NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Gus Atau CEO?

Ta'Aruf Gus Atau CEO?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:108.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hanifah Putri

Assalamualaikum...
Hanifah atau bisa dikenal dengan Budee ini memiliki watak yang tegas,pemarah serta memiliki Jiwa Keibuan. Hanifah selalu menjadi tempat mengadu oleh teman temannya karena dia juga dianggap Ibu.

Mengapa demikian?
Karena tidak ada yang berani kepada Hanifah,karena salah sedikit saja Hanifah pasti akan marah dan menceramahi.

Di suatu hari ada seorang cowok yang berusaha mengambil hatinya Hanifah, Karena Hanifah menunjukkan sikap keibuannya saat bersama anak kecil.

Disuatu saat Hanifah disukai oleh Gusnya sendiri yang bernama Gus Hafidz dan disisi lain Hanifah dipaksa CEO yang dingin untuk menjadi istrinya.

Siapakah yang akan di pilih oleh Hanifah? Akankah ia bersama ustadz nya sendiri atau CEO yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap {Revisi}

Hari ini aku sangat bahagia sekali. Karena aku di izinkan oleh Mama ku untuk menginap di rumah Malikha. Untung saja waktu itu tidak ada ayahku di rumah. Jika saja ada, mungkin aku tidak diperbolehkan untuk menginap di rumah Malikha.

Banyak sekali alasan yang aku lontarkan kepada ayahku agar aku bisa diizinkan. Tetapi ayahku selalu menolak dan menolak hingga membuatku jenuh sendiri dengan sifat yang beliau miliki.

Ayahku melarang aku untuk menginap di rumah teman-teman karena ada sesuatu hal. Entah itu aku bisa menjadi anak yang bandel dan bisa mengikuti kebiasaan jelek temanku itu.

Pastinya aku tidak akan mengikuti hal-hal yang memberikan dampak negatif kepadaku. Aku sudah berusaha untuk berbicara dan menjelaskan kepada ayahku, tetapi tetap saja tidak diperbolehkan.

Sebagai putrinya, Sang ayah akan memberikan atau mengusahakan agar anaknya menjadi lebih baik dan Sholehah. Beliau takut aku salah pergaulan atau hal lainnya (Sesuatu hal yang menjurus pada kejelekan). Tetapi karena ayahku yang membuat peraturan bagaikan di penjara, Membuat diriku menjadi seorang yang sedikit nakal dan pembangkang.

Hingga suatu saat di SMP aku memilih ekstrakulikuler yang sangat tepat untukku. Yaitu ekstrakulikuler Pramuka yang sangat aku idam-idamkan sejak SD.

Alhamdulillah berkat izin Allah dan memilih ekskul Pramuka yang sangat tepat untukku. Membuat diriku diperbolehkan ayahku untuk pergi kemana saja. Karena aku sudah mengikuti berbagai lomba-lomba ataupun mengikuti acara kepramukaan Seperti Bumi Perkemahan.

Tidak mungkin lah aku mengajak ayahku untuk selalu mengawasi aku dari jarak dekat maupun jauh. Bisa-bisa nanti aku memiliki panggilan anak ayah,bukan anak mama lagi🤭.

Back to the story

Hari ini aku berangkat ke sekolah dengan diantar Mas sepupuku yaitu Mas Sani. Sekalian deh nebeng berangkat ke sekolah,karena satu jalur. Tetapi lebih jauh masuk ke sekolah ku ku sih 🤭.

Seperti biasa aku sampai di sekolah lagi sekali. Hanya ada pak satpam, anak Ma'had dan beberapa siswa yang lain. Terkadang aku berpikir bagaimana jika semua teman-teman sudah berkumpul di sekolah pada pagi ini. Pasti semuanya akan berbondong-bondong untuk melaksanakan sholat Dhuha berjamaah dan mengaji bersama. Tidak ada kata terlambat mungkin enak sekali.

Aku melaksanakan aktivitas ku sebagaimana mestinya yang aku lakukan setiap hari, yaitu belajar. Tentunya tidak akan belajar melulu, melainkan bersenda-gurau dan meng-gibah bersama dengan teman-teman.

Kali ini pelajaran berjalan sesuai dengan KBM. Tidak ada guru yang terlambat, hanya saja ada beberapa siswa yang terlambat. Alhamdulillah aku bersyukur karena semua guru datang dan menjelaskan materi dengan sangat jelas mendetail. Tetapi aku juga kesal karena semua guru yang mengajar memberikan tugas yang lumayan banyak menurutku dan harus dikumpulkan sekarang.

Bayangkan saja ada 5 pelajaran hari ini dan diberikan tugas semuanya. Biasanya hanya akan menjelaskan materi dan membahas 1-2 soal saja. Tetapi sekarang, mengapa Seperti ini?

"Ya Allah banyak sekali tugasnya" Gumamku.

Semuanya sedang fokus mengerjakan tugas. Mengingat sekarang hari Jum'at, membuat kita tergesa-gesa mengerjakan tugas ini. Semuanya bingung agar cepat selesai mengerjakan tugas tetapi juga harus segera menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat Jum'at bagi laki-laki. Sedangkan perempuan melaksanakan keputrian, entah itu berupa materi atau mengaji saja.

"Duh akeh men seh tugas e (Duh banyak sekali tugasnya)" Ucap Rizka sewot.

"Jare gak oleh ngekei tugas akeh-akeh gae murid e (Katanya tidak boleh memberikan tugas yang banyak untuk muridnya)" Saut Dananta.

"Wes regkh meneng o. Garapen wes, Ndang kumpulno (Sudah slur diam lah. Kerjakanlah,segera kumpulkan)" Ucap Tito.

"Dilanjutkan nanti lagi regkh. Laki-laki udah dipanggil tuh. Kelas kita juga mau dipakai untuk keputrian" Ucap ku.

Semua langsung membereskan buku-bukunya dan menyimpannya dalam loker. Satu persatu laki-laki meninggalkan kelas begitu pula dengan sebaliknya.

Setelah laki-laki selesai melaksanakan sholat Jum'at secara berjamaah,kini berganti para wanita untuk melaksanakan sholat Dzuhur secara berjamaah di masjid.

Beberapa teman-temanku laki-laki langsung menuju ke kelas untuk melanjutkan mengerjakan tugas dan ada pula yang sedang mengisi kekosongan perut mereka di kantin.

• • •

Tugas demi tugas sudah aku selesaikan dan ku kumpulkan di depan meja guru sesuai mata pelajaran. Aku merasa sungkan kepada Malikha karena ia setia menungguku hingga tugas yang aku kerjakan selesai.

"Regkh aku pulang duluan ya" Ucapku berpamitan kepada semuanya.

"Iya. Hati-hati" Ucap beberapa anak.

"Assalamualaikum" Ucapku meninggalkan kelas.

"Waalaikumsalam" Jawab mereka.

Aku segera menuruni anak tangga dengan terburu-buru menuju kelas Malikha. Kasihan lah Malikha sudah menunggu didepan kelasnya seorang diri ataupun bersama temannya aku tak tahu.

Terlihat Malikha sedang fokus bermain HP. Mungkin efek jenuh menunggu ku ya. Sampai Malikha tidak mengetahui kedatangan ku ini.

"Assalamualaikum Malikha. Nggak pulang nih?" Tanyaku duduk disebelahnya.

Malikha langsung menoleh kearah ku. Mungkin dia terkejut dengan suara bas milikku ini.

"Waalaikumsalam.. Ya Allah kamu ngagetin aja" Ucap Malikha.

"Siapa yang ngagetin? Kamu tuh yang fokus main HP" Ucapku.

"Hem iya deh. Terserah kamu Han" Ucapnya.

"Oke" Jawabku singkat.

Kita berdua beranjak dari tempat duduk dan bergegas menuju ke parkiran untuk mengambil motor. Kali ini yang membonceng adalah aku, karena aku berani jika mengendarai motor di jalanan kampung bukan jalan raya. Kan tidak terlalu ramai orang yang berkendara, jadi berani deh.

Sebelum berangkat, tak lupa kita membaca do'a terlebih dahulu agar selamat sampai tujuan (امين).

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا

لَمُنْقَلِبُوْنَ

Artinya :

"Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali"

"Sudah mal?" Tanyaku memastikan.

"Alhamdulillah sudah" Jawabnya.

"Bismillahirrahmanirrahim" Ucapku mengendarai motor.

Aku mengendarai motor dengan sangat pelan-pelan tanpa mencoba hal baru seperti kebut-kebutan. Bisa-bisa Allah menghendaki kejadian yang buruk untuk menimpa ku saat mengendarai motor (Nauzubillah).

Sesampainya di rumah Malikha.

Malikha memasukkan motornya kedalam garasi mobil dan segera masuk kedalam rumah. Kita disambut oleh adik-adik Malikha yang senantiasa menunggu kehadiran kita.

"Assalamualaikum" Ucap kita bersama.

"Waalaikumsalam" Ucap Marsha.

"Loh ada Mbak Hanifah. Mbak Hanifah nginep?" Tanya Maulana.

"Insyaallah Mbak nginep. Kan kemarin sudah dibawakan pakaiannya sama kakak kamu" Ucapku.

"Oh berarti kakak kemarin pulang telat karena mengantar Mbak Hanifah pulang?" Tanya Maulana.

"Iya le. Kenapa?" Tanyaku.

(Le merupakan sebutan untuk anak laki-laki. Biasanya panggilan dari seorang ibu untuk anak laki-lakinya)

"Ga papa Mbak" Ucap Maulana.

Aku mengikuti Malikha menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian dan merebahkan tubuhku. Aku mengistirahatkan kepalaku yang sedikit pusing dan berpamitan kepada Malikha untuk tidur sebentar.

"Malikha... Aku istirahat bentar ya. Kepalaku pusing" Ucapku.

"Iya Han" Jawabnya.

"Aku di pojok ya. Nanti kamu di sampingku saja kalau mau istirahat. Aku nggak serakah kasur kok" Ucapku.

Malikha terkekeh dan menggelengkan kepalanya.

Tak butuh waktu lama aku tertidur karena sudah berada di atas kasur yang sangat empuk, tak seperti yang ada di rumah aku.

MALIKHA POV

Setelah Hanifah tertidur,aku segera mengambil HP untuk memberikan kabar kepada Bang Reza, bahwa Hanifah berada di rumahku.

Sebelum aku mengirim pesan kepada Bang Reza, aku memperhatikan situasi dan kondisi terlebih dahulu. Takut Hanifah terbangun nanti bisa-bisa dia marah kepadaku.

Me

"Assalamualaikum Bang Reza. Adek cuma memberikan kabar bahwa Hanifah Insyaallah akan menginap di rumah. Tetapi sekarang dia ada di rumah adek kok"

Aku langsung meletakkan HP ku didekat meja rias. Aku menuju ke kamar adikku untuk melihat apakah mereka sudah tidur ataukah belum. Karena setelah Ashar mereka harus mengaji di Ustdaz Badar.

"Maulana nggak tidur? Nanti kalau ngaji ngantuk loh" Ucapku.

"Sebentar mbak. Mbak Hanifah mana?" Tanyanya.

"Mau ngapain lagi sih kamu? Ayo segera tidur" Ucapku.

"Mbak Hanifah istirahat. Kepalanya pusing" Timpal ku.

"Iya mbak. Habis ini tidur" Jawabnya.

"Yasudah. Mbak mau lihat adek kamu dulu" Ucapku.

"Iya mbak" Jawabnya.

Aku menuju kamar Marsha dan terlihat dia sudah tertidur lelap. Aku menghampiri dan membenarkan selimut yang ia gunakan.

Setelah selesai melihat Marsha, aku menuju kamar Maulana lagi untuk memastikan apakah ia sudah tidur apa belum. Alhamdulillah ia sudah tidur dengan sangat lelap.

Setelah semua adik-adik ku sudah tertidur, segera aku menuju ke kamar untuk mengistirahatkan tubuh ku. Aku merebahkan diri ku di samping Hanifah dan tak lupa aku memasang alarm. Aku takut nanti tidak bangun tepat waktu, mengingat aku harus mengantarkan adikku untuk mengaji karena jarak yang lumayan jauh.

1
readers sejati 🤗
Thor sejauh q baca ni cerita bagus nyambung alurnya konflik ringan, sekedar saran y Thor klo bisa jangan kebanyakan POV nya 🙏😁
Nur Fitriana
njirr ekspetasi nya tinggi bgtt😭😭
Amalia Sinta
kan aku jadi sedih😪
Amalia Sinta
kalau bisa
jangan ada yang terluka ya thor
Amalia Sinta
semoga novel ini banyak ilmu yang akan saya dan pembaca lainnya bisa ambil.
aamiin
Amalia Sinta
prolognya saja sudah bagus
hemm
Siti Khotimah
ok
Aguz KeVed
kak ditunggu lnjutanya
snty ajh
kakk lanjut doong plisss🙏🙏😭
Olan
sambil baca sambil promo nih kak DEVIL MY HUSBAND jangan lupa mampir ya😊
Rosyidach
jangn lama ya up x
Hanifah sani
Akhir nya up juga
Hanifah sani
Jangan lma dong thoor up nyaa
Hanifah Charissa: Hehehe maaf ya... Author lagi bantu² ortu jualan jadi nggak bisa terlalu sering Up🙏🏼🙏🏼🙏🏼
total 1 replies
Septi Zoelvana
assalamu'alaikum thor..
oiya thor, mau tanya dong,, author nya dari daerah mana yah? kalau ana dari kediri thor,, mungkin dekat?
Hanifah Charissa: waalaikumsalam...
Dari Malang kak
total 1 replies
Rosyidach
lanjut thor
Hanifah Charissa: Siap ditunggu yak
total 1 replies
DevanoR
visual nya dong thooorr
Hanifah Charissa: Insyaallah yaa. Diusahakan
total 1 replies
Hanifah sani
Lanjut thoorrr,, jangan kama thor up nya,,,
Hanifah Charissa: Insyaallah jika tidak ada hambatan ya...
total 1 replies
Alya_Kalyarha
semangat nulisnya kk, udah aku like ya
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "sahabat atau cinta" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih

Hanifah Charissa: Insyaallah kak
total 1 replies
Yunidar Elva
lanjut
Hanifah Charissa: Siap ditunggu ya
total 1 replies
Olan
sambil baca sambil promosi DEVIL MY HUSBAND dan TERUNTUK CALON IMAM nih dibaca jika berkesempatan ya 😊
Hanifah Charissa: Insyaallah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!