NovelToon NovelToon
Pembalasan Jiwa Yang Tertukar

Pembalasan Jiwa Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Diandra, seorang CEO tangguh, dikhianati oleh adik tirinya sendiri dan didorong dari lantai delapan hingga koma. Namun, maut belum menjemputnya. Jiwa Diandra terbangun di dalam tubuh Gia, seorang siswi SMA yang tewas setelah disiksa dan dibunuh oleh kekasihnya, Ferdian, beserta geng perundungnya.

​Terjebak dalam identitas baru yang rapuh, Diandra bersumpah akan menuntut balas. Ia tidak hanya akan menghancurkan Ferdian di sekolah, tapi juga merancang kejatuhan adik tirinya yang kini mengincar nyawa Pratama, suaminya sendiri.

​Tantangan terbesar Diandra bukan hanya kemiskinan Gia, melainkan meyakinkan Pratama bahwa jiwa istrinya ada di dalam tubuh gadis remaja tersebut. Di tengah skeptisisme sang suami, Diandra harus berpacu dengan waktu sebelum rencana pembunuhan berikutnya merenggut satu-satunya orang yang ia cintai.

​"Gia mungkin sudah mati, tapi Diandra baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Pagi hari di ruang perawatan disambut oleh semburat cahaya matahari yang menembus celah gorden, membawa kehangatan baru di dalam ruangan.

Diandra, yang merasa kondisinya sudah jauh lebih bugar, meminta cermin kecil kepada perawat untuk pertama kalinya sejak sadar dari operasi.

Namun, begitu jemarinya memegang gagang cermin dan menatap pantulannya, senyum di bibir Diandra seketika surut.

Diandra merasa minder dan sedih saat melihat pantulan wajahnya sendiri di cermin yang masih dipenuhi lebam keunguan, bengkak, dan goresan luka pasca-pertarungan sengit dengan Vincent.

Wajah yang biasanya bersih tanpa cela, kini tampak seperti medan perang yang mengerikan.

Mendengar langkah kaki Pratama yang mendekat, Diandra dengan cepat memalingkan wajahnya dan mencoba menutupi wajah dengan selimut, merasa dirinya tidak lagi cantik di depan suaminya.

Ia tidak ingin pria yang dipujanya itu melihat kondisinya yang tampak hancur.

Pratama yang baru kembali dari toilet langsung menangkap perubahan sikap istrinya.

Dengan langkah perlahan, ia mendekati ranjang. Ia dengan lembut menarik selimut Diandra dan menolak membiarkan Diandra bersembunyi darinya.

"Hei, kenapa wajah cantiknya disembunyikan?" tanya Pratama dengan suara bariton yang lembut.

Diandra tetap menunduk, enggan menatap netra suaminya.

"Aku jelek, Mas. Wajahku menakutkan," lirihnya dengan nada insecure.

Untuk mengembalikan senyuman Diandra, Pratama yang masih mengenakan perban di kepalanya tiba-tiba bangkit dari ranjangnya.

Tanpa memedulikan rasa nyut-nyutan di tubuhnya sendiri, ia mulai memperagakan kembali gerakan duel Diandra di atas ring secara teatrikal di tengah ruangan.

"Siapa bilang? Kamu tahu tidak betapa kerennya kamu kemarin?" seru Pratama dengan ekspresi yang dibuat seolah-olah sedang mengomentari pertandingan tinju dunia.

Pratama menirukan gerakan tendangan pamungkas Diandra yang menumbangkan Vincent dengan penuh semangat.

Ia memasang kuda-kuda, melayangkan pukulan bayangan ke udara, lalu melakukan gerakan menendang dengan dramatis, membuat para perawat yang kebetulan lewat di depan pintu kaca kamar rawat tertawa kecil melihat tingkah konyol sang CEO bertangan dingin itu.

Diandra tidak bisa menahan diri lagi. Melihat suaminya yang biasa jaim dan berwibawa kini bertingkah seperti aktor komedi demi dirinya, tawa kecil akhirnya meledak dari bibir Diandra.

Melihat misinya berhasil, Pratama kembali duduk di sisi ranjang Diandra.

Ia menangkap kedua tangan istrinya, menatap Diandra dengan tatapan yang sangat memuja, seolah wanita di hadapannya ini adalah berlian paling berkilau di dunia.

"Aku saja kalah, Sayang, dengan kamu. Istriku ini ternyata seorang pahlawan tangguh," ucap Pratama dengan senyuman maskulinnya yang begitu menawan.

Pratama menegaskan bahwa lebam dan luka di wajah Diandra adalah bukti cinta dan perjuangan yang membuat Diandra justru terlihat seribu kali lebih cantik dan berharga di matanya.

Luka-luka itu adalah tanda kehormatan bahwa Diandra telah bertarung demi mempertahankan hidup mereka berdua.

"Jangan pernah merasa minder lagi. Setiap luka ini adalah bukti bahwa kamu adalah wanita terkuat yang pernah aku miliki," bisik Pratama tulus.

Dengan sangat hati-hati, Pratama mendekatkan wajahnya lalu mengecup lembut bagian wajah Diandra yang tidak terluka, menyalurkan rasa cinta yang begitu besar dan mendalam langsung ke lubuk hati istrinya.

Sentuhan bibir Pratama terasa begitu hangat dan menenangkan.

Seketika, rasa minder Diandra menguap sepenuhnya tanpa sisa.

Digantikan oleh kehangatan yang memenuhi ruangan rawat, yang kini terasa begitu intim dan manis seperti kamar pengantin baru bagi mereka berdua.

Di tengah momen hangat yang menyelimuti pasangan itu, terdengar ketukan pintu yang halus dari luar.

Pintu perlahan terbuka, menampilkan seorang perawat yang melangkah masuk dengan senyuman ramah yang menghiasi wajahnya.

Perawat datang membawa nampan makanan hangat dan kue pesanan Pratama untuk Diandra.

Aroma sup ayam yang gurih dan kepulan asap tipis dari bubur halus langsung membangkitkan selera makan di dalam ruangan. Namun, yang paling menarik perhatian adalah sebuah piring kecil di sudut nampan, berisi sepotong kue cokelat premium dengan hiasan buah stroberi segar di atasnya—kue khusus yang diam-diam dipesan Pratama melalui asisten pribadinya sejak subuh tadi.

"Terima kasih, Sus," ucap Diandra tulus, matanya berbinar menatap kue cokelat kegemarannya yang tampak begitu menggoda.

"Iya, Pak Pratama, Bu Diandra. Selamat menikmati sarapannya. Semoga lekas pulih," balas perawat itu dengan sopan sebelum meletakkan nampan di atas meja dorong rumah sakit dan melangkah keluar ruangan.

Pratama segera menggeser meja tersebut agar lebih dekat dengan jangkauan Diandra.

Ia mengambil mangkuk sup hangat, lalu meniupnya perlahan dengan penuh kesabaran sebelum mengarahkannya ke depan bibir sang istri.

"Ayo, pahlawanku harus makan yang banyak. Setelah sup ini habis, baru kamu boleh makan kue cokelatnya sebagai hadiah," goda Pratama dengan senyuman maskulinnya yang khas.

Diandra menerima suapan itu dengan hati yang membuncah oleh kebahagiaan.

Di ruangan rawat yang sunyi ini, perhatian kecil dan manis dari Pratama terasa jauh lebih mewah daripada liburan di pulau pribadi mana pun di dunia.

Suasana hangat di dalam ruang perawatan tiba-tiba berubah menjadi penuh rasa syukur saat pintu kamar rawat diketuk kembali.

Kali ini, yang muncul bukan petugas medis, melainkan perwakilan dari orang-orang desa pesisir yang malam itu mendobrak pintu gudang tua dan menyelamatkan nyawa mereka dari kekejaman Vincent.

Melihat kedatangan orang-orang yang menolong mereka, Pratama langsung mendudukkan tubuhnya dengan tegak.

Rasa hormat dan utang budi yang amat besar membuncah di dalam dada sang CEO.

Tanpa membuang waktu, Pratama merogoh dompetnya dan mengeluarkan amplop yang sudah ia siapkan untuk diserahkan kepada mereka sebagai bentuk apresiasi awal.

"Ini sedikit ungkapan terima kasih dari saya karena telah menyelamatkan nyawa kami," ucap Pratama tulus sambil mengangsurkan uang tersebut.

Namun, di luar dugaan, mereka menolaknya. Pria paruh baya yang menjadi perwakilan warga desa tersebut dengan sopan mendorong kembali tangan Pratama, menolak amplop tebal itu dengan senyuman yang sangat tulus dan bersahaja.

"Maaf, Pak. Kami menolong bukan karena mengincar uang Anda," ucap pria paruh baya itu dengan suara yang tenang.

Pratama dan Diandra saling berpandangan, sedikit terkejut dengan ketulusan masyarakat lokal tersebut.

Pria itu kemudian tampak ragu sejenak sebelum akhirnya kembali bersuara, "Apakah kami boleh meminta yang lain, Pak?"

"Katakan saja. Apa pun yang kalian butuhkan, akan saya penuhi," jawab Pratama tanpa ragu sedikit pun.

Pria itu menghela napas panjang, gurat-gurat kekhawatiran tentang masa depan desanya terlihat jelas di wajahnya yang ramah.

"Di desa kami kekurangan air bersih, Pak. Kami harus berjalan berkilo-kilometer setiap hari hanya untuk mendapatkan air layak konsumsi. Selain itu, tidak ada sekolah yang memadai untuk anak-anak kami belajar. Mereka harus menyeberang pulau atau putus sekolah karena fasilitas yang rusak."

Mendengar penuturan itu, hati Diandra langsung terenyuh.

Sebagai seorang wanita yang baru saja diselamatkan oleh kebaikan hati mereka, ia tidak bisa tinggal diam.

Diandra memegang lengan Pratama, memberikan kode lewat tatapan matanya agar sang suami melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar memberi uang saku.

Pratama dan Diandra memaksa mereka untuk menerima uang itu terlebih dahulu untuk kebutuhan mendesak seluruh warga desa yang hadir malam itu.

Pratama menggenggam erat tangan sang perwakilan desa, memastikan bahwa uang tunai itu tetap mereka bawa pulang.

"Terima uang ini untuk kebutuhan kalian sekarang," tegas Pratama dengan nada suara yang penuh wibawa namun sangat hangat. "Dan untuk masalah desa, kami akan membantu desa kalian. Saya sendiri yang akan memastikan proyek pembangunan saluran air bersih dan gedung sekolah baru yang megah akan segera dimulai di sana. Pratama Group akan mengurus semuanya hingga tuntas."

Mendengar janji suci dari sang konglomerat, air mata haru seketika berlinang di mata para penyelamat itu.

Ruang rawat yang semula sunyi kini dipenuhi oleh ucapan syukur dan doa-doa baik, mengubah sebuah tragedi penculikan menjadi awal dari berkah yang luar biasa bagi seluruh penduduk desa di ujung timur Indonesia.

1
Aretha Shanum
oh paling malas bca, ujung2 nya ga jelas
Dede Dedeh
kiraan mau happy ending........
Anne Soraya
lanjut
Tian Selli
lanjutannya mana ya
Tian Selli: judul nya apa?
total 2 replies
cici
seru kali smpek yg baca ikut panik tiap episode
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
my name is pho: iya kak 🥰
total 1 replies
Dede Dedeh
lanjuttt
Asra
waah, makin menarik aja, next kak🙌💖
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Asra
semangat n ditunggu up nya lagi kak
my name is pho: siap kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!