Dika Nugraha seorang CEO di sebuah perusahaan besar. Saat ini dia sudah berusia 30 tahun namun dia belum juga mau untuk menikah. Karena sebuah kecelakaan dia mengalami kelumpuhan dan harus duduk di kursi roda.
Pak Nugraha sebagai papah Dika merasa kasihan pada putra nya itu. Akhir nya dia membeli gadis bernama Nisa Putri Surya yang masih berusia 19 tahun untuk Dika nikahi.
Dika di beri minuman oleh sang papah agar dia berhubungan badan dengan Nisa.
Bagaimana kelanjutan cerita nya?
Tetap setia di sini😊😊😊
Terima kasih banyak 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
"Aku akan bertanggung jawab Tiara. Aku akan menikahi kamu" Guman Huda dalam hati.
Cukup lama mereka melakukan hubungan itu. Tiara yang kelelahan sudah tertidur dalam pelukan Huda saat ini.
Huda menyingkirkan rambut Tiara yang menutupi wajah cantik Tiara. Dia membelai lembut wajah Tiara dengan jemari nya.
"Aku akan menikahi mu Tiara. Tunggu saja aku akan melakukan nya" Ucap Huda lirih.
Beberapa bulan berlalu.
Perjalanan hidup Nisa semakin baik. Dia mulai membuka hati nya untuk Dika. Dika juga mulai sayang dengan Nisa.
Walaupun dia tidak pernah bilang pada Nisa kalau dia mnyayangi Nisa. Tapi dari perlakuan Dika pada Nisa sudah membuktikan semua nya.
Kandungan Nisa sudah menginjak usia ke 6 bulan. Perut nya juga sudah mulai terlihat membuncit.
Nisa berkaca di depan kaca lemari nya. Dia mihat badan nya yang sedikit gemuk dengan perut nya yang buncit.
"Kamu ngapain sih?" Tanya Dika yang baru selesai mandi memeluk Nisa dari belakang.
"Badan ku kok jelek ya mas. Lihat deh badan ku gendut perut ku buncit. Wajah ku juga agak kusam" Ucap Nisa.
Dika melepaskan pelukan nya. Dia membalikkan badan Nisa agar menghadap diri nya.
"Dengar kan aku. Aku tidak peduli dengan perubahan pada badan mu. Kamu sudah mengandung anak ku. Aku sudah sangat bersyukur dengan itu" Ucap Dika.
"Makasih ya mas" Ucap Nisa tersenyum.
"Iya sayang. Jangan pikirkan hal itu lagi. Yang penting kamu dan bayi kita selalu sehat" Ucap Dika.
"Iya mas" Jawab Nisa.
"Ya sudah mas siap siap dulu. Mas harus ke kantor sekarang" Ucap Dika.
"Mau aku bantu?" Tanya Nisa.
"Tidak usah. Kamu siap siap saja kata nya mau jalan jalan dengan Tiara" Ucap Dika.
"Jadi nggak papa aku keluar sama Tiara?" Tanya Nisa.
"Tentu saja sayang. Tapi ingat kamu harus selalu berhati hati." Ucap Dika.
"Iya mas" Jawab Nisa.
Nisa dan Dika sama sama bersiap siap untuk keluar rumah hari ini. Nisa memakai dres dan sendal yang tidak ada hak nya.
Nisa telahnselesai bersiap siap. Dia duduk di sofa dengan mengusap usap perut nya yang buncit.
"Sayang hari ini mungkin aku akan lembur. Jadi nanti kamu makan malam sendiri saja" Ucap Dika.
"Iya mas" Jawab Nisa.
Dika berjalan menghampiri Nisa. Dia berlutut di depan Nisa yang sedang mengusap perut nya.
"Sayang papi kerja dulu ya. Nanti kalau jalan jalan sama mami jangan nakal. Jagain mami terus ya sayang" Ucap Dika pada bayi dalam perut Nisa.
Dika mencium perut Nisa lembut lalu dia berdiri untuk mencium bibir Nisa.
"Aku berangkat dulu ya sayang" Pamit Dika.
"Iya mas" Jawab Nisa.
Dika duduk ke kursi roda nya lalu keluar dari kamar untuk menuju ke Huda yang sudah menunggu nya di luar rumah.
Dika masih duduk di kursi roda nya karena dia sudah mulai tau siap saja yang berhianat dengan nya.
Hanya menunggu wakyu saja. Dika akan meringkus mereka. Salah satu yang mencelakai nya dulu ternyata adalah om nya sendiri. Adik kandung dari mamah nya yang telah meninggal dunia.
Tapi Nisa tidak tau akan hal itu. Yang dia tau Dika melakukan itu untuk menangkap musuk dalam kantor saja.
"Huda siapkan semua berkas berkas korupsi yang di lakukan paman. Aku ingin mereka semua tau kalau melawan Dika Nugraha harus sadar dengan kekuatan nya sendiri seperti apa" Ucap Dika.
"Kalau aku saran kan jangan sekarang kamu melakukan nya karena Nisa masih hamil. Hal itu sangat membahayakan Nisa jika anak buah mereka tau." Ucap Huda.
"Terus apa yang harus gue lakuin sekarang. Membiarkan mereka menghancurkan perusahaan yang mamah gue wariskan sama gue. Gue nggak bisa Huda." Ucap Dika.
Dalam perjalanan mereka membicarkan hal itu karena di kantor ada mata mata yang tersebar untuk mengawasi Dika dan Huda.
"Gue tau ini berat Dika. Tapi yang lebih penting sekarang keselamatan anak dan istri elo. Elo harus bersabar. Setelah Nisa melahirkan kita sembunyikan Nisa lalu kita jalankan rencana kita" Jelas Huda.
"Bersabar lah. Gue tau elo kecewa dengan paman lo sendiri. 3 bulan lagi. 3 bulan lagi Nisa akan melahirkan dan kita bisa melancarkan serangan pada mereka semua" Imbuh Huda.
"Iya. Gue akan lebih bersabar" Jawab Dika.
"Demi anak dan istri lo Dika. Bersabar lah" Ucap Huda.
"Iya elo benar Huda. Makasih karena elo sudah membantu gue" Ucap Dika.
"Elo sudah seperti saudara untuk gue Dik. Gue akan lakukan apa pun untuk kebahagiaan elo" Jawab Huda.
Plack.
"Aduh elo gila ya" Ucap Huda kesakitan karena di pukul Dika dari kursi belakang.
"Elo sering gombalin Tiara sengan ucapan itu? Gue geli denger nya" Ucap Dika
"Sia****n lo" Ucap Huda tersenyum.
Huda dan Dik akhir nya kembali tersenyum. Karena masalah yang mereka hadapi membuat mereka sering bertengkar beradu argumen.
Tapi dengan pertengkaran tersebut membuat mereka semakin dekat. Mereka bagai saudara kandung yang sulit di pisah kan.
Di lain tempat. Nisa dan Tiara sedang berada di sebuah kafe. Mereka santai santai di kafe tersebut untuk menikmati hari yang cerah.
"Nisa aku boleh tanya sesuatu tidan sama kamu?" Tanya Tiara.
"Tanya apa?" Nisa balik tanya
"Kenapa kamu bisa menikah dengan Dika?" Tanya Tiara.
Nisa terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan dari Tiara barusan. Dia teringat kembali dengan kejadian waktu itu yang membuat nya marah benci dan sekaligus mendebarkan untuk nya.
"Aku dan Dika mengalami kecelakaan kak. Karena mas Dika yang baik dia mau mempertanggung jawab kan nya" Jawab Nisa.
"Dika? Melakukan hal itu. Itu bukan diri nya. Dia tidak pernah melecehkan wanita" Ucap Tiara.
"Aku juga berfikir seperti itu awal nya kak. Tapi itu lah yang terjadi. Aku tidak tau bagaimana aku bisa di dalam kamar itu bersama mas Dika. Yang aku ingat aku sedang pergi bersama saudara sepupu ku. Setelah itu aku tidak tau lagi" Ucap Nisa.
Tiara mendengarkan seksama cerita Nisa. Menurut nya ada yang janggal dari cerita Nisa. Tapi Nisa terlihat jujur menceritakan semua nya dengan dia.
"Jadi pusat msalah nya adalah sepupunya itu. Ok aku akan cari tau apa yang terjadi. Kalau sampai ada sesuatu yang buruk maka aku akan turun tangan sendiri " Guman Tiara dalam hati.
Nisa tertunduk dengan mengusap perut nya yang buncit. Dia melihat ke luar jendela untuk menikmati suasana hiruk pikuk orang orang yang lewat di depan kafe.
Tiara melihat Nisa yang sedih merasa bersalah. Dia memegang tangan Nisa. Nisa melihat ke arah Tiara dan melihat Tiara yang tersenyum ke arah nya.
"Jangan pikirkan hal yang tidak lenyenangkan. Pikirkan saja gimana lucu nya anak kamu nanti kalau sudah lahir. Dia pasti sangat menggemaskan seperti kamu" Ucap Tiara.
"Iya kak" Jawab Nisa tersenyum.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏