cut Balqis nabillah gadis cantik berhijab berasal dari Aceh...melanjutkan kuliahnya ke Jakarta untuk menuntut ilmu dan juga mencari tahu tentang siapa ayah kandungnya...karna dari kecil ibunya selalu menutupi siapa ayah kandungnya...
hingga suatu hari iya tak sengaja menjatuhkan foto yang ada dalam diary ibunya...seorang pria tampan yang sangat mirip dengannya...
apakah ini ayah...itulah yang dipikirkannya...
dan juga terdapat beberapa konflik percintaan...
Kevin Wijaya Malik...kakak sepupu Balqis yang jatuh cinta pada kepribadian nya yang sulit di tebak...
Balqis adalah gadis cantik,,berani dan juga sedikit mata keranjang...tak lupa juga penyakit narsisnya yang turun dari sang ayah...
devian kakak senior Balqis memiliki sifat ramah dan baik ia menyukai Balqis..
axxelo Abraham Rahman pria dingin dari keluarga kaya...memiliki kepribadian yang misterius...
siapakah di antara mereka yang dapat membuat Balqis jatuh hati...dan apakah Balqis berhasil bertemu dengan ayah nya...
ikutin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
awal masalah dan bertemu kak zia
setelah selesai makan Kevin pun mengantar Balqis pulang ke kos nya karna hari sudah mulai gelap
"terimakasih ya kak untuk hari ini"ucap Balqis yang sudah berada di depan kos nya
"iya sama sama"ucap Kevin lembut
"yaudah Balqis masuk dulu yah kak... assalamualaikum"ucap Balqis
"waalaikum salam"jawab kevin melambaikan tangan
ia menatap punggung Balqis yang mulai memasuki kos nya. setelah Balqis masuk ia bergegas memasuki mobil beranjak pulang kerumahnya
hingga tanpa Kevin sadari ada seseorang yang melihat mereka tadi di pantai dan mulai dari situ orang tersebut mengikuti nya...ia menggepalkan tangan nya erat
"akan ku beri pelajaran kau jalang karna sudah berani menggoda Kevin ku"ucap orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita
***
jam menunjukkan jam 10 malam Balqis yang mulai lapar ia berjalan menuju kulkas tetapi ia tak mendapati makanan karna stok habis. ia pun memakai kerudung instan nya keluar menuju minimarket terdekat berjalan kaki.ia melewati lorong gang yang mulai sepi
namun tak ada yang mencurigakan ia pun berjalan santai menuju minimarket setelah sampai ia langsung memilih makanan kesukaannya sesudah memilih semua nya ia pun langsung membayar nya
ia pun beranjak pulang melalui gang yang sama tetapi ia melihat ada segerombolan preman Disana ia pun langsung memutar arah untuk mencari jalan lainnya tetapi...
"hei gadis manis mau kemana ayo temani Abang disini"ucap seorang preman yang mencekal tangan Balqis
"heyy jangan kurang ajar yah..saya teriak sekarang yah"ucap Balqis mengancam padahal ia sudah sangat ketakutan
"ayolah sayang ikut Abang nanti saja kamu teriak sebut nama Abang"
"cihhh menjijikkan aku gak Sudi "ucap Balqis meludah ke samping
"kurang ajar kau"
plak.
satu tamparan melesat ke pipi mulus Balqis sehingga mengeluarkan darah segar dari ujung bibir nya..air mata Balqis berjatuhan karna selama hidup nya tak pernah seorang pun yang berani menampar nya bahkan ibu atau nenek nya sekalipun
"ayo bawa dia ke pos"ucap premain lain nya
Bukk
Balqis menendang junior preman itu dan langsung preman tersebut melepaskan tangannya untuk memegang junior nya..Balqis pun yang melihat kesempatan langsung berlarian dengan barang belanjaannya. kalo ditanya kenapa Balqis tak meninggalkan barang belanjaannya jawabannya Balqis tak mau uang nya sia sia
para preman tersebut mengerang marah mereka pun langsung mengejar Balqis.
Balqis berlari tanpa arah yang dalam pikirannya adalah mencari orang untuk bisa menolong nya..tapi jalanan sepi.ia tak putus asa tetap ia berteriak meminta tolong berharap ada yang mendengarnya tapi sayang sepertinya keberuntungan tak memihak Balqis ia terjatuh kaki nya keseleo lutut nya berdarah
para preman yang melihat Balqis terjatuh pun langsung menghampirinya dan mengelilingi
"hahaha mau kemana kau gadis kecil..kau harus bertanggung jawab setelah membuat junior ku marah"ucap preman yang di tendang tadi..sambil mengelus junior nya ia menatap mesum ke arah Balqis
"haha sabar bro kita bermain bersama sama saja aku tak tahan ingin mencicipinya"
"biadab dasar makhluk hina pergi kalian"teriak Balqis marah
plak plak plak
tiga tamparan melayang ke pipi Balqis darah semakin banyak keluar dari sudut bibir nya karna preman tersebut menampar Balqis di pipi yang sama yaitu pipi kanannya
"tolong tolong"teriak Balqis
"hahaha percuma tak akan ada yang menolong mu sayang"ucap seorang preman yang sudah merengkuh tubuh Balqis dari belakang
ya Allah hamba sudah menunaikan perintah mu untuk menutupi aurat hamba dan juga hamba menjaga Marwah hamba sesuai amanah ibu hamba..ya Allah hamba menagih janji mu yang berjanji akan menjaga hamba.sesungguhnya Allah takkan mengingkari janjinya karna dia maha benar doa Balqis dalam batin
tepat setelah berdoa seperti janji Allah ia akan menjaganya..tiba tiba berhenti sebuah mobil di dekat para preman tersebut keluarlah dua orang pria tampan memakai jas satu warna hitam dan satu nya lagi warna navy tatapan nya tajam muka memerah menahan amarah melihat seorang gadis dengan pipi lebam dan jilbab nya hampir lepas
tanpa aba aba mereka langsung menyerang preman tersebut tanpa ampun padahal mereka berdua kalah jumlah dengan preman tersebut..tapi tenaga mereka lebih besar mereka pun baru berhenti ketika melihat preman tersebut lari dari mereka..
kemudian mereka segera menghampiri gadis tersebut
"kamu tidak apa apa"tanya pria jas berwarna navy
Balqis yang masih ketakutan ia menyembunyikan wajah nya dia kedua lututnya perlahan ia mendongak ke atas melihat pria di depan nya
deggg
jantung pria tersebut berdetak kencang ia menatap bola mata coklat tersebut entah kenapa hatinya sakit melihat luka di wajah wanita tersebut..sesaat hanya keheningan terjadi
"terima kasih pak "ucap nya menahan tangis
pria tersebut berniat membantu Balqis berdiri tetapi refleks menghindar mungkin karna ia takut dan trauma setelah ia berdiri kepala nya pusing pandangan nya buram
"kamu tinggal dimana biar saya antar" namun tak ada jawaban dari Balqis karna kepalanya sangat sakit tak lama kemudian ia pun pingsan pria tersebut dengan cepat merengkuh tubuh Balqis ia menggendong Balqis membawanya masuk kedalam mobil
sedangkan pria ber jas hitam tersebut melongo menatap tak percaya karna ia tak pernah melihat bos nya menyentuh atau bahkan peduli pada wanita..ya mereka adalah bos dan atasan
"apa kau mau pulang jalan kaki"teriak bos nya
"iy iya pak saya masuk"jawab pira tersebut gelagapan
"mau dibawa kemana pak"
"bawa kerumah utama"
sekali lagi bawahan nya terkejut karna rumah utama hanya di perbolehkan masuk untuk keluarga saja
ia pun tak banyak bertanya segera ia menancapkan gas melaju ke rumah utama
entah kenapa wajah mu sangat mirip dengan ayah batin nya
ya orang tersebut adalah Zia putra pertama Zein entah kenapa ia merasa dekat dengan Balqis seperti perasaannya kepada Syakira adiknya ia pun mengelus kepala Balqis
setelah sampai ke rumah utama dengan cepat ia keluar menggendong Balqis memasuki rumah menuju kamarnya sedangkan para pelayan pada heboh karna mereka tak pernah melihat orang asing di bawa masuk ke rumah utama apalagi yang membawanya adalah tuan muda mereka
mereka pun bergosip hingga dengan cepat menyebar ke telinga Zein dan Syakira..mereka pun terkejut mendengar nya lalu mereka beranjak ke kamar Zia karna ingin melihat dan menanyakan mengapa ia begitu lancang melanggar aturan keluarga Malik
setelah sampai di kamar mereka berdua langsung masuk tanpa permisi..mereka melihat Zein dan dokter Wiliam sedang berbicara yah kenapa dokter Wiliam ada disini karna sebelum Zia pulang ia menghubungi Wiliam terlebih dahulu.
lalu mereka berjalan mendekati ranjang Zia dan betapa terkejutnya ia melihat keadaan balqis
"Zia apa yang terjadi pada Balqis"ucap Zein menahan amarah