bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
" Yah,kok bunda gak dikasih tahu dulu sih" Protes Rina.
"Nanti malam kita akan bicarakan langsung dengan atmaja" Jelas Wijaya,lalu pergi entah kemana.
"Sayang, kamu kok diam aja,sih,kamu gak menolak keinginan ayah kamu"
Rina bingung dengan Lisa,karena anaknya tidak berbicara sama sekali dengan keputusan Wijaya,yang dia tahu anak gadisnya akan berdebat dengan Wijaya,tapi kenyataan tidak sesuai dengan harapan nya.
"Percaya,Bun,aku menolak sekeras apapun juga,Lisa tidak akan bisa merubah keputusan ayah"ujar Lisa sambil menahan air mata nya yang akan jatuh.
Rina langsung menarik anaknya kedalam pelukannya,mencoba memberikan keterangan buat anak gadis nya.
" Yang sabar ya,sayang. Kamu harus kuat,bunda sangat yakin ini terbaik untukmu dan Roy,memang jodoh kamu Roy yang dikirim allah"
Lisa hanya mengangguk dalam pelukan Rina.
"Ya,sudah kamu ke kamar ya,kamu ganti baju,mandi dan istirahat,nanti Bunda bangunin untuk makan"
"Iya,Bun" Pamit Lisa lalu berjalan menuju kamar nya.
*****
Sedangkan Roy sekarang sedang sibuk dengan leptop nya,sejak tadi dia berada di kedainya dan belum pulang ke rumah.
Konsentrasi nya terganggu ketika mendengar dering ponselnya. Dia melihat siapa yang menghubungi nya ternyata dari sang bunda.
"Hallo,assalamu'alaikum,bun" Salam Roy
"Waalaikum salam,kamu lagi dimana,nak" Tanya Mia dari sebrang.
"Maaf,bun,Roy masih di kedai,ada beberapa hal yang harus Roy kerjakan"
"Kamu sudah makan,nak,jangan lupa makan walau lagi banyak pekerjaan" Nasehat Mia.
"Ok,siap bunda" Jawab Roy yang masih fokus dengan leptop nya.
"Sebenarnya Bunda ingin menyampaikan pesan dari ayahmu,nak,kata ayah kamu pulangnya jangan terlalu sore,ya"
"Iya,Bun,Roy juga bentar lagi akan pulang"
"Ya,sudah Bunda tutup telpon nya,ya,assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya,Roy pulang.
"Assalamu'alaikum" Salam Roy ketika dia sudah sampai di rumah.
"Waalaikum salam,eh,anak Bunda sudah pulang,ayo masuk" Ajak Mia sambil menggandeng tangan Roy.
"Bun,Roy kekamar dulu,ya,mau mandi,ayah mana bun" Tanya Roy sambil memperhatikan ruang keluarga yang masih kosong,karena biasanya Atmaja ada disana setelah pulang dari kantor.
"Mending kamu mandi dulu,tadi ayah pesen sama Bunda,kamu disuruh nemuin ayah diruang kerjanya,katanya ada hal yang penting yang ingin dia bicarakan sama kamu" Jelas Mia.
"Oh,ya udah bun,Roy ke atas dulu" Pamit Roy kemudian.
*****
Setelah selesai mandi Roy berjalan kearah ruang kerja atmaja.
Tok... Tok.... Tok...
"Assalamu'alaikum yah" Salam Roy sambil membuka pintu.
Disana sudah ada atmaja yang sedang duduk diruang kerjanya
"Duduk" Perintah atmaja
"Pekerjaan Ayah,masih banyak" Tanya Roy sambil duduk dihadapan atmaja.
"Lumayan,gimana dengan sekolah kamu?" Tanya balik atmaja.
"Seperti biasa,tidak ada yang berubah,tadi kata Bunda,ayah ingin bicara hal penting" Tanya Roy kemudian.
"Begini Roy,kamukan sekarang sudah cukup dewasa dan sebentar lagi kamu lulus sekolah" Atmaja menjeda ucapan nya.
"Ayah ingin pernikahan kamu dipercepat,lagi pula tidak baik menunda hal baik,ayah rasa kamu sudah siap dan sanggup untuk menikah" Lanjut atmaja
Roy hanya diam,sambil mencerna ucapan dari sang ayah.
"Bagaimana baiknya,Roy ikut kata ayah sama Bunda saja" Jawab Roy kemudian dengan senyum yang dipaksakan,Roy tidak pernah menyangka atmaja akan membahas pernikahan,padahal masalah pertunangan saja dia belum sepenuh hati menerimanya.
"Makasih ya,Roy,kamu anak yang baik,ayah bangga sama kamu"
Roy hanya terseyum ketika atmaja berdiri dan memeluknya.
"Sudah seharusnya sebagai anak,roy harus berbakti kepada ayah dan Bunda" Jawab Roy tetap tenang walau pikiran nya tidak ingin menerima keinginan atmaja.
"Ya,sudah hanya itu yang ingin ayah bicarakan sama kamu,o,iya ayah lupa nanti malam ayah akan bicarakan hal ini sama om Wijaya"
Roy hanya mengangguk pasrah.
"Kalau gitu Roy keluar dulu dan izin keluar bersama teman teman,assalamu'alaikum" Pamit Roy sambil mencium punggung atmaja.
"Waalaikum salam"
Kali ini Roy memutuskan untuk keluar bersama teman teman nya. Hanya sekedar menenangkan pikiran nya yang sedang banyak masalah. Apalagi mengingat pernikahannya dengan wanita pembuat onar itu.
******
Tak berbeda dengan Lisa yang memutuskan untuk keluar rumah bersama kedua sahabatnya malam ini. Lisa belum bisa menerima kenyataan yang menerimanya kali ini,bagaimana dia harus menikah dengan seorang pria yang sangat dia benci.
Bertemu disekolah yang tidak setiap hari saja membuat dia stress,apalagi satu atap yang mengharuskan dia bertemu dengan laki laki itu setiap hari.
Lisa dan teman teman nya kini sedang berada di kafe,memesan berbagai varian es krim dan cemilan,tapi tidak mampu membuat mood Lisa kembali.
"Lis,dari tadi ngelamun terus,napa sih"tanya Wanda yang melihat Lisa yang tidak biasanya.
"Iya,nih,dari tadi hanya ngelihatin es krim melulu,keburu cair tuh,lis"ujar Sinta yang ikut menegur Lisa.
" Hemm,gua gak apa apa kok,gua hanya kecapean aja"
Tak lama,ada seseorang pria yang menghampiri meja mereka,pria itu adalah Jerry.
"Hallo,lis,gimana kabar kamu,kamu kesini kok gak kasih tahu aku sih"
"Bukannya lo yang gak pernah ngasih kabar ke gua" Jawab Lisa malas.
Jerry hanya diam,lalu menarik tangan Lisa agar berdiri.
"Gua pinjam teman kalian dulu,ya" Ujar Jerry kepada Wanda dan Sinta.
"Ya,udah sono,selesaiin masalah kalian" Jawab Sinta.
"Awas saja kalau lo macam macam sama teman gua" Ancam Wanda.
Jerry langsung menarik tangan Lisa,mengajak nya kemeja dimana dia duduk tadi.
Laki laki itu memegang tangan gadis yang ada di depannya sekarang, lalu mereka membahas kesalah pahaman di antara mereka.
Sebenarnya Lisa sangat malas berurusan lagi dengan Jerry,namun keadaan nya yang sedang badmood,jadi dia juga malas untuk menolak dan banyak bicara.
Tak jauh dari mereka ada Roy dan teman teman nya yang berada juga dicafe tersebut.
Roy menatap kedua orang itu secara intens.
"Huhhh..ternyata gua doang yang hancur,gua kira dia yang bakal hancur karena ini" Batinnya
"Waoiii...ngelamun aja lo" Teriak Rendy dan mampu membuat Roy kaget.
"Sialan lo"
"Sudah,ngapain sih lo,pada,kita kesini buat hiburan bukan untuk berdebat" Kata Arya mengingat kan
"Tumben" Kata Roy dan Rendy bersamaan.
"Tumben apa?" Tanya Arya kebingungan.
"OTAK LO ENCER" Kata Rendy kesal dengan salah satu temannya ini.
Uhuk.... Uhuk...
"Sialan lo berdua " Kesal Arya sampai tersendak membuat Rendy dan Roy tertawa.