NovelToon NovelToon
Nikah Muda SMA

Nikah Muda SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:123.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dek_Zhea♡《

Menikah saat masih SMA? Yang benar saja? Akankah kisah ku ber akhir dengan bahagia?

Ikuti kisah Alifea dan Azrel yang absurd dalam cerita Nikah muda SMA!

Salam Author-Jangan lupa follow, like and coment!✓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek_Zhea♡《, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu nya

"Elah! jan ngomong kayak gitu! Kulkas kayak Azrel mana cocok sama bidadari Kayak Fea!"

"Buuuu."

Azrel tetap memasang wajah datarnya yang panas dingin, tak peduli dengan teman-temannya yang saling meledek babibubebo.

Sedangkan Alifea hanya tersenyum smirk di sebelahnya tampak tersenyum puas. Ntah dia melakukannya hanya untuk gengsi atau cemburu. Intinya Alifea merasa puas karna Azrel merasakan apa yang Alifea rasakan tadi.

Beberapa menit kemudian ....

"Elah! kagak ada musik apa? Kayak udah nggak ada kehidupan nih!" seru salah satu anak di bis, beberapa anak mengganguk mengiyakan.

Lalu Riksa menoel lengan Azrel di depan.

"Zrel, lo nyanyi sono pake gitar, suara lo bagus kan kayak burung beo?"

"Kagak ah, males gue, lu aja sono yang nyanyi. Nyanyi lagu koplo," jawab Azrel dingin tanpa menengok.

Riksa mengerutkan bibirnya kesal, ini mah Riksa bukan kayak ngomong sama manusia. Ngomong sama jelmaan kulkas gepeng.

"Gila, gue ngerasa kayak ngomong ama jelmaan kulkas dah bukan manusia," gumam Riksa sebal.

Beberapa temannya juga berusaha membujuk Azrel biar nyanyi sambil bermain gitar yang dibawa Riksa, apa dayalah Azrel tetap menjawab 'enggak. Ntah apa yang telah merasukinya hari ini.

Alifea yang juga merasa bosan itu, ikut-ikutan rasanya ingin membujuk Azrel agar mau bernyanyi. Kayaknya bisa kalo Alifea yang bujuk, Alifea kan ...

'Ah! udahlah! tapi gimana mau ngomong sama kak Azrel? Duduknya aja beda? Ya masa Alifea harus nyamperin terus ngebujuk dia? Di depan kak Vina pula!' batin Alifea mendengus kesal, lalu melirik Reon dan Azrel secara bergantian. Dan munculah ide di kepalanya yang hampa.

Lalu Alifea menyenggol bahu Reon dan memohon sesuatu padanya.

"Kak Reon, boleh tuker tempat duduk sama kak Azrel nggak? Aku mau ngomong sesuatu sama dia," ucap Alifea sepelan mungkin.

"Eh tapi ..."

"Please ya kak? Please ..." mohon Alifea serius.

Soalnya hawa di bis kali ini bukan karna hampanya tak ada musik, ini pasti karna hawa Azrel yang dingin banget sama seram. Jadi nggak nyaman kalo kayak begini. Bisa-bisa ntar semua yang ada di bis mati rasa karna kaku.

Lalu Reon berdiri dan menghampiri Azrel di sebelahnya. Dengan muka datar dan hembusan nafas yang kasar. Reon meminta Azrel untuk segera pindah ke tempat duduk sebelah Alifea.

Kenapa datar? Ya karna satunya ngebet dan yang satunya suami nya Alifea, jadilah sinetron satu gadis dua cinta. Alias cinta segitiga.

"Zrel, lo disuruh tuker duduk mah gua, sana di sebelah Alifea."

Azrel melirik ke sebelahnya, tampak Alifea sedang duduk diam sambil memainkan sinfoni jarinya tampak menunggu. Tanpa pikir panjang, Azrel langsung berdiri dan berpindah tempat duduk.

"Eh, Zrel! kamu mau kemana?!" tanya Vina di belakangnya, tapi Azrel tak menghiraukannya.

"Diem lo, mending lo tidur aja atau gue sumpel mulut lo yang udah kayak cabe," ucap Reon datar setelah duduk.

Ampun deh, jelmaan kulkas generasi ke dua.

Vina mendecih ke sebelahnya tampak sangat kesal.

'Cih! awas aja lo Alifea! liat aja yang gue bakal lakuin ke lo nanti!'

Kini Alifea dan Azrel duduk bersampingan, tapi malah ada atsmorfir kaku di antara mereka. Dan terciptalah suasana canggung di antara mereka.

"Anu, kak Azrel kenapa nggak mau nyanyi? Suara kakak kan bagus kata kak Riksa," ucap Alifea membuka percakapan dengan pertanyaan yang absurd di telinga Azrel.

Azrel mendengus kesal, dikira ya Alifea mau nanya terus apalah mohon-mohon terus ngucapin tadi aku cemburu. Ternyata ekspetasi tak seindah realita dunianya.

"Kak?"

"Apaan?"

"Kakak kenapa sih? Sini dong ngomongnya ngadep kesini!" tukas Alifea kesal karna Azrel tak mau mengalihkan pandangannya.

Kini Azrel berbalik badan ke arah Alifea, nafasnya memburu kesal. Menatap nanar mata kecil imut itu dengan mata elangnya.

"Lo tanya gue kenapa?"

"Ya iya! masa tanya situ udah makan?!"

Azrel makin kesal dengan gadis yang ada di depannya. Pengen beneran nyumpel mulut ni anak satu pake mulut biar nada suaranya itu dipelanin.

"Gue itu ..."

"Ya kenapa?!"

"Gue cemburu sama Reon! dah, situ paham?!"

Deg!

Mulut Alifea terdekap, mukanya sedikit memerah, jantungnya kini tak bisa dikontrol lagi.

Ucapan Azrel membuatnya tak siap, jadi tadi hawanya itu hawa cemburu. Bukan hawa marah ataupun karna apa gitu.

"Ngapain cemburu?" tanya Alifea balik, kalo boleh jujur Alifea tadi juga cemburu liat Azrel deket-deket dengan Vina.

Azrel menyeretkan kepalanya, mendekat sedikit pada wajah Alifea, berbisik sesuatu padanya.

"Ya karna gue suami lo. Apa larangannya buat gue cemburu sama lo, hm?"

Wajah Alifea kini benar-benar memerah. Ntah laki-laki di sebelahnya ini kadang suka buat dia meleleh karna sikap manisnya. Kadang bikin kesal juga dengan sifat dinginnya.

"Gue nggak suka ama Reon. Apalagi tadi lo sempet cium pipinya kan?! dikira gue kagak liat?!"

Azrel makin menghembuskan nafasnya kasar, niat sudah melampiaskan cemburunya pada Alifea. Tak peduli dengan kondisinya.

"Lo tuh suka ama Reon atau sama gue sih Fe?! gue nggak suka ya lo deket-deket ama Reon! sekali lo deket lagi, gue penggal kepalanya, mau?!"

"Kakak juga masih bersikap lembut tuh sama kak Vina, berarti kita impas kan?" tukas Alifea kesal, ya kita impas dong. Sama-sama nge panasin.

Azrel dengan wajah paling datar dan dinginnya, mendekatkan kepalanya dengan wajah Alifea.

"Dia itu mantan gue, buat apa gue sayang lagi ama mantan? Sekarang yang gue sukanya ama istri gue, dan itu lo. Paham?!" serkas Azrel panjang. Tanpa memikirkan Alifea yang masih terpaku malu dengan ucapannya.

Azrel berdiri dan menghampiri Riksa di belakang. Azrel mengambar gitar Riksa dari genggamannya, lalu mulai berniat untuk memainkannya.

"Heh kulkas, mau apa lo sama gitar gue? Mo lo bekuin jadi gitar beku?" ujar Riksa dengan nada kesal.

"Sembarangan lo Antariksa, ya gue mau nyanyi lah, ngapain gue gabut megang-megang gitar. Mending gue gigit lo dah."

Azrel mulai menggerakan kunci dan memainkan senar gitar, menatap Alifea sebentar yang masih terpaku senang. Mulai memainkan lagu dengan suaranya yang khas.

>Jujur saja 'ku tak mampu

Hilangkan wajahmu di hatiku

Meski malam mengganggu

Hilangkan senyummu di mataku

Kusadari aku cinta padamu

Meski 'ku bukan yang pertama di hatimu

Tapi cintaku terbaik untukmu

Meski 'ku bukan bintang di langit

Tapi cintaku yang terbaik

Jujur saja 'ku tak mampu

'Tuk pergi menjauh darimu

Meski hatiku ragu

Kau tak di sampingku setiap waktu

Kusadari aku cinta padamu

Meski 'ku bukan yang pertama di hatimu

Tapi cintaku terbaik untukmu

Meski 'ku bukan bintang di langit

Tapi cintaku yang terbaik

Oh, meski 'ku bukan yang pertama di hatimu

Tapi cintaku terbaik untukmu

Meski 'ku bukan bintang di langit

Tapi cintaku yang terbaik

Oh, meski 'ku bukan yang pertama di hatimu

Tapi cintaku terbaik untukmu

Meski 'ku bukan bintang di langit

Tapi cintaku yang terbaik

Tapi cintaku yang terbaik

Tapi cintaku yang terbaik ....

'Jreng ....

>End song: Cintaku yang terbaik Feat: Cassandra

Lagu itu antusias didengarkan oleh semua anak di bis, sesekali mengikuti nada lirik yang dinyanyikan oleh suara Azrel yang khas dan iringan senar gitar.

"Cie, lagu buat siapa tuh Zrel? Biasanya lo nyanyi lagu rock dah!"

"Bagus bet kayak tembok!"

"Azrel diam-diam tumbuh bibir cinta ges!"

Terdengar sorakan dari semua teman-teman yang antusian akan lagu yang dinyanyikan Azrel.

Alifea dan Azrel kini saling memandang satu sama lain, saling tersenyum. Tanpa diartikan, mungkin mereka udah tau apa arti dan untuk siapa lagu itu.

Apakah, cintaku akan tumbuh dan jadi yang terbaik untukmu?

》《》《》《》《

"Fel! ntar ada acara api unggun! lo mau ikut ngeramain nggak?"

Alifea menengok pada Theia yang sibuk membereskan barang.

"Api unggun?"

"Iya, ntar lo nyanyi aja. Suara lo bagus kan?"

Alifea menatap diam Theia dari kejauhan. Memegang dadanya senut.

'Nyanyi? Bisakah ....

♡《TBC》◇

1
Cici_sleman
jauh bgt bahasanya sm kita2...trllu kasar..
Cici_sleman
emang kutu rasanya hambar yah?😅
V¡K@
pliss jangn meningsoy dulu Fell😭😭😭
V¡K@
Vani kah???!
erni aurelia
kasar bgt ngomongnya,authornya bukan orang Sunda asli ya jadi ga tau klo kata2 yg dipake itu kasar
EM1212
kug ndadak calon istri dan calon suami, semangat membuat karya,,
Erna Candra
iya bahasa nya kasar bgt sm agak lebay 😄
Khenisa Maulida Zulkarnaen
seharusnya ada bahagia dengan anaknya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
ga asik endingnya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
hedeh ga bngt nih novel masa penjahat hampir 5 taun ga ada yang nglaporin ga bnget
Idan Cedan
thor ko Bahasa mys KaSaR Bgt ya? ??
nur imamah
mana fisualnya thor
Khenisa Maulida Zulkarnaen: bayangin aja pemeranya anda sama pasangan anda
total 2 replies
Hesty agustin13
kak lanjutin dong🙏🥺
Dharaaaeiy: iya makasih😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!