NovelToon NovelToon
SABDA CINTA

SABDA CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:567.1k
Nilai: 5
Nama Author: AYSEL

Menikah bukan berarti jodoh sudah bermuara pada tempatnya. Terkadang Tuhan hanya mempertemukan, namun tidak menyatukan.

Senja adalah perempuan korban dari perjodohan kedua orangtuanya, niat hati untuk mengabulkan keinginan orang tuanya, membuat Senja harus menelan pahit sekelumit kisahnya sendiri.

Seperti apa kehidupan Senja setelah menikah????
Akankah ia temukan kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kali ini benar-benar berakhir!

Disudut sebuah cafe dengan ornament khas Asia tenggara yang memiliki konsep Vintage, Awan yang ditemani secangkir macchiato dan sepotong Vanilla Frosted Slice. Duduk sembari menatap 2 orang yang berada didalam sebuah pembatas jaring tebal beralaskan karet elastis, yang akan memantul jika di injak.

Awan tak memberi jeda pandangannya yang terarah pada Biru dan Senja, Anak laki-lakinya itu tampak bersemangat meloncat dari segala arah ditemani dengan Senja disisinya. Sesekali mereka akan bertabrakan kemudian tertawa terbahak-bahak karenanya, senyum simpul tersungging di bibir tebal Awan, Ia masih belum bisa menerka apa yang membuat Biru bisa sangat menyukai Senja.

Awan masih menatap Senja saat perempuan itu beringsut ke pinggir pembatas dengan menempelkan ponsel di telinganya. Sesaat kemudian, wajah Senja dipenuhi rasa kekhawatiran, Ia melambai-lambai kan tangan kearah Awan.

Awan berlari kecil kearahnya, "Kenapa?" tanya Awan.

"Pak, boleh temani Biru? Saya harus kerumah sakit, Mama saya dilarikan kerumah sakit." jawab Senja.

"Kalau begitu, suruh Biru berhenti saja, Miss. Saya antarkan kerumah sakit."

"Tidak usah, Pak! Saya bawa motor sendiri." Senja mendekati Biru yang masih asik bermain, "Biru, Onty pulang dulu ya? Kamu main sama Papa." mendengar Senja pamitan, Biru langsung memeluk dan merengek tidak mau ditinggal.

"Onty harus pulang, Mamanya Onty masuk rumah sakit, kapan-kapan kita main lagi ya,"

"Janji?!" Senja mengangguk dan menautkan kelingkingnya ke kelingking Biru yang disodorkan.

Setelah Senja berpamitan dengan Awan, Ia pun langsung berlari menuju parkiran motor. Sialnya, beberapa kali Senja menekan tombol starter, motornya tak kunjung menyala. Ia mencoba menyelah namun sama saja tidak berhasil.

"Nja... Ngapain?" lagi-lagi pria yang selalu tahu dimana kesulitan terjadi, datang menghampiri.

"Alan?! Kamu masih disini? Motor ku gak mau nyala." keluh Senja

Alan pun mencoba membantu Senja untuk menghidupkan motornya, namun hasilnya sama saja, motor Senja tetap tak mau menyala. "Susah, Nja. Mesti orang bengkel ini yang benerin, aku gak begitu tahu soal mesin motor."

"Yah.... Gimana dong, aku buru-buru lagi."

"Kamu mau kemana? Aku anterin, motor kamu biarin disini aja, nanti aku minta orang bengkel suruh ambil, kunci motor kamu tinggal saja ke petugas parkir." Tanpa pikir panjang, Senja langsung menerima tawaran Alan untuk mengantarkannya kerumah sakit.

Setibanya dirumah sakit, Senja langsung mencari-cari kamar tempat di mana Mama Utari dirawat, Ia tak memperdulikan lagi dengan Alan yang ternyata mengikutinya di belakang.

Senja mengecek kembali ponselnya, Ia memastikan nomor kamar yang Tika kirim kan benar dengan kamar yang berada dihadapannya.

Setelah yakin, Senja masuk ke dalam kamar bersama dengan Alan, "Tika..."

"Mbak Senja,"

Senja menatap Ibu mertuanya yang terbaring lemah dengan selang bantuan pernafasan yang tertempel di mulutnya, "Mama kenapa bisa seperti ini? Terus Papa mana?"

"Pakde lagi diruang Dokter, Mbak. Mas Dewo, Mbak. Semalam Mas Dewo datang kerumah Pakde Anto, terus maksa Pakde buat alihin nama perusahaan menjadi namanya."

"Pakde Anto menolak karena Mas Dewo mintanya maksa, ditambah lagi Mas Dewo datang dengan perempuan selingkuhannya. Akhirnya mereka terlibat adu mulut sampai bikin Bude Sinta pingsan,"

Senja mengepalkan tangannya, "Astaghfirullahaladzim, Mas Dewo! Dia benar-benar udah keterlaluan!"

Tak selang lama Papa Anto masuk kekamar, "Senja, kamu sudah dari tadi?"

"Belum lama, Pa. Kata Dokter, Mama kenapa, Pa?"

"Tekanan darah Mama naik drastis, Nja. Ini semua gara-gara ulah Dewo yang sudah tidak terkendali! Sampai kapan pun Papa enggak akan maafin Dewo yang sudah memperlakukan kamu dengan kasar, sampai menghianati kamu. Papa lebih baik sumbangkan semua harta Papa ke Yayasan kalau kamu tidak mau melanjutkan mengelola perusahaan Papa, Nja."

Senja mencoba menetralisir keadaan dengan membujuk Papa mertuanya itu, "Papa kenapa enggak mencoba mempercayakan semuanya ke Mas Dewo? Diakan anak satu-satunya Papa, dia berhak atas apa yang Papa miliki."

Papa Anto menggeleng kasar, "Tidak, Nja! Tidak akan sampai dia menyadari kesalahannya lalu meminta maaf kepada kita dan kembali kepadamu!"

Mendengar Obrolan Senja dan Suaminya, membuat Mama Sinta terbangun dari tidurnya, "Nja...." suara Mama Sinta terdengar parau kala memanggil Senja.

"Mama... Kenapa bisa sampai begini?! Mama cepat sehat ya." Senja mengusap lembut punggung tangan Mama Sinta yang bergerak-gerak ditangan Senja.

"Bawa Dewo kesini, Nja. Mama mau Dewo kembali sama kamu, Ini permintaan terakhir Mama sebelum Mama meninggal, Nak!"

"Mama gak boleh bilang begitu, Mama harus sehat! Senja tidak bisa berjanji tapi Senja akan berusaha bawa Mas Dewo kemari ya, Ma!" Mama Sinta mengangguk lemah sembari mempererat genggaman tangan Senja.

Menyadari ada Alan dibelakangnya, Senja pun memperkenalkan Alan sebagai teman sesama guru ke kedua mertuanya dan Tika, Setelah beberapa saat, Senja pamitan untuk pulang bersama Alan.

Berjalan berdampingan bersama Alan yang tak mengeluarkan sepatah katapun sejak didalam ruangan, membuat Senja penasaran dengan apa yang Akan pikirkan setelah mendengar kondisi rumah tangganya. "Tanya aja kalau penasaran." ucapan Senja mengejutkan Alan yang sedang hanyut dalam pikirannya sendiri.

"Tahu aja kamu, kalo aku penasaran!" jawab Alan. "Jadi, Nja. Kamu sama suami kamu sudah pisah atau gimana sih? Kamu diselingkuhin?" sambungnya.

Senja berhenti dan mensejajarkan tubuhnya dengan Alan, "Semua yang kamu dengar hari ini itu benar adanya, tapi aku minta tolong sama kamu untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentangku."

Alan mengangguk patuh, "Berarti sebentar lagi lagi kamu Janda ya, Nja?! Asiikk ada peluang dong aku." Senja melepas sepatu kets nya kemudian menimpuk lengan Alan memakai sepatunya, "Sialan!!"

"Motor aku gimana, Lan?"

"Udah dibawa ke bengkel, kalau udah beres aku anterin kerumah kamu sekalian mau ketemu sama calon mertuaku," goda Alan.

"Terimakasih banyak aku ucapkan buat Mr. Alan yang udah aku repotin buat anterin aku sama benerin motorku. Sekarang Anda boleh pergi, hus hus!" usir Senja.

Kan mengerucutkan bibirnya, berharap masih bisa bersama Senja, "Kamu nggak mau aku antar pulang dulu?" Senja menggeleng, kali ini tujuan Senja adalah menemui Dewo diapartement barunya. Setelah mendapat alamatnya dari Tika, Senja pergi menggunakan taksi online dan meninggalkan Alan.

Memakan waktu lebih dari satu jam Sampai Senja tiba di apartement Dewo yang berada di daerah kota hujan itu, Senja menghampiri meja resepsionis untuk menanyakan nomor kamar Dewo. Setelah mendapatkannya, Senja pun naik menggunakan lift kelantai 30.

Senja membuang nafas dengan kasar, sebelum akhirnya Ia memencet bel pintu kamar Dewo, tidak sampai satu menit pintu dibuka oleh Dewo, "Elo?! Ngapain?" tanya Dewo kasar.

"Ada yang mau aku bicarakan tentang Mama, Mas!" ucap Senja.

"Kenapa sama Mama?" Senja tak menjawab pertanyaan Dewo, mengerti dengan apa yang diharapkan Senja, Dewo pun membuka pintu lebih lebar tanpa mempersilahkan Senja masuk.

Senja melangkah masuk, Ia tertegun melihat penampakan rumah Dewo. Setahu Senja, Dewo termasuk orang yang sangat rapi, tapi melihat keadaan ruangan yang sangat berantakan, membuat Senja sedikit keheranan.

Tanpa dipersilahkan, Senja duduk di Sofa bersebrangan dengan Dewo, "Mama masuk rumah sakit, Mas."

Meski tidak mengatakan, Senja tahu jika Dewo terkejut dengan penuturannya, "Mau kamu sebenarnya apa sih, Mas?! Segitu terobsesi kamu dengan Harta Papa sampai kamu tega menyakiti orangtua kandungmu sendiri,"

"Apa yang membuat kamu seperti ini? Kamu sadar kamu adalah anak satu-satunya Papa, Papa gak akan seperti ini jika kamu tidak berulah."

Dewo masih membisu saat Luna keluar dari salah satu kamar dengan menggunakan baju yang sangat minim dan transparan, "Mau apa lagi Lo kesini?!" bentak Luna.

Senja tidak menghiraukan pertanyaan Luna, melirik pun tidak. Pandangannya tetap menatap Dewo yang sudah terlihat gusar, "Mama mau aku bawa kamu pulang, Mama bilang ini permintaan terakhir nya. Papa pun sama, seandainya kamu sedikit saja menuruti perkataan Papa, pasti semua keinginan kamu dapat dipenuhi sama Papa, Mas!"

Mendengar penuturan Senja, membuat Luna emosi bukan kepalang, Ia mendekati Senja dan menarik rambut Senja yang terikat kuda, "Heh, dasar wanita jalang!! Ini semua cuma akal-akalan elo doang biar Dewo balik sama elo kan!"

Senja melepas dan menghempaskan tangan Luna dengan kasar, "Bukan aku yang jalang disini!! Hubunganku dengan Mas Dewo sah Dimata agama dan hukum. Bukan seperti hubunganmu dengan suami orang lain!"

"Aku sudah dengan bodoh dan tak memperdulikan harga diriku untuk datang kesini, sekarang giliran kamu, Mas! pulanglah kekedua orangtuamu sebelum kamu menyesali semuanya. Seperti Mama, Ini pun permintaan pertama dan terakhir ku sebagai istrimu."

"Aku tunggu kamu di lobby," Senja melangkah keluar tanpa memperdulikan Luna yang mengamuk.

Sampai Senja keluar pintu, terdengar suara Luna yang berteriak memaki Senja, Ia bahkan mendengar dengan jelas saat Luna mengancam akan bunuh diri jika Dewo menemui Senja. Meski begitu, Senja tetap menunggu Dewo di Lobby. Lama Senja menunggu, sampai terdengar notifikasi pesan dari ponselnya.

"Pulang lah! Aku gak akan kembali sama kamu!" Ternyata Dewo yang mengirimkan pesan.

"Baiklah, Mas. Ini kamu yang mau." Senja pun pergi dengan langkah tegapnya. Kali ini sudah berakhir, benar-benar akan berkahir!

1
momo
👍
Diana
lu gak takut hukum karma Jihan????
lu yg tinggalkan anak dan suami lu demi karir modelmu.
egois lu Jihan dan gak tahu malu.
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Nurhaedah Syarif
hadir
Kejora
Bagus sekali akusuka ceritanya ❤️❤️
Rati Nafi
❤️❤️❤️❤️❤️
y_res
napa senja terlalu lemah,,,tegas dikit kek,,,noh dengerin kt alan
Melisa Febrianelista
cerita nya bagus banget👍
Bunga Dwi Femina
perempuan gilak = jihan
Bunga Dwi Femina
mbak senja orang tangerang toh 😁
Ndhe Nii
samaa Senja...kalo d Yogya..jajan pasar nya bikin kalap ..ini aj ngebayangin sambil nelan ludahh🤤... palagi kuliner nya....ahhhh.. pasti bikin gagal diet 🤣🤣🤣🤣
Ndhe Nii
iih pehape kebangetan d awan 🤣🤣....sudahh insecure... dobel down🤣🤣🤣
Ndhe Nii
wahh ini asal muasal Jihan ga suka sama senja...Krn biru sdh melupakan mama sejatinya🤣🤣🤣
Ndhe Nii
ahhh jangan guoblook senja ...kdrt TDK ada obatnya looo 🤣🤣🤣🤣
Ndhe Nii
pengecut Dewo... nama aja dewa... kelakuan kayak genderewo.. semoga masuk penjara dan membusuk d sono🤣🤣🤣
Sriza Juniarti
makasih banyak ..novelnya menginspirasi banyak orang,penataan katanya sangat bagus dan tak bertele2..aku sangat suka..lanjutkan dong novèl dear khadijjah nya..menggantunh tu kk 🙏
Sriza Juniarti
aku suka karyamu thor...terus berkarya💕🥰🥰🥰
Reliya
Setiap manusia berhak mencari jalan kebahagiaannya sendiri. Karena itu, berhenti memenjarakan diri dalam hubungan yang tidak sehat. Jangan pernah habiskan waktu untuk seseorang yang tidak mengharapkan keberadaan mu. To find Mr. or Ms. Right, karena sebuah pernikahan harusnya mencintai orang yang sama setiap harinya.

Setuju banget mak, mencintai orang yg Sama dg waktu yg lama dan harus setiap hari tanpa lelah Dan bosan.
Reliya
Setiap orang yang hadir dalam kehidupan kita, pasti mempunyai arti masing-masing. Bagaimanapun cara pertemuannya. Sesingkat apapun kehadirannya. Selalu menorehkan rasa yang akan mengajarkan kita bagaimana cara mencintai. Mengatasi penyesalan, juga mengajarkan seperti apa rasa menerima dan diterima.

Mantap mak pesannya. Angkàt topi untukmu.
Reliya
"Yang hadir belum tentu jadi takdir, Terkadang la singgah hanya untuk menampakan keindahannya, kemudian berlalu menuju takdir sesungguhnya."

Alamak.......mantap banget kata²nya Thor.
Zuli Lestary: iyes. kata2nya mengandung banyak gula.. manis 😍
total 1 replies
Reliya
Untuk saat ini, aku masih terikat keadaan, masih ada yang harus aku selesaikan, dan juga... Masih nyaman seperti ini,"

"I know... Tapi, jika suatu saat kamu merasa ingin memulai kembali berpetualang, aku ingin kamu tahu, ada aku dan Biru yang siap menemanimu untuk kembali berpetualang, mencari seperti apa rupa kebahagiaan dan membangun tempat untuk kata Pulang,"

Bukan kata dan rayuan gombal tapi juatru kata² oenuh makna ini yg bikin hati aq juga ikut meleyot Bang Awan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!