NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ketiga

Reinkarnasi Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Di kehidupan sebelumnya, Audrey telah dirampas status, penampilan, dan reputasinya.

Terlahir kembali, dia kini membalas dendam dan mencapai kesuksesan yang tak pernah sempat dia nikmati di kehidupan sebelumnya. Dia akan memberi pelajaran kepada gadis-gadis palsu dan menunjukkan kepada para bajingan bagaimana cara menjalani hidup yang sebenarnya.

Audrey terlahir kembali untuk ketiga kalinya, dan dia tahu kesempatan kali ini dia akan melakukannya dengan cara yang berbeda.

*

cerita ini hanyalah karangan penulis, kesamaan nama tokoh dan latar hanyalah fiksi untuk kebutuhan cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Para guru curiga dengan ucapan Hendry sejak awal, karena terdengar terlalu menggelikan.

Audrey gagal mendapatkannya, jadi dia memukulinya, orang-orang akan mengejeknya habis-habisan jika mereka tahu. Apalagi jika lawannya adalah gadis yang lemah dan rapuh seperti Audrey. Bagaimana mungkin dia bisa melawan anak laki-laki besar seperti Hendry?

Sikap dan perilaku ibu Hendry juga tidak membantunya, malah semakin membuat para guru jijik.

Adapun ayah Hendry, meskipun dia hanya mengucapkan beberapa kalimat, ketidakikutsertaannya justru yang membangkitkan rasa tidak suka mereka. Dia diam saja, berdiri di belakang istri dan putranya, membiarkan mereka terlibat dalam perilaku seperti itu. Jika bukan karena kehadirannya, ibu Hendry tidak akan berani bersikap begitu galak dan tidak masuk akal.

Seandainya mereka adalah pihak yang benar, perilaku mereka paling-paling hanya akan membuat para guru merasa sedikit tidak nyaman, karena mengira mereka tidak pemaaf. Namun, terbukti bahwa merekalah yang berbohong.

Bagaimana mungkin mereka begitu lancang datang jauh-jauh ke sini dan membuat pernyataan seperti itu, setelah semua yang telah mereka lakukan?

“Audrey, menurutmu bagaimana masalah ini sebaiknya ditangani?” Bu Ema menatap Audrey, dengan tatapan penuh semangat dan penghiburan.

Audrey merasakan gelombang kehangatan dalam dirinya, dan tersenyum gugup padanya. "Ini...aku tidak punya pendapat lain, aku hanya ingin dia mengembalikan uangku..."

“Itu tidak mungkin!” geram ibu Hendry, “Hendry kami tidak meminjam uangmu!”

“Nyonya Hadyan!” Bu Ema akhirnya meledak, berteriak padanya, “Kau harus membayar hutangmu, itu prinsip yang tak perlu dipertanyakan!” Dadanya naik turun dengan cepat. “Jika kita membawa masalah ini ke pengadilan, kau akan bersalah! Jangan berpikir kau bisa mengabaikan masalah ini hanya dengan memakan bukti!”

Meskipun pak Aston sebenarnya tidak akur dengan bu Ema dalam keadaan normal, di hadapan wanita galak dan tidak masuk akal seperti ibu Hendry, dia sama marahnya. Ibu Hendry membuat mereka berdua hampir gila karena betapa tidak masuk akalnya wanita itu.

Lebih buruk lagi, Hendry adalah muridnya!

Baginya, itu merupakan suatu penghinaan karena muridnya sendiri telah melakukan perbuatan seperti itu!

“Hendry, jika kau bersedia mengembalikan uangnya, kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Tetapi jika kau menolak mengakuinya dan mengembalikan uangnya, aku tidak punya pilihan selain melaporkan kejadian ini kepada kepala sekolah! Adapun apa yang akan dilakukan kepala sekolah setelah mengetahui hal ini, aku yakin kau tidak ingin mendengarnya.”

Wajah Hendry memerah mendengar kata-kata pak Aston, karena dia mendengar ketidakpuasan dan upaya intimidasi dari guru tersebut.

“Guru-guru, pasti ada kesalahpahaman di sini...” Ayah Hendry berkata dengan canggung, “Hendry kami benar-benar tidak akan melakukan itu...”

Audrey menyela perkataannya, “Bagaimana mungkin ini salah paham? Bukankah aku baru saja menunjukkan buktinya padamu? Hanya saja sekarang sudah masuk ke perut Tante ini.”

Wajah para guru semakin muram setelah mendengar kata-katanya. Seluruh keluarga ini tidak percaya.

“Baiklah, saran saya adalah kau harus mengembalikan uang itu,” kata Bu Ema dengan wajah muram, “Dan fokuslah pada pelajaranmu mulai sekarang. Lakukan itu dan kau masih bisa menjadi murid yang baik!”

“Soal tuduhanmu padaku karena memukulmu, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Aku juga tidak mengharapkanmu meminta maaf, aku hanya ingin mendapatkan kembali uang yang kupinjamkan,” Audrey menimpali, dengan ekspresi yang tampak lebih dari sekadar tulus.

Saat menatap wajah mungilnya yang cantik, Hendry sangat marah hingga hampir terkena serangan jantung. Bagaimana bisa Audrey berbicara sebegitu tidak tahu malunya?! Lagipula, dialah yang memukulnya!

“Audrey adalah orang yang pemaaf, Hendry, kau seharusnya tidak bersikeras lagi,” tambah pak Aston.

“Kau meminjam dua puluh juta dariku, kau hanya perlu mengembalikan jumlah itu kepadaku.”

“Kapan aku pernah meminjam sebanyak ini darimu?! Aku hanya meminjam sepuluh juta!” Hendry tambah panik.

“Hendry!” teriak pak Aston, menatap Hendry dengan wajah dingin dan keras. “Apakah kau masih mencoba menyangkal kenyataan, bahkan setelah keadaan menjadi seperti ini?”

Hendry awalnya membantah telah meminjam uang Audrey, bahkan sampai menuduh Audrey memukulnya.

Bagus! Sekarang setelah bukti-bukti itu dihadapkan langsung ke wajahnya, dia tidak bisa menyangkalnya lagi. Namun, dia mengaku hanya meminjam sepuluh juta, memberikan dirinya diskon yang sangat besar!

Orang-orang seperti dia benar-benar luar biasa!

Hendry merasa cemas, marah, dan tersinggung, semuanya sekaligus!

“Sebenarnya saya hanya meminjam sepuluh...”

“Hentikan!” kata Bu Ema dengan marah. “Sebelumnya kau bilang kau tidak meminjam uang! Sekarang berubah lagi?”

“Hendry,” pak Aston menyela dengan wajah datar, “berhentilah menyangkal semuanya, jangan mempermalukan dirimu sendiri lebih jauh lagi!”

“Bapak ibuk, Hendry kami benar-benar tidak akan meminjam uang sebanyak itu! Dia hanya seorang siswa, jadi tidak banyak yang bisa dia belanjakan. Bagaimana mungkin dia bisa meminjam sebanyak itu?” Ibu Hendry sudah berhenti mengamuk, tetapi dia masih tidak percaya bahwa putranya akan melakukan hal seperti itu.

“Dia bilang kakeknya sakit, jadi aku meminjamkannya tiga juta. Lalu dia bilang ayahnya mengalami kecelakaan mobil dan harus diamputasi salah satu kakinya, jadi aku meminjamkannya lagi tujuh juta. Setelah itu, dia mengaku ibunya patah lengan...” Audrey menceritakan semuanya, sambil mengarang-ngarang alasan.

Alasan Hendry meminjam uang itu mirip dengan apa yang baru saja dia katakan, satu-satunya perbedaan adalah korbannya selalu kakeknya yang telah meninggal.

Terlepas dari itu, kata-kata Audrey membuat orang tua Hendry tercengang. Anak mereka benar-benar mencari-cari alasan apa saja untuk meminjam uang!

“Tuan Hadyan, menurut saya kaki Anda baik-baik saja,” ujar pak Aston dengan nada sarkastik.

Ayah Hendry menatapnya dengan marah dan kesal. Guru ini baru saja mengutuknya, kan!

Lagipula dia sangat sehat!

“Kapan aku pernah mengatakan itu? Aku bahkan tidak pernah menyebutkannya!” Hendry melawan dengan sekuat tenaga.

Namun, argumennya tidak diterima oleh siapa pun. Kata-katanya telah kehilangan semua kredibilitas. Bahkan orang tuanya pun mengira dia berbohong saat itu.

“Untuk apa kau meminjam uang sebanyak itu? Kenapa kau butuh uang sebanyak itu?” Ayah Hendry sangat marah, dan tak lagi berusaha membela putranya.

“Aku—aku sungguh tidak...”

“Kau mau memberitahuku atau tidak!” Ayah Hendry mengamuk, sangat marah hingga dia mengayunkan lengannya ke depan dan menampar putranya dengan keras.

Baginya Hendry sudah keterlaluan hari ini. Jika yang dia lakukan hanyalah berbohong, dia bisa dimaafkan, tetapi dia bahkan sampai mengutuk keluarganya sendiri.

Ibu Hendry panik dan berseru, “Apa yang kau lakukan?!” Sambil berdiri di depan putranya, dia melanjutkan dengan suara melengking, “Tidak bisakah kita membicarakannya dengan baik-baik saja!”

Saat menyaksikan drama yang terjadi di antara ketiga anggota keluarga Hadyan, mata Audrey berbinar dengan kelicikan tertentu.

“Aku tahu dia menghabiskan uangnya untuk apa,” katanya.

"Kau tahu?"

“Ya!” Audrey mengangguk. “Bukankah tadi aku bilang begitu? Aku bukan pacarnya, tapi Elsi pacarnya. Mereka sering jalan-jalan bersama, berbelanja, menonton film, dan membeli pakaian. Kurasa begitulah cara dia menghabiskan semua uang itu.”

Kata-katanya membuat semua orang menganga tidak percaya. Siapa yang tidak tahu betapa mahalnya biaya berkencan?

Terutama para guru, yang memandang Hendry dengan rasa jijik yang lebih besar di mata mereka.

Pada dasarnya, Hendry telah mengarang cerita tentang kecelakaan atau penyakit yang menimpa keluarganya untuk meminjam uang dari Audrey, dan menggunakan uang tersebut untuk membiayai Elsi.

Dan ketika Audrey membutuhkan uang itu untuk dibayar kembali, dia datang mencarinya. Hendry tidak mampu membayar utangnya, jadi dia mengarang kebohongan dan menuduh Audrey memukulnya.

Ini sungguh menjijikkan!

Elchester Royal School adalah sekolah paling bergengsi di kota tersebut. Meskipun tidak semua siswa mulia dan berbudi luhur, tidak ada seorang pun yang seburuk Hendry.

Tuduhan Audrey telah menyulut amarah yang membara di dalam diri ibu Hendry.

“Dengan perempuan tak tahu malu mana kau menghabiskan uang itu? Pasti dialah yang mencuci otakmu, makanya kau jadi seperti ini!” Melihat wanita yang tampak emosian itu, para guru tiba-tiba memahami seluruh situasi.

Semua itu karena keluarganya sehingga Hendry menjadi seperti sekarang ini!

...***...

...Jangan lupa like, komen dan vote....

1
Cty Badria
sy beri vote biar semangat up nya
Cty Badria
saya beri hadia biar semangat up jya
Cty Badria
up lg ya ni saya beri hadiah
Cty Badria
ayo semangat up lg ni hadia/Rose/
Cty Badria
ok/Rose/
Cty Badria
up lg ya ni hadiah
Cty Badria
up lg jgn lm2
Cty Badria
jangan gantung ya ceritanya up lg ni koin hadia/Rose/
Cty Badria
lanjut ya biar semangat saya beri hadia /Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!