NovelToon NovelToon
Love'S Feeling

Love'S Feeling

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:106.1k
Nilai: 5
Nama Author: kyukyu

Liana dihadapakan pada dua pilihan dalam hidupnya. yang pertama dia harus menikahi orang yang dijodohkan oleh orang tuanya, seorang lelaki asing yang tak pernah ia kenal baik ataupun lihat. Dan yang terakhir Liana tetap memilih untuk memperjuangkan cinta yang ia pendam selama tiga tahun untuk seorang senior dikampusnya.
Dan disaat ia telah mengambil keputusan untuk memilih jalan yang pertama karena kesehatan sang ayahnya. disaat yang bersamaan cinta yang ia dambahkan selama bertahun-tahun, secara tiba-tiba mendekat padanya. Manakah cinta yang Liana pilih? seorang asing yang dipilihkan oleh Sang ayah? ataukah seorang yang telah menjadi cinta rahasianya selama tiga tahun?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyukyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pelajaran menjadi seorang istri

Suara ketukan pintu kamar yang terdengar begitu keras membuyarkan mimpi Arvin dan membangunkannya dari tidur lelapnya. Dengan setengah kesadarannya Arvin berjalan membuka pintu kamarnya.

"Iya nek?"

"Segera bangunkan istrimu! Nenek tunggu dibawah."

"Iya," dengan segera Arvin membangunkan Liana.

"Hei bangun! Sana bersihkan tubuhmu! Dan cepat kebawah! Nenek sudah menunggumu."

"Untuk apa? ini kan masih terlalu pagi?"

"Sudah terima saja daripada kau mendapat yang lebih parah dari ini, cepatlah!" Liana pun turun dari ranjang dan bersiap-siap sebelum menemui nenek, sedangkan Arvin kembali tidur diranjangnya.

"Bagaimana sudah siap untuk mengerjakan tugas dariku?" Tanya nenek saat Liana menghampiri dirinya.

"Iya," lirih Liana.

"Jawaban apa itu? lembek, jawab yang keras!" Bentak Nenek.

"IYA SAYA SIAP!" contoh nenek.

"IYA SAYA SIAP!" Liana melantangkan suaranya.

"Bagus," pelajaran pun dimulai.

Pelajaran pertama....!

"Sebagai seorang istri yang baik, kamu tidak boleh membiarkan suamimu berangkat kekantor dengan perut kosong. Jadi kamu harus membuatkan suamimu sarapan setiap paginya!".

"Sarapan?" Liana sedikit terkejut.

Namun karena lirikan mata tajam nenek membuat nyali Liana menciut lalu dengan gegas iya katakan, "Baik!" Liana mulai membuat sarapan untuk Arvin dengan ditemani Nenek disampingnya.

"Cepat sedikit! Menyiapkan begitu saja lama sekali."

"iya," Nenek berhasil membuat Liana begitu sengsara, dengan waktu satu setengah jam Liana dapat menyiapkan sarapan dengan segera dimeja makan dan dapat disantap oleh Arvin sebelum berangkat kekantor.

"Ini makanan apa? mana nasiku?" bisik Arvin yang hanya mendapat roti panggang dan segelas susu.

"Sudah makan saja, jangan cerewet! hanya ini yang bisa aku buat dengan waktu singkat".

Dengan suka rela Arvin memakan apa yang ada di meja.

Seusai makan Liana membereskannya. dari membersihkan meja makan sampai mencuci piringnya.

"Antarkan suamimu sampai depan dan bawa tas kerjanya!"

"Tapi nek mencuci piringnya belum selesai".

"Nanti dilanjutkan lagi setelah mengantar suamimu," anjur Nenek.

"Kenapa serumit ini sih?"gumam Liana.

"Apalagi yang kamu tunggu? Cepat sana!" bentak nenek dengan mata yang melotot membuat Liana tak dapat menolak perintah nenek dan segera melaksanakan tugasnya.

"Ini tasmu," Liana menyerahkan tasnya kepada Arvin setelah sampai depan pintu rumahnya.

"Wah ... hari ini kau terlihat manis sekali," goda Arvin.

"Kau mau mati ya?" kecam Liana.

"Liana kalau sudah selesai cepat kemari! Masih banyak tugas yang harus kamu selesaikan!" teriak Nenek dari dalam rumah.

"Tuh ... nenek sudah memanggilmu, cepat sana! oh ... ya, satu kata dariku, 'berjuanglah!' okey," ucap Arvin disela tawanya.

"Terima kasih tapi aku tidak membutuhkannya" Liana masuk dan menghampiri nenek yang sudah duduk disofa ruang keluarga.

"Kalau ingin menjadi istri yang baik, kamu harus memenuhi '3M'!"

"3M?"

"macak, masak, manak." Terang Nenek.

"Apa itu?"

"Macak artinya berdandan, manak artinya melahirkan kalau masak kamu juga tahukan artinya?"

"Iya".

Pelajaran kedua!!

"Sekarang tugasmu membersihkan seluruh rumah sampai terlihat nyaman, agar suamimu betah berada dirumah, kamu tidak maukan suamimu pergi kerumah wanita lain karena kelalaianmu?"

"Aku malah sangat bersyukur bila itu semua terjadi," gumam Liana lirih.

"Apa yang sedang kamu gumamkan?"

"Tidak, tapi itukan bukan termasuk '3M' Nek?"

"Lalu kenapa? Jika ini baik apa salahnya?" skak Nenek.

"Baik saya akan segera mengerjakannya!" Liana langsung bergegas berjalan tuk jalankan tugasnya, meski sedikit menggerutu Liana menjalankannya dengan baik.

"Sebenarnya Aku ini istri majikan apa istri pembantu sih? Kenapa Aku harus mengerjakan semua ini sendiri? rumah inikan luas" gerutu Liana sembari mengerjakan tugas yang diberikan nenek padanya dari mengelap, menyapu, hingga mengepel dilakukannya sendiri.

Pelajaran ketiga!!!

"Agar rumah terlihat indah dari luar kamu harus menyapu halaman, memotong rumput, dan menyiram tumbuhan supaya orang yang melihat rumah kita akan kagum dengan rumah kita." jelas Nenek.

"Perduli sekali dengan omongan tetangga sampai-sampai cucu menantu sendiri dijajah seperti ini," gerutunya sekali lagi.

"Jangan buang tenagamu untuk bicara hal yang tidak penting!" seru Nenek.

"Iya," Liana mengambil peralatan yang dia perlukan.

"Oh ya ampun! Halaman ini begitu luas, aku tidak sanggup mengerjakannya sendiri," keluh Liana saat dilihatnya begitu luas halaman rumahnya.

"Kenapa luas sekali?" rengek Liana melanjutkan pekerjaannya.

Setelah beberapa lama Liana dapat menyelesaikan pekerjaannya.

"Nek aku sudah menyelesaikannya sekarang apalagi?" Tanya Liana begitu yakin akan kemampuannya.

"Cuci baju! walaupun tidak begitu banyak tapi harus dicuci setiap hari supaya pakaian tidak tertimbun lama dan menyebabkan bau".

"Baik".

Dengan semangat dan tak ada keluhan lagi, Liana mencoba menyelesaikan pekerjaannya dengan segera berharap Ia akan menyelesaikannya sebelum mata kuliahnya dimulai.

"Akkhkk..." suara teriakan dan kesakitan yang begitu keras telah mengejutkan Liana ketika sedang asik menjemur pakaian, tak berfikir panjang Liana berlari menuju sumber itu berada.

"NENEK...!" Ternyata nenek terpeleset oleh air sabun bekas cucian Liana. "Nenek tidak apa-apa?"

"Kamu sengaja ya mau mencelakakan nenek karena tidak suka dengan tindakan nenek padamu" tuding nenek.

"Mana mungkin Aku berpikiran sepicik itu? Nenek saja yang kurang hati-hati." timpal Liana.

"Oh.. jadi kamu menyalakan nenek?"

"bukan seperti itu," serba salah.

"Lalu apa?"

"Sudahlah jangan dibahas lagi! Lebih baik aku papah Nenek kedalam biar nenek bisa istirahat," dengan hati-hati Liana membawa nenek kedalam kamar dan dibaringkannya di ranjang.

"Kamu mau apa?"

"Aku akan mengoles kaki nenek dengan minyak gosok mungkin agak sedikit sakit. Jadi nenek tahan ya!" Liana begitu telaten merawat kaki nenek, dibalur kaki nenek dengan minyak gosok, lalu dipijitnya sedikit demi sedikit, sampai membalutnya dengan perban pun dilakukannya dengan hati-hati.

"selesai... nenek jangan dilepas perbannya! Biar kaki nenek tidak bengkak".

"Terima kasih! Tapi walau pun kamu sudah merawat kaki nenek, jangan kamu kira nenek akan melepaskanmu dari tanggung jawabmu begitu saja!"

"Tenang saja aku juga tidak mengharapkannya. Aku pastikan akan menyelesaikannya sebelum berangkat kekampus, tenang saja!" tukas Liana memberikan senyuman kepada nenek.

"Baguslah kalau begitu" ucap nenek begitu lega dengan penuturan Liana.

***

1
Zahard
wahhh ... udah tamat aja😂
Nienol
lean mampir kk
Dyah Nuraini: terima kasih kakak sudah mampir!
total 1 replies
Susi Asmanita
duh kasihan liana percepat datang suaminya thor jangan sampai berpisah
cpa ajj
seruuuuuuu thor 👍👍👍👍
Sari Riri
lanjut thor 😊😊😊😊😘😘😘😘
vita mela
emosii sm liana lma2 thor.. knp sih dy sllu mikir jauh tnpa denger penjelasan.. kasian arvin thorr.. buat ktmu sblum cermeii thorr.. 🥺🥺
Etri Oppo
jangan cerai thorrr
Etri Oppo
muter2....
Etri Oppo
lanjut thor
Olivia Salenussa Rutasouw
lnjut thor, bkg arvin rasa kehilangan
Etri Oppo
lanjutttt
Mia
aku dh like
dn baca
Dyah Nuraini: terima kasih kakak
total 1 replies
Amiraty Rahima
Jdi cowo ko lembek amet gak pantes lu arvin jadi cwo jadi banci aja lu sekalian
Etri Oppo
haaaahhhhh
Rizal De Green
semangat....
olivia
semangat terus author....tiap pagi selalu di tunggu updatenya....dan berharap double 😘😘
Amiraty Rahima
Ko gitu sih alur nya thor ga ada yg nolongin liaya gitu
olivia
up lagi dong thor...lebih dari 1 😁😁
Dyah Nuraini: aku usahakan up rutin kak Senin sampai Jumat. kalau up lebih dari satu aku gak bisa janji. tapi di usahakan. Makasih kakak sudah menjadi penanti setia couple ARLI...!
total 1 replies
olivia
double up dong 😘
Ikeu Puspita
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!