NovelToon NovelToon
Mr. Mafia

Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Obsesi / Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Ditinggalkan oleh ayah kandungnya sejak masih bayi, dan hanya dibesarkan oleh sang ibu membuat ia menjadi sosok yang mandiri.

Namun di usia yang ke 19 tahun ibunya telah meninggal dan memaksa dirinya hidup sebatangkara, nasip Areta sungguh buruk ia di jual oleh wanita yang baru dikenalnya kepada mafia bengis tanpa ampun.

Ia mencoba kabur namun dengan mudah ia tertangkap kembali, hingga mafia itu mengikat jiwanya dengan menikah dengan Areta agar gadis itu tidak melarikan diri.

Benci, marah dan dendam itulah perasaan Areta Marla kepada Kian Egan.

Apakah akan ada benih-benih cinta diantara mereka?

Inget jangan menilai buku dari judul apalagi cover. Setting luar negeri tapi kota menurut fantasi dari Author jadi kalau ada ****** ****** harap maklum. Novel ini dibuat dengan sangat hati-hati agat tidak meninggalkan kesan fulgar. Buat mami-mami yang tidak berkenan dengan s*ks bebas, diharap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Mesin Pembunuh

Mr. Mafia bab 16

Kian menarik paksa tangan Areta, hingga ia berdiri berjejer dengan Kian. Hingga membuat Areta meringis kesakitan.

"Kian ... dia kesakitan!" kata Shane menatap sahabatnya dengan tajam.

Meskipun Shane adalah mafia tapi profesi utamanya adalah seorang dokter, ia tidak bisa melihat sesama manusia tidak bersalah di sakiti.

"Kau sungguh perhatian kepada peliharaanku, apa kau tertarik padanya?!" Kelakar Kian, senyum sinis menyungging di bibirnya.

"Terserah kau saja! Aku tidak perduli denganmu!" Shane lebih memilih menghindari Kian yang terus mencecarnya.

Kian lalu menatap wajah Areta, aura iblis itu kembali muncul dan diperlihatkan oleh Kian untuk Areta.

Kian dengan kasar menyeret tangan Areta hingga membuat tubuh Areta terseok saat berjalan.

"Pelan-pelan, Tuan!" hardik Areta, mengimbangi langkah kaki Kian.

alih-alih mendengarkan ucapan Areta, Kian malah semakin mempercepat langkahnya hingga membiat Areta hampir terjatuh.

Kian membuka pintu kamar menggunakan kakinya, hingga menciptakan suara yang mampu mengagetkan Areta. Dan ia menghempaskan tubuh Areta hingga gadis itu jatuh ke lantai.

Areta pun hanya bisa meringis kesakitan dan sedikit kebingungan dengan kelakuan Kian saat ini.

Kian dengan kasar menarik kerah baju Areta hingga mampu membuat Areta berdiri, kini Kian membanting tubuh Areta di atas tempat tidur.

Tanpa basa-basi Kian melompat pada tubuh Areta yang terbaring di atas tempat tidur. Tangannya menekan tangan Areta hingga gadis itu tidak bisa bergerak sama sekali. "Kau mau apa, Tuan?!"

"Memberimu pelajaran!" Kian mencium leher Areta, meninggalkan beberapa tanda merah di sana.

"Ini malam pertama kita, wanita!"

"Malam pertama? Bukankah sudah beberapa kali kau menjajah tubuhku? Apa ini bisa di kategorikan sebagai malam pertama?"

Kian memiliki kuasa penuh untuk melakukan apapun untuk Areta, sedangkan gadis malang itu tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan laki-laki bengis ini.

***

Setelah menuntaskan hasratnya kepada tubuh Areta, Kian berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat yang membasahi kulitnya.

Areta hanya meringkuk di atas tempat tidur dengan kondisi seluruh badan merah-merah karena tanda dari mafia itu. Areta mencoba memejamkan matanya, melupakan penderitaannya. Karena tidur adalah salah satu caranya untuk ia menengkan diri.

Saat Kian kembali dari mandinya, ia melihat punggung Areta yang membelakangi dirinya, entah mengapa ia menganggap hal itu membuat hasratnya mencuat kembali. Ia mendekati tubuh gadis itu, namun kali ini Kian mengurungkan niatnya, karena melihat Areta sudah terlelap dengan mimpinya.

Kian mengambil ponsel dari atas meja, ia terlihat akan menghubungi seseorang.

"Bagaimana keadaanya, Mark?" tanya Kian dari balik teleponnya.

"Keadaan nona Irene sudah stabil, Boss. Tidak ada yang perlu di cemaskan, akan tetapi dari tadi nona memanggil-manggil nama anda."

"Kenapa?"

"Saya juga tidak mengetahui, Boss."

"Hati-hati dengan mata-mata The Rock! Dia bisa saja menculik Irene, seperti apa yang pernah terjadi kepada Amanda."

"Siap laksanakan, Boss!"

Kian menutup ponselnya dan pergi tidur, ia berbaring dan membelakangi dengan tubuh Areta.

***

Dorr....

Suara ledakan pistol membuat Areta terbangun, matanya langsung menyapu ke seluruh ruangan, ia tidak menemukan manusia bengis itu, lalu ia mencari sumber suara ledakan pistol itu dengan indera pendengaranya, dan terdengar sekali lagi suara ledakan pistol itu.

Dorr....

Hal itu membuat Areta semakin ketakutan, dirinya mencari-cari keberadaan Kian, namun ia tidak menemukannya.

Dengan keadaan tubuh sepolos bayi, Areta menyambar kimono yang ada di atas kursi, yang sepertinya bekas di pakai Kian semalam, namun Areta tidak ada pilihan lain.

Ia mendekat ke arah Jendela melihat keadaan di luar, dia melihat Kian seperti Shane semalam, berlatih menembak, namun yang ia bidik bukan papan untuk menembak tapi manusia asli. Hingga darah berceceran di mana-mana.

Mata Areta terbelalak, mulutnya menganga, melihat kejadian itu. Kian adalah mesin pembunuh tanpa ampun. Ia bisa membunuh siapa saja bahkan di rumahnya sendiri.

Areta berjalan ke kamar mandi dengan langkah bergetar. Ia begitu ketakutan dengan apa yang ia lihat baru saja, seumur hidup ia hanya bisa melihat adegan bunuh membunuh di film action yang hanya ditanyakan di televisi. Namun kini ia melihat kejadian ini di depan matanya.

Saat Areta akan menyalakan shower, tiba-tiba pintu kamar mandi itu terbuka, Kian telah berdiri di ambang pintu dengan memasang muka datar melihat seluruh tubuh wanita peliharaannya itu.

"A-ada apa?" Areta gugup melihat Kian telah berada di hadapannya, padahal masih segar di ingatan gadis itu bahwa Kian telah membunuh lima orang sekaligus dengan tangannya sendiri.

"Aku ingin mandi, melunturkan dosa-dosaku karena telah mencabut nyawa orang-orang yang menghianatiku!"

Kian mendekat ke arah Areta yang menutupi bagian vital tubuhnya dengan tangan.

Laki-laki itu menyentuh kulit mulus Areta dengan lembut dan meliuk-liukkan jarinya di permukaan kulit Areta, meninggalkan kecupan di tengkuk wanitanya, dan membuat Areta menggeliat hingga memejamkan matanya

Kian tersenyum menyeringai ke arah gadis itu. "Kau menikmatinya, bukan?" tanya Kian.

Areta membuka matanya dan memasang wajah masam untuk memperlihatkan ketidak sukaannya kepada Kian.

Bukan Kian namanya jika tidak bisa memaksa Areta melakukan hal yang ia inginkan. Sekali lagi Kian memaksa gadis itu untuk melayani dirinya di kamar mandi.

Air hangat mengucur deras membasahi tubuh keduanya. hingga menyamarkan suara erangan Areta yang membuat Kian semakin bersemangat menjajah tubuh gadis itu.

Entah mengapa setiap Areta disentuh oleh Kian, gadis itu seolah menikmatinya, padahal jelas-jelas ia sangat membenci pria dengan paras tampan itu. Tidak bisa dipungkiri permainan Kian bisa membuat Areta lupa akan kebenciannya dengan mafia bengis tanpa ampun itu.

Setelah menuntaskan hasratnya Kian keluar dan berkata, "Cepat ... ikutlah denganku ke rumah sakit!"

Areta tampak cemberut, mendengar perkataan suaminya itu, ia berpikir kenapa dirinya harus susah payah menjenguk wanita yang sengaja mencelakai dirinya. Tapi tentu saja ia tidak bisa menawar perkataan Kian.

***

Mereka pergi menuju rumah sakit pusat, di kota Apache, rumah sakit mewah untuk kalangan kelas atas. Di sini pula kedua orang tuanya di rawat setelah menjadi korban kecelakaan hingga meninggal dunia sejak usia Kian 15 tahun.

Areta menyapu seluruh gedung rumah sakit itu dengan tatapan takjup.

"Ini bukan rumah sakit," batinnya. "Tapi ini adalah hotel," imbuh Areta lagi.

Sepasang suami istri itu telah sampai ke ruang vvip di mana Irene telah di rawat. Kondisi wanita itu kini stabil dan sudah sadarkan diri. Ia menatap kedatangan Kian dengan raut wajah sedih. Ia kecewa karena pria yang ia cintai itu membawa serta istrinya.

"Kau datang bersamanya?" tanya Irene lirih.

"Tentu saja, ia adalah istriku sekarang!" jawab Kian tegas.

Bersambung~

Jangan lupa Like 😎 Komen 😎 Vote 😎

Terimakasih dan Papay.

1
falea sezi
uda bertunangan lah nyosor areta
falea sezi
tolol
Muazhana Selamat
Luar biasa
Jeankoeh Tuuk
nasib areta
Jeankoeh Tuuk
kasian Areta di tipu
Nora♡~
e... eh..lah... gitu jer... pengakhiran ceritanya 😅😅membingungkan...
intan Juliana
Kecewa
intan Juliana
Buruk
ntut.tutAM
pemeran coksu kan ya, 😍yang perempuan
Indri Nur K
bagus...😍
yunna
ku rasa Irene takut posisi nya tergeser mka Dy dukung ireta kabur
Rina Ririn
ceritanya bagus tidak bertele2 dan kebanyakan drama. jd seolah2 pembaca bisa merasakan dan ikut masuk dalam ceritanyaa. sukaakklah, semangat nulis trus author💜
IG __NoviWu: terima kasih kakak.... 💜
total 1 replies
Mella Wati
yah udah tamat aj🙄
IG __NoviWu: Terima kasih sudah baca sampai tamat, Bestie 😘 Lanjut ke Novel lain Kala Bos Menggoda, cuslah gas.


Novi Wu
total 1 replies
k
naif banget ceritanya itu itu aja kaya stay terus di situ
k: Oh. Ok, aku minta maaf kalau komen aku nyakitin perasan kamu
total 2 replies
As Thyen
Membosankan baca cerita kalau terlalu banyak dramanya 🤮
Rhyana Sendana
Kecewa
IG __NoviWu: Makasih sudah baca sampai tamat.... muahhh... semoga rezeki berlimpah ruah... keluarga sehat walafiat 😘🥰😍
total 1 replies
Rhyana Sendana
Luar biasa
nonamanizzzzz
author tolong visual nya ko jellek ya ngak sesuai ,maaf ya author
kalau boleh di ganti aja visual nya 🤔
sekali lagi maaf😊😙
nonamanizzzzz: oh iyh tdk papa thor, tetap semangat nulis nya salam kenal, hehehe😁
total 2 replies
Îen
ky nya ini emang rencana irene krn dia gak mau kian pny cwe lain....dia merasa tersaingi
Rierudi Laras
Kau kan menyesal Kian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!