Apa jadinya orang yang selama ini kamu anggap ayahmu malah menikah denganmu?.
"Dia begitu sempurna dan bagai pinang dibelah dua dengan wanita yang sangat kucintai".
#Leo Abraham
"Maaf jika aku mencintai mu".
#Ardita Pricilla.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratnadewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang
("Jadi ini alasan mama melarang Dita pergi ke kota ini! karena mama takut aku akan bertemu papa kandungku?? Tapi dilihat dari penampilannya papa bukan orang sembarangan.
Bahkan saat tadi sarapan saja dia membawa dua bodyguard disampingnya! Maafkan aku pa bukannya aku bermaksud durhaka namun hati ini belum bisa menerima semua yang sudah papa lakukan terhadap Dita dan mama!!") bathin Dita sambil duduk ditepi kolam renang itu.
"Kamu disini rupanya Dit? om cari-cari kamu dari tadi eh yang dicari malah lagi asyik berenang!".
"Maaf om tadi Dita bosan jadi Dita sengaja keluar sebentar eh malah liat kolam jadi Dita memutuskan untuk berenang sebentar! Oh ya maaf ya om tadi Dita sudah sarapan duluan om gapapa kan kalo pagi ini sarapan sendiri??".
"Hmmm ya sudahlah tapi temenin om makan ya! Ini kebetulan om gak sengaja bawa handuk".
"Iya om Dita ganti baju dulu ya!".
Sebenarnya leo dari tadi sudah terbangun saat mendengar decit pintu dan melihat gelagat Dita yang aneh tidak seperti biasanya.
Namun setelah mengikuti Dita Leo pun menjadi sangat terkejut karena bagaimana bisa Dita yang baru saja sehari dikota X sudah bertemu dengan Ferry bahkan mereka membuat janji sarapan seperti tadi!.
Leo takut Ferry akan menyakiti Dita.
Namun melihat ketulusan Ferry Leo pun paham bagaimana perasaan Ferry saat ini namun ketakutan nya semakin bertambah mengingat Ferry merupakan salah satu pengusaha terkenal di Indonesia dan sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.
Ia takut Ferry akan membawa pergi Dita dari sisinya.
Maka Leo pun sekarang sadar jika ternyata ia sangat mengkhawatirkan Dita bukan sebagai ayah terhadap anak namun sebagai pria yang takut kehilangan wanitanya.
Namun Leo penasaran dengan seorang gadis tak jauh dari Dita dan Ferry menatap Dita dengan tajam dan penuh amarahnya.
Bahkan Leo tidak mengenal siapa gadis itu!.
Leo yang melihat Dita berlari berurai air mata pun sudah bisa menebak jika Dita pasti akan segera berenang jika suasana hatinya buruk maka ia pun bergegas kembali menuju kamar dan membawakan Dita handuk.
"Dita hari ini mau diajak kemana lagi?" tanya Leo sambil membawa nampan makanan yang telah ia pesan tersebut dan secangkir coklat panas untuk Dita.
"Minumlah dahulu supaya badanmu hangat!"
"Terimakasih om!!. Om Dita hari ini di hotel aja ya,,, Dita sedang tidak mood melakukan sesuatu mungkin karena terlalu lelah kemarin dari lagi sampai malam mengelilingi kota ini tapi kalau Om mau melanjutkan jalan-jalan hari ini Dita tidak masalah kok tapi maaf jika Dita tidak bisa menemani!".
"Yasudah om temenin kamu disini saja ya kasian masa istrinya dihotel suaminya malah jalan-jalan!" ucap Leo sambil memakan sarapannya.
"Istri???" tanya Dita yang heran dengan perkataan Leo.
sebenarnya Dita senang mendengar ucapan Leo namun Dita tak ingin berekspetasi terlalu tinggi.
"Iya kenapa?? Memangnya tidak suka om panggil kamu istri? Gak suka ya?" tanya Leo khawatir.
"Tidak kok om Dita suka. Terimakasih ya sudah mulai menerima Dita sebagai istri om!".
"Dita sejujurnya om belum yakin dengan perasaan ini, namun entah mengapa setiap dekat denganmu om selalu tidak bisa menahan diri dan om selalu merindukan tingkah manja kamu ketika kita sedang tidak bersama.
Bahkan akhir-akhir ini om selalu memikirkan tentangmu! om janji akan berusaha menjadi suami yang baik untuk dita dan om juga akan selalu melindungi dan menjaga Dita sampai kapanpun,, om juga tidak akan pernah menyakiti Dita lagi! Pegang janji om dit!!!! Om minta maaf kalau pernah membuatmu terluka dengan kata-kata yang mungkin pernah om ucapkan!!!" ucap leo sambil meletakkan sarapannya dan memegang tangan Dita dengan erat kemudian mengecupnya perlahan.
Dita yang mendengar pun terharu dan berkaca-kaca mendengar penuturan Leo.
Dita langsung memeluk Leo begitu saja dan mendapatkan sambutan dari Leo juga.
********
Pagi harinya Leo dan Dita memutuskan untuk kembali ke kota mereka dan menaiki pesawat namun Leo merasakan keanehan saat melihat ada 4orang berbadan kekar dan berbaju hitam seperti mengikuti mereka.
Leo yang menyadari ada yang mengikuti pun segera menarik tangan Dita dan berlari menuju kerumunan namun para pria berbadan kekar itu mengejarnya.
Dita yang bingung hanya bisa berlari mengikuti Leo dan setelah aksi kejar-kejaran pun akhirnya mereka bisa bebas dari kejaran para pria itu dan langsung menaiki pesawat setelah mendapat panggilan.
"Ada apa om Dita capek tau kalo harus lari-larian kaya tadi kaya lagi dikejar setan aja!".
"Hahahaha maaf ya dit om tadi hanya ingin mengajak kamu olahraga agar badan kamu agak kurusan dikit!"
"Maksud om Dita gendut?? Dasar ya menyebalkan!!!" teriak Dita sambil menjewer telinga Leo.
"Awwww awww awww sakit Dit maaf bukan seperti itu maksudku!".
Namun Dita tetap memberengut kesal.
("*M*ereka pasti orang suruhan Ferry!!! Maafkan om ya Dita om hanya takut kehilangan kamu mengingat Ferry itu orangnya sangat nekat dan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.
Meski ia papa kandungmu tapi om takut dia akan membawa pergi kamu dariku jika tau aku adalah orang yang sama dengan orang yang membawa Andara pergi darinya!").
*****
"Maafkan saya bos mereka lolos karena pria yang bersama nona menyadari kehadiran kami namun tenang saja kami sudah membagi kelompok untuk menaiki semua pesawat yang akan take off hari ini."
"Baiklah kabari saya jika kalian sudah mengetahui dimana alamat gadis itu!".
***
Setelah turun dari pesawat mereka pun segera menuju apartemen Leo karena tadi Dita sempat mabuk pesawat dan jarak antara bandara kerumah terlalu jauh sehingga mereka memilih untuk mampir ke apartemen milik Leo untuk beristirahat.
***
"Bos mereka tinggal disebuah apartemen ternama dikota ini dan saya tidak melihat keberadaan nyonya Andara!".
"Terus awasi mereka dan jika lengah bawa mereka kehadapanku secepatnya!".
"Baik bos saya mengerti.