NovelToon NovelToon
Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mak Nyak

4 saudara kembar, yaitu Archee, Aylin, Amaris, dan Adelia. Mencari sosok yang bisa menggetarkan hati. Sebagai tempat dermaga cinta terkahir bagi hati mereka. Masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda.
Akankah perjalanan cinta mereka akan mulus dan mudah menemukan siapa sosok cinta sejati mereka?
Ataukah akan berliku dan banyak kendala dalam menemukannya? Siapakah orang-orang pilihan yang berhasil memenangkan cinta A squad?
Mari kita ikuti kisah cinta mereka dalam coretan "Pelabuhan Hati si Kembar 4"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Jakarta

Amaris dan Aylin bersiap untuk pulang ke Magelang. Minggu adalah hari penting bagi kembaran lelaki mereka yaitu Archee Putra Wicaksana. Meskipun pernikahan saudara kembarnya itu tidak dirayakan, tapi mereka tak mau kehilangan momen bahagia itu.

"Hish, mas Seno nih nyebelin!" Kata Aylin sambil meldmpar ponselnya ke sofa.

Amaris memperhatikannya. "Kenapa lagi sih?"

"Dia ngebatalin lagi coba dek! Dia tuh serius gak sih sama aku? Disuruh ketemu papah sama mamah aja susahnya minta ampun!"

Amaris menghela nafasnya. "Mana aku tahu mas Seno serius atau tidak? Tanya sendiri lah sama hati kamu"

Aylin menghela nafasnya. Memejamkan matanya. "Coba sarannya Abang deh kak, minta petunjuk dari Allah"

Aylin mengangguk. "Iya kakak sudah mencobanya seminggu lalu, tapi sampai sekarang kakak belum dapat jawaban"

"Sabar, pasti kalau jodoh gak akan kemana. Ya mungkin untuk waktu dekat ini mas Seno memang benar-benar sibuk" Amaris meyakinkan Aylin.

Aylin mengangguk. "Yuk lah berangkat ke bandara. Akhirnya, cita-cita papah tercapai, ingin menikahkan bang Archee terlebih dulu"

Amaris mengangguk. "Semoga Humai kelak bisa mencintai Abang kita dengan tulus"

"Kalau aku sih yakin, Humai bakalan bucin sama Abang" sahut Aylin. Amaris mengangguk. Mereka berdua tersenyum. Lalu berangkat ke bandara.

Mereka naik pesawat dari Jakarta ke Semarang. Karena Amaris harus menjemput Damar. Tak lama, mereka pun tiba di Semarang. Hamka dan Damar telah menunggu mereka.

Damar merentangkan tangannya menyambut Maris. Maris berpura-pura akan memeluknya, saat sudah dekat, Maris berbalik dan memeluk Aylin. Hamka tertawa dan memeluk Damar.

"Belum halal" kata Maris mengingatkan. Damar tersenyum dan mengangguk.

"Bang Hamka, apa kabar?" tanya Aylin.

"Baik dong Lin Lin"

"Geng somplak bakal datang gak?" tanya Maris. Hamka dan Damar mengangguk.

"Mereka datang kok, tapi mungkin besok kali ya ke Magelangnya" terang Damar.

"Ya sudah, yuk langsung berangkat ke Magelang" Mereka semua mengangguk dan segera menuju Magelang.

.

Archee menunggu pagi. Tengah malam seperti biasa ia akan melakukan sholat tahajud. Selesai sholat, ia ingin kembali tidur, tapi tak bisa. "Saya terima nikah dan kawinnya, Aisyah Humaira Makarim binti Farid Baihaqi, dengan seperangkat alat sholat dan emas batangan 3 gram dibayar tunai!" Archee tersenyum sumringah setelah selesai melafalkan ijab qobul itu. "Saaahhhhh...." jawabnya sendiri.

"Abang sih bahagia Mai, tapi bagaimana dengan hati kamu? Akankah kamu bahagia bersama Abang?"

"Nikah sama dia bingung, gak nikah bingung. Mbuh Chee, kebanyakan mikir kamu!" Archee menghela nafasnya. Ia mengambil ponselnya dan melihat kembali Humai masih online.

"Chat ah" Archee mulai mengetik.

Me : Assalamualaikum

Humai : Waalaikum salam

Me : Kok belum tidur?

Humai : lagi nunggu kabar

Archee mengerutkan alisnya. "Dia nih sebenarnya nunggu kabar dari siapa sih? Zidni? Bukannya dia lagi terlibat kasus?"

Me : Nunggu kabar dari siapa? Abang cemburu lho 😜

Humai : Sudah sholat?

Me : Sudah, jawab dong pertanyaan Abang

Humai : Aku ngantuk bang, wassalamualaikum

Me : Waalaikum salam. Bobok yang nyenyak calon istriku. I LOVE YOU 💞💞💞💞

Humai tak membalasnya lagi. Archee tersenyum. "Akhirnya kata itu bisa juga aku ungkapkan. Meskipun belum dengan ucapan. Tapi setidaknya dia tahu, aku memang benar-benar mencintainya"

Humai tersenyum dan memejamkan matanya. Pagi menjelang. Humai membantu mbak Yanti membereskan rumahnya.

"Gak usah mbak Humai, biar saya saja"

"Gak papa mbak Yan, kan saya numpang disini. Mbak, boleh tanya sesuatu gak?" Mbak Yanti mengangguk.

"Bang Archee pernah dekat dengan perempuan gak sih mbak?"

Mbak Yanti menghentikan mengiris cabai itu. "Gak ada sih mbak, yang ngejar-ngejar banyak"

"Seriusan dia gak pernah pacaran ataupun dekat dengan perempuan?" Humai memastikan.

Mbak Yanti mengangguk. Archee menjemput Humai. Mbak Yanti menemui atasannya.

"Dia ngrepotin gak mbak?" tanya Archee. Mbak Yanti menggeleng. "Malah bantuin saya iya pak"

Humai sudah siap. Ia berterima kasih pada mbak Yanti yang telah mengizinkannya menginap. Saling berpelukan, dan meninggalkan rumah mbak Yanti.

"Kita mau kemana Bang?" tanya Humai. "Ke rumah Abang dulu. Nunggu disana, terus lihat pengumuman dan pulang"

"Sudah sarapan belum?" Humai menggeleng. "Ya sudah nanti sarapan di rumah saja"

Tak lama mereka sampai di rumah Archee. Humai mengamati sekelilingnya. Bersih, rapi, asri, dan adem. Itu yang dirasakannya saat menginjakkan kaki di rumah Archee.

Archee membuka pintu. "Assalamualaikum"

"Waalaikum salam" jawab Humai. Mereka masuk ke dalam rumah. Humai berkeliling melihat kondisi rumah. Sangat amat rapi. "Rapi banget, ada ART disini?"

Archee menggeleng. "Adanya IRT nantinya, merangkap sebagai dokter gigi di RSUD kalau keterima" jawab Archee. Membuat Humai kembali merona.

Archee ke dapur. Ia mengupas bawang merah dan putih. "Biar aku saja" Humai menawarkan bantuan pada Archee. Archee mengangguk. Humai cekatan sekali melakukan pekerjaan itu. Archee mulai menghidupkan kompor dan memasukkan kocokan telur untuk dijadikan telur dadar.

"Siapa yang masakin Abang tiap harinya?" tanya Humai. Archee tersenyum. Archee merasa Humai mulai tertarik dengan dirinya. "Masak sendiri. Nanti kalau sudah nikah sama kamu kan kamu yang bakalan masakin abang"

"Kalau aku gak mau?"

Archee menatapnya. "Ya sudah, Abang masak sendiri"

"Kalau aku gak mau pegang pekerjaan rumah?"

"Biar Abang yang kerjakan"

"Abang gak marah?"

"Ngapain harus marah?"

"Ini kan tugas istri"

Archee menghela nafasnya. "Pekerjaan rumah adalah pekerjaan bersama. Kewajiban istri adalah melayani kebutuhan suaminya. Kalau kamu niat jadi istri Abang, tanpa Abang suruh pun kamu akan melakukan apa yang menjadi kewajibanmu. Kewajibanmu adalah melayani suamimu. Dan Abang wajib menegur jika kamu tidak bisa melakukan hal itu. Karena pertanggung jawabannya di akhirat. Paham?"

Humai mengangguk. Humai mulai menumis bumbu itu, lalu memasukkan nasi menambahkan kecap dan cabai. Menambahkan penyedap rasa dan daun bawang. Menumis sebentar dan mematikan kompor.

Ia menyajikannya di dua piring. Menambahkan telur dadar diatasnya lalu membawanya ke meja makan. "Kopi atau teh?" tanya Humai.

"Kopi, 1 sendok saja gulanya" Humai mengangguk. Membuat kopi pesanan Archee dan menyajikannya. Mereka mulai sarapan. Archee mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Kenapa enak?" tanya Humai. Archee mengangguk. "Makasih sudah masakin Abang"

"Sama-sama"

Sarapan pun selesai. Archee masih menikmati kopi buatan Humai. "Abang tadi malam sebut nama aku lagi ya dalam do'a Abang?"

Archee terkejut dan tersedak kopinya. Ia terbatuk-batuk sampai keluar air dari hidungnya. Humai tetap tenang. "Bikin kaget aja sih"

"Apanya yang bikin kaget? Kalau Abang kaget, itu artinya benar. Tadi malam, aku mimpi lagi tentang Abang" jelas Humai menatap Archee.

Archee menunduk sambil memainkan gelasnya. "Apa kamu terganggu dengan kehadiran Abang dimimpimu?"

Humai tersenyum tipis. "Di mimpiku, Abang selalu membuatku tertawa"

"Maka tugas Abang adalah membahagiakanmu. Abang mau menyiapkan keperluan untuk pulang ke Magelang" Archee beranjak dari kursi dan masuk ke kamarnya.

.

.

.

Like

Vote

Komen

Tip

1
Niken Dwi Handayani
Untung di novel, hal yang aneh bisa ada. di dunia nyata? oh belum tentu bisa😀
Gina Savitri
Hahaha..ngakak parah..imam kualat loh ngerjain emak..
Gina Savitri
Hahaha..ilyas lebih pinter dari damar, nggak mau di kerjain ya mending ke hotel 😂
Gina Savitri
Wulan bodoh sih klo masih mau temenan sama suci apalagi sampai masa bodo sama urusan orang lain pdhl adiknya sendiri yg di sakiti 🙄
Gina Savitri
Hahaha..suci merasa rendah diri pdhl suaminya yg berulah malah nyalahin orang lain sampai mau balas dendam..
Aylin gak bisa tersentuh karna imam menjaga nya dengan baik, tapi knp gak imam hancurkan aja tuh suci dan seno sekalian yg kelakuannya sama2 bobrok..
Gina Savitri
Tuh persis dugaan saya kayanya suci biang kerok nya, nggak bisa balas langsung ke aylin malah balas mau menghancurkan keluarga damar-amaris lewat mama nya..
Gina Savitri
Kayanya ada hubungan nya sama mantan damar atau nggak suci yg menghasut gak terima klo seno masih ngarep sama aylin
Gina Savitri
Kadang mertua bisa jadi orang ketiga penyebab kehancuran rumah tangga anaknya sendiri klo masih suka ikut campur apalagi masalah keuangan 😏
Gina Savitri
Hahaha..ngakak sumpah, damar bodoh bnr kata aylin mau aja di tipu geng somplak..
Gina Savitri
Hahaha..damar yo keno di isengi meneh..
Kayanya obat pencahar atau obat tidur ya 🤔
Gina Savitri
Hadeuh buaya darat mulai membandingkan mantan dan istri sah, dulu lebih milih suci ya skrng telen aja tuh baik dan buruknya suci 😂😂😂
Gina Savitri
Haduh azka jangan cemburu lah, gimana mereka gak deket lah orang tua mereka deket dari mereka blm di bikin 😁 Dari kecil udah main bareng 😂
Gina Savitri
Hayo damar dan imam saatnya menguji kalian, kenal nggak sama pasangan masing2 klo dandanan mereka semua mirip 😂
Gina Savitri
Agil sama rachmi aja biar gak ganggu hubungan ilyas dan adel 😁
Gina Savitri
Untungnya 8 bulan del bukan 8 tahun 😉
Gina Savitri
Lah damar bripda apa ipda sih ? Klo bripda masih polisi baru masuk, tapi klo ipda udah perwira
Gina Savitri
Abang ilyas jangan lupa jelasin sama rachmi klo udah ada calon istri, kasian anak orang di cuekin tanpa penjelasan 😏
Gina Savitri
Semoga emang masih sama2 ada rasa, biar ilyas dan adel tetap bersatu ke pernikahan walaupun skrng harus berjauhan lebih dulu demi menguji kekuatan cinta mereka 😊
Gina Savitri
Nyesel kan lu adel, makanya jangan keras kepala punya pacar nggak ada perhatiannya pdhl ilyas udah perhatian banget 😐
Gina Savitri
Abang ilyas jangan pindah ke lain hati ya memperbaiki lebih baik daripada memulai hubungan baru lagi 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!