NovelToon NovelToon
Sunyi Yang Berisik Season 2

Sunyi Yang Berisik Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Misteri / Horor
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: kucing samge

Jay menikmati hari-harinya yang tenang dan santai—kerja sama rumahnya dengan yayasan berjalan lancar, bersama Malakos dan makhluk dimensi lain. Namun kedatangan Rara mengubah segalanya: batas antar dimensi retak parah, dunia paralel hilang tanpa bekas, dan rumah serta Desa Wening akan ikut lenyap jika tidak dihentikan.

Terpaksa keluar zona nyaman, Jay menjelajahi Titik Diam di seluruh Indonesia dan bertemu orang-orang dengan cara pandang berbeda. Di perjalanan ini, dia menemukan rahasia buku tua yang selalu mengikutinya, serta hubungan kakeknya dengan sang pencipta.

Dengan sikap santainya yang khas, Jay harus membuktikan bahwa berguna tidak selalu perlu kerja keras. Ketika menghadapi sumber Titik Diam yang menyebabkan kekacauan, dia harus memilih: akhiri semua cerita agar tidak ada kehancuran, atau temukan cara agar semua dunia hidup berdampingan—sambil tetap punya waktu buat main game dan makan snack!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kucing samge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 4: "KONFLIK YANG MEMBESAR" part 6

Suara nyanyian yang merdu masih bergema lembut di udara saat matahari mulai naik lebih tinggi, menyinari setiap sudut rumah Jay dengan cahaya emas yang hangat. Makhluk-makhluk dari berbagai dimensi masih berkumpul di halaman belakang, beberapa sedang menikmati snack yang tersisa, yang lain sedang melihat lukisan tua Zora yang kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinding rumah—warna-warnanya semakin hidup seolah sedang bergerak dengan sendirinya.

Jay sudah berhenti bermain game dan sekarang sedang rebahan di kursi dengan bantal yang diletakkan di kepalanya, satu tangan masih memegang bungkus snack yang hampir habis. Malakos duduk di lantai di depan kursinya, sedang mengamati pagar bambu rumah yang tadinya rusak parah akibat serangan Pasukan Kebebasan. "Kelihatannya pagar mulai pulih sendiri lho," ucap Malakos dengan suara yang penuh dengan kagum.

Benar saja, pagar bambu rumah Jay mulai pulih dengan pola yang lebih kompleks—bambu-bambu yang tadinya patah dan terbalik kini mulai menyatu kembali dengan sendirinya, membentuk pola anyaman yang indah dengan ukiran-ukiran kecil yang mirip dengan bentuk makhluk-makhluk dari berbagai dimensi. Setiap ruas bambu mengeluarkan cahaya lembut yang berubah warna dari hijau ke kuning lalu ke biru, membuat pagar terlihat seperti karya seni yang sangat indah.

Sementara itu, sumur kembali mengeluarkan cahaya biru lembut yang menyebar ke seluruh halaman belakang. Cahaya itu tidak menyilaukan, malah memberikan rasa sejuk dan nyaman bagi semua yang ada di sekitarnya. Dari dalam sumur mulai muncul gelembung-gelembung kecil yang berisi cahaya, masing-masing membawa pesan singkat dalam bentuk gambar—gambar tentang taman yang indah, tentang manusia dan makhluk gaib yang sedang bekerja sama, tentang festival yang meriah yang akan datang.

Zora berdiri di dekat sumur, melihat dengan senyum lega pada semua yang terjadi. Tubuhnya kini sudah benar-benar pulih—semua bunga di tubuhnya mekar dengan indah dan mengeluarkan aroma yang harum. Zora dan sebagian Pasukan Kebebasan memutuskan untuk bergabung dengan Jay dan teman-temannya, sementara yang lain berdiri di belakang mereka dengan wajah yang penuh dengan ketenangan dan keyakinan.

"Saya dan sebagian teman-teman saya ingin tinggal di sini," ucap Zora dengan suara yang lembut namun jelas. "Kita ingin membantu menjaga Titik Diam di desa Wening dan belajar lebih banyak tentang cara hidup damai bersama manusia. Selain itu, saya ingin membuat karya seni baru yang bisa dinikmati oleh semua orang."

Makhluk yang bentuknya seperti manusia tanpa wajah—yang kini sudah memiliki wajah dengan mata yang lembut dan senyum yang hangat—menambahkan dengan nada ceria: "Kita juga bisa membantu memperbaiki dan menghias rumah Mas Jay lho! Bisa dibuat pola-pola yang unik dari berbagai dimensi, jadi rumahnya makin keren dan tidak akan pernah rusak lagi!"

Jay hanya mengangkat kepalanya sebentar dan menjawab dengan nada yang masih mengantuk: "Ya sudah lah, tapi jangan sampai bikin rumah jadi terlalu ramai ya. Aku butuh tempat yang tenang buat rebahan dan main game." Dia kemudian duduk perlahan dan melihat ke arah semua makhluk yang ada di sekitarnya, termasuk mereka yang akan kembali ke dimensinya masing-masing.

"Kalian yang mau pulang ke dimensinya sendiri ya jangan lupa janjinya ya," ucap Jay sambil mengambil satu biji snack terakhir dari bungkus. "Janji akan menghormati aturan dan tidak membuat kekacauan lagi."

Makhluk dari dimensi bola cahaya kuning mengangguk dengan cepat. "Tentu saja Mas Jay! Kita akan menyampaikan cerita tentang kamu dan cara damai yang kamu tunjukkan ke semua makhluk di dimensi kita. Kita bahkan akan membuat hari khusus untuk berbagi makanan dan cerita, sama seperti yang kita lakukan sekarang!"

Beberapa makhluk mulai mengucapkan selamat tinggal dengan rasa sayang. Mereka bergerak ke arah sumur, masing-masing mengeluarkan cahaya khas dari dimensinya sebelum masuk ke dalam sumur dan menghilang dengan lembut. Setiap kali ada makhluk yang pergi, sumur mengeluarkan suara seperti lonceng kecil yang merdu, menyambut mereka kembali ke rumah mereka sendiri.

Setelah semua makhluk yang akan pulang sudah pergi, Zora dan yang tinggalnya mendekat ke arah Jay. Mereka mulai mengelilingi kursinya dengan wajah yang penuh dengan senyum dan rasa hormat. Jay melihat ke arah mereka, lalu perlahan berdiri dan mengambil bungkus snack kosong yang akan dia buang ke tempat sampah. Namun sebelum itu, dia berhenti dan melihat langsung ke arah pembaca dengan wajah yang lebih serius namun tetap penuh dengan candaan.

TITIK PUNCAK EPISODE PENUTUP: Jay melihat ke arah pembaca dan bilang: "Kadang kita merasa sendirian dan ingin sesuatu yang sulit didapat. Tapi ingat ya, ada banyak cara untuk merasakan hidup dan dikenali oleh orang lain. Selain itu, jangan pernah lupa bahwa kita semua punya peran penting dalam cerita yang sedang berjalan!"

Suaranya terdengar jelas dan penuh dengan makna, membuat semua makhluk yang ada di sekitarnya terdiam sejenak sebelum mulai tepuk tangan dengan suara yang mirip dengan suara daun yang bergoyang dan air yang mengalir. Malakos bahkan mulai tertawa dengan suara yang mirip dengungan rendah yang lucu.

"Kalau kamu bilang begitu, berarti kamu juga punya peran penting dong Mas Jay," ucap Rara dengan senyum lebar. Dia sudah membersihkan rambutnya yang tadinya kacau dan sekarang terlihat lebih rapi. "Kamu yang berhasil membuat semua konflik ini selesai dengan cara yang paling santai dan unik—dengan snack dan kata-kata yang bijak!"

Jay hanya mengangkat bahu dan menjawab dengan nada yang kembali malas: "Ya sudah lah, mungkin aja. Tapi yang jelas, sekarang aku ingin mandi dulu karena badan aku sudah penuh dengan debu dari pagar yang rusak tadi. Setelah itu kita bisa makan siang bareng aja ya. Aku beli juga nasi goreng dari warung pak Slamet kemarin, masih ada di kulkas lho!"

Zora dan teman-temannya yang tinggal langsung bersorak dengan senang. Mereka mulai membantu membersihkan rumah dan halaman belakang dengan cara yang unik—makhluk dari dimensi hutan menggunakan daun-daun besar untuk menyapu lantai, sementara Zora menggunakan kemampuannya untuk memperbaiki semua barang yang rusak dengan cepat. Dalam waktu singkat, rumah Jay kembali bersih dan rapi, bahkan terlihat lebih indah dengan pola-pola baru yang muncul di dinding dan lantai.

Saat Jay masuk ke kamar mandi, Malakos melihat ke arah pagar bambu yang sudah pulih dengan sempurna. Cahaya dari pagar dan sumur menyatu menjadi satu, membentuk cahaya biru muda yang sangat indah. Makhluk-makhluk yang tinggal mulai menyanyi lagi lagu yang sama, lagu tentang persahabatan dan kebersamaan yang bisa menghubungkan semua dimensi.

Di dalam kamar mandi, Jay masih bisa mendengar suara nyanyian itu. Dia tersenyum dan berpikir bahwa mungkin saja, hidup memang seperti cerita yang sedang berjalan—setiap orang punya peran pentingnya sendiri, dan terkadang cara paling sederhana adalah cara yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, dia juga berpikir bahwa mungkin saja dia perlu membeli snack lebih banyak lagi ke pasar besok, karena sekarang ada teman-teman baru yang akan tinggal bersama dia dan pasti suka makan bareng.

Setelah selesai mandi, Jay keluar ke ruang tamu dan melihat semua makhluk yang sudah siap dengan makanan yang sudah disiapkan—nasi goreng yang masih hangat, snack yang sudah diletakkan di atas meja, bahkan makanan khas dari berbagai dimensi yang disiapkan oleh Zora dan teman-temannya. Mereka semua berdiri mengelilingi meja dengan wajah yang penuh dengan senyum dan harapan.

"Oke deh, mari kita makan aja," ucap Jay dengan senyum lebar. Dia duduk di tempat biasanya dan mulai mengambil makanan dengan tangan yang cepat. "Setelah makan, kita bisa nonton film atau main game bareng. Kalau ada yang mau belajar membuat karya seni juga bisa dong, tapi jangan sampai ganggu aku ya!"

Semua makhluk tertawa dan mulai makan dengan riang. Suara tawa dan percakapan mereka bergema di sekitar rumah, menyatu dengan suara nyanyian dari luar dan cahaya yang menyala lembut dari pagar dan sumur. Semua tampak damai dan penuh dengan kebahagiaan—buktian bahwa setiap cerita memiliki akhir yang baik jika kita mau menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikannya, dan bahwa setiap orang punya peran penting yang harus mereka mainkan dalam cerita yang sedang berjalan.

 

1
EvhaLynn
Lari Mbak🏃‍♀️
EvhaLynn
oh pantesan🤭
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baik benar Jay
リズキ・サントソ
👍👍
リズキ・サントソ
santoso 🗿
T28J
gimana nyanyinya, hihihihihi....
Pengabdi Uji
tp klo g galak gpp jg
Pengabdi Uji
kumpulan paracenayang khh🫣
Pengabdi Uji
hmm pantess trnyta?emg ky spesial itu
Pengabdi Uji
hooh pantes ajaa ya trnyta g mngancam
Pengabdi Uji
ini knp dy?? apa di pngaruhi
Tati Hartati
keren banget kak
M. T🌻
keren thor👍
Jing_Jing22
Seperti reuni makhluk halus dan para tuannya.
Jing_Jing22
Cantik loh tulisannya.
Jing_Jing22
Kalau kamu kan udah terbiasa Jay berbeda dengan Dinda
Sishrye
takut nya kalau tetiba makhluk itu berubah jadi jahat
~SasMaya ✧
Thor, baca adegan ini .. jadi inget film Shinbi house ... pemberantas makhluk-makhluk
Sishrye: oh iya bener juga ya kak. btw aku juga sering liat film itu di net tipi😂
total 1 replies
~SasMaya ✧
aelah si Jay, cikinya pasti ga ketinggalan 😂
Mingyu gf😘
mereka ini orang jawa ya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!