NovelToon NovelToon
Menikahi Duda

Menikahi Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

Khalisa, harus rela bekerja pada keluarga kaya. Bukan sebagai pembantu rumah tangga melainkan merawat seorang pria yang bernama Adrian. Adrian adalah seorang pria muda yang di nyatakan stroke.

Meski pun Adrian sangat keras kepala dan memperlakukan Khalisa dengan sangat kasar. Khalisa tetap sabar menjalankan pekerjaan nya demi sang adik yang sedang sakit keras.

Dari rasa benci berubah ke rasa suka lalu berubah lagi pada rasa benci hingga pada akhirnya mereka saling mencintai. Banyak hal yang terjadi dalam hidup Khalisa, namun diri nya dengan sabar melewati kesedihan yang selalu datang dalam hidup nya.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Silahkan baca dan Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.Undangan

Satu bulan berlalu, Khalisa yang di bantu oleh David sudah membuka usaha kecil-kecil nya. Davin dab Khalisa semakin akrab sejak Khalisa berhenti bekerja di rumah Adrian. Berada tepat di pinggir jalan, coffee shop milik Khalisa sudah memiliki pelanggan yang setia.

"Apa hari ini ramai?" tanya David yang baru saja mampir.

"Lumayan, aku bahkan sangat kewalahan." jawab Khalisa sambil membawakan satu gelas cappuccino.

David menyeruput nya, segar bukan? gerismis seperti ini memang enak minum yang hangat-hangat.

"Khalisa, ini ada undangan." ujar David sedikit ragu.

"Undangan? dari siapa?" tanya nya penasaran. Mata nya terbelalak kala mambaca nama yang tertera di undangan. "Begitu cepat ya!" ucap nya dengan senyum getir.

"Begitulah bodoh nya Adrian. Jika aku jadi dia, aku lebih baik menikahi mu dari pada cicak betina itu." tukas David.

Ada ketidak relaan dalam hati Khalisa, entah kenapa hati nya seperti tersusuk ribuan belati saat membanca surat undangan pertunangan Adrian dan Luna.

"Aku tidak tertarik." ujar Khalisa meletakan kembali undangan tersebut.

"Ayo lah Khalisa, mereka sengaja mengundang mu melalui aku. Kau harus datang di acara pertunangan mereka." bujuk David.

"Untuk apa? untuk memamerkan kebersamaan mereka?"

"Jika kau tidak datang, Luna akan menganggap mu cemburu nantinya."

"Kalau begitu aku akan datang. Aku akan datang bersama mu." ujar Khalisa geram.

Dua hari berlalu, David menjemput Khalisa dan mengajak nya ke butik dan salon kepercayaan David. Sebenarnya Khalisa sangat malas, namun karena di kimpori David akhir nya ia mengikut saja setiap perkataan David.

Terbelalak mata David, bahkan ia tak sadar saat memuji Khalisa yang baru saja di rias. "Kau sangat cantik Lisa, bahkan cicak betina itu lewat." puji nya tanpa mengedipkan mata.

Khalisa jadi malu, ia bahkan menendang kecil ke arah kaki David agar pria itu sadar dengan ucapan nya. "Ayo...sebelum aku berubah pikiran." ajak Khalisa lalu di iyakan oleh David.

Tiga puluh menit perjalanan, mereka tiba di depan loby hotel milik keluarga Adrian. Sedikit gugup, Khalisa menolak untuk masuk.

"Gandeng tangan ku, kau tidak akan gugup lagi." ujar David.

"Itu sih mau nya kau saja." ucap kesal Khalisa.

"Ayolah Lisa, biar kau tidak grogi."

Mau tidak mau Khalisa menggandeng tangan David. Mereka masuk ke dalam gedung yang ternyata acara sudah di mulai. David mengajak Khalisa naik ke atas untuk memberi ucapan selamat.

Tersontak, Adrian terpesona dengan Khalisa yang tampil sangat cantik bahkan Luna saja kalah. Sorot mata semua tamu seakan memuji Khalisa.

"Selamat! semoga sampai ke pelaminan." ucap Khalisa pada Adrian dengan nada lembut yang ia buat-buat.

Luna yang merasa tersaingi langsung menggelayut manja di tangan Adrian. Wanita itu bahkan dengan sombong nya tidak membalas uluran tangan Khalisa.

"Selamat sobat. Semoga tidak di khianati lagi." ujar David sembari melirik ke arah Luna.

Mereka turun menuju meja paling depan, mata Adrian tak berkedip saat melihat Khalisa berjalan dengan anggun bergandeng tangan bersama sahabat nya sendiri.

"kenapa kau melihat nya?" tanya Luna kesal.

"Tidak, aku melihat para tamu." kilah Adrian.

Seakan bermain peran, Khalisa dan David bersikap seolah mereka adalah sepasang kekasih. Wanita yang biasa nya menggunakan celana jeans dan kaos oblong itu menyulap diri nya seperti model papan atas.

Surya dengan sengaja menghampiri David dan Khalisa demi menghindari calon besan nya yang membuat nya sedikit risih.Khalisa mencium punggung tangan Surya, memberi ucapan selamat namun pria paruh baya itu menolak.

"Seharus nya kau yang menjadi calon menantu ku." ujar Surya membuat Khalisa tersenyum cengir.

"Itukan anak om saja yang bodoh." ujar David kesal.

Adrian yang terus melihat ke arah mereka hanya bisa menahan penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh papah nya. Luna yang terlihat kesal karena Surya mengabaikan ke dua orang tua nya kemudian turun menghampiri Khalisa.

"Om, kenapa sih malah duduk dengan mantan perawat Adrian?" ujar Luna menghina.

"Diam kau! apa hak mu melarang ku!" balas Surya tak suka.

Adrian yang paham perangai Luna langsung membawa Luna menjauh dari mereka. "Jagain tu ayam betina lo Adrian, jangan sampai mulut nya berkokok membuat malu orang." singgung David. Bukan nya marah, Adrian hanya mengangguk saja.

Malam semakin larut, David dan Khalisa hanya pamit kepada Surya. Cukup melelahkan bukan, ingin rasanya Khalisa mencakar wajah Luna yang menghina tadi.

Di rumah, Adrian sedikit ragu bertanya pada papah nya kenapa Khalisa bisa hadir di acara pertunangan nya. "Luna yang mengundang nya, kenapa kau tidak tahu?" ujar Surya.

"Luna? papah tahu dari mana?"

"David memberi tahu papah tadi." ucap Surya "Adrian, papah sangat risih dengan orang tua Luna yang kerja nya hanya membahas harta dan saham saja, seolah mereka ingin menguasai kamu saja."

"Jangan seudzon pah, papah nya Luna juga pembisnis." bela Adrian.

"Kau ingat Adrian, jika kau sudah menikah sekali pun papah tetap akan memegang perusahaan sendiri." ujar Surya yang seakan tak percaya dengan anak nya.

Adrian hanya mengangguk karena keputusan papah nya tak akan bisa di bantah jika itu berhubungan dengan perusahaan. Surya masuk ke dalam kamar nya begitu juga dengan Adrian. Terbayang! Adrian kembali terbayang wajah cantik Khalisa. Entah kenapa pria itu merindukan wanita yang dulu telah merawat dan membantu nya untuk sembuh.

1
Ani Kurniati
bagus
mrsdohkyungsoo
thankyouu
Susanti Susanti
Luar biasa
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
😭😭😭😭😭😭
Safitri Agus
😭😭😭
Rita Juwita
luar biasa..
💟노르 아스마💟
seru
juwita
mampir
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰🥰
Dyah Oktina
kenapa ngak cari tahu dulu sebelum menikah adrian??? kau emang bodoh krn cinta pertama
Dyah Oktina
jangan2 adeknya orlando yg lama hilang 🤭
Dyah Oktina
apa maksut dari kata mentah d sini???maaf saya ngak ngerti thor..?
Dyah Oktina
lah jelas... emang kamu ngak punya kaca ya luna.. jelas2 d saat Andrian terpuruk kamu pergi dgn laki2 lain.. d saat andrian sudah membaik kamu jilat lagi..
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Bzaa
terimakasih otor, vote sudah terkirim yaa 😘
Allenn
Disa
Allenn
Lisa
Mystera11
,😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!