Siapa yang menyangka akan berjodoh dengan seseorang dari masa kecil.
Rendra Adipramana seorang Presiden Direktur dari Perusahaan Adipramana Group. Perusahaan yang dikenal besar dan ternama mampu membuat orang iri dengan yang berhasil bekerja disana.
Berusaha memperbaiki masa depan dan memiliki pendamping hidup yang tepat itulah yang menjadi tujuan hidupnya. Melewati rintangan hidup tidak membuatnya menyerah walaupun di satu waktu Rendra berhenti berjalan karena sahabat yang selalu bersamanya meninggal dengan cara tragis.
Sampai Rendra akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari masa kecilnya. Amelia Hanindayana yang ternyata adalah seorang bawahannya sendiri.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta Rendra dan Amelia?
Ikutin aku di Instagram ya, follow @amandyapasha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Dengan Pemilik HP
Rendra yang baru saja tenang setelah mantan pacarnya datang. Kini datang lagi yang membuat Rendra semakin geram. Namun, ia menahannya dengan menoleh perlahan.
“Lho, kamu?” Rendra yang tidak menyangka.
“Iya, kamu orang yang menabrakku di supermarket kan? Apa kamu melihat hp ku yang terjatuh?” Tanya orang itu.
“Bisa lepaskan tanganmu?” Tanya Rendra sambil menunjuk ke arah tangan orang itu yang masih mencengkram lengan Rendra.
“Eh, iya maaf.” Orang itu baru sadar.
“Duduklah dulu dan temani aku makan siang.” Pinta Rendra.
“Apa?! Tidak mau. Aku sudah makan siang disini juga tadi dan aku melihatmu. Aku menemuimu karena ingin bertanya soal hpku yang terjatuh.” Jelas orang itu sambil duduk di kursi yang ada di hadapan Rendra.
“Hemm…, baiklah. Tunggu aku makan siang terlebih dahulu. Setelah itu aku akan mengembalikkan hpmu.” Ucap Rendra.
“Kembalikkan sekarang saja.” Paksa orang itu.
“Hpnya sedang tidak ada bersamaku. Aku akan mengantarkanmu untuk mengambil hp mu.” Ucap Rendra.
“Ya sudah, cepatlah.” Ucap orang itu yang kesal.
Makanan Rendra pun sudah datang. Rendra langsung memakan makanannya itu sambil sesekali menatap orang yang ada di depannya itu. Tapi, orang yang sedang ditatap oleh Rendra tidak menyadari tatapan itu karena ia sedang mengalihkan pandangannya.
“Siapa namamu?” Tanya Rendra kepada orang itu.
“Amelia. Kamu?” Jawab Amelia ketus.
“Rendra. Tidak usah cemberut. Tenang saja aku akan mengembalikkan hpmu.” Ucap Rendra lagi sambil tersenyum kecil.
“Siapa yang cemberut, Aku? Tidak.” Jawab Amelia yang semakin kesal dibuatnya.
“Kamu bekerja dimana?” Tanya Rendra yang penasaran dengan sosok orang yang sedang ada di hadapannya ini.
“Aku masih sekolah.” Jawabnya singkat.
“Masih sekolah? Kenapa kalau masih sekolah jam segini sudah pulang atau kamu membolos ya?” Tanya Rendra menyelidik.
“Tidak, aku baru saja selesai ujian. Jadi, aku bebas sekarang boleh masuk atau tidak.” Jawab Amelia dengan jelas.
“Oh, selesai sekolah langsung bekerja atau kuliah?” Tanya Rendra lagi.
“Aku ingin kuliah.” Jawabnya.
“Bagus, yang rajin ya sekolahnya.” Ucap Rendra meledek.
“Hei, bisa tidak fokus makan saja. Aku ingin segera pulang.” Amelia tegas.
“Oke, baik, baik. Kamu kesini sendiri?” Rendra yang sengaja bertanya lagi.
“Hemm. Aku kesini karena dekat dengan toko buku besar itu. Sekarang habiskan makanannya dan kita pergi.” Ucap Amelia kesal.
“Iya, baiklah.” Jawab Rendra sambil tersenyum.
Wanita ini bisa membuatku nyaman. Papa dan mama akan setuju tidak ya jika aku bersamanya. Batin Rendra senang.
Setelah selesai makan Rendra mengajak Amelia untuk pergi bersamanya ke kantor. Amelia yang ingin menolak tentu tidak bisa dan terpaksa mengikutinya untuk mengambil hpnya. Amelia mengikuti Rendra dengan mobilnya sendiri dari belakang karena Amelia di antar oleh sopir.
Setelah sampai di area kantor. Amelia langsung turun dan menghampiri Rendra yang baru saja keluar dari mobilnya. Rendra membawa Amelia ke ruangannya. Mereka menaiki lift khusus presdir dan hanya berdua saja mampu membuat mereka bersikap canggung.
Saat lift sudah sampai mereka keluar dari lift dan masuk ke dalam ruangan Rendra.
“Ren, gue tahu yang punya hp ini masih se…” Ucap Rio terpotong karena melihat Rendra datang tidak sendiri.
“Masih sekolah. Berikan hp itu padanya.” Perintah Rendra sambil duduk di kursi kekuasaannya.
“Siapa dia?” Tanya Rio memastikan sambil melihat foto yang ada di hp itu dan wajah Amelia.
“Dia orang yang punya hp itu.” Ucap Rendra.
Rio pun memberikan hp itu kepada Amelia dengan hp yang sudah terbuka dan layar menunjukkan foto dirinya sambil bergaya mulut dimajukan dan dengan jari angka dua. Amelia yang melihat hpnya sudah terbuka dan menunjukkan foto dirinya merasa kesal.
“Kenapa hpku bisa terbuka?” Tanya Amelia.
“Aku mencoba untuk membukanya tadi.” Jawab Rio yang masih menatap Amelia dengan tatapan tidak biasa.
“Lalu, untuk apa kamu membuka galeri fotoku?” Tanya Amelia menyelidik.
Rendra yang mendengar Rio membuka galeri foto Amelia merasa kesal. Rendra mengambil satu map yang berisikan lembaran kertas di dalamnya yang membuat map itu terlihat tebal dan berat lalu melemparkannya ke kepala Rio.
“Duh, sakit bos.” Suara Rio mengaduh sambil mengusap dahinya itu. Sedangkan, Amelia hanya tersenyum puas.
“Lain kali jangan buka hal privasi orang lain.” Tegas Rendra.
“Iya bos. Kan gue kepo sama wajah orangnya.” Ucap Rio sambil tersenyum ke Amelia.
Sedangkan, Amelia tidak menanggapi senyuman itu. Rendra yang melihat Rio tersenyum ke Amelia kembali melayangkan sepatu yang ia pakai.
Buukk!
“Auw, sakit kampret.” Rio kembali mengaduh karena sepatu itu mengenai tepat kepalanya.
“Hemm…, sepertinya aku harus segera pulang. Kak Rendra terima kasih sudah mengembalikkan hpku. Aku pergi dulu.” Amelia Pamit dan langsung keluar dari ruangan Rendra.
“Tunggu.” Rendra yang ingin mengejar Amelia.
“Eh, sudah tidak usah dikejar. Memangnya kenapa harus dikejar? Hpnya kan sudah dikembalikkan.” Tanya Rio heran sambil kembali duduk di sofa dan mengusap kepalanya.
“Tidak apa. Ya sudah lanjut kerja sana.” Usir Rendra.
Rio bodoh sekali, padahal belum minta nomor teleponnya. Batin Rendra kesal dalam hatinya.
“SIap bos.” Rio pun segera meninggalkan ruangan Rendra dan pergi ke ruangannya sendiri sebelum dilemparkan barang lagi di kepalanya.
Tunggu, aku tadi belum bertanya kapan dia bertemu dengan Cantika kan. Batin Rendra yang kembali teringat dengan sesuatu.
Rendra pun kembali menekan tombol yang terhubung dengan ruangan Rio. Seseorang yang Rendra panggil pun datang dengan raut wajah kesalnya.
“Ada apa lagi?” Tanya Rio malas karena baru saja ia akan duduk di kursinya sudah dipanggil lagi.
“Gue mau tanya.” Ucap Rendra.
“Tanya apa? Langsung saja.” Sahut Rio yang sudah sangat kesal dengan presdirnya itu sambil duduk lagi di sofa yang ada di ruangan Rendra.
“Kapan lo bertemu sama Cantika?” Tanya Rendra menyelidik.
“Kemarin.” Jawabnya.
“Kenapa kemarin? Kan gue bilangnya hari ini.” Sahut Rendra bingung
“Kalau hari ini janji ketemu sama dia pasti tidak akan bisa. Karena, tadi pagi saja kita akan pergi ke luar negeri kan.”
“Oh, iya. Coba ceritakan semuanya.” Rendra yang ingin tahu.
Flashback
Hari dimana Rendra meminta Rio untuk bertemu dengan Cantika.
Hari itu adalah akhir pekan yang berarti hari minggu. Rio sedang berada di rumahnya beristirahat di kamar sambil duduk di tepi tempat tidurnya. Tiba-tiba mendapat pesan dari Rendra disiang harinya.
"Rio, gue mau lo besok ketemu Cantika untuk mengurus masalah gue sama dia. Gue mau masalah selesai besok!" Menggunakan tanda seru yang menandai sebagai kalimat perintah.
Rio setelah membaca pesan Rendra ia langsung membalasnya.
"Siap bos. Tapi masalahnya apa ya?" Balas Rio.
“Rio! Lo seharusnya tahu dan tidak perlu gue jelasin lagi.” Balas Rendra dengan kesal.
“Haha…, iya. Gue tahu kok. Gue cuma bercanda saja. Oke, besok gue laksanakan.”
Bersambung.
ah ...sudahlah nikmati aja baca ceritax ...hihihi