sekte bahwa Xiao Lang adalah murid dari Sekte NAGA LANGIT dan merupakan murid pribadi dari Patriak Xin Long. Disampaikan juga kepada murid sekte bahwa dalam waktu beberapa bulan kedepannya akan ada turnamen Generasi Muda Kekaisaran Dinasti Ming, jadi Xin Yang menghimbau kepada seluruh murid untuk mempersiapkan diri dan berlatih dengan penuh semangat serta menjaga nama baik sekte Naga Langit.
Xiao Lang akhirnya di siapkan sebuah tempat yang dekat dengan paviliun Gurunya. Tempat yang sangat sesuai untuk melakukan kultivasi dengan kepadatan energi yang cukup besar.
Menghadapi turnamen Generasi Muda, membuat murid-murid sekte berlatih dengan giat dan tak kenal lelah demi meraih hasil yang maksimal pada turnamen nanti.
Di sela latihannya, Xin Mei datang menemui Xiao Lang dan disambut dengan hangat oleh Xiao Lang. Sebenarnya kedatangan Xin Mei adalah ingin meminta Xiao Lang mengajarkan padanya teknik-teknik yang cocok dengannya. Melihat antusiasme dari gadis cantik itu membuatnya tergerak untuk membantu lagipula Xin Mei adalah Cucu dari Gurunya.
"Mei' er kesini dulu..." panggil Xiao Lang yang langsung ditanggapi oleh gadis cantik itu. "Ini, ambil pedang ini dan pelajarilah kitab-kitab ini dengan baik..." Xiao Lang langsung memberikan sebuah pedang pusaka langit dan tiga buah kitab kitab teknik tingkat tinggi itu.
Dengan mata yang berbinar-binar, Xin Mei mengambil hadiah yang diberikan oleh pemuda tampan itu. Seketika Xin Mei memeluknya sambil mengucapkan terimakasih yang sangat tulus kepada Xiao Lang. "Terimakasih Lang Gege". Sebuah pedang pusaka langit yang bilahnya berwarna merah sangat cocok dan pas ditangannya. Disamping itu ada tiga buah kitab teknik tingkat tinggi antara lain, kitab teknik Pedang Langit, Kitab teknik langkah angin dan Kitab teknik Tapak penghapus langit.
Hampir tiap hari Xin Mei datang dan belajar kitab-kitab yang diberikan oleh Xiao Lang, bahkan dia tidak akan pulang ketika ia sedang berkultivasi. Xin Mei adalah salah satu dari genius di kota kekaisaran ini sehingga ia bisa dengan mudah memahami dan menguasai kitab-kitab teknik yang diberikan oleh Xiao Lang.
Xin Mei sangat bersyukur bisa mencapai Ranah Pendekar Kaisar tingkat menengah. Dengan bantuan pengajaran dan sumberdaya tingkat tinggi yang diberikan oleh Xiao Lang membuatnya berkembang dengan pesat. Beberapa bulan berlalu, saat ini Xin Mei masih melakukan kultivasi tertutup di kediaman Xiao Lang. Beberapa saat kemudian terdengar ledakan dalam tubuh Xin Mei yang terdengar beberapa kali tanda ia sudah menerobos.
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Akhirnya aku sudah menerobos ke Ranah Pendekar Suci tahap akhir. Ia pun berkultivasi lagi untuk memperkokoh pondasi kultivasinya sebelum kembali ke kediamannya.
Di kediamannya, ayahnya juga tidak melarang Xin Mei untuk dekat dengan Xiao Lang karna itu juga memberikan dampak yang positif untuk anaknya, tapi yang membuat nya pusing adalah sikap Xin Ying kakak Xin Mei yang sering uring-uringan tidak jelas ketika tidak melihat adiknya.
"Pasti dia ke tempat Lang Gege," pikir nya dalam hati, karna dari beberapa hari ini tidak terlihat di rumah.
"Mei' er ...." teriak Xin Ying di dalam kamarnya.
Xin Yang menyadari ada kecemburuan dalam diri Xin Ying melihat kedekatan Xin Mei dengan Xiao Lang, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena ini adalah berbicara tentang hati. Dan hati tidak bisa di paksakan. "Aissss, anak ini..." gumam Xin Yang sambil melangkah keluar meninggalkan Xin Ying yang uring-uringan tidak jelas di dalam kamarnya.
Di kediaman Xiao Lang, Xin Mei akhirnya bangun dari kultivasi tertutup nya. Ia begitu senang dengan pencapaiannya saat ini, senyumannya terus mengembang di wajah cantik nya. Setelah bangun ia keluar dari kamar itu dan segera mencari keberadaan Xiao Lang.
Saat Xiao Lang sedang berlatih sendiri di belakang rumahnya, terdengar suara dan langkah kaki yang mendekat ke arahnya. "Pasti Mei' er sudah bangun dari kultivasi nya, sebaiknya aku juga menghentikan latihan hari ini." sambil membersihkan keringat di badannya. Tidak berapa lama Xin Mei akhirnya menemukannya di halaman belakang rumahnya.
"Gege, aku sudah selesai dan terima kasih Gege sudah banyak membantu." sambil berlari pelan dan Memeluk Xiao Lang.
"Selamat Mei' er kamu sidah naik tingkat lagi ke ranah pendekar Suci tahap akhir." ujar Xiao Lang dengan lembut sambil mengelus kepala gadis cantik itu.
"Sebaiknya, Mei' er kembali dulu besok pagi aku jemput. Kita makan diluar." lanjut Xiao Lang yang langsung di angguki oleh gadis cantik itu.
Xin Mei akhirnya kembali ke kediamannya dan meninggalkan Xiao Lang sendiri. Sesampainya di rumah, ia langsung di sambut Ayah Ibu dan kakaknya. "Akhirnya pulang juga, kirain tidak mau pulang." ucap Xin Ying dengan ekspresi yang sangat dingin, akan tetapi di tanggapi biasa saja oleh Xin Mei."Tadi memang aku tidak mau pulang, masih ingin lama-lama sama Lang Gege. Tapi Gege takut Ayah sama ibu khawatir jadi aku pulang." dengan sedikit ekspresi kepada kakaknya. "Oh ya, besok aku di ajak makan diluar sama Gege, apa kakak mau ikut? jadi obat nyamuk, hahahaha" sambil berlari Xin Mei berlalu dari hadapan kedua orangtuanya dan kakaknya yang sudah merah membara mukanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...