NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Mantan?

Menikah Dengan Mantan?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:177.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Alin yuna

Reina Firdausya Atmaja

Seorang wanita yang tegar. Berusaha sekuat tenaga mempertahankan perusahaannya yang nyaris bangkrut.
Ketika ada jalan, dia harus bertemu dan menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya 10 tahun yang lalu, yang kini sudah berubah menjadi sosok yang sangat berbeda. Seorang CEO kaya raya dan playboy?

🌸
Erlan Fabian, mantan pacar Reina saat SMA dulu. Kini telah menjadi executive muda yang sukses, mengidap penyakit psikis akibat trauma di masa kecilnya.
Misinya adalah menikahi Reina, dan balas dendam pada ibu kandungnya sendiri.

Mampukah Reina bertahan?
Dan bagaimana kehidupan mereka setelah menikah?
Apakah Reina mampu mengobati kehidupan Erlan yang kelam dan penuh dengan dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alin yuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Di pantai Echo

Erlan sengaja mengajak Reina ke pantai Echo, yang memang lebih sepi di banding pantai lainnya di Bali, sehingga privasi lebih terjaga.

Pantai berpasir putih ini sangat indah dan terjaga kebersihannya. Letaknya berada di atas karang, namun sisi pantainya terdapat pasir yang landai.

"Lihat, aku ahli kan menemukan tempat yang bagus." ujar Erlan.

"Ya.. kamu emang udah terbiasa menyenangkan wanita." sahut Reina asal, yang di balas dengan tawa Erlan.

Reina melepaskan sandalnya, dan mulai berlari kecil di pinggir pantai, bermain-main dengan air dan pasir.

Sejenak Erlan terpesona, melihat keindahan yang terpancar dari wajah Reina. Rambut panjangnya yang tergerai , tertiup angin pantai sehingga menutupi sedikit wajahnya.

Tangan Erlan bergerak, menyingkap rambut Reina yang lembut. Sehingga membuat Reina terpaku, dan mereka pun saling berpandangan.

"Mr. Erlan?"

Seseorang menyapa Erlan, membuat dua sejoli itu tersadar. Reina kini menatap seorang wanita berbikini seksi, dengan rambut pirang panjang.

Wanita itu yang tadi menyapa Erlan, dan kini tersenyum lebar sambil mengulurkan tangan pada Erlan.

"Hi, Erlan. How are you?"

"I'm good. How about you Ivanna?" Sahut Erlan, lalu menyambut uluran tangan wanita yang bernama Ivanna itu.

Belum habis rasa terkejut Reina, kini gadis itu memberikan pelukan dan kecupan di pipi Erlan.

What? nih bule main nyosor aja suami orang.

Satu wanita lagi datang, mungkin dia temannya Ivanna yang sedang berbincang dengan Erlan.

"Erlan... long time no see." dan lagi-lagi wanita itu memeluk Erlan.

"Erlan, you look so dazzling. "

Mereka pun saling memuji dan berbincang sambil tertawa, melupakan Reina yang ada di sana.

Kepala Reina benar-benar sakit melihatnya. Ia pun menyingkir dan menjauh dari sana. Dalam hati, Reina merasa kesal. Kenapa Erlan begitu dekat dengan wanita-wanita itu?

Apakah mereka adalah salah satu wanitanya Erlan?

Reina berjalan cepat, hingga tanpa sengaja menabrak seseorang. Dia adalah Aditya.

"Maaf." ucap Reina sambil mendongak sekilas, lalu ia kembali menoleh ke belakang, melihat Erlan yang masih asyik bercengkrama dengan teman wanitanya.

Aditya tersenyum tipis, melihat orang yang menabraknya adalah Reina.

"Tidak apa, Nona. Apa anda sendiri di sini?"

Reina kembali menatap pria di hadapannya yang kini sedang tersenyum ramah, dan sepertinya orang baik-baik. Reina berpikir inilah saatnya membalas Erlan. Dia pun membalas senyum Aditya.

"Mau minum bersama di sana?" Aditya menunjuk ke arah Beach Club, yang ada di tepi pantai.

"Thanks." kata Reina.

Erlan melihat ke sekeliling, menyadari Reina tidak ada di sampingnya, ia pun panik. Dari kejauhan Erlan melihat Reina sedang berjalan bersama lelaki yang sangat dia kenal. Shit!

Bughhhh

Hantaman kepalan tangan mendarat kuat di wajah Aditya saat itu juga. Tubuh Aditya langsung tersungkur, dengan darah keluar dari hidungnya.

"Brengsek!" maki Erlan, dia bersiap untuk memukul Aditya lagi.

"Erlan berhenti!" Reina berjalan menghampiri Erlan, dan berusaha menghentikannya.

Napas Erlan berburu cepat, kalau Rein tidak menghentikannya, dia pasti sudah menghujani Aditya dengan pukulan lagi.

Reina meringis tidak tega melihat Aditya yang kini tersungkur di atas pasir pantai. Dia pun mencoba untuk membantu Aditya.

"Erlan kamu kenapa sih main pukul orang aja?"

"Dia mau berbuat jahat sama kamu, Rein."

Reina memutar bola matanya, "Yang jahat sama aku itu justru kamu!"

Erlan terkesiap, tidak menyangka Reina akan bicara seperti itu. Padahal tadi dia sampai berlari begitu melihat Reina bersama Aditya.

"Sorry, aku gak rela kamu di sentuh sama dia!"

Reina mendelik menatap Erlan, "Oh begitu? terus kamu boleh gitu di peluk dan di cium pipinya sama wanita-wanita tadi?"

Erlan terdiam.

"Kenapa diam?" sentak Reina.

"Rein, dengar mereka itu..."

"Gak! aku gak mau dengar. Minggir."

Reina pun mendekati Aditya, dan membantunya berdiri.

"Ayo saya bantu."

Sambil meringis kesakitan, Aditya berjalan dengan di papah oleh Reina.

Sedangkan Erlan, hanya bisa menahan emosinya saat ini. Melihat Aditya yang diam-diam tersenyum sinis padanya.

Erlan tahu, kalau Aditya sengaja melakukan ini. Tapi dia tidak bisa menjelaskan pada Reina sekarang. Karena Reina sedang marah padanya, kalau Erlan bicara sekarang situasi akan semakin buruk. Lebih baik dia mengikuti apa mau Reina saja dulu.

Melihat Reina yang menggandeng pria lain, dadanya terasa sesak. Dia tidak rela. Apalagi pria itu adalah Aditya.

🌸🌸🌸🌸🌸

Reina berjalan cepat memasuki penthouse, dengan Erlan yang mengekor di belakangnya.

Sampai di dalam, Reina bergegas menuju lemari bajunya, dan mengeluarkan koper dari dalam sana.

"Rein, kamu mau apa?"

"Aku mau pulang aja ke Jakarta!"

Erlan menarik tangan Reina, untuk menghadap padanya.

"Aku minta maaf, oke? mereka itu rekan bisnisku."

Reina tersenyum sinis, "Oh ya? rekan bisnis atau rekan kamar?"

"Reina, aku sudah berubah! aku suami kamu. Dan aku gak ijinkan kamu kemana-mana." sentak Erlan.

Erlan tahu kalau dirinya salah dan brengsek. Tapi tidak bisakah Reina memaafkannya kali ini?

Reina terdiam, bahunya terguncang karena tangis. Erlan langsung merengkuhnya dalam pelukan. Sangat erat, tidak mau Reina pergi meninggalkannya.

"Maaf. Itu memang budaya mereka untuk menyapa teman lama. Aku janji gak akan ulangi." ucap Erlan lembut.

Tangisan Reina sudah berhenti, ia kini mendongak menatap Erlan dengan matanya yang sembab.

"Siapa pria tadi?" tanya Reina. Ia tahu Erlan mengenalnya. Karena, setelah Reina mengobati sedikit luka pria di pantai tadi, Erlan menyebutnya dengan nama Aditya.

Erlan melepaskan pelukannya, dan duduk di tepi ranjang.

"Dia Aditya. Pewaris SH."

Reina terkesiap mendengarnya. SH?

Itu berarti perusahaan ibunya Erlan?

"Dia adik tiri kamu?"

Erlan tersenyum miring mendengar kata adik. "Aku tidak punya adik."

"Ah iya, maaf. Maksudku, dia anak dari ibu kamu?"

Mendengar itu, Erlan tertawa geli. Anak dari ibu?

Sangat ganjal bukan?

Erlan menarik Reina untuk duduk di pangkuannya. Dia menyusupkan wajah di leher Reina, mencium aroma segar di rambut panjang istrinya itu.

"Berjanjilah, jangan dekati dia. Aku takut dia berbuat jahat sama kamu."

"Sepertinya dia orang baik. Bahkan dia memanggil kamu kakak kan?"

Wajah Erlan berubah masam. Dia tidak suka Reina membela Aditya saat ini.

"Aku cuma gak mau kamu terluka, Rein. Ini masalah aku dan keluargaku. Jangan terlibat."

Reina tahu, kalau Erlan memang ingin melindunginya. Tapi dia juga merasa kasihan dengan Erlan. Selama ini hidup dengan terus memendam dendam. Dia ingin hidup Erlan tenang,dan bisa berdamai dengan masa lalunya.

Ya.. Reina memutuskan akan melakukan itu pelan-pelan.

Tangan Reina terulur meraih wajah Erlan yang kini berubah sendu. Ada luka yang tersirat di sana, jika dia membicarakan ibunya.

"I love you." ucap Reina tulus. Ini pertama kali ia mengungkapkan perasaannya pada Erlan. Selama ini selalu Erlan yang mengatakan cinta, mengejarnya.

Perkataan Reina barusan, berhasil membuat Erlan tersenyum. Perasaannya kini membaik, tanpa perlu melakukan pelampiasan hasratnya seperti dulu, saat dia masih tersiksa dengan penyakit psikis Nymphomaniac.

🌸🌸🌸🌸🌸

1
suharlina
ini sudah selesai ya
Santy S
Erlan nya kurang macho klo d liat dr tulisannya...hihihi...maaf ya Thor🙏🙏🙏😁😁😁🤭🤭🤭
Sekar Anggraini Indrawati
mana thor lanjutanx, kok lama sekali ya ga up up
Elin Lim
mana lanjutanya ko ga di up juga udah lama jadi ga puguh ceritanya nanggung
Elin Lim
mana lanjutan nya ko blm divup juga ataw udah selesai ga puguh veritanya
Elin Lim
mana lanjutannya ko lama sekali nanggung thoor
Elin Lim
mana thoor lanjutan nya ko ngegantung ceritanya blm lanju 2
Elin Lim
lanjut thoor lama pisan up nya tunggu lanjutan nya
Elin Lim
ini teh mau lanjut ga ya thoor udah lama ga di up juga jadi nunggu nya lama
Elin Lim
mana up nya ko lama di tunggu lanjutan nya
Elin Lim
lanjutkan thoor tanggung lagi semangat 2 baca nya bersambung nunggu nya lama ga di up lahi
Elin Lim
l.anjut thoor
Elin Lim
lanjut kan thorr ceritanya keren
Fauzy Imam
sudah ketemu pawang,x
Roliana Ikhwan
punya terlalu lama thor
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Reza Azzahrah
lanjut
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Titik Habib
lanjut thor semangat.selalu suka semua novelmu.
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Titik Habib
aku baca semua novelmu thor di orange.bagus ceritanya kwn2 dijamin gak nyesel
Nabil Fikri
lanjut thor
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Meitika Hanum
seharusnya erlan minta maaf sama wanita yg ganggu erlin dan menyuruh rangga menengahi masalah cewek itu dan erlan mememeluk erna pasti semua hadirin kagum.akannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!