Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.
Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.
Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Keluarga
Tiga buah mobil mewah terparkir di depan rumah Raka. Si empunya mobil itu merupakan keluarga besar Raka yang datang sengaja ke rumah untuk mengadakan pertemuan keluarga. Mereka kini semua berada di dalam ruangan keluarga. Ajeng memperhatikan setiap anggota keluarga dari Papahnya Raka itu satu demi satu. Mereka terdiri dari satu keluarga Paman Raka dan istrinya dengan satu anak laki-laki remaja. Ajeng dikenalkan padanya. Paman Raka itu bernama Adi Kusuma dan istrinya bernama Lissa Veronica dan anaknya bernama Troy Agung Kusuma. Ketiganya sangat menawan dari cara mereka berpakaian. Apalagi bu Lissa. Ajeng menebak pasti Bu Lissa adalah salah satu ibu sosialita yang eksis. Dari cara dia berpakaian sudah seperti Paris Hilton. Sementara anaknya Troy berpakaian kasual namun Ajeng bisa melihat kalau pakaiannya bermerk semua.
Selain mereka bertiga ada seorang wanita paruh baya yang merupakan nenek Raka bernama Sarah. Dia tak lepas dari satu sosok perempuan cantik sebaya Ajeng yang terus menuntunnya. Raka berkata kalau gadis itu bernama Tania. Dan dia merupakan sepupu jauhnya yang diasuh oleh neneknya sejak kecil. Orangtuanya sudah lama meninggal dan nenek Sarah merawatnya sampai sekarang. Nenek Sarah terlihat sederhana namun tetap anggun dengan pakaian kebayanya. Sedangkan Tania, dia tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan satu orang lagi Ajeng sudah tahu. Dia adalah Khansa Brigita seorang artis ibu kota yang terkenal. Ajeng tak tahu kalau Raka mempunyai bibi yang seumuran dengan dirinya. Namun Khansa tak mau dipanggil dengan sebutan tante atau pun bibi oleh Raka. Entahlah mungkin karena perbedaan umur mereka yang tidak terlalu jauh, Khansa tidak mau dipanggil bibi, alasannya karena waktu itu dia merasa kurang cocok dipanggil anak seumuran dengan panggilan tante atau bibi.
Setelah mengenalkan Ajeng secara resmi pada mereka semua. Raka kemudian mengapit tangan Ajeng dan duduk di depan mereka semua. Dengan gugup Ajeng mencoba menyesuaikan diri dengan mereka. Mereka memandang sinis ke arah Ajeng karena Ajeng hanya wanita biasa, bukan dari kalangan mereka.
Ajeng hanya mencoba menguatkan hati dan berusaha untuk tetap bersikap biasa di depan mereka. Meskipun Ajeng merasa status sosialnya dipertanyakan. Namun Ajeng merasa tidak akan merugikan siapa pun. Andai kata pernikahan ini pun dibatalkan. Dia tidak masalah. Toh rencana ini hanya produk balas budi Ibu Rika yang inginkan hutang budi nyawa anaknya terbayar dengan menikahkannya.Ajeng juga tidak pernah tahu apakah Raka benar-benar setuju menikahinya karena terpaksa oleh mamahnya. Atau apakah seperti ucapannya beberapa hari yang lalu kalau dia sudah menyukainya meski membutuhkan waktu sehari.
"Kalau kau sudah menikah, apakah dia akan dibawa ke Amerika?" tanya Khansa.
"Tentu saja." Jawaban Raka tentu saja membuat Ajeng kaget. Ke Amerika. Hal itu tidak pernah Ajeng pikirkan. Kalau dia ke Amerika, bagaimana dengan kuliahnya dan juga pekerjaannya.
"Apa kamu masih kuliah?" tanya Oma Sarah.
"Iya Oma." Ajeng menjawab dengan hati yang sedikit kepikiran tentang rencana Raka membawanya ke Amerika.
"Jurusan apa?" Kali ini giliran Paman Adi bertanya.
"Jurusan Pendidikan Guru PAUD Oma." Ajeng nampak sudah mempersiapkan reaksi mereka setelah tahu jurusan kuliahnya.
Ajeng merasa tidak nyaman dengan sesi kumpul-kumpul keluarga ini. Dia merasa sedang di interview kerja ditanya dengan berbagai macam pertanyaan tentang keseharian dan kehidupannya. Ajeng serasa sedang di seleksi apakah dia cocok atau pantas menikah dengan Raka atau tidak. Beruntung Raka dengan cekatan mampu membuat Ajeng merasa kalau dirinya adalah gadis yang paling berharga.
"Ajeng itu gadis yang spesial, meski aku baru mengenalnya, tapi aku tahu kalau dia adalah gadis yang baik," bela Raka di depan semuanya. Mereka pun tertegun melihat Raka berbicara seperti itu. Bahkan terlihat Khansa menunjukkan wajah ketidaksukaannya pada Ajeng.
"Itu benar, Rika memang inginkan menantu seperti Ajeng ..."
"Kamu tidak lupa dengan kejadian Nadia kan Kak Rika?" tanya Lissa memotong pembicaraan Bu Rika.
Ibu Rika nampak merah padam mendengar Lissa menyebut nama Nadia. Namun cepat-cepat Raka menjawab.
"Kejadian itu tidak akan terulang lagi di keluarga ini." Tegas Raka membuat seluruh wajah mereka menatap tajam ke arah Raka.
"Kau bahkan tidak mengenal baik gadis dan keluarganya, kenapa tiba-tiba kamu ingin menikahiya?" pertanyaan yang dilontarkan Khansa cukup membuat Ajeng tertekan.
Sementara Ajeng yang tidak tahu tentang kejadian apa yang dimaksud Raka mencoba menerka-nerka sendiri. Ajeng tak tahu detailnya. Yang jelas pasti berkaitan dengan menghilangnya Bayu. Ajeng pun merasa ada sesuatu yang tidak bisa dia pahami dengan keluarga ini.
Apakah keputusan dia untuk menikah dengan Raka adalah sebuah jalan yang benar untuk dia jalani. Atau ini hanya sebuah lubang besar di depannya yang tanpa dia tahu seberapa dalamnya lubang itu. Apakah dia bisa kembali ke Bunda dan Abangnya saja.
Perasaan cemas dan khawatir Ajeng nampaknya terasa oleh Raka. Raka pun kemudian memegang tangan Ajeng mencoba merilekskan aliran darahnya yang sedikit tegang karena situasi ini.
"Apa pun yang terjadi Raka akan menikahi Ajeng minggu depan, meski kalian tidak menyetujui kami akan tetap menikah." Kata Raka membuat pengumuman yang mencengangkan. Apalagi Ajeng yang begitu kaget sekaligus merasakan sesuatu yang membuat jantungnya lebih berdebar saat Raka kembali berkata, "Aku cukup mengenalnya dengan baik, dia wanita yang akan membahagiakanku."
Ajeng menatap tak percaya wajah Raka yang sudah berani mengatakan hal yang bahkan menurut Ajeng konyol. Kenapa dia sangat yakin dengan ucapannya itu. Dia belum tahu sejauh dan sedalam apa Ajeng menyukainya. Bahkan sampai saat ini lisan Ajeng tidak pernah mengucapkan dia menyukai Raka. Raka pun tersenyum melihat Ajeng yang menatapnya dengan tatapan melongo.
Please jantung jangan dulu loncat. Ya Tuhan kenapa aku semakin suka dengan wajah itu.
Apa benar dirinya sudah tersihir dan mulai jatuh cinta.
Bersambung.....
Question And Answer
Q : Thor, kira-kita Raka itu playboy gak ya?
A : Ditunggu Author akan bahas banyak tentang tokoh Raka di next chapter
Q : Konflik belum muncul Thor, jangan sampai bikin reader nyesek ya?
A : Akan Author tunjukan sedikit demi sedikit.
Itu sebagian pertanyaan reader setia. Jangan lupa tinggalkan like , komen, dan vote yang dermawan. Terimakasih.
Nantikan kelanjutannya.
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini