Zhang Chen, seorang pemuda yang hidup dengan ketidak adilan oleh langit. tanpa sengaja ia terjatuh ke dimensi lain dan di pertemukan dengan seorang dewa yang nantinya akan menjadi gurunya.
dengan tekad yang kuat menjadi seorang pendekar yang berpegang teguh untuk melindungi orang orang yang ia sayangi dan menciptakan kedamaian
dengan tubuh istimewa yang tiada dua di alam semesta dan pelayan setianya yang merupakan raja agung dewa naga azure bersama para pasukan akan membawanya ke puncak dunia persilatan.
dan pada saat melakukan pengembaraan tanpa sengaja Zhang Chen bertemu dengan seorang wanita cantik nan anggun yang nantinya akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang_gabut07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir penyerangan dan Akhir pertemuan
setelah kedua siluet itu beradu terlihat angin tornado milik Xin Mousan perlahan mulai pudar dan menghilang, namun tidak dengan siluet seorang jendral samurai yang masih terlihat kuat, tida tiba datang rekan rekan samurai yang lain ikut bergabung dan melaporkan kejadian yang mereka alami saat melawan Zhang Chen, pemimpin para samurai itu terlihat menahan amarah yang sangat besar.
tanpa menunggu lebih lama siluet itu menyerang dan menusukkan pedangnya ke arah Xin Mousan, tusukan pedang itu terlihat sangat cepat sehingga Xin Mousan tidak sempat menghindar, namun sebelum tusukan itu menenai Xin Mousan seorang wanita tiba tiba muncul di hadapannya dan membentangkan kedua tangannya.
''aku tidak akan membiarkanmu membunuh ayahku'' teriak wanita itu dengan lantang.
slebb... tusukan pedang itu tepat mengenai jantung wanita itu hingga menembusnya, sehingga membuat wanita itu tumbang ke tanah dan memuntahkan seteguk darah dari bibir indahnya.
Xin Mousan kemudian berlari secepat mungkin untuk menangkap wanita itu, Xin Mousan kemudian mengeluarkan dua butir pil ekstasi body dari dalam cincin penyimoanannya dan menyuruh Xin mei menelannya, kemudian membantunya untuk memurnikannya dengan dengan mengalirkan tenaga dalam ke tubuh Xin mei, namun usahanya sia sia, karna luka yang Xin mei alami teramat sangat parah, Xin Mousan merasa sangat terpukul, terpampang jelas di wajahnya air mata yang sudah tidak sanggup terbendung mengalir deras membasahi pipinya.
''kenapa, kenapa kau melakukan ini meimei, ibumu sudah pergi meninggalkan ayah, ayah tidak ingin kau juga pergi meninggalkan ayah meimei'' ucap xin Mousan terisak tangis meneteskan air mata sambil mendekap tubuh Xin mei yang mulai melemah
''a..ayah meimei belum sempat membalas semua yang ayah berikan, setidaknya atas pengorbananku ini, meimei bisa sedikit berguna untuk ayah, dan masa depan klan xin'' ucap Xin mei sambil meneteskan setetes air mata dari sudut matanya dan tersenyum ke arah Xin Mousan.
siluet jendral samurai itu kembali mengayunkan pedangnya menyerang Xin Mousan, semua anggota klan xin yang tersisa mencoba meneriaki ketua mereka untuk menghindar, namun Xin Mousan yang merasa hampa tidak dapat merasakan apapun yang masih terlarut dalam kesedihan sehingga tidak menghiraukan kejadian yang terjadi di sekitarnya, ia hanya terdiam menangis dan memeluk putrinya. saat tebasan itu hampir mengenai Xin Mousan, tiba tiba langit menyambarkan kilatan petir dan membentuk siluet naga biru perkasa muncul dari atas langit dan melilit tubuh siluet jendral samurai itu, siluet jendral Samurai itu mencoba sekuat tenaga melepaskan lilitan sang naga sambil beberapa kali mengayunkan pedangnya kearah tubuh naga yang melilitnya, namun itu semua hanya usaha yang sia sia, sehingga membuat sang naga semakin mengeratkan lilitannya s sehingga menimbulkan retakan retakan kecil di tubuh siluet jendral samurai itu, dan kemudian hancur berkeping-keping menjadi kabut hitam dan meledak dengan keras
krakk... krakkk... BOOMM...!!
ledakan keras bergema bersamaan dengan hancurnya siluet jendral samurai dan menghilangnya siluet naga biru itu, sehingga menimbulkan gelombang kejut yang sangat kuat, membuat para samurai itu terpental beberapa meter dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
para samurai itu mencoba mencari tau siapa yang telah mengeluarkan siluet naga yang dapat dengan mudahnya menghancurkan formasi roh yang mereka gunakan.
''Bajingan,.!! pengecut mana yang berani menyerang secara diam diam!" teriak Takeda Masamune yang tidak lain adalah pemimpin para samurai itu.
belum sempat mereka menemukan orang yang telah mengeluarkan siluet naga itu, tiba tiba terdengar alunan suara nada seruling yang sangat haru, membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa lemah dengan kesedihan yang sangat dalam.
para samurai yang mendengar suara nada seruling itu terdiam, bahkan ada yang berlutut menangis sambil mendekap kepalanya dengan kedua tangannya seperti sedang terlarut mengingat kembali kesalahan kesalahan yang mereka sesali yang seharusnya tidak mereka lakukan, atau merasakan kembali pahitnya masa lalu yang pernah mereka alami, berbeda dengan yang di rasakan para anggota klan xin, mereka mendengar alunan nada seruling yang sangat indah, damai dan menenangkan hati membuat mereka merasakan ketenangan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.
tetapi itu semua tidak berlangsung lama, kesedihan yang mereka dengar dari alunan nada seruling itu tiba tiba berubah menjadi lengkingan suara yang memekakkan telinga, membuat gendang telinga mereka merasa di tusuk ribuan jarum panas sampai mengeluarkan darah dari telinga, para samurai itu mencoba menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangannya, namun suara lengkingan itu sangat keras sehingga masih terdengar di telinga mereka.
''akhhhhhh... akhhhhhh..!
teriakan para samurai terdengar bersahut-sahutan, banyak dari mereka yang terkapar mati tanpa luka namun darah mengalir deras dari telinga mereka, karna tidak ingin tersiksa lebih lama lagi kebanyakan para samurai memilih mengakhiri hidupnya sendiri.
semua para anggota klan xin yang melihat kejadian itu menjadi tertegun saat melihat para samurai itu mengakhiri hidupnya sendiri, dan baru kali ini mereka tau bahwa suara nada yang indah dapat membunuh tanpa terlihat.
para anggota klan xin mencoba mencari tau seseorang yang berada di balik semua ini, kemudian pandangan mereka melihat ke segala arah, tetapi mereka tidak menemukan siapapun, namun saat pandangan mereka kembali ke posisi awal, terlihat seorang pemuda lusuh dengan mata yang tertutup kain hitam sedang duduk dia atas batu besar sambil bermain seruling, bersamaan dengan itu pandangan Xin mei tertuju pada pria yang merasa ia kenali, sehingga membuat senyum yang semakin lebar terpampang di wajah cantiknya.
Xin Mousan yang melihat pandangan mata putrinya tertuju ke satu arah, kemudian ikut memandang dimana arah pandangan mata Xin mei tertuju, saat itu juga ia dapat melihat seorang pemuda yang sedang duduk di atas batu besar sambil memainkan seruling.
''akhirnya aku bertemu denganmu kembali'' gumam Xin mei dalam hati.
''a..ayah tolong bawa aku menemui pemuda itu'' ucap Xin mei dengan suara yang terdengar pelan dan menunjuk ke arah seorang pemuda yang tengah bermain seruling itu.
Xin Mousan hanya mengangguk kemudian mengendong Xin mei menghampiri pemuda itu, bersamaan dengan itu Zhang Chen menghentikan permainan serulingnya karna merasa semua anggota samurai itu telah habis terbunuh.
saat itu juga Zhang Chen baru menyadari aura yang terasa familiar tetapi sangat lemah sedang mendekat ke arahnya, namun ia tidak mengingat aura milik siapa itu. setelah mengingat ingat beberapa saat, ternyata aura yang familiar itu milik Xin mei.
Xin Mousan yang sudah berada di hadapan Zhang Chen kemudian menurunkan Xin mei di hadapan Zhang Chen yang terlihat sekarat, dengan wajah yang sangat pucat, saat itu juga Zhang Chen menjulurkan tangannya untuk mengalirkan energi Ying-Yang ke dalam tubuh Xin mei untuk penyembuhan, namun usahanya tidak membuahkan hasil di karenakan jantung Xin mei yang hampir terbelah, Xin mei yang menyadari akan hal itu kemudian mencoba meraih tangan Zhang Chen dan meletakkan tangan Zhang Chen di pipinya.
''cukup,.. hentikan usaha sia sia yang kau lakukan, karna aku tau kondisiku saat ini, aku hanya inggin mengatakan, jika ada kehidupan selanjutnya maukah kau menikahi ku'' ucap Xin mei terdengar lirih dengan mata yang hampir tertutup.
entah mengapa Zhang Chen tiba tiba mengangguk dan berkata.
''jika di kehidupan selanjutnya kita bertemu, aku berjanji akan menikahimu'' ucap Zhang Chen sambil mengelus lembut kepala Xin mei.
Xin mei yang mendengar itu merasa senang dan terpampang senyum di wajahnya yang sudah sangat pucat dan berkata.
''mendekatlah'' ucap Xin mei lirih pada Zhang Chen.
Zhang Chen kemudian mendekatkan wajahnya seperti keinginan Xin mei, saat itu juga Xin mei membisikkan sesuatu di telinga Zhang Chen.
''aku hanya bisa memberimu sedikit hadiah'' bisik Xin mei di telinga Zhang Chen, tanpa aba aba Xin mei mencium bibir Zhang Chen dengan lembut, Zhang Chen hanya sedikit terkejut dan membalas ciuman Xin mei dengan lembut, dan saat itu juga Xin mei mati dalam pelukan Zhang Chen :(