Kinara adalah gadis simpel dan sederhana. Kesehariannya hanyalah kuliah dan berkerja paruh waktu untuk membiayai pendidikannya. Dengan kesederhaannya itu mampu membuat pria muda sukses dan kaya raya jatuh hati padanya.
Suho park presdir GY Group tergila-gila padanya, sampai mau melakukan apapun untuk membalas penderitaan yang dialami kirana selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kinara (part 2)
Tuan muda memperlakukan kinara layaknya seorang ratu baginya. Tidak tanggung-tanggung ia melakukan semua yang kinara mau. Bahkan memperlakukan kinara begitu spesial.
Ternyata tuan muda gak seperti yang dibicarakan orang-orang ya, dia bisa bersikap lembut kok. Kinara
Kinara mencuri pandang menatap tuan suho, sesekali tatapan mereka bertemu satu sama lain.
"Apa makanannya tidak enak? " tuan muda
"Hah" kinara
Tuan muda mengangkat kedua alisnya dan mengulangi pertanyaannya lagi.
"Apa makanannya tidak enak?" tuan muda
"Enak kok tuan" kinara tersenyum lalu menyuap makanan ke mulutnya.
"Lalu kenapa kamu tidak nambah? Katanya tadi lapar" tuan muda
"Sudah cukup tuan, saya sudah makan terlalu banyak. Nanti tidak kerja malah ketiduran lagi" kinara tersenyum
"Cepat selesaikan makanmu dan kembali keruangan, keburu jam istirahat habis" tuan muda
"Baik tuan" kinara
Kenapa jadi bicara seperti itu sih, dasar bodohhh. Tuan muda mengerutu dengan dirinya sendiri
Kinara kembali keruangan diikuti tuan muda dari belakang. Sepertinya rasa sakit kinara mulai berkurang walau hanya sedikit.
Kinara berbalik menghadap tuan muda lalu tersenyum menatapnya sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Jangan sampai kamu kecapean, jaga kesehatanmu juga" tuan muda
"Baik tuan muda, terima kasih" kinara kembali tersenyum
kenapa kamu begitu manis gadis pirang. Tuan muda
Kenapa saya jadi deg-degan gini sih, ouw TIDAAAKKK rasanya jantungku mau loncat keluar. Kinara
_-_
Rasya masih diselimuti dengan perasaan marah karna kejadian tadi pagi. Apa lagi ia harus kena marah yang tidak jelas dari mama diana setiap hari.
Kenapa sih sikap mama jadi berubah gitu. Rasya
Rasya memandang mamanya dengan perasaan kecewa, mamanya yang dulu selalu memberikan apa yang ia mau namun kini berubah.
"Ma...mama kenapa sih berubah begini sikapnya sama aku?" Cetus Rasya
"Gak ada yang berubah rasya" mama
"Gak berubah gimana, mama sekarang selalu marah-marah gak jelas sama aku" rasya
"Maafin mama ya sayang, mama melakukan ini juga demi kamu" mama diana memeluk rasya
"Maksud mama?" rasya
"Nanti juga kamu bakal tau" mama tersenyum
Imah melihat ibu dan anak ini dengan kesal.
Rencana apa lagi yang mereka lakukan, tidak ada henti-hentinya mereka membuat nona kinara menderita. Selama aku masih ada disini aku akan melindungi nona kinara walau pun nyawa ku menjadi taruhannya. Imah
_-_
tante ratna menghubungi tante dewi sore ini. Mereka sepakat bertemu dicafe xx.
Tante ratna lebih dulu sampai dicafe. Menunggu kedatangan tante dewi. Tidak berapa lama kemudian, tante dewi terlihat dari kejauhan. Menghampiri tante ratna yang sudah menunggunya dari tadi.
"Sudah lama?" tante dewi
"Tidak kok, baru juga sampai" tante ratna
"Ada apa tumben ngajak bertemu? " dewi penasaran
"hanya rindu" ratna tersenyum"sama mau bahas soal anak-anak" lanjutnya
"Owh...baiklah, gimana kelanjutannya saja" dewi
"He'em" ratna
Mereka terlihat serius membahas pertemuan keluarga mereka. Sesekali beda pendapat membuat mereka cekcok kecil, namun setelah itu tertawa bersama ketika mendapatkan ide yang sama.
"Jadi kamu hanya perlu mendandani kinara, besok akan dijemput pihak salon untuk membawaNya memanjakan diri" ratna
"Totalitas sekali kamu ya" dewi
"Harus dong, walaupun dasarnya kinara sudah cantik tapi tidak salah jugakan kalau didandani biar tambah cantik" ratna
"Kamu tenang saja, ada nian yang akan menemaninya. Aku jamin semua akan sesuai rencana" dewi
"Baiklah, semoga semua lancar" ratna
Mereka tersenyum dan berdoa bersama.
_-_
Sekertaris tom mendapatkan kabar baik dari ibunda ratna. Mengenai kelancaran acara, ibunda menyuruh kinara dan nian dipulangkan lebih awal atau kalau bisa diliburkan.
Namun karna pekerjaan yang menumpuk terpaksa mengambil kesepakatan bersama yaitu bekerja setengah hari.
"Tuan" sekertaris tom
"Hem" tuan muda
"Ibunda memberikan kabar pada saya kalau pertemuan perjodohan dilaksanakan besok malam tuan" sekertaris tom
"Baguslah, pilih tempat yabg terbaik untuk pertemuan itu" tuan muda tersenyum
"Maaf tuan, tapi ibunda sudah mempersiapkan semuanya. Tuan tinggal datang dan menikmatinya saja" tom
"Kenapa?" tuan muda menatap tom
"Karna ibunda sudah merencanakan pertemuan ini jauh-jauh hari tuan, jadi ibunda sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna" jelas tom
"Baiklah" tuan muda menyerah
_-_
Kinara dan nian pulang bersama. seperti yang dimau tante dewi, malam ini kinara menginap dirumahnya.
"Kak kinara" demo berdiri menghampiri kinara
"Demo, tante" kinara menyapa
Tante hanya tersenyum menjawab sapaan kinara.
"Kak nara menginap disinikan?" demo
"Iya demo, kak nara menginap disini. Jadi biarkan kak nara mandi dulu ya nanti langsung kita makan malam" tante dewi
"Hem, denger tuh kata mama. Dasar anak manja" nian
"Yeee biarin napa. Iri aja lu kak" demo
"Ini ya anak dua, bisanya ribut muluk kalau ketemu. gak malu apa dilihat sama kinara" tante dewi
"Maaf ma" nian dan demo bersamaan.
Tante dewi hanya bisa mengelengkan kepala sedangkan kinara tersenyum lebar melihat mereka.
Kinara masuk ke kamar dan
membersihkan badannya. kinara berendam sebentar untuk menghilangkan penat.
Memang benar ya yang dibilang orang, penat akan hilang jika berendam begini. Aahhhh...gak ingin meninggalkan kenyamanan ini rasanya. Kinara
_-_
Kinara sudah siap dengan pakaiannya. Setelan kemeja dan jeans longgar yang membuat tampilannya terlihat simpel tapi menarik.
Kinara bergegas menurunui tangga.
"Pagi tante, nian, demo" kinara
"Pagi sayang" tante dewi
"Sini kak duduk sarapan dekat aku" demo menepuk kursi didekatnya.
Kinara melangkah mendekatinya dan tersenyum
"Makasih adik kecil" kinara mengusap rambut demo dengan lembut.
Kinara melihat demo tersipu malu karnanya.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan nyaman
bercengkrama dengan santai dan saling melempar senyum ceria.
"Jangan lupa kalian nanti harus pulang lebih awal dari biasanya" tante dewi
"Memang ada apa ma? " demo
"Nanti kamu juga akan tau" tante dewi
"Nian nanti kamu temani nara ke salon ya sepulang dari kantor. Dan jangan lupa izin pulang setengah hari pada atasan kalian" tante dewi
"Baik ma" nian
Kinara hanya menatap tanpa bersuara
kamu harus yakin nara bahwa ini yang terbaik, kamu harus percaya kalau semuanya akan baik-baik saja. kinara
"nara" tante dewi
tidak ada sahutan dari kinara
"Nara" tante dewi memegang bahu kinara dan membuat kinara terkejut
"Iya tante kenapa?" kinara
"Kamu melamunkan apa sayang? Apa kamu tidak yakin untuk pertemuan nanti? Tante dewi
"Tidak tante nara yakin kok, lagipula nara sudah mengambil keputusan untuk menerima perjodohan ini kan jadi tante tidak perlu khawatir ya" kinara tersenyum
"nara tante yang akan pasang badan paling depan untuk menjamin kebahagiaan kamu sayang" tante dewi
"Makasih tante" kinara memeluk tante dewi.
Terkadang melihat perlakuan mama pada kinara yang sedikit berlebihan membuatku iri, bahkan demo yang selalu merenggek dengannya pun membuatku terusik. Namun aku tak bisa menghakimi Kinara karna bagaimanapun aku juga menyayanginya dan tak ingin dia dalam masalah. Nian
"Sudah-sudah lanjut nanti saja pelukannya, nara ayo berangkat nanti telat lho" nian
"iya sudah kalian berangkat sana" tante dewi
"Kami pamit ya tante" kinara
Mereka berpamitan dan berlalu meninggalkan tante dewi.