NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Tajmahal

Cinta Di Langit Tajmahal

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨

AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.

Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.

Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: TANGGUNG JAWAB SEORANG SUAMI

Setelah selesai membersihkan diri dan rasa lemasnya sudah sedikit berkurang berkat bantuan suaminya yang sangat perhatian, mereka berdua pun duduk di meja makan kecil yang sederhana.

Di atas meja sudah tersedia Nasi Briyani yang wangi dan beraroma rempah khas India, disandingkan dengan Paneer Butter Masala (tahu susu kuah kari kental) yang gurih, serta Roti Canai hangat yang lembut.

Makanan sederhana namun sangat menggugah selera, dimasak sendiri oleh Maheera dengan sekuat tenaga meski tubuhnya masih terasa agak pegal.

Mereka makan dengan lahapnya. Suasana begitu akrab dan hangat. Aaryan sesekali mengambilkan lauk untuk istrinya, memastikan Maheera makan yang banyak supaya tenaganya kembali pulih.

"Nah, makan yang banyak ya Sayang. Coba ini Rotinya dicelup kuah kari, enak banget," ucap Aaryan sambil menyuapkan sedikit makanan ke mulut manis itu.

Maheera tersenyum bahagia, membuka mulutnya menerima suapan itu. "Iya, Mas. Makasih ya..."

 

Selesai makan dan membereskan piring kotor, Aaryan mulai bersiap-siap. Ia memakai baju terbaik yang ia miliki sekarang. Bukan setelan jas mahal, tapi hanya kemeja batik rapi dan celana bahan hitam yang masih terlihat sopan dan rapi.

Ia menyisir rambutnya dengan rapi, lalu memakai sepatunya yang sudah dibersihkan sampai mengkilap.

Maheera yang sedang melipat pakaian di kamar, memperhatikan suaminya itu dari belakang. Hatinya terharu melihat keseriusan pria itu.

"Mas..." panggil Maheera pelan.

Aaryan menoleh ke arah cermin, tersenyum manis. "Kenapa, Sayang? Aku ganteng kan pakai ini?"

"Ganteng banget dong..." jawab Maheera tersipu. "Tapi... Mas benar-benar mau pergi cari kerja hari ini?"

"Benar dong!" Aaryan berjalan mendekat, lalu memegang kedua bahu istrinya itu. "Aku kan suamimu, Maheera. Tanggung jawab utamaku sekarang adalah menafkahi kamu. Aku tidak bisa membiarkan istriku kekurangan sesuatu."

"Tapi kan kita baru mulai, Mas. Aku tidak apa-apa kok kalau belum ada pemasukan..." kata Maheera lembut.

Aaryan menggeleng tegas. Ia menatap mata istrinya dengan sangat serius namun lembut.

"Tidak bisa begitu, Sayang. Aku tahu kita sekarang lagi hemat, lagi mulai dari nol. Tapi sebagai suami, aku harus bisa memberikan uang belanja ke kamu. Aku harus bisa kasih kamu pegangan."

"Aku ingin kamu pegang uang itu. Aku ingin kamu merasa tenang dan aman. Aku ingin kamu tahu bahwa suamimu masih bisa bekerja, masih bisa berusaha, dan masih bisa membahagiakan kamu walau mungkin sekarang jumlahnya belum seberapa."

Mata Maheera berkaca-kaca. "Mas..."

"Ya... mungkin nanti hasilnya belum sebesar dulu waktu aku masih CEO. Mungkin cuma cukup buat makan sehari-hari, mungkin cuma sedikit buat ditabung. Tapi percayalah... itu semua hasil keringatku sendiri. Dan itu semua akan aku serahkan ke kamu buat diatur sebaik mungkin."

Aaryan menggenggam tangan Maheera, menaruhnya di dadanya.

"Bagiku, melihat kamu senang memegang uang hasil jerih payahku... itu jauh lebih membanggakan daripada melihat tumpukan uang yang bukan hasil usahaku sendiri."

 

Maheera langsung memeluk tubuh itu erat-erat. Ia merasa sangat dihargai dan sangat terlindungi.

"Mas hebat... Mas benar-benar suami yang sempurna..." isaknya haru. "Aku janji, Mas. Nanti kalau Mas sudah dapat uangnya, aku akan atur dengan sangat hemat dan sangat bijak. Aku akan pastikan setiap rupiah itu berguna buat kita berdua."

"Aku tidak akan minta yang mahal-mahal. Aku cukup senang dan bangga kok kalau Mas bisa kasih aku uang itu sebagai tanda tanggung jawab Mas."

"Itu baru istriku yang pintar!" puji Aaryan sambil mengecup kening gadis itu. "Jadi doakan aku ya Sayang, semoga hari ini ada rezeki. Semoga ada perusahaan yang mau menerima aku dengan tangan terbuka."

"Amin... pasti ada kok, Mas. Pasti banyak yang mau merekrut orang sehebat Mas Aaryan!" semangat Maheera.

Aaryan pun siap berangkat. Sebelum pergi, ia mengecup tangan istrinya dengan hormat, lalu mengecup bibir itu singkat namun manis.

"Aku berangkat dulu ya, Sayang. Jaga diri baik-baik di rumah. Nanti sore aku pulang bawa kabar baik... dan bawa uang buat kamu pegang!"

"Hati-hati di jalan ya, Mas! Sukses selalu!" seru Maheera melambaikan tangan dari depan pintu rumah kecil mereka.

Saat Aaryan berjalan menjauh menuju halte bus, langkahnya terasa begitu mantap dan penuh semangat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!