NovelToon NovelToon
Awakening Of The Demon Lords

Awakening Of The Demon Lords

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:87.9k
Nilai: 5
Nama Author: fardiyanto

Genre : Action, Adventure, Magic,Romance and Superpower.
[Jangan Lupa Like, Coment dan Vote buat mensupport author]

Ray pemuda dari Indonesia yang sedang berkuliah di Tokyo,Jepang. Dia hanya pemuda biasa yang berumur 23 tahun tetapi saat kecelakaan itu terjadi menimpa Ray, dia tewas dan di hidupkan lagi oleh suara yang tidak dikenal olehnya.

Kemudian jiwa dia ditransfer dari bumi ke Dunia yang menggunakan mana sihir,Dunia tersebut disebut Benua Alluria. Ray yang dihidupkan kembali di Dunia tersebut menjadi reinkarnasi Raja Iblis.

Bagaimana kelanjutan kisah Ray? Penasaran? Saksikan petualangan dari Ray dan nikmatilah cerita mereka.

NB : Apabila ada kesalahan dalam kata atau kalimat, mohon dimaklumi yha dan akan update sehari satu chapter saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fardiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16. Desa Aretha

Setelah Ray dan Leon memasuki desa tanpa penjagaan, sorot mata penduduk desa tertuju di belakang Ray dan Leon ke kereta kuda yang dibawa oleh Asdella, Leon yang merasa bingung bertanya ke Ray.

"Tuanku, saya bingung kenapa penduduk seperti tidak menyukai kehadiran kita, bolehkah saya bertanya ke salah satu penduduk disini?" ujar Leon berinisiatif sendiri.

"Aku tak keberatan, kamu bisa bertanya tapi jangan sampai menggertak mereka." jawab Ray santai melihat ke arah salah satu penduduk yang memandanginya dengan sangat tak acuh.

Leon turun dari kudanya dan menuju ke pedagang yang tak jauh dari berhenti, lalu Leon bertanya ke pria tua yang menjual sebuah buah tetapi penjual itu ketakutan ketika dihampiri Leon.

"Anu,..maaf kami kesini tidak ingin berbuat jahat pada desa ini, kenapa semua penduduk maupun anda ketakutan dengan kehadiran kami." Leon yang bertanya sopan ke pria tua tersebut.

"Ma-ma..af, a-a..pa ka..lian ang...gota da..ri ban..dit Ra..cun Teng..korak." jawab pria tua dengan menggigit jarinya ketakutan.

Leon pun langsung tahu kenapa penduduk menatap mereka seperti tatapan tajam keinginan balas dendam kepada kehadiran kami, Leon pun menjawab pria tua itu, "Sebelumnya kami bukan bandit tetapi yang membunuh semua bandit itu adalah orang yang menunggangi kuda di depan kereta kuda itu." jawab Leon sambil menunjuk Tuannya Ray, saat di tunjuk oleh Leon Ray hanya tersenyum ke arah pria tua yang sedang berbicara dengan Leon.

Pria tua itu langsung berdiri dan melihat pemuda yang ditunjuk Leon, lalu melihat Leon lagi. "Apa benar yang mengalahkan bandit Racun Tengkorak adalah pemuda itu? sepertinya kalau aku lihat yang mengalahkan bandit itu adalah kamu." jawab pria itu yang tak yakin dengan Ray.

"Maaf, tuan. Meskipun dia Tuan Ray yang masih berumur 19 tahun tetapi kekuatannya jauh ada diatas saya." sahut Leon yang sedikit tidak menerima ujaran dari pria tua itu.

"Aku sedikit tidak yakin dengan di.....a."ujar pria tua itu yang melihat terus kearah Ray lalu Ray yang menghilang dan sekejap sudah ada di samping Leon.

Mata pria itu tadi terus memandangi Ray tetapi dia tidak melihat Ray berjalan ke arah mereka, pria tua itu tertegun karena kecepatannya melebihi cahaya.(*Yang benar saja dia sangat cepat*)

"Maaf tuan, kami disini bukan berniat jahat kami ingin menginap di desa ini apa boleh?" ujar Ray.

"Se-sebentar a-aku tanyakan dulu." ujar pria tua tersebut dengan berlari entah kemana.

Beberapa menit kemudian pria tua itu berjalan dengan seorang pria dewasa,

"Kek Ji, apa benar mereka yang mengalahkan bandit Racun Tengkorak?" tanya Pria yang ada disebelah pria tua itu.

"Benar, Kepala desa salah satunya pemuda itu." jawab pria tua itu.

Mereka berdua sampai di depan toko dagangan milik pria tua itu, lalu si pria itu bertanya ke Leon dan Ray.

"Apakah benar yang mengalahkan bandit Racun Tengkorak adalah kalian?" tanya pria itu.

"Bandit? Racun Tengkorak?" Ray kebingungan lalu melihat ke arah Leon.

Kemudian Leon menjawab "Iya benar, Tuan saya yang mengalahkan bandit itu." jawab Leon.

Ray yang masih kebingungan tetapi pria yang dibawa pria tua itu bertanya lagi, "Sebelumnya maaf,bisakah kalian mempertemukan dengan Tuanmu." tanya pria tersebut.

Leon melihat Ray, lalu Ray menjawab "Maaf saya orangnya, memang benar kami mengalahkan bandit yang ada di dekat perbatasan antara desa ini dengan hutan disana tetapi kami hanya menolong dua gadis demi-human saja." jawab Ray santai.

"Anda? maaf sebelumnya kami belum memperkenalkan diri, nama saya Mark kepala desa Arthea ini. Dan penjual buah ini namanya Kakek Jian." ujar Mark kepala desa tersebut.

"Kami juga belum memperkenalkan diri,..maaf. Nama saya Ray dan di sebelah saya tangan kanan saya Leon." jawab Ray.

"Sebelumnya anda mengalahkan bandit Racun tengkorak dan menyelamatkan dua gadi demi-human,Ya kan kalau tidak salah namanya Agistia dan Laura." ucap Mark.

Ray mengerutkan keningnya sedikit dan menjawabnya, "Memang benar aku yang mengalahkan dan menyelamatkan kedua gadis itu tetapi kenapa anda bisa tahu nama mereka?" tanya Ray sambil menatap Asdella dari kejauhan.

Lalu Mark kepala desa tersebut menjelaskan, "Begini di desa Arthea adalah khusus untuk Ras manusia tetapi beberapa bulan lalu penduduk desa kami yang menyelamatkan dua gadis demi-human itu bernama Nenek Marla berusia 79 tahun yang kondisinya sakit-sakitan tetapi masih menyelamatkan dua gadis demi-human itu, setelah diselamatkan dua gadis demi-human itu dirawat nenek Marla sampai sembuh hingga nenek Marla jatuh sakit sehingga mereka menjaga dan merawat nenek Marla,..."

"...Nenek Marla sebelumnya penduduk yang sangat baik ke setiap orang di desa sampai penduduk desa tahu nenek Marla sakit dan sedang dirawat oleh dua gadis itu hingga seminggu yang lalu bandit Racun Tengkorak datang ke desa kami lalu mengambil semua barang berharga kami dan membawa dua gadis itu nenek Marla yang sedang sakit berjuang menyelamatkan gadis itu tetepi tidak bisa setelah dua gadis dibawa pergi sehari setalah dua gadis itu di culik nenek Marla meninggal dua, kami ingin membalaskan dendam kami itu karena nenek Marla adalah seorang yang sangat berharga di desa ini." Mark menjelaskan kejadian yang terjadi.

Ray dan Leon mendengar hanya memahami penjelasan itu, "Anu..Tuan bisakah saya bertemu dengan kedua gadis itu?" lanjut Mark.

"Bisa sebentar,." ujar Ray.

"Erix,..bisakah kau ajak dua gadis demi-human itu keluar setelah penyembuhan dari Liliana.?" Telepati ke Erix.

"Bisa,Tuan. Saya akan menyuruh Nyonya dengan dua gadis demi-human ini keluar." jawab Erix.

Setelah Ray menyuruh Erix, tiga gadis keluar dari kereta kuda. Kedua gadis demi-human berlari kearah entah kemana tetapi di hentikan oleh Mark, "Agistia...Laura.." Mark memanggil kedua gadis itu.

Semua penduduk desa yang melihat kedua gadis itu lalu berlari kearah mereka.

Kedua gadis demi-human itu mendengar suara kepala desa itu lalu berhenti, "Oh..Paman Mark." jawab Agistia.

"Mau kemana kalian?" tanya Mark.

"Mau kerumah nenek, apa nenek masih sakit selama kami diculik siapa yang merawat nenek?" tanya Laura.

"Iya paman, kami ingin melihat kondisi nenek sebentar paman kami pergi dulu." Agistia dan Laura menjawab secara bergantian yang hendak pergi.

"Agistia,..Laura...dengarkan paman." teriak Mark menghentikan Agistia dan Laura lagi.

Semua penduduk yang mendengar langsung ramai bersahutan,

"Mark, jangan beritahu mereka sekarang."

"Kepala desa,jangan sekarang aku tak ingin bersedih lagi."

"Iya, Kepala desa."

Penduduk desa yang senang melihat mereka berdua kembali tak ingin melihat mereka bersedih karena meninggalnya nenek Marla.

"Dengarkan semua, aku memberitahu ini biar mereka tidak kecewa mengerti." Teriak mark ke semua penduduk desa yang sedang berkumpul.

Agistia dan Laura kebingungan dan hanya saling menatap dengan mengerutkan alisnya.

Lalu beberapa saat Mark memberitahu kepada dua gadis demi-human itu, "Kalian berdua dengarkan paman, Aku ingin memberitahu sesuatu ke kalian." ujar Mark.

"Apa paman cepat? nanti nenek nunggu kepulangan kami." jawab Agista.

"Iya paman." Laura hanya mengikuti perkataan Agistia.

"Sebenarnya setelah kalian di culik nenek Marla meninggal dunia karena kekhawatirannya kepada kalian." ujar Mark dengan memalingkan wajahnya.

Dua gadis demi-human itu terdiam beberapa detik dan langsung berlari ke sebuah gubug tua di dekat, semua penduduk dan begitu juga Ray dan yang lainnya mengikuti kedua gadis itu berlari. Kedua gadis itu memasuki gubug tua itu yang tak berpenghuni dan dia menemukan sebuah pucuk surat di celah lemari lalu dibuka oleh Agistia dan Laura kemudian mereka berdua membacanya,

'Untuk Kedua cucuku,

Aku beruntung telah menyelamatkan kalian dari hutan, kalian tumbuh begitu cepat meski nenek tidak dapat berumur panjang dan hanya sakit-sakitan saja kalian lah yang selalu menemani nenek. Ketika nenek sudah tidak ada bukalah kotak yang ada di bawah lemari itu hadiah untuk kalian, semoga cucu nenek sehat selalu dan jaga kesehatan kalian. Dan aku minta jaga peninggalan satu-satunya dari nenek.

Salam cinta dari nenek kalian Marla.'

Setelah membacanya mereka berdua menangis histeris, hanya menangis dan menangis.

Beberapa menit berlalu, Agistia dan Laura membuka kotak hadiah dari neneknya Marla, setelah dibuka 2 benda memancarkan cahaya berwarna merah dan hijau. Liliana, Leon, Asdella dan Mark menyadari kalau hadiah yang diterima Agistia dan Laura adalah 'Magic Item High Class', item khusus yang sifatnya permanen. Magic Item High Class biasanya memilih pengguna yang sihirnya cocok dengan elemen dari Magic Item High Class, apabila item tersebut tidak cocok aku meledak dengan sendirinya yang dapat membunuh pemakainya.

Sebelumnya Agistia dan Laura memiliki mana sihir yang besar tetapi mereka sulit menggunakannya jadi mereka mempelajari sihir dasar untuk membantu nenek Marla.

Cahaya yang muncul dari kotak hadiah yang dibuka oleh Agistia dan Laura adalah kalung dan cincin, kalung batu yang berbentuk oval memancarkan cahaya hijau dan cincin yang diatas cincin ada Cristal kecil memancarkan cahaya merah. Dibawah kedua benda itu sudah diberi nama oleh nenek Marla jadi mereka mengambil sesuai nama mereka, kemudian dipakai mereka selang beberapa lama tidak muncul reaksi yang akan menimbulkan ledakan. Jadi mereka berdua telah dipilih oleh kedua Magic Item High Class tersebut.

BERSAMBUNG.

1
Hinata Sakaguchi
Uwahhh Lucifer Sama
Hadi Aditama
next thor 💪
Progeigar
MC tolol,bego,naif
⊰W I L K⊱
|85|
⊰W I L K⊱
'80'
⊰W I L K⊱
85
⊰W I L K⊱
100
Yosafat
haga
Abdul Gofur
lumayan
Kiychivarly
ini lah yg saya benci, sudah mewarisi kekuatan sama ingatan raja iblis, tpi yg direnkarnasi kan ga sesuai dengan wakat raja iblis..
Iman Indra
sip kosa katanya enak jadi pala gw gak pusing bacanya lanjutkan thor👌👍
Saril
halo min saya pembaca baru soalnya
ᵍˡˣƒJomblo abadi
Sabar ya
Rifqin Pratama
pas ada tambahan kata e tiba" aku keingat logat anak brandan thor wkwkw tah lah gatau jugak mungkin sama di daerah lain jugak
my dick is big
yooooo
my dick is big
jangan setengah setengah besuk
my dick is big
lanjut besuk
my dick is big
ini sudah kelewatan namanya s
pertama salah gak apa munkin thor nya sedang buru buru buat atau gak fokus dan yang kedua salah lagi gak apa apa munkin ada gaang guang yang ketigaaa!! salah lagiii!! ti-tidak masalh munkin ada salah teknis yang kee empatttttttt!!!!!! salah lagiiii??? mana bisa gitu thor tolong perbaiki besuk besuk besuk besuk besuk besuk terus salah aja nulis besok
my dick is big
yossssssssssssssssssssss
my dick is big
mantaolllll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!